01/08/2023
Banyak masyarakat kerap keliru yang menganggap bahwa koperasi konvensional dan syariah adalah sama. Akan tetapi, pada kenyataannya keduanya memiliki prinsip, tujuan, dan cara kerja yang berbeda.
Artikel dibawah ini akan membahas perbedaan koperasi syariah dan konvensional. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut!
Key Takeaways:
Koperasi merupakan sebuah organisasi yang memiliki konsentrasi sumber daya ekonomi atau sebuah badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh para anggota untuk memenuhi kepentingan ekonomi pada sekelompok orang.
Koperasi syariah dan konvensional memiliki banyak perbedaan seperti prinsip dasar, penerapan sistem bunga, cara penyaluran produk, fungsi lembaga, dan lain-lain.
Pengertian Koperasi Secara Umum
Sederhananya, koperasi merupakan sebuah organisasi yang memiliki konsentrasi sumber daya ekonomi atau sebuah badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh para anggota untuk memenuhi kepentingan ekonomi pada sekelompok orang.
Kata koperasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu cooperation artinya kerja sama. Koperasi umumnya merupakan organisasi ekonomi yang diciptakan berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi sendiri terdiri dari berbagai jenis, mulai dari koperasi produksi, konsumsi, hingga koperasi simpan pinjam. Kini, koperasi syariah juga mulai dikenal masyarakat.
Apa Itu Koperasi Syariah ?
Koperasi syariah merupakan koperasi yang aktivitas usahanya bergerak di bidang simpanan, pembiayaan, dan investasi dengan menerapkan sistem bagi hasil (syariah).
Koperasi syariah menetapkan bahwa prinsip, tujuan, dan kegiatan usahanya harus berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan juga sesuai dengan ketentuan syariah Islam. Syariah Islam yang dimaksud yaitu Alquran dan Assunah dengan saling membantu (ta'awun) dan menguatkan (takaful).
Tujuan Koperasi Syariah
Tujuan koperasi syariah, yaitu:
Memajukan kesejahteraan para anggota dan masyarakat
Membantu membentuk perekonomian Indonesia dengan menerapkan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama Islam.
Baca Juga : Akuntansi Koperasi - Definisi, Tujuan, dan Pedoman
Peran Koperasi Syariah
Berbagai peran koperasi syariah baik bagi para anggota, masyarakat luas, maupun negara, yaitu:
Meningkatkan keahlian para anggota dan masyarakat luas dengan tujuan kesejahteraan ekonomi
Mengembangkan dan mewujudkan sistem ekonomi nasional dengan mengutamakan ekonomi kerakyatan dan asas kekeluargaan
Menyediakan kesempatan dan lapangan pekerjaan baru
Menghubungkan pihak penyedia dana dan pihak penerima dana supaya proses peminjaman dana optimal
Mengembangkan kualitas sumber daya para anggota agar lebih amanah dan profesional ketika menerapkan nilai-nilai syariah Islam
Menjalin kerjasama yang solid antar anggota dalam rangka mengontrol operasional koperasi
Perbedaan Koperasi Syariah dan Koperasi Konvensional
Banyak masyarakat menganggap bahwa kedua koperasi tersebut sama. Akan tetapi, ternyata keduanya memiliki perbedaan baik dalam prinsip, produk,dan tujuan. Berikut beberapa letak perbedaan antara keduanya:
Perbedaan Prinsip Dasar
Koperasi syariah memiliki prinsip yang harus dijalankan sesuai dengan ajaran Islam. Beberapa prinsip tersebut yaitu:
Kekayaan adalah amanah dari Allah SWT dan tidak dapat sepenuhnya dimiliki oleh siapapun
Setiap manusia memiliki hak dan kebebasan untuk melakukannya asalkan sesuai dengan ketentuan syariah
Manusia adalah khalifah Allah dan makmur di bumi ini.
Menjunjung tinggi keadilan, dan menolak segala sesuatu yang berkaitan dengan ribawi dan konsentrasi sumber daya ekonomi pada sekelompok orang.
Penerapan Sistem Bunga
Koperasi syariah dan konvensional memiliki sistem bunga yang berbeda. Pada koperasi konvensional, nasabah akan mendapat sistem bunga sebagai wujud dari keuntungan koperasi.
Sedangkan, pada koperasi syariah diterapkan sistem bagi hasil sebagai wujud dari keuntungannya. Penyebab diberlakukannya hal tersebut karena sistem bunga atau riba yang memberatkan nasabah dilarang dalam ajaran Islam.
Produk Disalurkan Dengan Cara Yang Berbeda
Koperasi konvensional menjual produknya secara tunai maupun sistem kredit kepada nasabahnya. Nasabah dapat meminjam dana dan mengembalikannya beserta dengan bunga pinjaman sesuai tenggat waktu yang telah disepakati.
Sedangkan pada koperasi syariah, produk hanya dijual secara tunai. Koperasi syariah tidak memberlakukan sistem kredit dan sistem bunga Transaksi jual beli ini sering kita kenal dengan sebutan murabahah. Jadi, jika terdapat nasabah koperasi yang mengalami kerugian, koperasi akan ikut mendapatkan pengurangan pengembalian uang.
Sisi Pengawasan
Koperasi konvensional hanya berfokus pada pengawasan kinerja pengelolaan koperasi. Namun, koperasi syariah tidak hanya berfokus pada pengawasan kinerja yang berlandaskan prinsip syariah saja, melainkan kejujuran dari pihak internal, aliran dana, dan pembagian hasil juga harus diawasi dengan baik.
Fungsi Lembaga
Koperasi syariah berfungsi sebagai penerima dan penyalur zakat. Layanan zakat juga sering dianjurkan kepada para nasabahnya karena koperasi syariah juga berfungsi sebagai institusi Ziswaf. Sedangkan koperasi konvensional umumnya tidak menyediakan layanan tersebut.
Bersama Invelli, Wujudkan Koperasi Impian Anda
Setelah pembahasan di atas tentang perbedaan koperasi syariah dan konvensional, Anda tentu semakin tertarik untuk mengelola sebuah koperasi.
Untuk memudahkan Anda, Invelli hadir sebagai penyedia aplikasi koperasi simpan pinjam dengan biaya terjangkau. Invelli juga menyediakan layanan bernama Microsys yang berfokus pada digitalisasi koperasi.
Microsys juga menyediakan layanan Open API yang memungkinan integrasi antar sistem yang selama ini Anda pakai dan Microsys, terdapat beberapa fitur yang akan Anda dapatkan apabila menggunakan Microsys sebagai solusi atas kebutuhan digitalisasi koperasi Anda, sebagai berikut.
Terdapat modul simpanan & deposito yang terdiri dari simpanan wajib, pokok, dan sukarela, tabungan berjangka, deposito berjangka, dan manajemen suku bunga.
Terdapat modul pinjaman yang terdiri dari pembayaran autodebet, pelunasan sebagian, pelunasan dipercepat, restruktur, perhitungan tunggakan dan denda, manajemen jaminan dan AYDA.
Terdapat modul accounting yang terdiri dari jurnal seluruh transaksi, laporan neraca laba dan rugi, laporan konsolidasi dan rekonsiliasi, SHU (sisa hasil usaha), laporan transaksi lainnya.
Penggunaan Microsys juga aman karena telah menerapkan teknologi SSL dan encryption untuk menjamin keamanan data Anda, serta rutin dalam pelaporan audit trail untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan fungsinya.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Anda dapat menghubungi kami di sini dan wujudkan segera koperasi digital Anda bersama Invelli.
Artikel dibawah ini akan membahas perbedaan koperasi syariah dan konvensional. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut!