01/10/2026
Penanganan karhutla 96,07 hektare yang masih belum padam di sejumlah wilayah Indonesia terus dikebut oleh tim gabungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sisa area terbakar tersebut tersebar di enam provinsi prioritas berdasarkan pemutakhiran data hingga 28 September 2026.
Angka karhutla 96,07 hektare itu merupakan bagian dari total 527,60 hektare lahan yang tercatat terbakar. Dari luasan tersebut, sebanyak 431,53 hektare telah berhasil dipadamkan melalui operasi gabungan yang dilakukan dari darat maupun udara.
Meski masih terdapat karhutla 96,07 hektare, BNPB mencatat adanya penurunan cukup besar dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 27 September, area yang belum padam tercatat 158,36 hektare. Artinya, terjadi pengurangan sebesar 62,29 hektare dalam satu hari.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penanganan terus diarahkan untuk menekan sisa area yang terbakar hingga tidak ada lagi titik api.
"Memang minggu ini Kalimantan Tengah menjadi fokus kita," kata Berton dalam konferensi pers perkembangan penanganan karhutla di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mengalami penurunan area karhutla cukup besar. Berdasarkan data BNPB, sisa lahan yang belum padam di provinsi tersebut berkurang sekitar 46,70 hektare. Selama pemantauan satu pekan, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 335 hektare, sementara upaya pemadaman telah menjangkau 255 hektare pada 25 September 2026.
Selain Kalimantan Tengah, penurunan area yang belum padam juga tercatat di Kalimantan Selatan sebesar 17,74 hektare, Jambi 1,50 hektare, serta Kalimantan Barat sebesar 1 hektare. Namun, tidak semua wilayah mengalami penurunan. Sumatera Selatan dan Riau justru mencatat tambahan area yang belum padam masing-masing 4,15 hektare dan 0,50 hektare.