01/09/2020
Alkisah ada seorang pemuda yang terlalu banyak bicara. Pemuda tersebut terkenal sebagai seorang pemburu yang s**a keluar masuk hutan. Suatu ketika, saat pemuda tersebut sedang berburu di tengah hutan, dia mendengar suara orang sedang berbicara. Setelah mencari ke sana ke mari, akhirnya dia menemukan suara tersebut. Anda tahu suara apa itu? Ternyata itu adalah suara kepala tengkorak yang sedang berbicara sendiri. Dengan penuh rasa penasaran, sang pemuda menghampiri tengkorak tersebut. Kemudian bertanya, “Hai tengkorak, apa yang menyebabkan engkau bisa sampai di tempat ini?” Tengkorak pun menjawab, “Mulutku yang membawaku ke tempat ini. Ya.. mulutku yang terlalu banyak bicara.”
Tanpa memikirkan lagi hasil buruannya, sang pemuda segera keluar meninggalkan hutan. Bukan karena takut. Tetapi justru karena dia begitu semangat untuk menceritakan apa yang telah dilihatnya. Setiap orang yang ditemuinya di desa, tidak henti-hentinya diceritakan tentang tengkorak yang bisa bicara. Dasar pemuda yang terlalu banyak bicara. Tidak heran jika cerita itu akhirnya bisa sampai ke telinga raja. Kemudian raja memerintahkan hulu balang untuk memanggil sang pemuda datang ke kerajaan.
Setelah menceritakan apa yang dilihatnya, raja meminta pemburu itu mengantarkannya ke dalam hutan untuk melihat tengkorak bicara. Sesampainya di tempat tengkorak berada, sang pemuda kembali bertanya, “Hai tengkorak, apa yang menyebabkan engkau bisa sampai di tempat ini?” Sang pemuda kaget bukan main, tengkorak diam seribu bahasa. Jangankan tengkorak berbicara, bersuara atau bergerak pun tidak.
Melihat hal itu, raja begitu marah karena merasa telah dipermainkan. Dengan geram raja berkata, “Dari awal aku sudah tidak percaya. Aku sengaja datang hanya untuk membongkar semua omong kosongmu itu.” Saat itu juga raja memerintahkan pengawalnya untuk memenggal kepala sang pemuda dan meletakan kepalanya di samping tengkorak.
Setelah raja dan semua prajuritnya pergi, tengkorak bertanya kepada kepala sang pemuda, “Hai pemuda, apa yang menyebabkan engkau bisa berada di sampingku?” Pemuda pun menjawab, “Mulutku yang membawaku berada di sampingmu. Ya.. mulutku yang terlalu banyak bicara.”