20/08/2015
Berbagai Aspek Penggunaan Marmer di Rumah
Marmer tentunya sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Batuan ini terbentuk melalui tekanan dan panas, serta melewati proses yang panjang untuk bisa dihadirkan di rumah. Marmer ditambang dalam potongan besar kemudian dipotong, diasah, dipoles hingga mengilap. Setelah itu barulah marmer dapat ditemui di lantai, dinding, atau pada perangkat sejumlah furnitur.
Pemilihan marmer tentu didasarkan dengan banyak pertimbangan, terutama kelebihan yang dimilikinya. Namun, marmer juga mempunyai kekurangan, loh! Sejumlah orang bahkan tak mau memakainya karena khawatir bila perawatannya akan menyulitkan. Nah, apa saja kelebihan dan kekurangan marmer? Bagaimana cara merawatnya? Berikut penjelasannya.
Kelebihan
Apa yang terbayang saat mendengar kata marmer? Benar sekali. Tentunya kesan mewah dan elegan. Dengan beragam jenis, corak, dan motif, marmer mampu memberi nilai tambah pada sebuah hunian. Kesan ini didukung dengan sifatnya yang tak mudah memanas sehingga ruangan dengan penutup marmer cenderung berhawa dingin dan sejuk. Oleh sebab itu, penggunaannya pada daerah beriklim tropis seperti Indonesia terasa sangat tepat.
Selain itu, marmer pun lebih tahan lama bila dibandingkan dengan keramik sehingga dapat menghemat anggaran untuk rumah. Hal ini karena pembentukannya yang terjadi di alam. Salah satu yang menguntungkan juga ialah marmer umumnya sudah dilapisi antigores. Oleh sebab itu, tak perlu takut bila goresan ringan, seperti goresan binatang peliharaan akan merusak tampilan marmer di rumah.
marmer
Kekurangan
Marmer termasuk material denga harga yang cukup mahal. Terlebih bila menginginkan bentuk khusus. Namun, hal ini tentunya sebanding dengan kualitas yang didapat. Proses pamasangannya pun membutuhkan waktu serta keahlian khusus. Selain itu, marmer memiliki karakter licin jika terkena air apalagi setelah dipoles.
Noda ataupun kotoran juga akan sulit untuk dihilangkan bila marmer tidak diberi lapisan pelindung. Jika goresan atau kerusakan cukup serius, marmer akan semakin sulit untuk diperbaiki. Dibutuhkan tenaga ahli untuk “menyembuhkan” kerusakan tersebut.
Perawatan
Pertama sekali, tempatkan marmer pada bagian dalam rumah. Bila ditempatkan di luar ruangan dan terkena hujan atau panas, garam serta zat kimia lainnya dapat mengurangi kilap marmer. Selain itu, selalu ingat untuk melapisi marmer dengan lapisan pelindung setidaknya dua kali dalam satu tahun agar marmer aman dari goresan dan noda.
Bila marmer terkena noda atau cairan, seperti susu atau tinta, segeral lap hingga bersih. Jika tidak, noda tersebut dapat cepat meresap ke dalam marmer. Gunakan kain lembut dan pembersih lantai dengan pH netral. Jangan lupa untuk rajin mencuci kain lap tersebut untuk menghindari adanya debu kasar yang dapat menggores marmer.
Foto: Ahkamul Hakim
Sumber : majalahasri.com
Desain dan inspirasi arsitektur, interior, taman, dan lingkungan untuk rumah & kantor.