27/09/2022
What is Startup?
Startup menurut saya adalah sebuah entitas yang dibuat untuk menjawab sebuah permasalahan yang selama ini sudah ada, tetapi belum ada solusi belum ada atau belum tepat selama ini. Entitas ini membuat solusi yang baru, dimana solusi tersebut harus bisa dibuat menjadi scale-able.
Saya ambil contoh Gojek, keberadaan Gojek menjawab permasalahan, dimana Ojek sudah ada dari dulu, tetapi ada masalah dimana menemukan abang Gojek harus datang ke pangkalan Ojek, dan juga harga Ojek yang tidak ada standarnya. Lalu Mas Nadieam Makarim dengan tim awalnya membuat solusi Ojek yang bisa dipesan secara daring, awalnya dipesan melalui call center, seperti memesan taksi pada waktu itu.
Dari sini kita bisa ambil pelajaran, bahwa solusi terhadap masalah itu belum tentu hal yang benar benar baru, bisa saja solusi itu adalah antithesis dari keadaan yang sudah berlangsung, atau bisa diambil solusi yang telah ada di industry lain yang sudah berjalan.
Saya saat ini membangun startup Facilequran, dimana ada permasalahan berdasarkan Data Susenas BPS tahun 2018 mencatatkan sebanyak 58,57% muslim di Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an. Artinya, jika penduduk Indonesia 250 Juta, dan 200 Juta di antaranya muslim, setengahnya atau 100 juta muslim Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an. Ini kita baru berbicara yang tidak bisa baca, kalau ditanya yang tidak faham makna dan apalagi implementasinya dalam kehidupan, asumsi saya angkanya bisa sampai 95%.
Permasalahannya adalah Alquran itu pedoman hidup, jadi ketika muslim tidak faham pedoman hidup, bagaimana dia bisa hidup dengan benar, padahal sedari kecil diseluruh Indonesia, kita sudah belajar Alquran di sekolah – sekolah, di TPA, TPQ, dan di rumah – rumah Quran, akan tetapi masalah yang dihadapi oleh muslim di Indonesia adalah membaca Alquran itu sulit, sehingga menyebabkan kita malas membacanya.
Bulan Januari 2022 lalu, saya bertemu dengan Bobby Herwibowo, beliau punya pembelajaran Alquran dengan Metode Kauny nya, metode ini belajar langsung menghafal Alquran dengan maknanya dengan menggunakan pola Quantum Memory, dan Anchoring (Pemanfaatan seluruh indra dalam sistem memorizing untuk meningkatkan kemampuan otak sampai 200 x lipat), dimana hasilnya dengan Metode ini, orang yang belajar Alquran akan ingat bacaan Alquran nya sampai per kata, dan faham maknanya. Dan menariknya metode ini sangat mudah dilakukan, dan bisa membuat orang hafal 1 ayat dan maknanya dalam 5 menit* (ayat pendek tentunya)
Saya membayangkan dengan metode ini orang bisa hafal panduan, pedoman hidup dari Tuhannya, yaitu Allah, maka tentu muslim di Indonesia ini akan Taat, karena panduan itu ada di kepalanya.
Dari pertemuan tersebut, saya dan tim saya melakukan kajian mendalam terkait customer validation process, dimana di startup untuk menemukan solusi, harus diwujudkan dalam satu produk yang memenuhi kriteria Minimum Viable Product.
Apa itu Minimum Viable Product, secara teorinya; yaitu produk yang memiliki core features yang bisa memberikan solusi terhadap permasalahan.
Ok lalu apa solusinya, kita balik permasalahannya adalah membaca Alquran itu sulit, maka core features yang harus menjadi solusi adalah membaca Alquran itu mudah, lalu kita ulik-ulik, lakukan kajian, review, feedback berbulan - bulan, kita akhirnya membuat loncatan, yaitu tidak perlu membaca, lupakan itu, kita loncat, ke menghafal itu mudah.
Maka akhirnya 12 September 2022 ini kita melakukan softlaunching Facilequran ( https://facilequran.id/ ), dimana “Menghafal Alquran itu mudah”
Story Journey Facilequran #1
By Tomi Syavitra
Co-Founder