Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit

Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit We are Palm Oil Plantation Consultant in Indonesia

03/05/2018

Predator Ult Api "Cosmolestes Sp"

Binatang ini termasuk serangga dari golongan kepik, sering disebut dengan nama Yellow Assassin Bug, mungkin karena warna tubuhnya yang didominanasi dengan warna kuning agak gelap dan sifat membunuh mangsanya. Ciri-ciri fisik (morfologi) binatang ini, selain dominasi warna kuning pada tubuhnya, adalah tungkai yang agak panjang jika dibandingkan dengan serangga hama sejenis (kepik). Jumlah tungkai (kaki) terdiri dari tiga pasang, di setiap persendiaannya terlihat berwarna hitam, begitu juga warna sayap dan caput (kepala).

selengkapnya dabat dibaca di sini https://membangunperkebunankelapasawit.blogspot.co.id/2018/05/predator-ult-api-3-cosmolestes-sp.html

02/05/2018

Predator Ulat Api "Sycanus leucomesus"

Sycanus masuk dalam keluarga Reduviidae adalah keluarga kosmopolitan besar dari ordo Hemiptera (bug sejati). Mereka dapat dianggap sedikit tidak biasa, tetapi mereka sangat umum di antara Hemiptera karena hampir semua adalah predator dalam penyergapan terestrial (kebanyakan predator Hemiptera adalah akuatik). Contoh utama Reduviidae nonpredatory adalah beberapa ektoparasit penghisap darah di subfamili Triatominae. Meskipun pengecualian spektakuler diketahui, sebagian besar anggota keluarga cukup mudah dikenali; mereka memiliki leher yang relatif sempit, bangunan kokoh, dan belalai lengkung yang tangguh (kadang-kadang disebut rostrum). Spesimen besar harus ditangani dengan hati-hati, jika memang ada, karena kadang-kadang mereka membela diri dengan tusukan yang sangat menyakitkan dari belalainya.
Selengkapnya dapat dibaca di blog kami

perkebunan kelapa sawit

Predator Ulat Api "Eocanthecona furcellata"Pengendalian hama ulat pemakan daun kelapa sawit merupakan suatu faktor penti...
01/05/2018

Predator Ulat Api "Eocanthecona furcellata"

Pengendalian hama ulat pemakan daun kelapa sawit merupakan suatu faktor penting dalam manajemen perkebunan kelapa sawit. Serangan dari hama ini menunjukkan gejala kronis dan selalu menimbulka peledakan populasi. Sampai waktu ini pengendalian hama ini masih terus dengan penyemprotan insektisida walaupun banyak menimbulkan akibat sampingan yang tidak baik. Walaupun demikian, telah cukup banyak ditemukan cara – cara lain dalam pengendalian ulat pemakan daun kelapa sawit, tetapi cara – cara ini masih sangat sedikit diterapkan di lapangan. Oleh karena itu konsep Pengendalian Hama Terpadu masih belum secara konsekuen dilaksanakan di pekebunan kelapa sawit .

Salah satu predator yang utama dalam pengendalian UPDKS adalah E. furcellata merupakan predator penting dari ulat pemakan daun kalapa sawit (UPDKS) dari famili Limacodidae. Oleh karena itu predator ini perlu disebar luaskan ke pertanaman kelapa sawit sehingga dapat menjadi salah satu faktor mortalitas pada pengendalian Hayati UPDKS. Untuk mencapai tujuan ini perlu dilakukan pembiakan massal predator E. furcellata

selengkapnya dapat di baca di

perkebunan kelapa sawit

Hama Ulat Api Parasa LepidaParasa lepida umum banyak tersebar di seluruh Asia barat daya, terutama di Indonesia, menyera...
28/04/2018

Hama Ulat Api Parasa Lepida

Parasa lepida umum banyak tersebar di seluruh Asia barat daya, terutama di Indonesia, menyerang banyak tanaman yang berbeda tetapi menunjukkan preferensi yang kuat untuk kelapa dan kelapa sawit. Catatan diberikan pada morfologi, biologi, parasitisme, kerusakan, ambang batas ekonomi dan kontrol. Tahap telur berlangsung 6 hari, tahap larva 40 hari dan tahap kepompong 22 hari, tetapi periode ini sangat bervariasi sesuai dengan kondisi iklim. Kemunculan dewasa selalu bertepatan dengan permulaan hujan.

Parasa lepida, nettle caterpillar atau blue-striped nettle grub, adalah ngengat dari keluarga Limacodidae yang dijelaskan oleh Pieter Cramer pada tahun 1799. Ini adalah hama minor asli yang ditemukan di wilayah Indo-Malaya, termasuk India, Sri Lanka, Vietnam , Malaysia dan Indonesia. selengkapnya dapat di baca di blog kami

perkebunan kelapa sawit

Hama Ulat Api Birthamula chara SwinhoeUlat api Birthamula chara Swinhoe, di definisikan sebagai ulat berwarna hijau keku...
27/04/2018

Hama Ulat Api Birthamula chara Swinhoe

Ulat api Birthamula chara Swinhoe, di definisikan sebagai ulat berwarna hijau kekuningan dengan 3 bercak putih di punggung dengan panjang 17 mm menyerang tanaman muda berumur 3-5 tahun yang memulai serangannya pada bagian bawah anak daun, (Purba, 2005)

Siklus perkembangannya berlangsung sekitar 50 hari : 6 hari inkubasi, 30 hari untuk 7-8 instar larva dan 14 hari stadia pupa. Parasit utamanya adalah sejenis tawon Braconidae yang dapat menyerang hampir seluruh populasi larva (30-60%). Seekor ulat dapat merusak 30-40 cm2 daun. Jumlah ulat lebih banyak pada daun yang bawah. Tingkat populasi kritis adalah 15-25 ulat per daun, tergantung usia tanaman.

perkebunan kelapa sawit

Hama Ulat Api D. DiductaDiducta adalah salah satu limacodids yang lebih penting yang terlibat dalam hama hama pada tanam...
24/04/2018

Hama Ulat Api D. Diducta

Diducta adalah salah satu limacodids yang lebih penting yang terlibat dalam hama hama pada tanaman kelapa sawit (Syed dan Shah, 1977; Wood, 1982). Ini adalah hama dari kelapa sawit di Malaysia maupun di Indonesia (Hean, 2000). Spesies ini kadang-kadang mendominasi dalam suatu serangan wabah, tetapi biasanya hanya sebahagian kecil saja dari jenis ini dari semua hama jenis ulat api yang menyerang tanaman kelapa sawit, Jenis ini kerap ditemukan bersama jenis Darna lainnya. Siklus hidupnya 45-57 hari, termasuk stadium larva 30-37 hari.

selengkapnya dapat di baca di

perkebunan kelapa sawit

13/04/2018

Di cari Kebun Kelapa Sawit luas 10 - 30 Hektar di Riau Jambi Sumsel Dan Bengkulu dengan Syarat sebagai berikut :
1. Areal Tidak Bermasalah dan Berada di Areal APL dan bisa di HGU Kan (bukan areal Plasma) Wajib
2. Buah dari jenis Tenera (Wajib)
3. Ada Akses Mobil masuk (Wajib)
4. Jarak maksimal 2 Jam dari Bandara Ibukota Propinsi
5. Usia Tanaman Min - Max sudah panen (TM 2 - TM 5)
6. Areal pada tanah mineral bukan gambut (Wajib)
Bagi rekan rekan yang mempunyai informasinya segera merapat dan diluar informasi diatas mohon tidak memberikan komen atau tanggapan
terima kasih

Hama Ulat Api Birthosea bisuraDESKRIPSINgengat : panjang 10-14 mm tergantung pada jenis kelaminnya. Ngengat jantan lebih...
09/04/2018

Hama Ulat Api Birthosea bisura

DESKRIPSI
Ngengat : panjang 10-14 mm tergantung pada jenis kelaminnya. Ngengat jantan lebih kecil, berwarna coklat tua, sedangkan jenis betina berwarna lebih terang dengan 2 buah bintik berwarna gelap pada sayap bagian depan.

Ulat : instar terakhir mencapai 15 mm, tubuh pipih dan berwarna kuning kehijauan dengan garis ungu pada tengah punggungnya dan kuning pada bagian ujungnya. Pada kedua sisi garis tersebut masing-masing terdapat 2 bintik yang sama warnanya dan dipinggiri oleh warna biru.

Kepompong : lonjong, coklat tua, panjang 10 mm, lebar 8 mm, permukaannya halus.

selengkapnya dapat dibaca di

perkebunan kelapa sawit

Hama Ulat Api Susica malayanaSeperti halnya tanaman perkebunan lainnya, tanaman kelapa sawit juga memiliki musuh hama ya...
09/04/2018

Hama Ulat Api Susica malayana

Seperti halnya tanaman perkebunan lainnya, tanaman kelapa sawit juga memiliki musuh hama yang sangat banyak. Salah satu jenis hama yang sangat mengganggu produktivitas tanaman kelapa sawit adalah hama SERANGGA. Puluhan bahkan ratusan serangga terdapat di areal perkebunan kelapa sawit. Namun tidak semua serangga itu adalah hama, ada serangga-serangga yang malah bermamfaat bagi tanaman itu sendiri.

Secara alamiah serangga dikendalikan oleh pemangsa, penyakit, virus, jamur dan juga parasit-parasit. Keberadaan musuh-musuh alami ini tanpa kita sadari menjadi sangat penting untuk mengendalikan usaha perkebunan kita. Makanya untuk menentukan cara penanggulangan hama serangga secara kimiawi, kita perlu memperhitungkan keberadaan musuh alami ini. Ketika kita akan memutuskan metode pengendalian hama secara kimiawi, perlu dilakukan pemantauan dan pencatatan sehingga standart kesehatan yang tinggi tanaman kelapa sawit dapat kita pertahankan.

Selengkapnya dapat dibaca di

perkebunan kelapa sawit

Hama Ulat Api Setora nitensSetora nitens merupakan salah satu hama yang dianggap penting bagi kelapa sawit di Asia Tengg...
09/04/2018

Hama Ulat Api Setora nitens

Setora nitens merupakan salah satu hama yang dianggap penting bagi kelapa sawit di Asia Tenggara (C**k et al. di dalam Suparman et al., 2013). Serangan ulat ini ditandai dengan daun tanaman termakan hingga hanya tersisa lidi. Serangan parah dapat menyebabkan penurunan hasil hingga 30% (Barlow di dalam Suparman et al., 2013).

Populasi kritis untuk larva serangga ini adalah untuk Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kriteria ringan 1-2 larva/pelepah, kriteria sedang 3-5 larva/pelepah dan kriteria berat >5, sementara untuk Tanaman Menghasilkan (TM) populasi kritis pada tingkat ringan 1-5 larva/pelepah untuk kriteria sedang 6-10 larva per pelepah dan kriteria berat >10 larva/pelepah. Pupa terletak di permukaan tanah dengan ciri berdiameter 15 mm dan berwarna coklat.

selengkapnya dapat baca di blog kami

perkebunan kelapa sawit

Hama Ulai Darna TrimaSiklus hidup ulat api dari jenis Darna trima. dimulai dari fase telur selama 3 sd 5 hari, kemudian ...
08/04/2018

Hama Ulai Darna Trima

Siklus hidup ulat api dari jenis Darna trima. dimulai dari fase telur selama 3 sd 5 hari, kemudian fase larva yang dibagi 7 instar selama 36 sd 33 hari, dan fase pupa selama 10 sd 14 hari. Larva ulat api jenis ini berwarna hijau kekuning-kuningan hingga coklat. Setelah menetas, larva muda yang masih berada dalam instar 1 mulai memakan jaringan epidermis bagian bawah dari daun tanaman yang diserang hingga daun menjadi transparan dan nekrosis. Pada instar kedua, serangan ulat daun menjadi sangat ganas dengan memakan semua daun hingga habis dan menyisakan tulang daunnya saja. Untuk kelapa sawit, titik ambang kendali ulat api dari jenis Darna trima Mr. Adalah 30 ulat per pelepah untuk tanaman belum menghasilkan dan 60 ulat per pelepah untuk tanaman menghasilkan.

Selengkapnya dapat dibaca pada blog kami

perkebunan kelapa sawit

Bacillus thuringiensis Pengendalian Hama UlatPenggunaan bahan pembasmi serangga yang efektif dan tidak membahayakan orga...
04/04/2018

Bacillus thuringiensis Pengendalian Hama Ulat

Penggunaan bahan pembasmi serangga yang efektif dan tidak membahayakan organisme lain terus berkembang dalam dunia pertanian. Salah satu penemuan yang cukup efektif untuk membasmi serangga pengganggu namun aman bagi organisme yang lain terutama manusia adalah penggunaan bakteri Bacillus thuringiensis dalam pertanian. Penggunaan bakteri ini telah dikenal di Amerika Serikat sejak awal tahun 1960-an. Namun di Indonesia bakteri ini belum umum digunakan karena belum dikenal luas di kalangan petani, terutama petani tradisional.
Selengkapnya dapat di baca pada blog kami di sini https://membangunperkebunankelapasawit.blogspot.co.id/2018/04/blog-post_4.html

Address

Jakarta Jalan Mampang Prapatan
Jakarta
211111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit:

Share