16/08/2019
Co: "Ini perusahaan kayanya ga jelas. Udah deh kamu lamar yang lain aja."
Ce: "Masa sih? Kalau ga jelas kok ada yg mau kerja situ?"
Co: "Ya ga tau, pokoknya kamu lamar kerja lain aja. Kaya gua, lamar ke perusahaan-perusahaan yang jelas aja."
Inilah cuplikan percakapan antara seorang kandidat pelamar kerja di perusahaan saya dan pacarnya. Yang dengar bukan saya, tapi rekan saya yang info ke saya.
Tunggu, tunggu. Saya bukan mau bahas perusahaan saya. Tapi saya mau bahas tentang pengendalian yang dilakukan orang si cowo ke cewe. Sering sekali saya melihat bagaimana seorang wanita dikendalikan oleh pria yang hanya pacar mereka.
Sahabatku para wanita, berhati2lah dengan pacar anda yang s**a mengatur2 anda. Ga boleh ke sana lah, ga boleh bertemen dengan si itu lah, jgn kerja begitulah, harus bginilah, harus bgitulah, dsb.
Coba anda bayangkan, masih pacar, ga kasi duit, tapi udah berani ngatur ini ngatur itu. Apa kabar ketika sudah jadi suami dan memberi nafkah? Anda akan jadi budak suami!
Kasi duit aja ga boleh ngatur2, apalagi ga kasih duit? Contoh di atas adalah contoh sempurna bagaimana seorang pria yang pengangguran dan mengatur pacarnya tentang perusahaan tempat dia boleh bekerja. Lah??? Wong si pria sendiri aja masih belum kerja. Lebih parah lagi wanitanya, mau p**a diatur.
Sahabatku para wanita, terutama adek2ku yang masih muda, sedikit nasehat: janganlah mau diatur2 dan jangan menikah muda. Paradigma cowo di atas cewe itu harus anda hapus dari kehidupan anda. Pria dan wanita itu setara dan harus bekerja sama dengan peran mereka masing2 untuk menciptakan keharmonisan.
Pacaran boleh, gpp, namanya darah muda. Tapi kalau menikah muda karena cinta, jangan dulu. Apalagi sama pria yang s**a sok atur2. Pikirkan dahulu sekali lagi. Karena tagihan listrik ga bisa dibayar dengan cinta. Karena makan nasi ga bisa pake lauk cinta. Kejarlah karir yang tinggi terlebih dahulu. Kenapa?
Karena anda perlu back-up. Ketika menikah, mungkin sang suami akan meminta anda berhenti bekerja untuk focus mengurus anak. Bolehkah? Ya boleh2 saja. Apalagi kalau memang suami mampu secara finansial untuk mendukung keluarga baru kalian. Tapi kalau ga, cuma pas2an, ya coba dirundingkan dahulu.
Selain daripada itu, mari kita berpikir sejenak, apa yang akan terjadi kalau, maaf, suami meninggalkan kita lebih dahulu dan dan anak masih kecil? Kalau amit2 cerai?
Kalau anda punya skill bisnis atau karir yang baik, anda punya chance untuk mempertahankan hidup dengan cara mencari kerja kembali atau berbisnis. Tapi kalau tidak ada skill dan pengalaman karena nikah muda, bagaimana akan melanjutkan hidup? Bagaimana membiayai diri anda dan 3 anak anda? Nikah lagi? Ya kalau segera ketemu. Kalau belum nemu? Kalau nemu pun, belum tentu bersedia "mengangkat beban koper" dari pernikahan sebelumnya toh?
Tapi Pin, kalau karir saya terlalu bagus, nanti susah cari pacar/suami... Kalimat yang ga asing kan? Lagi-lagi, paradigma wanita harus selalu di bawah pria.
Ga masalah sayang, kalau karir anda bagus, itu lebih baik. Artinya, anda harus cari pria yang lebih berkualitas, yang lebih percaya diri dan tidak terintimidasi dengan kesuksesan karir anda. Emanknya anda ga mau punya pasangan yang lebih berkualitas?
Tapi kalau ga nemu gimana?
Percayalah lebih baik hidup single daripada terjebak dalam pernikahan yang penuh masalah dengan pria insecure.
Buat sahabatku para pria,
Pahamilah, jadi seorang pria itu tanggung jawabnya besar. Jadi kalau kita belum mampu mempertanggungjawabkan kehidupan sendiri, jangan coba-coba mengajak wanita anda berbagi kehidupan dengan anda.
Kejarlah karir anda setinggi-tingginya, jadilah sukses terlebih dahulu, dan siapkan diri anda menjadi seorang pemimpin dan penyedia di rumah tangga anda nantinya. Dan jangan sok ngatur pasangan anda. Sebaliknya, dukung dia dalam karirnya agar dia pun sukses.
Tapi Pin, gua udah nikah, meski hidup kami pas-pasan, kami bahagia. Syukurlah kalau bgitu. Yes benar! Kita memang bisa tetap bahagia meski pas2an. Karena
Tapi mari jujur, anda yakin ga mau sekolahin anak anda ke sekolah yang lebih baik dari sekarang?
Ketika anda kehujanan naik motor, dan gara2 itu anak anda sakit, anda ga pengen punya mobil yang bisa proteksi orang yang anda sayangi?
Anda ga pengen punya rumah sndr yang lebih baik dibandingkan kontrakan sekarang yang bocor sana sini?
Serius anda mau masa depan anak anda hanya seperti anda? Atau lebih baik? Kalau anda bilang lebih baik, berarti anda pun secara ga langsung mengakui hidup anda belum cukup baik.
Simple toh?
Kesuksesan karir juga tidak menjamin kebahagiaan rumah tangga! YA, SAYA SETUJU!
Tapi percayalah, 90% masalah rumah tangga itu disebabkan karena kurangnya uang. Ga percaya? Tanya saja orang tua anda.
Oh ya, meski masalah terus melanda dan menyebabkan anda ingin nangis, masih lebih nyaman nangis di Mercedes Benz S-Class daripada di Honda Scoopy. Serius.
It's hard, but it's the truth.
P.S. Foto cuma pemanis. Kaya yang baca, manis.