Banjir Berkat Tuhan

Banjir Berkat Tuhan "Merangkul Optimisme di Tengah Cobaan: Fanpage Banjir Berkat Tuhan memberikan inspirasi, informasi, dan harapan di tengah bencana.

Bersama-sama, kita menemukan kekuatan dan terang di setiap tetesan hujan. 🌧️🙏✨ "

19/06/2025
19/06/2025

Saya mendapat lebih dari 30.500 tanggapan pada postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

🕊🕊**Saya berharap ada yang bisa bersyukur kepada Tuhan, meski hanya 5 detik! Karena kalau bukan karena perlindungan Tuha...
12/06/2025

🕊🕊**Saya berharap ada yang bisa bersyukur kepada Tuhan, meski hanya 5 detik! Karena kalau bukan karena perlindungan Tuhan, entah akan menjadi seperti apa kita hari ini.**🙏🙏
Tuhan berfirman: “Akulah satu-satunya harapan umat manusia dan terlebih dari itu, Akulah Dia yang menjadi sandaran keberadaan seluruh umat manusia. Tanpa Aku, umat manusia akan segera terhenti. Tanpa Aku, umat manusia akan menderita malapetaka dan diinjak-injak oleh segala macam roh, …… ”

12/06/2025

 S
11/06/2025

S

Penampilanmu akan menua, ketenaranmu akan memudar, kekayaanmu akan lenyap,Hanya Tuhan yang dapat memberimu hidup kekal, ...
10/06/2025

Penampilanmu akan menua, ketenaranmu akan memudar, kekayaanmu akan lenyap,Hanya Tuhan yang dapat memberimu hidup kekal, jika anda percaya, Amin.

Amin..
10/06/2025

Amin..

Mereka “meminjam” perahu, terjebak badai, lalu hidup di pulau asing selama 15 bulan. Ini kisah nyata dari Tonga, 1965.Ki...
10/06/2025

Mereka “meminjam” perahu, terjebak badai, lalu hidup di pulau asing selama 15 bulan. Ini kisah nyata dari Tonga, 1965.

Kisah nyata ini terjadi pada tahun 1965, ketika enam remaja laki-laki asal Tonga berusia antara 13 hingga 16 tahun memutuskan untuk bolos sekolah dan "meminjam" perahu milik seorang nelayan untuk berlayar dari Tonga ke Fiji. Namun, petualangan mereka berubah menjadi kisah luar biasa tentang kelangsungan hidup.

Pada malam pertama, mereka tertidur di atas kapal dan tidak menyadari bahwa gelombang besar merusak perahu mereka. Mereka pun terombang-ambing di lautan selama beberapa hari hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni, yang kemudian menjadi rumah mereka selama 15 bulan ke depan.

Awalnya, mereka bertahan hidup dengan memakan burung, kelapa, dan ikan. Keberuntungan berpihak pada mereka ketika berhasil memanjat tebing curam dan menemukan sisa-sisa permukiman lama dekat kawah vulkanik. Di sana mereka menemukan pisang, biji-bijian, dan ayam—yang memperkaya persediaan makanan mereka.

Para remaja ini juga membentuk sistem sosial kecil: mereka bekerja dalam kelompok dua orang, menerapkan hukuman "time-out" untuk mencegah pertengkaran, dan mengadakan doa serta nyanyian rutin setiap pagi dan malam. Mereka berhasil membangun tempat penyimpanan air hujan dari batang pohon, taman makanan, lapangan bulu tangkis, tempat kebugaran dengan beban buatan, serta kandang ayam. Mereka bahkan menjaga api tetap menyala secara permanen.

Pada tahun 1966, seorang kapten asal Australia bernama Peter Warner melihat asap dari pulau tersebut dan menemukan mereka. Ia sangat terkesan dengan bagaimana para remaja ini berhasil bertahan dan hidup harmonis. Namun setelah kembali ke Tonga, mereka malah dipenjara karena mencuri kapal. Kapten Warner akhirnya membuat kesepakatan: ia akan memproduksi dokumenter tentang kisah mereka jika para remaja itu dibebaskan dan bersedia merekonstruksi kisahnya di depan kamera.

Dokumenter tahun 1966 yang menampilkan para remaja asli ini menjadi saksi nyata dari salah satu kisah survival paling menginspirasi di era modern.



Seorang pendeta wanita sedang berkhotbah ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Itu panggilan dari rumah sakit: "Ibumu ba...
10/06/2025

Seorang pendeta wanita sedang berkhotbah ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Itu panggilan dari rumah sakit: "Ibumu baru saja mengalami henti jantung, segera datang!"
Seluruh jemaat terdiam dan menatapnya. Setelah hening sejenak, dia mematikan ponselnya dan berdiri di mimbar, berkata, "Hidup ibuku ada di tangan Tuhan. Bahkan jika aku pergi sekarang, aku tidak bisa menyelamatkannya. Jadi, mari kita mendahulukan penyembahan kepada Tuhan!"
Dengan air mata, dia menyampaikan pesan yang menggugah hati. Setelah kebaktian selesai, dia segera pergi ke rumah sakit. Dokter, dengan wajah penuh keheranan, berkata, "Baru saja... ibumu tiba-tiba sadar sendiri! Ini benar-benar sebuah mukjizat!"
Pendeta wanita itu menangis terharu dan terus mengucap syukur kepada Tuhan! Tuhan dapat membangkitkan yang mati, hanya karena pendeta ini tetap menempatkan Tuhan di urutan pertama meskipun dalam penderitaan.
Jika Tuhan penting dalam hidupmu, pertahankannya, dan buktikannya dengan satu kata: Amin!
"Ia adalah kepala dari tubuh, yaitu jemaat. Ia juga adalah yang awal, yang sulung dari antara orang mati supaya Ia menjadi yang utama dari segala sesuatu." (Kolose 1:18)

Amin Imanuel
10/06/2025

Amin Imanuel

Address

Springhill Office Tower Jalan Benyamin Sueb, Ruas D7 Blok D6. Kemayoran/Jakarta Utara
Jakarta
14410

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Banjir Berkat Tuhan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share