10/06/2025
Mereka “meminjam” perahu, terjebak badai, lalu hidup di pulau asing selama 15 bulan. Ini kisah nyata dari Tonga, 1965.
Kisah nyata ini terjadi pada tahun 1965, ketika enam remaja laki-laki asal Tonga berusia antara 13 hingga 16 tahun memutuskan untuk bolos sekolah dan "meminjam" perahu milik seorang nelayan untuk berlayar dari Tonga ke Fiji. Namun, petualangan mereka berubah menjadi kisah luar biasa tentang kelangsungan hidup.
Pada malam pertama, mereka tertidur di atas kapal dan tidak menyadari bahwa gelombang besar merusak perahu mereka. Mereka pun terombang-ambing di lautan selama beberapa hari hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni, yang kemudian menjadi rumah mereka selama 15 bulan ke depan.
Awalnya, mereka bertahan hidup dengan memakan burung, kelapa, dan ikan. Keberuntungan berpihak pada mereka ketika berhasil memanjat tebing curam dan menemukan sisa-sisa permukiman lama dekat kawah vulkanik. Di sana mereka menemukan pisang, biji-bijian, dan ayam—yang memperkaya persediaan makanan mereka.
Para remaja ini juga membentuk sistem sosial kecil: mereka bekerja dalam kelompok dua orang, menerapkan hukuman "time-out" untuk mencegah pertengkaran, dan mengadakan doa serta nyanyian rutin setiap pagi dan malam. Mereka berhasil membangun tempat penyimpanan air hujan dari batang pohon, taman makanan, lapangan bulu tangkis, tempat kebugaran dengan beban buatan, serta kandang ayam. Mereka bahkan menjaga api tetap menyala secara permanen.
Pada tahun 1966, seorang kapten asal Australia bernama Peter Warner melihat asap dari pulau tersebut dan menemukan mereka. Ia sangat terkesan dengan bagaimana para remaja ini berhasil bertahan dan hidup harmonis. Namun setelah kembali ke Tonga, mereka malah dipenjara karena mencuri kapal. Kapten Warner akhirnya membuat kesepakatan: ia akan memproduksi dokumenter tentang kisah mereka jika para remaja itu dibebaskan dan bersedia merekonstruksi kisahnya di depan kamera.
Dokumenter tahun 1966 yang menampilkan para remaja asli ini menjadi saksi nyata dari salah satu kisah survival paling menginspirasi di era modern.