15/03/2019
PEMUDA, BERMIMPILAH...!!
Aku berjalan dalam sebuah gang sempit ukuran 1,5 meter dimana terdapat saluran air disisi kanan dan kirinya.
Matahari sudah mulai beranjak turun dari peraduannya, terdengar lantunan ayat suci Alquran dari ujung jalan tanda malam segera datang.
Samar-samar kudengar petikan gitar diiringi lantunan lagu bercampur dengan gelak tawa dan gurauan.. aku dekati dan ku tengok ternyata pemuda-pemuda itu, untuk-pemuda itu sama persis dengan sosok yang aku lihat di pagi hari sebelum aku beraktivitas untuk bekerja dengan kegiatan yang sama.
Kutaksir mereka masuk dalam generasi milenial dengan usia pasca sekolah, ya kira-kira 18-20an.
Sebagian mereka aku mengenal keluarganya.. mereka dari keluarga dengan keadaan ekonomi yang biasa. Ada sang ayah yang bekerja serabutan, ada yang menjadi juru parkir, ada yang ibunya sebagai buruh cuci dan lain-lain.
Dikala orangtua mereka sibuk bekerja membanting tulang untuk membantu ekonomi keluarga, sang anak sibuk dengan kegiatannya yang kurang bermanfaat.
Orang tua mereka masih memiliki motivasi untuk dapat melanjutkan perjalanan hidup ini, karena mereka memiliki tanggung jawab kepada anggota keluarga nya.
Mengapa anak tersebut tidak bergerak untuk dapat ikut berpartisipasi membantu ekonomi keluarga?
Mengapa anak tersebut seperti tidak memiliki tanggungjawab?
Mengapa anak-anak tersebut tidak melihat bagaimana perjuangan orang tua mereka?
Padahal di antara mereka ada yang cukup berpendidikan tinggi, ada yang menempuh pendidikan sampai dengan sekolah menengah atas, namun sebagian ada beberapa yang hanya sampai dengan pendidikan dasar.
Jawaban nya adalah karena mereka tidak memiliki mimpi, mereka tidak memiliki impian, mereka tidak merefleksikan mimpi orang tua mereka, orang tua memimpikan seorang anak yang akan sukses di akhir kehidupan mereka.
Karena mimpi bagi mereka hanya pada saat menempuh pendidikan dasar di awal proses belajar, ketika sang guru bertanya apa cita-cita kalian?.
Mimpi merupakan sebuah motivasi, dengan memiliki mimpi manusia akan berusaha untuk menggapai mimpinya. Tapi sayangnya untuk kondisi ini hanya bagi mereka yang selalu bermimpi. Bermimpi untuk bisa menjadi lebih baik.
Andai saja mereka bisa menggapai mimpi mereka, tentu saja, mereka bisa berpartisipasi membantu meringankan beban orang tua mereka.
Mimpi adalah motivasi, mari terus bermimpi dan lakukan sesuatu untuk menggapai mimpi kita.
Bermimpi lah yang indah, dan lakukanlah sesuatu untuk mewujudkan mimpi indah itu menjadi keindahan yang nyata.
Bersama kami
Mari mujudkan mimpi menjadi nyata. Karena mimpi adalah awal dari sebuah MOTIVASI.
Salam,
M. Irfan
Founder Clara Macula