10/09/2020
ONLINE Vs OFF-LINE POLITIC CAMPAIGN
Total daerah yang akan menggelar PILKADA serentak Desember 2020 sebanyak 270 dgn rincian; 9 Provensi, 224 Kabupaten, 37 Kota.
Kebayang jika PILKADA serentak ini terjadi 15 thn silam dimana segalanya masi dilakukan off-line, seantro Nusantara akan dipenuhi sampah baliho dan sejenisnya dari para Calon Kepala Daerah. Beruntung kita sdh memiliki sarana kampanye digital atau online, seperti social media saat ini. Seberapa besar pengaruh social media campaign bagi voters?
Social media campaign telah menghantar banyak pemimpin dunia dan lokal meraih kemenangan, sebut saja; Obama, Donal Trump, Jokowi, Ridwan Kamil, dll. Semua berawal dari Obama ketika melakukan campaign online via Black Barry Messenger. Siapa target utama social media campaign?
Generasi milenial pengguna social media terbesar dan juga voters terbanyak. Prilaku milenial yang kritis dan bebas susah ditaklukan dgn cara convensional, hingga mereka mendapat julukan "swing voters" atau pemilih labil.
Swing voter jadi battle ground bagi para kandidat senator, kepala negara dan kepala daerah di berbagai negara. Siapa pun yang dapat menaklukan suara milenial pasti akan keluar sebagai pemenang.
Keunikan social media campaign berbanding terbalik dengan convensional campaign; dapat menjangkau voters secara massive dlm waktu bersamaan, voters bisa berinteraksi, demografi gender, usia dan wilayah dapat di setting sesuai kebutuhan, terukur, berbiaya murah, dll, intinya super efektif dan efisien jika dicompare dengan kampanye konvensional. (JY)