CSR Indonesia

Directions Website

CSR Indonesia Indonesia’s media platform for corporate sustainability and responsibility. We report on ESG, business impact, climate action, and social change.

kabarCSR.com memiliki filosofi dan nilai keberlanjutan (sustainability) untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan (profit), kelestarian lingkungan (planet), dan membangun komunitas (people).

07/10/2026

Masyarakat Gelek Malak Klawilis Psa di kawasan hutan Moi Kelim memiliki cara unik dalam menjaga alam. Mereka menyebut hutan alam tersebut sebagai Oukrien, kawasan yang jarang dimanfaatkan kayunya dan lebih banyak dijaga kelestariannya.

Di dalam hutan itu terdapat Koobu, pohon merbau besar yang tidak boleh ditebang. Menurut Bapa Herman, Koobu dipercaya sebagai rumah bagi roh leluhur sekaligus tempat hidup berbagai spesies.

Karena itu, menjaga Koobu berarti menjaga keseimbangan hutan. Bagi masyarakat Moi Kelim, Koobu bukan sekadar pohon, melainkan Mother Tree yang menjadi bagian penting dari kehidupan dan keselarasan alam.

05/10/2026

10 sistem pembersih laut berbasis System 03 diproyeksikan mampu membersihkan Great Pacific Garbage Patch yang diperkirakan mengandung sekitar 100 juta kilogram plastik.

The Ocean Cleanup mengembangkan System 03 untuk mengumpulkan sampah laut dalam skala besar. Animasi yang beredar memperlihatkan proses pengumpulan sampah, pemindahan ke kapal, hingga konsep armada yang beroperasi di pusaran Pasifik Utara.

Hingga 2026, The Ocean Cleanup telah mengangkat lebih dari 60 juta kilogram sampah secara global. Teknologi System 03 juga terus dioptimalkan dengan bantuan drone dan hotspot detection untuk menemukan konsentrasi sampah dan meningkatkan efisiensi pembersihan laut.

03/10/2026

Video semut yang membangun struktur menyerupai rumah dari daun menarik perhatian. Tanpa semen atau besi, semut bekerja sama memanfaatkan material alami untuk membuat tempat perlindungan.

Dalam video tersebut, sejumlah semut terlihat menarik dan menyusun daun secara bersama-sama. Gerakan mereka menunjukkan koordinasi serta kerja sama yang terorganisasi.

Penulis menyebut semut sebagai "insinyur alam" karena mampu membangun secara efisien dengan memanfaatkan sumber daya di sekitarnya.

Pemandangan ini menjadi gambaran menarik tentang kecerdasan kolektif, kesabaran, dan kekuatan kerja sama dalam kehidupan serangga.

01/10/2026

Penanganan karhutla 96,07 hektare yang masih belum padam di sejumlah wilayah Indonesia terus dikebut oleh tim gabungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sisa area terbakar tersebut tersebar di enam provinsi prioritas berdasarkan pemutakhiran data hingga 28 September 2026.

Angka karhutla 96,07 hektare itu merupakan bagian dari total 527,60 hektare lahan yang tercatat terbakar. Dari luasan tersebut, sebanyak 431,53 hektare telah berhasil dipadamkan melalui operasi gabungan yang dilakukan dari darat maupun udara.

Meski masih terdapat karhutla 96,07 hektare, BNPB mencatat adanya penurunan cukup besar dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 27 September, area yang belum padam tercatat 158,36 hektare. Artinya, terjadi pengurangan sebesar 62,29 hektare dalam satu hari.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penanganan terus diarahkan untuk menekan sisa area yang terbakar hingga tidak ada lagi titik api.

"Memang minggu ini Kalimantan Tengah menjadi fokus kita," kata Berton dalam konferensi pers perkembangan penanganan karhutla di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta.

Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mengalami penurunan area karhutla cukup besar. Berdasarkan data BNPB, sisa lahan yang belum padam di provinsi tersebut berkurang sekitar 46,70 hektare. Selama pemantauan satu pekan, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 335 hektare, sementara upaya pemadaman telah menjangkau 255 hektare pada 25 September 2026.

Selain Kalimantan Tengah, penurunan area yang belum padam juga tercatat di Kalimantan Selatan sebesar 17,74 hektare, Jambi 1,50 hektare, serta Kalimantan Barat sebesar 1 hektare. Namun, tidak semua wilayah mengalami penurunan. Sumatera Selatan dan Riau justru mencatat tambahan area yang belum padam masing-masing 4,15 hektare dan 0,50 hektare.

28/09/2026

Jepang menanam 9 juta pohon di sepanjang pantai sebagai bagian dari upaya mitigasi tsunami pascabencana 2011. Hutan pantai tersebut dipadukan dengan tembok beton sepanjang 395 kilometer untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir.

Pohon-pohon berfungsi sebagai sabuk hijau yang membantu mengurangi energi gelombang, menahan material, dan mengurangi erosi. Video yang beredar memperlihatkan penanaman pohon serta benteng pantai sebagai bagian dari sistem perlindungan tersebut.

Langkah Jepang ini kemudian memicu perbandingan dengan Indonesia. Warganet membahas perbedaan pendekatan dalam menghadapi bencana, mulai dari penghijauan kawasan pesisir hingga penggunaan infrastruktur beton.

Meski hutan pantai tidak dapat menghentikan tsunami sepenuhnya, vegetasi dapat menjadi salah satu bagian dari strategi mitigasi jika dipadukan dengan infrastruktur, sistem peringatan dini, dan tata ruang yang tepat.

24/09/2026

Kamera turun 11.000 meter ke Palung Mariana, titik terdalam di Bumi, dalam video yang dibagikan akun dari sumber NOAA Ocean Exploration.

Rekaman memperlihatkan perjalanan kamera dari permukaan hingga dasar laut yang gelap gulita. Di kedalaman ekstrem tersebut, sejumlah makhluk unik terlihat, mulai dari hiu goblin, viperfish, barreleye, hingga ubur-ubur bercahaya.

Eksplorasi ini menunjukkan bahwa kehidupan tetap bertahan di bawah tekanan luar biasa dan tanpa cahaya matahari. Bahkan, masih banyak spesies laut dalam yang belum sepenuhnya teridentifikasi dan dipahami oleh para ilmuwan.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CSR Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share