MoneynLove

MoneynLove Financial Planning & Consultant
follow twitter Moneynlove
Our Planner site :
http://freddypieloor.blogspot.com/

Perencana Keuangan Independen follow twitter: please join our mailing list : [email protected] or send email to : [email protected]

03/11/2016

Dear Sahabat Milis yang berbahagia,

Selamat pagi,

Hari ini saya akan menulis dengan tema:

"REJEKI"

Ada yang mengatakan: "Rejeki itu tidak akan tertukar!"
Ada yang memercayai: "Rejeki itu berasal dari Tuhan!"
Ada juga yang berpikir: "Rejeki itu hasil kerja keras!'
Ada yang ngomong: "Setiap anak ada Rejekinya!"

Lalu, apa yang Anda pikirkan tentang Rejeki?

Silakan Anda telaah ke dalam nurani,
Dari mana rejeki yang Anda peroleh?
Bagaimana rejeki tersebut tiba di tangan Anda?
Apa yang telah Anda lakukan hingga rejeki tersebut ada?

Menurut pemikiran saya, rejeki itu berasal dari TUHAN.
Rejeki itu hadir sebagai sebuah akibat dari tindakan positif yang kita lakukan bagi orang lain.
Rejeki menghampiri diri kita melalui tangan orang lain.
Rejeki itu mengalir kepada diri kita dengan sebuah maksud/tujuan.

Jadi ada 4 unsur dari Rejeki:
1. Asalnya dari Tuhan
2. Konsekuensi dari tindakan/perbuatan baik kepada orang lain.
3. Berasal dari orang lain
4. Memiliki tujuan/maksud

Poin 1, saya tidak perlu bahas, Anda pasti setuju (semoga).

Poin 2, bila kita ingin memeroleh rejeki, maka kita harus memberikan atau melakukan dahulu sebuah tindakan atau perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain. Bisa dalam bentuk pemikiran, tenaga atau produk dan jasa.

Poin 3, setelah orang lain menerima manfaat dari perbuatan kita kepada mereka, maka mereka akan memberikan/membayar sejumlah uang yang disebut rejeki.

Poin 4, Tuhan ingin rejeki tersebut mencukupkan kebutuhan hidup layak diri kita, dan Beliau berkehdendak agar rejeki tersebut dibagikan p**a kepada orang yang membutuhkannya. Karena DIA tidak akan bertanya berapa jumlah harta yang kamu miliki selama hidup, melainkan untuk apa saja harta tersebut dipergunakan.

Jadi rejeki itu berbanding lurus dengan kebaikan dan tindakan yang memberi manfaat kepada orang lain.
Rejeki berasal dari hubungan atau relasi dengan orang lain.
Semakin banyak relasi yang kita miliki dan semakin banyak manfaat yang kita berikan kepada mereka, maka semakin banyak p**a rejeki yang kita terima.

Bagaimana dengan Anda?
Apa yang Anda pikirkan tentang rejeki Anda?

Semoga bermanfaat.

Salam,
Andreas Freddy Pieloor

23/10/2016

Dear Sahabat Milis terkasih,

Selamat pagi,

Senang bisa menyapa Anda kembali di pagi yang indah ini.

Hari ini saya akan beri tema dengan:

"UANG"

Uang adalah benda mati ciptaan manusia
Namun uang sering membuat manusia setengah mati
Juga menjadi sumber konflik di antara manusia
Padahal awalnya uang dibuat untuk menentramkan hati

Hampir setiap orang, di setiap hari memikirkan uang
Sehingga ada sebuah perikop: "Dimana uangmu berada di siti hatimu berada!"
Uang dibutuhkan dalam hidup, memang
Tetapi kerapkali manusia terlalu mengagungkan uang lebih dari sekadar benda

Sesungguhnya uang yang ada cukup bagi semua orang
Sayangnya sebagian orang malas untuk bekerja
Sebagian lagi mau menguasai semua uang
Sehingga uang tidak merata bagi semua

Uang hanyalah alat atau sarana, bukan tujuan
Uang hanya laku di dunia yang fana
Saat mati Anda dan saya tidak membawa apapun
Karena lahir telanjang, p**angpun berkain maya

Hidup bukan bertujuan mencari dan menumpuk uang
Melainkan menerima dan membagikan kembali uang
Kita hanya memerlukan sedikit dari yang dipunya
Asal ada makan dan pakaian cukuplah!

Bila tiba waktunya semuanya akan sia-sia
Kala kita lupa berbagi kepada sesama
DIA tidak akan bertanya berapa jumlah uangmu
Melainkan buat apa saja uangmu

Camkan di dalam jiwamu!
Hujamkan ke dalam jantungmu!

Salam kasih,
Andreas F. Pieloor

09/10/2015

Dear Sahabat yang berbahagia,

Senang bisa menjumpai Anda kembali, semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat dan tenteram senantiasa.

Hari ini saya ingin sharing dengan tema:

"PERKAWINAN"

Kala orang-orang tua kita menikah, ada beberapa yang dijodohkan oleh orang tua mereka.
Mereka menerima dan patuh apa yang orang tua mereka katakan.

Mereka menikah dan membangun keluarga dengan pria/perempuan pilihan orang tua.

Walau mereka dijodohkan, dan bukan memilih sendiri, perkawinan mereka lebih langgeng walau sering diterpa badai dan topan serta prahara perkawinan.

Mereka bertahan dan berjuang memelihara perkawinan tersebut.
Mereka bertahan demi anak-anak dan komitmen mereka.
Mereka tidak mudah putus ada dan terus berusaha.
Mereka akhirnya lulus ujian perkawinan, hingga maut memisahkan mereka.

Di jaman sekarang, hanya sedikit perkawinan yang terjadi karena perjodohan yang diatur orang tua.
Saat ini hampir semua perkawinan dilaksanakan atas dasar kehendak bebas dan pilihan pribadi masing-masing.

Namun di jaman ini, begitu banyak perkawinan yang sedemikian mudahnya dibatalkan
Begitu seringnya kita dengan bangunan perkawinan diruntuhkan
Mudahnya mereka beralasan untuk keluar dari komitmen dan sumpah yang mereka ucapkan
Begitu gampangnya mereka melarikan diri dari masalah yang mereka buat sendiri

Perkawinan bukanlah kontrak sewa atau pinjam pakai
Perkawinan bukanlah transaksi perdagangan bisnis/usaha
Perkawinan bukanlah sebuah permainan menang kalah
Perkawinan bukanlah bangunan tempat indekos

Perkawinan adalah sakral dan sumpah di hadapan Tuhan
Perkawinan adalah upaya dan kehendak diri
Perkawinan adalah ikatan tidak pernah putus
Perkawinan adalah kontrak mati

Sehingga perkawinan harus dijalani dalam segala kondisi
Malang dan untung
Sakit dan sehat
Miskin dan kaya
Jelek dan cakep
Gemuk dan langsing
Bau dan wangi
Hitam dan putih
Malam dan siang
Tanpa kecuali

Oleh sebab itu sebelum mengucap sumpah,
harus dilakukan VERIFIKASI secara mendalam
kepada calon pasangan hidup

Saya percaya perkawinan yang tidak didasari dengan niat baik (ada unsur penipuan) dapat dibatalkan
Saya mengetahui perkawinan juga bisa dibatalkan bila ada unsur kekerasan yang mengancam keselamatan.

Namun saya pikir adalah sebuah hal yang cengeng, terbelakang dan tidak bisa diterima, bila perkawinan ingin dibatalkan oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak hanya dengan alasan:
- sudah tidak cocok lagi
- sudah tidak cinta lagi
- sudah tidak nyaman lagi

Menurut survei, penyebab gagalnya perkawinan ada beberapa antara lain:
- orang ke 3 (selingkuh)
- ekonomi
- komunikasi dan ketidakpercayaan
- work-alcoholic (tiada waktu dan perhatian)
- orang tua
- s*x

Namun menurut saya, 2 penyebab utama adalah:
- EGO
- KOMITMEN LUNTUR

Saya pernah mendengar seorang CEO kaliber dunia berkata:
"Percuma seseorang berhasil memajukan perusahaan-perusahaan yang dia pimpin sehingga menghasilkan keuntungan miliaran dollar, apabila dia sendiri gagal dalam membangun dan mempertahankan keluarganya sendiri!"

Menurut saya:
"Seseorang bisa dinilai dari bagaimana dia membangun, mempertahankan dan menjalani kehidupan keluarganya bersama pasangan, anak dan cucu-cucunya, pada perkawinan pertama!"

"Seseorang bisa dinilai bagaimana dia berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasangan dan anak-anaknya, dengan mencurahkan kasih tulus demi kebahagiaan orang-orang yang dia cintai!"

"Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."

"Lelaki akan meninggalkan bapak dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging".

"Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia!"

Salam hormat,
Andreas Freddy Pieloor
Konselor Keuangan dan Keluarga

04/09/2015

Dear Sahabat yang baik,

Senang bisa menjumpai Anda kembali dalam momen "The Fine Day".

Hari ini saya ingin menyapa Anda dengan tema:

"HIDUP dan UANG"

Dalam 1 bulan terakhir saya mendengar cukup banyak pertengkaran dan perceraian yang terjadi, di antara sesama sahabat dan pasangan suami isteri, yang disebabkan oleh ekonomi (uang).

Sudah cukup lama kita mengamati kinerja KPK, Kepolisian dan Kejaksaan Agung yang bekerja membersihkan negeri ini dari berbagai kasus kejahatan ekonomi termasuk korupsi.

Sebagian besar kejahatan yang terjadi di dunia ini, dilandasi dengan motif ekonomi (uang).Sebut saja narkoba, human trafficking, kidnapping, terrorism, dan isis.
Semua bermotifkan ekonomi (uang).

Mereka, pelaku kejahatan, bukannya orang miskin dan bodoh. Melainkan pintar dan sudah kaya.
Namun mengapa melakukan tindakan kejahatan yang melukai dan membunuh manusia lainnya?

Apakah mereka paham bahwa mereka akan mati, dan tidak dapat membawa apapun saat mati?
Apekah mereka takut kelaparan dan mati kedinginan?

Saya pikir tidak.
Saya percaya jiwa mereka sudah diselimuti kekuasaan kegelapan.
Iblis sudah mencengkeram jiwa-jiwa mereka!
Mereka mendewakan materi dan dunia, karena rayuan dan perangkap iblis!
Mereka mencampakkan sahabat, keluarga dan anak-anak serta suami/isteri mereka.
Mereka meng-agung-kan harta benda.
Mereka mementingkan benda daripada keluarga.
Dana (uang) lebih berharga daripada Darah (keluarga).

Kemarin, sekarang dan esok terjadi peperangan antara kebaikan dan kejahatan.
Saat ini sedang terjadi pertempuran manusia baik ditemani malaikan, melawan manusia cemar disokong oleh iblis.
Memang dunia tidak akan lepas dari peristiwa peperangan ini.

Namun setelah dunia ini usai bagi jiwa-jiwa manusia, maka akan dipilah yang baik dari yang jahat.
Manusia jahat dan cemar akan dibiarkan telantar menemani kegelapan, sengsara tiada berkesudahandan sakit tidak terperikan.
Sementara itu manusia baik akan diterima dalam Sorga.

Hidup adalah perjuangan melawan diri sendiri, untuk memurnikan diri dari pencemaran kejahatan dan keburukan.
Hidup di sini adalah sementara
Hidup jauh lebih penting daripada uang
Hidup baik adalah kunci bahagia

Jangan menghambakan diri kepada uang
Karena saat menghamba maka jurang kegelapan siap menelan diri
Jangan mengandalkan diri melawan iblis
Berpeganglah dalam kasih Tuhan

Berdoalah lepada NYA senantiasa
Bacalah Kitab Sucimu setiap saat
Berkumpullah dengan orang-orang baik yang hidup berlandaskan kasih
Berbuat baiklah selalu, maka hidupmu akan selamat

Selamat berjuang melakukan kebajikan senantiasa
Uang hanyalah alat
Hidup lebih penting
Hidup untuk berbuat baik

Siapkah Anda menjadi "Laskar Kasih"?
Selamat berjuang memerdekakan kebaikan dalam perjalanan kehidupan ini.

Salam,
Andreas Freddy Pieloor

18/08/2015

Dear Sahabat Milis yang baik,

Hari ini saya akan sharing dengan tema:

"APA YANG KAMU KUMPULKAN?"

Hampir semua orang di bumi ini, termasuk Anda dan saya, saat ini sibuk bekerja dan beraktifitas.

Kita semua sibuk menjemput rejeki untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup.
Setelah layak, dan mencapai sebuah hasil tertentu, kita ingin mencapai taraf hidup yang lebih tinggi.
Seakan tidak ada batas dan habisnya.
Sehingga kita selalu mencari-cari dan mengumpulkan segala yang kita dapat.

Apa yang kita kumpulkan?
Buat apa itu semua?
Apakah kita akan berkekurangan bila berhenti sejenak untuk hening dan berpikir?
Apakah kita akan kelaparan bila memberikan sebagian yang kita punyai?

Hidup seakan menjadi pergumulan yang tiada henti
Hidup seakan sebuah ajang perlombaan untuk menjadi yang lebih dan lebih

Bukankah kita akan berakhir
Yang pasti, apa yang kita kumpulkan tidak bisa dibawa setelah kita berakhir

Apa yang ingin kita gapai?
Apa yang ingin kita tuju?
Kemana semua ini akan bermuara?
Kemana kita akan tiba?

Bukankah makan sepiring dan tidur p**as sudah cukup?
Tidakkah selembar pakaian dan semeter atap sudah memadai?

Hidup bukan untuk mencari dan mengumpulkan barang-barang bumi
Hidup adalah perjalanan mengexplor rahasia alam dan menebar kasih
Hidup sekarang akan segera berakhir
Masa setelah hidup fana ini akan kekal tiada usai

Cari seperlunya
Kumpulkan secukupnya
Tebarkan sebanyaknya
Saat waktunya tiba, senyum akhir di wajahnya

Jangan terpedaya dengan godaan dunia
Jangan terpesona dengan mainan bumi
Jangan tergoda akan manisnya dosa
Jangan terperangkap dalam kubangan sesal

Sekarang bukanlah peperangan ekonomi, keyakinan dan sosial
Saat ini terjadi pertempuran antara kebaikan dan kejahatan
Peperangan dan pertempuran tersebut bermula dari diri sendiri
Diri sendiri yang menyetujui apakah kebaikan atau kejahatan yang dimenangkan

Akankah diri kita memenangkan kejahatan dan akhirnya menyesal tiada henti?
Atau kita mengijinkan kebaikan yang memimpin kita dengan hati putih penuh kasih?

Selamat mengarungi dunia
Cukupkan dirimu dan hidup layak sepantasnya

"Enough is enough!"

Salam,
Andreas

09/08/2015

Dear Sahabat yg berbahagia,

The Fine Day kali ini saya ingin sharing dengan tema:

"TELANJANG KEUANGAN"

Saat ini masih sangat banyak pasangan suami istri yang masih tertutup dalam membicarakan keuangan.
Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang menyembunyikan atau membohongi pasangan mereka bila terkait masalah keuangan.
Mereka menyembunyikan penghasilan yg mereka terima dari pasangan.
Mereka menyembunyikan pengeluaran uang pada pos-pos tertentu yang bersifat pribadi dan gelap.
Mereka menyembunyikan tabungan dan investasi uang mereka dari pasangan. Seakan pasangan mereka adalah musuh atau penjahat yg tdk boleh mengetahui keberadaan tabungan dan investasi mereka.

Mereka tidak mempercayai pasangan mereka?
Mereka khawatir keuangan mereka tergerus dan habis?
Mereka ingin menikmati penghasilan mereka sendiri, seakan penghasilan itu milik mereka semata?

-----
Banyak terjadi kekeliruan dlm pengelolaan keuangan pasutri dan keluarga, karena nilai hidup dan keluarga serta pola pikir keuangan yang tidak benar.
Perlu diadakan sebuah platform yang benar dan harmonis dr suami istri, agar hidup berkeluarga dan pengelolaan keuangan bisa berjalan selaras dan nyaman.

-----
Kejujuran, keterbukaan, niat baik dan kasih adalah awal kepercayaan dan kebahagiaan.
Penumbuhan pola pikir keuangan dan nilai keluarga secara benar dalam diri suami istri adalah sebuah keharusan.
Tanpa itu semua pengelolaan keuangan pasangan suami istri akan menemui tembok dan jalan buntu.

Mari kita telanjang keuangan di depan pasangan masing-masing.

Uang tidak lebih suci daripada diri/tubuh!

Salam,
Andreas Freddy Pieloor
Konselor Keuangan & Keluarga

16/07/2015

Dear Sahabat yang baik hati,

Selamat pagi,

Kali ini saya ingin sharing dengan tema:

"MERAYAKAN HARI RAYA KEMENANGAN"

Kadang kala kita "lupa diri" saat merayakan sebuah perayaan.
Entah itu merayakan hari Ulang Tahun; Tahun Baru; Lebaran; Natal dan lain sebagainya.

Sesungguhnya sebelum merayakan sebuah perayaan kemenangan, hendaknya kita memahami makna dan arti dibalik itu semua. Apa arti perayaan tersebut? Bagaimana merayakannya?

Merayakan sebuah kemenangan akan jauh lebih indah dan bermakna bila dilakukan dengan hati yang sejuk, damai dan berbagi; yang dilaksanakan secara hikmat dan khusuk serta tertib.

Setelah perjalanan panjang perjuangan menahan lapar dan haus secara jasmaniah; dan menahan diri atas segala dendam dan angkara murka, iri dan keburukan hati, dan kemalasan; maka selayaknya dan sepantasnya merayakan kemenangan tersebut ditujukan guna melengkapi dan menyempurnakan perjalanan perjuangan tersebut.

Merayakan kemenangan tidak perlu dengan cara bermewah dan bermegah diri,
Karena masih banyak saudara kita yang bertelanjang diri.
Merayakan kemenangan jangan p**a dengan memakan santapan berlimpah ruah dan berlebihan,
Karena masih banyak saudara kita yang kelaparan.

Sungguh merayakan kemenangan adalah sebuah sukacita
Sukacita itu akan sempurna bila kita dapat berbagi sukacita kepada lebih banyak orang

Rayakan dengan penuh rasa syukur
Rayakan dengan sederhana dan hikmat

Selamat merayakan kemenangan, dengan kemenangan hati dan berbagi.

Salam,
Andreas Freddy Pieloor

09/07/2015

Dear Sahabat yang berbahagia,

Kompas 8 Juli 2015 halaman 8 yang memberitakan seorang pensiunan Yunani sedang meletakkan tangannya pada pintu Bank Nasional Yunani yang ditutup, menunggu uang pensiunnya dapat ditarik sebesar 120 euro.

Sangat memprihatinkan, dalam keadaan sudah tua renta, tidak berdaya dan hanya menantikan uluran dan bantuan pihak lain (pemerintah) dalam menyambung nyawa.

Hari ini saya ingin men-share dengan tema:

"JHT BPJS Ketenagakerjaan dan Pensiunan"

Memang aturan pemerintah dengan iuran wajib untuk Jaminan Hari Tua BPJS-K sudah diatur, sehingga "memaksa" karyawan untuk mengangsur JHT yang akan diterimanya pada saat pensiun nanti.

Apakah Anda sempat berpikir, dari mana uang untuk membayar kebutuhan hidup kala berusia 60 - 80 tahun?

Apakah Anda menunggu bantuan pemerintah?
JANGAN berharap banyak!
Walaupun Anda seorang PNS, jumlah uang pensiunan Anda tidak akan cukup membayar biaya hidup yang semakin besar!

Apalagi Anda bukan PNS yang baru mengangsur JHT pada tahun ini!
Sangat tidak cukup.
Walapun ditambahkan dengan THT - BPJS Ketenagakerjaan (eks Jamsostek) yang sdd ada, tidak cukup!

Apakah Anda mengandalkan anak-anak Anda memberikan uluran bantuan kepada Anda?
JANGAN membebani mereka!
Karena mereka juga sudah punya beban, yaitu cucu-cucu Anda!

Seperti yang pernah dan berulang saya sharing, tentang: 3 Fase Kehidupan anak manusia yaitu:
- Fase 1 : 0 - 25 tahun : masa menerima, sbg anak, Anda memeroleh bantuan ekonomi dari orang tua
- Fase 2 : 25 - 55 tahun : masa memberi, sbg orang tua, Anda memiliki obligasi kepada anak-anak Anda
- Fase 3 : 55 - mati : masa menikmati, sbg seorang pensiun, Anda bukan anak lagi (fase menerima) dan anak Anda sudah besar (fase memberi), sehingga Anda tidak boleh membebani anak-anak Anda, dan anak-anak Anda tidak lagi menjadi tanggungan Anda (karena mereka sudah dewasa/tua bangka).

1 fase hanya berlangsung 1 kali.

Sehingga Anda harus tetap mandiri kala usia Anda memasuki usia senior (di atas 55 tahun), dan untuk itu Anda harus mempersiapkan diri sejak dini agar memiliki dana yang cukup untuk membayar biaya hidup Anda hingga mati.

Anda harus tetap mandiri, dan jangan bergantung kepada siapapun.
Kepada pemerintah : JANGAN!
Kepada anak : Malu dan kasihan anak-anak Anda!

JANGAN BANGKRUT sebelum mati!
Mati jangan bangkrut, wariskan kepada anak-anak Anda sebagai bukti kasih Anda!

Siapkan dirimu sejak sekarang!
Jangan jadi beban, melainkan bantulah sesamamu yang memang membutuhkan!
Mandirikanlah dirimu, tetap tegar dan tersenyum hingga berada di peti kayumu!

Salam,
Andreas Freddy Pieloor
Konselor Keuangan & Keluarga

03/07/2015

Dear Sahabat yg berbahagia,

Kembali saya jumpai Anda dalam momen The Fine Day dan kali ini saya kembali berbagi ttg:

"MENGATUR UANG = MENGATUR DIRI"

Banyak orang berkata mengatur uang itu susah.
Banyak yang sempat berseloroh bahwa mereka sampai pontang panting berpikir dan bertindak utk mengatur uang, namun kerapkali gagal.

Mengapa?
Apakah kesulitan mengatur uang itu baru terjadi sekarang?
Apakah kesukaran mengatur uang itu terjadi secara tiba-tiba?
Atau
Kesukaran tsb sudah terjadi berulang kali dan sudah dialami cukup lama, serta dapat di-perkirakan?

Ambil contoh:
Membiayai liburan sukar?
Benarkah?
Apakah hari libur datang secara tiba2?

Contoh lain:
Membayar uang pangkal sekolah anak.
Apakah anak kita tiba-tiba besar dan lulus ujian tanpa dpt diprediksi?
Apakah kita tdk bisa menghitung kalendar dan mengetahui jadwal anak kita lulus SD, SMP & SMA?

-----
Saya percaya semua kesukaran dalam mengatur uang itu terjadi secara eskalasi dan tercipta secara gradual melalui proses dan waktu, di mana kita berperan dan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi.

Namun seringkali kita tdk mau dipersalahkan atas kejadian ini dan lalu menunjuk orang lain yang bersalah, termasuk menunjuk pasangan kita, perusahaan kita, negara dan pemerintah.

Pahamilah kesukaran itu tercipta secara perlahan dan kita sendiri yang menciptakannya.
Selayaknya kita menyadari sejak dini, lalu mulai merencanakan dan bertindak sesuai dgn rencana.

Mengatur uang itu adalah mengatur diri dalam membelanjakan uang ke dalam berbagai bentuk kebutuhan dan keinginan hari esok dan hari ini.

-----
Bila kita tdk disiplin dalam membelanjakan uang secara rutin setiap bulan, maka jangan heran kita akan mengalami kesukaran di tahun-tahun mendatang.

Oleh sebab itu mulailah sejak sekarang mengatur diri dan disiplin membelanjakan uang kita ke dalam berbagai bentuk barang yang produktif dan appresiatif serta konstruktif.

Saya percaya tidak ada yang sukar bila kita mau berupaya.

Salam,
Andreas Freddy Pieloor
Konselor Keuangan dan Keluarga

13/06/2015

"Kenali Profil Resiko Anda"

Setelah banyak kali kita mendengar dan membaca tentang berinvestasi, hari ini terlintas di pikiran saya untuk membahas sedikit tentang mengenal profil resiko yang merupakan salah satu kunci utama berstrategi investasi.

Krisis keuangan global yang melanda Eropa sampai saat ini pasti memiliki dampak terhadap kehidupan keuangan seseorang. Turun naiknya Indeks Harga Saham baik di Indonesia maupun di berbagai Bursa di dunia bisa menyurutkan nyali untuk berinvestasi. Apakah dengan kondisi krisis saat ini memberi sinyal supaya anda berhenti berinvestasi? Tentu tidak.

Sesungguhnya, krisis ini membantu kita, calon investor dan investor, untuk mereview kembali bagaimana strategi investasi kita, apakah sudah sesuai dengan profil resiko? Karena itu, yuk cari tahu disini Profil Resiko Anda.

--------------------
Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profil resiko seseorang:

1. Umur anda
2. Tujuan keuangan yang ingin dicapai
3. Kondisi keuangan anda
4. Jangka waktu investasi
5. Tingkat imbal hasil yang anda cari.
6. Tingkat pengetahuan dan pengalaman keuangan.

Dari beberapa faktor diatas,secara umum, profil resiko dapat dibagi menjadi :

1. Konservatif
Hal yang menjadi perhatian adalah bila profil ini digunakan untuk berinvestasi untuk jangka waktu yang panjang, maka resiko yang harus ditanggung adalah jumlah dana yang besar yang harus diinvestasikan untuk memperoleh nilai investasi yang diinginkan.

Produk investasi yang sesuai untuk tipe ini adalah produk kas dan pasar uang. Pilihan lainnya yang dapat memberikan return lebih besar adalah reksadana pendapatan tetap maupun logam mulia.

2. Moderat atau Balanced
Tipe ini berada di tengah-tengah antara konservatif dan agresif, dimana mengharapkan tingkat imbal hasil yang sedang-sedang saja tetapi stabil dan terukur. Cenderung bisa menerima sedikit resiko kehilangan sebagian dana investasinya asal untuk jangka waktu investasi menengah sampai panjang dana invsetasi akan kembali.

Produk investasi yang cocok untuk tipe ini adalah reksadana campuran ekuitas dan obligasi (tanpa unsur pasar uang), reksadana saham dengan return yang stabil, properti dan logam mulia.

3. Tipe agresif
Tipe ini cenderung lebih mementingkan hasil investasi (return) dibandingkan keselamatan jumlah pokok yang diinvestasikannya (safety). Tipe ini sadar betul bahwa mereka terekspos resiko yang sangat besar, dimana mungkin potential lossnya bisa sampai sebesar nilai investasinya (ampai nol) karena berharap akan dapat kembali bahkan lebih tinggi daripada kerugiannya di masa datang. Fokusnya adalah memperoleh return portofolio diatas rata-rata. Umumnya tipe ini juga telah siap untuk menghadapi gejolak tinggi yang terjadi dipasar.

Investasi yang cocok untuk tipe ini adalah reksadana saham, berinvestasi dalam saham langsung, properti dan bisnis.

--------------------

Penting bagi kita sebagai investor untuk memahami profil resiko serta jangka waktu investasinya karena akan menentukan produk investasi yang sesuai. Juga factor umur,akan menggeser (bukan merubah) profil resiko anda menjadi lebih konservatif yang otomatis akan merubah komposisi portfolio investasi anda.
Tipsnya adalah : 75 - umur = % investasi bersifat agresif.

Ingatlah, bahwa potensi keuntungan pasti sejalan dengan potensi resiko. Tetaplah berhati-hati untuk memilih produk manakah yang paling menggambarkan toleransi anda terhadap resiko, kemudian, pelajari produk investasi tersebut sejelas-jelasnya, lakukan berinvestasi berkala untuk mencapai tujuan dan lakukanlah pengawasan secara periodik untuk memantau kinerja investasi anda.

-------------------

Nah sekarang, yuk review portfolio anda dengan hasil kinerjanya. Apabila saat kinerjanya turun seperti saat ini, anda merasa sedih, kecewa, kesal,marah-marah, maka kemungkinan anda tipe konservatif. Kalau masih optimis dijangka waktu panjang akan naik lagi karena itu menunggu dulu baru menambah porsi investasi tersebut maka anda bertipe moderat. Sedangkan kalau anda malah makinmenambah porsi investasi tersebut maka bisa dikatakan anda tipe agresif.Semoga bermanfaat.Jadi pertanyaannya, tipe apakah anda? Kalau saya, moderat cenderung agresif.

Regards
Johan Suhadi, CFP®, QWP, FMI
Independent Financial Planner
MoneynLove Financial Planning & Consulting
081387250940

Dear Sahabat yang sedang prihatin,Selamat pagi,KOMPAS 4 Maret 2013, menuliskan RAIHAN JEWELRY (RJ) &GOLDEN TRADERS INDON...
04/03/2013

Dear Sahabat yang sedang prihatin,


Selamat pagi,

KOMPAS 4 Maret 2013, menuliskan RAIHAN JEWELRY (RJ) &
GOLDEN TRADERS INDONESIA SYARIAH (GTIS) menipu
masyarakat Indonesia lebih dari Rp.35.000.000.000.000,- (TRILIUN).
(Kompas menulis Global Traders Indonesia Syariah)

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/03/092464760/Golden-Traders-MUI-Angkat-Bicara
http://www.goldentradersinternational.com/
http://id.berita.yahoo.com/hari-ini-golden-traders-gelar-rups-di-jakarta-232955325--finance.html

Konsep Penipuan Investasi:
"Orang 'PINTAR' yang ingin cepat KAYA (ingin lebih kaya), menipu (memakan)
Orang 'GOBLOK' yang ingin cepat KAYA juga (atau ingin lebih kaya)"


Mengapa begitu 'mudahnya' masyarakat Indonesia TERTIPU?

Apakah mereka 'goblok' dalam arti sesungguhnya?
Apakah mereka mudah percaya kepada penjual yang nota bene sebagian besar adalah saudara, keluarga, kenalan, sahabat dekat?

Saya tahu mengapa mereka akhirnya TERTIPU.
Pola Pikir Keuangan (Financial Mindset) mereka yang KELIRU.
Mereka pikir saat ini untuk menjadi KAYA bisa dengan MUDAH diraih!
Mereka termakan berbagai macam IKLAN CEPAT KAYA yang ditayangkan KORAN, INTERNET, dan media massa lainnya!

Saya menenggarai bermacam potensi penipuan investasi GTI ini pada 4 - 5 tahun
lalu, dimana konsep perdagangan/investasi yang ditawarkan tidak lazim dan
mencurigakan.


Sesungguhnya sangatlah MUDAH untuk membedakan INVESTASI ASLI atau
PENIPUAN yaitu:

1. SIUP harus dari BAPEPAM LK / BI atau sekarang ke OTORITAS JASA KEUANGAN
SIUP dari Departemen lain harus WASPADA
2. Perusahaan sudah berdiri paling tidak selama 5 - 10 tahun
Perusahaan PENIPUAN umurnya TIDAK PANJANG
3. Perhitungan dan proses bisnis di INVESTASI ASLI sangat JELAS,
Di PENIPUAN kabur, karena memang duitnya mau dibawa kabur.
4. RETURN di INVESTASI LEGAL sangat wajar (saham sekitar 15 - 25%),
Di PENIPUAN sangat tidak wajar, bahkan cenderung kurang ajar.
5. INVESTASI SAHAM, REKSADANA, LOGAM MULIA (phisik),
PROPERTY tidak memakai SISTIM MLM
Di PENIPUAN sebagian besar memakai sistim MLM
6. INVESTASI ASLI pemegang saham atau pengurusnya sebagian besar
Orang Indonesia dan telah berkecimpung puluhan tahun di dunia Investasi.
DI PENIPUAN pengurus dan pemiliknya adalah ORANG ANTAH BERANTAH
(ALIEN) yang tiba-tiba muncul di dunia Investasi, lalu menghilang kembali.


Bila Anda memperoleh penawaran investasi apapun, saya bersedia untuk
menjadi tempat Anda bertanya, agar Anda tidak menjadi KORBAN dari
para penjahat investasi.

Email saya :
[email protected] dan [email protected]
Atau mengikuti MILIS GROUP yang saya ikuti di atas.

Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat dan baik senantiasa.
Terima kasih.




Salam,
Freddy Pieloor
Konselor Keuangan dan Keluarga

Majelis Ulama Indonesia membantah berbisnis melalui PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah.

25/10/2012

Address

Jalan Pintu Air V No. 43
Jakarta
10710

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MoneynLove posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share