06/11/2014
Selamat Pagi Wellysner!
Part #1
Ada sebuah pengalaman bapak Rahmat ( bukan nama sebenarnya ) sejak kecil sudah bercita - cita membuka bisnis sendiri. Setelah 10 tahun bekerja pada sebuah perusahaan AC yang berdomisili di Cikarang - Jawa barat, tabugannya mencapai sekitar Rp 100juta. Lalu ia memutuskan berhenti dan memulai service AC rumah dan bangunan.
Ditempat kerjanya, Ia mendapatkan penghargaan dari perusahaan. Ia juga pernah menerima Bonus atas kualitas kerja yang di berikannya kepada para pelanggan. Enam bulan sebelum berhenti, ia di tunjuk menjadi pengurus bagian pelanggan perusahaan. Ia bertanggung jawab mengurus kontrak pemasangan dan pemeliharaan AC dengan kontrak kerja melebihi Rp 100 Milyard.
Sebelum memberikan surat pengunduran dirinya, ia sudah memulai survey. Ia mendatangi satu persatu toko AC yang dapat memberikan potongan harga paling tinggi. Dalam fase pertama berbisnis, karena modal yang kecil ia hanya berencana memasang unit - unit AC bagi pelanggang kecil dan rumah rumah di sekeliling rumah pak rahmat.
Ia menghabiskan biaya sekitar Rp 7 juta untuk membuat Badan perusahaan serta mendaftarkan perusahaan berbentuk CV. Untuk mendapatkan kontrak kerja ia harus mempunyai perusahaan pribadi yang terdaftar. Kemudian, Ia mengeluarkan Rp 15 juta untuk menyewa ruko kecil di bekasi, dan membeli alat - alat kantor sejumlah Rp 5 juta. Ia juga membeli 2 sepeda motor second Rp 15juta untuk operasional, untuk mengangkut dan mengunjungi para pelanggan.
Selain itu, Bapak Rahmat juga mempekerjakan 2 orang karyawan dengan gaji Rp 3.500.000 / bulan, maklumlah perusahaan baru memulai, dan Bapak Rahmat juga harus mengeluarkan uang Rp 5juta untuk mencetak kartu nama, kop surat, sampul, kwitansi, dan brosur perusahaan. Ia juga menghabiskan Rp 17,5 juta untuk membeli komputer dan memasang internet di rumah dan di kantornya.
Pada bulan pertama pak rahmat memulai bisnisnya, ia berjalan kaki dari rumah ke rumah, dari sekolah ke sekolah, dan dari toko ke toko di sekitar tempat tinggalnya untuk menawarkan jasanya dan membagikan brosur yang ia cetak. dan ia juga meletakkan brosurnya di surau - surau dan mesjid mesjid sekitar tempat tinggalnya.
>>>>> Well, Wellysner! apakah pak rahmat sukses di bulan pertama dia berbisnis??? yuupp tunggu part 2 ya!