Strategic Actions

Strategic Actions Growth and Sustainability through Value Creation "An Inspiring Partner in Growth and Sustainability through Value Creation"

28/11/2016

Impulse Buying
Oleh Reni K. Ashuri

Sering mendengar keluhan sebagian teman, bahwa selalu menyesal sesaat setelah berbelanja. Maklumlah, kita-kita ini, kaum perempuan, memang gak bisa deh mendengar kata diskon, bonus, dan kata2 sejenis yang merayu untuk mengeluarkan uang dari dompet.

Dengan penuh hormon adrenalin, umumnya kaum perempuan membeli “barang diskon” tersebut, tanpa berpikir terlebih dahulu. “Mumpung bagus, mumpung diskon, mumpung murah”, begitu biasanya kita berpikir. Selesai bertransaksi, rasa puas setelah berbelanja tampak seperti dopping, yang meningkatkan stamina tubuh.

Namun, beberapa saat kemudian, setelah emosi tak lagi mendominasi, pikiran mulai mengusik untuk bertanya. Mengapa saya tadi membeli barang ini? Padahal saya gak butuh-butuh amat.

Sahabat, pernahkah mengalami hal seperti ini? Perasaan menggebu untuk membeli sesuatu, tanpa bisa dibendung, namun menyesal setelah membelinya? Jika pernah mengalami hal ini, maka berhati-hatilah. Karena ini termasuk salah satu gangguan pada mental/jiwa, yang sering disebut impulse atau impulsif.

Simak selengkapnya, klik http://bit.ly/ImpulsifBuying

Strategic Actions
Partner for Change

cc: Ahmad Mukhlis Yusuf Supardi Lee Rahmat Mulyana Rinrin Jamrianti Ilham Wardhana Siregar Achmad Syamsul Huda Masandi Scom Ikhwan Eko Prayetna

Oleh: Reni K. Ashuri (* Sering mendengar keluhan sebagian teman, bahwa selalu menyesal sesaat setelah berbelanja. Maklumlah, kita-kita ini, kaum perempuan, memang gak bisa deh mendengar kata diskon, bonus, dan kata2 sejenis yang merayu untuk mengeluarkan uang dari dompet. Dengan penuh hormon adren...

Seminar 4 ON and 7 On to Improve Personal and Organizational Performancewith Ahmad Mukhlis Yusuf dan Jamil Azzaini
24/11/2016

Seminar 4 ON and 7 On to Improve Personal and Organizational Performance
with Ahmad Mukhlis Yusuf dan Jamil Azzaini

24/11/2016

Bisnis Bukan Mie Instan
Oleh Reni K. Ashuri

Sahabat, pernahkan kita mendengar keluh kesah dari rekan sesama pebisnis tentang bisnis yang baru digelutinya. Mulai dari keuntungan yang tak kunjung kelihatan. Dan segudang keluhan lainnya tentang usahanya. Mulai dari soal SDM, keuangan, pemasaran, dll.

Atau jangan2 kita sendirilah sang pebisnis itu. Kitalah yang sering mengeluh tentang lambatnya bisnis kita berjalan. Bahkan tidak sedikit pebisnis baru yang putus asa dan kemudian banting setir ke bisnis lain. Atau bahkan menutup bisnisnya dan balik lagi menjadi karyawan.

Simak selengkapnya, klik http://bit.ly/BisnisBukanMieInstan

Strategic Actions
Partner for Change

cc: Ahmad Mukhlis Yusuf Rahmat Mulyana Supardi Lee Rinrin Jamrianti Ilham Wardhana Siregar Achmad Syamsul Huda Masandi Scom Ikhwan Eko Prayetna

Oleh: Reni K. Ashuri (* Sahabat, pernahkan kita mendengar keluh kesah dari rekan sesama pebisnis tentang bisnis yang baru digelutinya. Mulai dari keuntungan yang tak kunjung kelihatan. Dan segudang keluhan lainnya tentang usahanya. Mulai dari soal SDM, keuangan, pemasaran, dll. Atau jangan2 kita sen...

17/11/2016

5 Prinsip Pendapatan
Oleh Supardi Lee

Pendapatan atau penghasilan memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi mental, fungsi sosial, fungsi profesional, fungsi spiritual, dan fungsi finansial. Apa maksudnya?

Yuk, klik http://bit.ly/5PrinsipPendapatan

Strategic Actions
Partner for Change

cc: Ahmad Mukhlis Yusuf Reni K. Ashuri Rahmat Mulyana Rinrin Jamrianti Achmad Syamsul Huda Ilham Wardhana Siregar

Oleh: Supardi Lee (* Pendapatan adalah fungsi : 1. Mental : Ditandai dengan : Seberapa banyak uang yg bisa diterima dan sudah memberi kenyamanan secara mental. A dan B penghasilannya : Rp. 10 jt/bulan. Untuk A, sudah cukup dan beri kenyamanan (secara mental) Untuk B, belum cukup dan tak nyaman. Maka...

  Seminar On Managing Intellectual Capital into Wealth and HappinessBersama Ahmad Mukhlis Yusuf dan Yusuf Mansur (Offici...
17/11/2016


Seminar On Managing Intellectual Capital into Wealth and Happiness
Bersama Ahmad Mukhlis Yusuf dan Yusuf Mansur (Official)

Seminar Series: "Turning Crisis into Opportunity"Bersama Ahmad Mukhlis Yusuf dan Sugiharto Speaking
17/11/2016

Seminar Series: "Turning Crisis into Opportunity"
Bersama Ahmad Mukhlis Yusuf dan Sugiharto Speaking

21/03/2016

Salam.

Akhir pekan lalu bersama Syahril Japarin, Direktur Utama Perusahaan Perikanan Indonesia (Perum Perindo), BUMN yang bergerak di bidang Perikanan dan Kelautan Terpadu, saya mengunjungi KML Foods, sebuah perusahaan manufacturing hasil Perikanan, Kelautan dan Pertanian di Gresik, Jawa Timur, yang dipimpin kawan lama, Muhammad Najikh.

Berbeda dengan kunjungan saya pertama kali pada tahun 2003, bisnis KML yang didirikannya sejak tahun 1994, kini telah berkembang pesat dan memiliki 46 pabrik pengolahan ikan di seluruh Indonesia. Selain lokal, pasarnya pun telah menembus Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Eropa, China, taiwan, Korea, Australia, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Afrika.

Kini, jumlah karyawannya sudah melampaui angka 16,000 orang yang didukung dengan lebih dari 300 eksekutif. Bidang bisnisnya, selain bidang pengolahan hasil laut, kini mulai memasok produk-produk pertanian, dan mengembangkan produk-produk retail berbasis olahan ikan.

Produk-produk utamanya tetap ditekuni, yang terdiri atas produk udang beku, rajungan dan kepiting kalengan, ikan laut kering dan bernilai tambah, dan produk olahan berbasis surimi. Kini, KML juga merambah sayur-sayuran beku dan produk pertanian lainnya.

Apa yang membedakan Najikh dengan kebanyakan dari kita?

Yuk, simak selengkapnya dengan klik
http://bit.ly/AksiNyataNajikh

Salam.

Change Partner Strategic Actions

14/03/2016

Salam.

Sikap itu Membedakan.
Pekan lalu, beberapa hari saya berada di sebuah Rumah Sakit di Pandeglang, Banten menemani orang tua yang sedang terbaring sakit.

Setiap kali berada di Rumah Sakit, baik untuk keperluan berobat sendiri atau bezoek, selain mengamati pelayanan sang dokter, tenaga medis dan fasilitas rumah sakit, saya kerap mengamati perilaku para penunggu pasien. Terutama di luar ruangan.

Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang sang dokter dan tenaga medis. Pada tulisan berikutnya tentang perilaku para penunggu pasien.

Teringat pada pengalaman sendiri beberapa tahun lalu, kala mengantar isteri konsultasi pada seorang dokter spesialis di Bogor. Betapa tak sabarnya sang dokter ketika kami mengajukan beberapa pertanyaan perihal subyek yang didiagnosis.

Selengkapnya, klik
http://bit.ly/SikapituMembedakan

Salam.
on twitter

10/03/2016

Inspiration - Your Strength can kill you

Your Strength can kill you .....

Seorang teman saya, sebut saja namanya Bintang, mengontak saya minggu yang lalu. Bintang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan baru saja menyelesaikan kontraknya di luar negeri.
Biasanya dia selalu mengambil 2 tahun kontrak kerja.
Seringkali di akhir masa kerjanya Bintang punya 2-3 alternatives, memperpanjang kontraknya atau menandatangani kontrak baru di tempat lain.
Masalahnya kali ini dunia oil and gaz sedang dilanda krisis. Jadi kontraknya tidak diperpanjang. Dan p**anglah dia ke tanah air. Ternyata industry oil and gaz juga mengalami situasi yang sama di sini. Mereka juga sedang sangat fokus pada efiensi dan mungkin harus mempertimbangkan untuk merumahkan karyawan karyawan mereka.
Jadi Bintang pun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru.
Padahal a career in oil and gaz is all his life.
Dia tidak pernah mempertimbangkan untuk bekerja di industry lain atau bahkan dia juga tidak pernah belajar apapun selain di industry itu.
Jadi sekarang Bintang makin kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun tadinya he was considered as one of the super talent in oil and gaz indutstry (makanya kontraknya selalu diperpanjang terus
, dengan kenaikan gaji yang lumayan p**a).
Bintang pun galau dan kebingungan apa yang harus dilakukan?

Kasus Bintang adalah kasus klasik di mana seseorang (atau sebuah organisasi) merasa mempunyai strength yang hebat, dan kemudian berhenti belajar dan menganggap bahwa strength itu bisa menjadi modal kuat untuk seumur hidupnya.

Saya mempelajari itu sejak kecil. Tetangga saya adalah seorang penjual kain dan mempunyai kios di pasar. Sebut saja namanya Pak Jatmiko. Pak Jatmijo selalu ke Pasar Klewer di Solo setiap beberapa minggu sekali. Kemudian Pak Jatmiko akan menjual kain di pasar. Pelanggannya adalah para pembeli kain yang kemudian akan pergi ke penjahit untuk menjahitkan kain tersebut menjadi baju sesuai selera mereka.
Pak Jatmiko mempunyai good understanding kain dengan corak mana yang akan dis**ai pelanggannya. Dia juga mempunyai communication skills yang baik untuk berhubungan dengan pelanggannya.
Dengan strength itu pak Jatmiko menjadi pedagang yang berhasil dan dia pun menjadi salah satu orang terkaya di kampung kami.
Sampai suatu saat ........
Orang orang di kampung kami mulai malas menjahitkan baju. Mereka mulai tidak sabar.
Mereka mulai beralih ke membeli baju jadi yang sudah siap dipakai.
Pak Jatmiko tidak berfikir ke sana karena dia selalu berfikir bahwa dia adalah penjual kain.
Akibatnya bisnisnya pun pelan pelan menurun drastis. Dan dari predikat sebagai salah satu orang terkaya akhirnya pendapatannya pub turun drastis.
Apakah anda melihat similarity antara kasusnya Bintang dan kasusnya Pak Jatmiko.
Dua-duanya adalah kasus di mana orang terlalu percaya dengan strengthnya tetapi akhirnya karietnya harus mati pelan pelan .
Dan itu ternyata tidak hanya berlaku bagi individu. Itu juga berlaku bagi organisasi atau perusahaan.

Kodak mati pelan pelan karena mereka terlalu percaya pada strength mereka (kemampuan membuat tinta cetak foto yang bagus), padahal orang orang lama lama tidak mencetak foto lagi.
Pada saat mereka telat untuk mengubah diri mereka pun mati pelan pelan.
Nokia Mobile Phone (perusahaan yang membesarkan dan mmendidik saya selama 12 tahun awal karier saya), juga mengalami nasib tragis.
Mereka mempunyai strength di voice quality of the phone and user friendly of the menu.
Tetapi pada saat orang tidak lagi menggunakan hanphone untuk menelpon dan lebih s**a browsing and messaging, they lost their competitive advantage and business performance nya pun turun menukik tajam.
Juha Akras, HR leader mereka, dalam sebuah interview dengan Business week menyatakan bahwa yang Nokia hadapi waktu itu adalah "ignorance complacency" dan bukanlah "arrogant complacency".
Still, it was a compacency case kan?
Tidak semua organisasi gagal. Ada juga yang berhasil.
IBM berhasil mengubah dirinya dari sebuah product company (mainframe) menjadi service company (consulting service ... dll).
Gerai-gerai Fuji Image Plaza yang tidak relevant lagi (karena orang tidak mencetak foto lagi), berubah menjadi 7-Eleven, atau Sevel kata anak-anak muda sekarang. And now they are even more succesfull.
So it is difficult but it is not impossible.
Mungkin dilakukan sih.
Seperti kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan (dan itu menjadi strength kita), ternyata suatu saat kita kecelakaan dan tangan kanan kita patah.
Touch the wood, and hope it will never happen.
Still, seandainya itu terjadi, dan ternyata kita tidak pernah belajar menulis dengan tangan kiri, we will really be in the deep s**t, kan?

What is the learning lesson.
Mbok ya kadang kadang belajar menulis dengan tangan kiri?
(Atau sebaliknya, kalau anda kidal).
Apakah anda harus menunggu untuk patah tangan baru belajar menulis dengan tangan kiri?
Apakah perusahaan harus menunggu untuk bangkrut dulu dan baru mencari capability yang baru?
Apakah anda harus kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan baru sebelum anda mempelajari skills yang lain?
Learn to write with both hands.
If one hand cannot write well, practice then.
Learn the new skills for your career, they might save your life!

Jadi bagaimana d**g.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa anda terapkan.

1) Follow the global trend.
What is happening and what will be happen in the future.
Issue issue green environment sudah ditiupkan sejak tahun 1980-an. Di Eropa malah sudah banyak Partai Politik yang green.
Sejak saat itu ....
Tinggal menunggu waktunya bahwa harga minyak akan jatuh.
Dan ini berlaku dalam semua industry.
Kalau anda di dunia photography anda harus ya sudah mengamati bahwa jumlah photo yang dicetak makin lama makin turun.
Kalau anda di banking industry, mestinya anda mengamati bahwa jumlah pelanggan yang pergi ke branch makin sedikit, karena mereka lebih s**a menggunakan ATM, digital banking atau mobile banking.
Observe what happen in your industry. Observe what happen with consumer behavior.

2) Identify what are the potential gaps.
Based on your observation, identify what are the new skills that you need to learn.
Pak Djatmiko mungkin harus mengubah bisnisnya menjadi toko pakaian jadi.
Kodak mungkin harus mengembangkan organizational capability dalam digital and software.
What are the new skills that you need to learn?

3) Learn again.

Pelajarilah hal baru tersebut. Make it become a priority.
Mungkin ada yang lebih s**a olahraga berlari daripada berenang. Tapi kalau suatu saat anda tenggelam di sungai atau di pantai, anda akan bersyukur bahwa anda pernah belajar berenang.
Mungkin anda enjoy dan hobby mempelajari skills yang berhubungan dengan pekerjaan anda yang sekarang. But you never know, a new skills can save your career and your life in the future.

4) Build your network.
Again, enhance your network with people not only from your industry, but from other indistry. You will learn more information. And they can share more knowledge when you need them.
Sometimes, when you will need job, they can safe your life.

5) Consider carefuy if you want to stay in this job our change your career.

After looking at the trend and you develop your competences, you need to carefully analyze if you want to stay or you want to move with a new career.
I left Nokia during the glory time, and I got 3 job offers.
I would have more difficulty in finding new jobs if they were already in big difficulty.
I moved from Telco industry to Banking industry 3 years ago.
The timing is everything.
Dont follow Bintang where he only try to find new job when he lost his job.
Actually the best time to find a job is when you still have a job, and you perform well in that job. You will have a strong bargaining and negotiation power.
Jadi kemampuan anda membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat adalah satu hal yang akan menyelamatkan karier dan hidup anda .

Remember, your strength can kill your ( or your career).
So you better have a plan B to save your career (and your life).

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Pak Sugharto selalu menambahkan satu sisi tambahan di setiap yang usaha yang dilakukan. yaitu religiusitas
04/03/2016

Pak Sugharto selalu menambahkan satu sisi tambahan di setiap yang usaha yang dilakukan. yaitu religiusitas

Business Lanscape yang sedang running hari ini nih! Seru banget, full networking!
29/04/2015

Business Lanscape yang sedang running hari ini nih! Seru banget, full networking!

Anajidan HelmetBy Gilang HardianTazkia UniversityKereennn!
29/04/2015

Anajidan Helmet
By Gilang Hardian
Tazkia University
Kereennn!

Address

The H Residence Jalan MT Haryono Kav 6-7, Cawang, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Jakarta
12770

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Strategic Actions posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Strategic Actions:

Share