07/06/2015
''Little Things''
Part 2
Lantungan lagu Charli XCX-Boom Clap terdengar nyari di dalam mobil Silver MV berplat 1Q B44 L itu, Bastian yang duduk paling di belakang samping kanan asik bernyanyi mengikuti lirik lagu
''Boom Boom Boom Clap''
''You're picture perfect blue''
''Sunbathing on the moon'' Salsha yang duduk didepan tepatnya di samping Iqbaal yang sedang menyetir ikut bernyanyi
''Stars shining as your bones illuminate'' sambung Kiki yang juga berada di didalam mobil
''First kiss just like a drug'' kemudian Iqbaal yang kini asik mengoyang-goyangkan kepalanya
''Under your influence You take me over you're the magic in my veins''
''This must be love'' lalu mereka bernyanyi bersama-sama
''Sal lu ngerokok?'' ucapan Iqbaal membuat mereka berhenti bernyanyi
''H-hmm, ya! Memangnya kenapa? Ga ada undang-undangnya kan cewek di larang ngerokok'' Salsha malah balik bertanya
''well,emang sih tapi lu kan cewek! Dan diantara kita-kita pada ga ada yang ngerokok kok'' sela Iqbaal sambil melirik Bastian dan Kiki
''udah deh baal,ga usah bawel! kan yang ngerokok itu gue,ga nyusahin elu juga kan, jangan kayak N.k deh'' Salsha cuek
''N.k? Siapa tuh Sal?'' tanya Bastian
''saudara tiri gue''
''Ohh!'' Bastiannya hanya ber''oh'' riang ia tidak mau melanjutkan pertanyaan yang hanya akan membuat Salsha mengeluarkan amarahnya
Di rumah Mahendra Wijaya
Aldi keluar dari mobil Panther merah milik temannya dengan rasa capek yang amat sangat. 3 hari 2 malam di alam terbuka ditambah perjalanan panjang dengan bis yang seharusnya bisa ditempuh selama 2 jam,tapi gara-gara ada lumpur panas di Porong menyebabkan perjalanan Bandung-Jakarta berubag menjadi hampir 8 jam,sukses membuat badan Aldi terasa tertekuk semua. Untung aja Amanda, gadis cantik yang ikut serta dalam kegiatan Pramuka kali ini yang sejujurnya menurut Aldi tidak cocok berada di alam terbuka,menawarkan tumpangan pada Aldi.
Setelah mobil Amanda yang dikendarai sopirnya meluncur pergi, Aldi mulai mengangkat travel bag-nya dengan sedikit menyeret. Matanya yang lelah,namun tetap awas menangkap sebuah banyangan orang di depan rumah megah bergaya Klasik campur Modern tersebut, tepat di depan garasi mobil. Gerak-gerik cewek itu terasa agak aneh baginya. Aldi tidak bisa melihat wajah orang yang sepertinya juga melihat ke arahnya karena wajah orang itu menjadi gelap. Wajahnya menghadap ke arah yang berlawanan dengan sinar matahari sore yang masih menyilaukan
''Hei, kamu siapa?'' Aldi berteriak
Cewek itu semakin keheranan mendengar pertanyaan cowok yang sedari tadi menatapnya dalam diam penuh keingintahuan
''seharusnya, gua yang nanya,lu siapa?'' Salsha menjawab,kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang lebih teduh membuat wajahnya tak tertutup sinar yang menyilaukan lagi
''tetangga baru? apa aku salah rumah?'' Aldi jadi bertanya-tanya dalam hati.
Aldi memutar kepalanya melihat sekeliling rumahnya. Tidak, ini memang rumah Ayah tirinya. Untuk lebih memastikan,dia mencari nomor rumahnya. 57. Benar! Lalu,siapa cewek ini? Seingatnya N.k,adik perempuannya tidak mungkin berpenampilan sebrutal ini,lagi p**a wajah mereka sangat berbeda
''ini rumahku!'' Adli bersikeras setelah ia merasa yakin. ''apa yang kamu lakukan di rumahku?'' tanya Aldi lagi
''so? If your home?'' Salsha membeo dengan nada sinis. ''but sorry, in my home''
''pasti ada yang tidak beres'' Aldi tiba-tiba melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah
''hei... Hei..!! people fu**er! Don't let in my Home'' Salsha berteriak dan ikut menyusul langkah pria itu,
Aldi tidak menghiraukan ucapan Salsha. Ia membuka pintu depan, untung tidak terkunci, Aldi menghambur masuk
''Bunda... Ayah.. N.k? Kalian di rumah?'' Tidak ada jawaban. Aldi mencoba berteriak lagi ''Bunda? Aldi sudah p**ang!'' Salsha mencengkeram tangan Aldi
''what you doing? Lu bisa ngagetin Dad dan seisi rumahku!''
''Dad? Seisi rumahmu?'' Aldi berteriak hampir histeris
Betapa leganya Aldi ketika melihat wajah Mahendra Wajiya,ayah tirinya yang berjalan tergesa-gesa menuruni anak tangga
''Ayah!'' Aldi berteriak seakan bebannya sudah hilang, ia tidak salah rumah dan Ayah dan Ibunya tidak meninggalkannya. Dasar pemikiran konyol!
Di saat yang hampir bersamaan, Salsha juga berteriak dengan nada seperti anak kecil yang sedang mengadu ''Dad!''
Refleks, Aldi menatap gadis itu,lalu ke arah Ayahnya bergantian
''Dad?'' beo Aldi,meminta penjelasan pada Ayah tirinya.
''itu.. Ah..'' Pak Mahendra tampak kalah kabut. Ia tidak merencakan terjadinya keributan ini ''Aldi.. Kamu pasti capek kan? Lebih baik istirahat dulu''
''who him dad?'' ternyata bukan hanya Aldi yang meminta penjelesan, Salsha pun ingin tahu siapa sebenarnya Pria berrambut cepak itu
''Dia.. Um...'' Pak Mahendra berdehem,tenggorokannya terasa kering ''Hmm.. Chaca... Kenalkan ini.. Aldi, dia akan tinggal bersama dengan kita''
''Dan.. ya...'' Pak Mahendra tampak sangat tidak nyaman. ''dia anakku juga,tepatnya kakak N.k dan kakak tirimu...''
''WHATS THE F**K DAD?'' Salsha membulatkan matanya ''Oh My Gosh! One bastard again''
''dan dia adalah?'' Aldi menyela
''anak kandung Ayah,ya adik tirimu'' jawab Pak Mahendra, kali ini tanpak ragu
''dan,dia tinggal di rumah ini?'' Aldi menyelidik
''ya! Di lantai 2 kamar paling ujung, dekat kamarmu'' jawab Pak Mahendra
''NO!'' Salsha mulai melancarkan ketidaksetujuannya. ''Chaca ga mau punya kakak tiri! No way! and I don't need brother! sudah cukup 2 orang asing yang ayah bawah ke rumah ini! dia gak bisa tinggal di sini''
Pak Mahendra terlalu kaget untuk bisa menanggapi ucapan Salsha
''tidak!! ... Tidak!! Kita masih bisa mencari jalan tengahnya cha'' pak Mahendra berkata dengan sedikit gugup
''Now get out him,in home dad!'' Salsha menekankan setiap kata yang ia ucapkan
''ALDI!'' suara riang Tante Laura,ibu kandung n.k dan Aldi,membuat semua perbincangan terhenti ''kamu sudah p**ang sedari tadi?''
Alih-alih menjawab, Aldi malah hendak melontarkan berbagai macam keluhan kepada Ibunya
''Bunda, orang ini...''
''ah.. Sudah bertemu? Bagaimana dia cantikkan?'' Tante Laura menyela.
''maksud bunda?'' tanya Aldi semakin bingung
''Salsha!'' ucapk Tante Laura seakan itu sudah jelas ''Salsha anak kandungnya Ayah Mahendra,yang mama selalu ceritakan kekamu''
''Salsha?'' Aldi mendengus geli
''Bunda pasti salah! Sikapnya sangat berbeda jauh dengan yang selalu bunda ceritakan,dia lebih liar dan burtal'' Aldi melirik sekilas ke arah Salsha,dengan rambut omber tosca acak-acaka,baju hitam kebesaran dengan tulisan ''F**k Pretty'' di bagian tengahnya dipadukan dengan hotpants ketat,dan beberapa tatto kecil di leher dan tangannya
''Aldi stop! Sepertinya kamu harus istirahat dulu!'' kata tante Laura pada suaminya sambil tersenyum gugup. Dia menarik Aldi yang tengah meronta ke dalam kamarnya
''Ssstt!'' pinta tante Laura setelah mereka berdua di dalam kamar. Tante Laura menjenguk sekilas ke arah depan,mencari tahu di mana suami dan anak tirinya. Bagus perbincangan terdengar di luar
''Aldi,bisakah Bunda meminta satu permohonan?'' Tante Laura memasang wajah permohonan
''apa?''
''kau tau,dulu Salsha tipekal anak yang baik,sopan,pintar,cantik dan tentunya sangat lembut,sebelum Ibu Kandungnya meninggal dunia,dan pada saat itu juga Salsha terpuruk dan menutup diri,dan dia berubah 180% ketika mengetahui ayahnya sudah menikah lagi bersama Bunda tanpa sepengetahuannya,so? Bunda mohon banget,maklumi sikapnya,dia hanya butuh kasihan sayang dan cinta itu artinya dia membutuhkan kita,jadi bisakah kamu bersikap lebih baik sama dia?'' ucap tante Laura panjang lebar
Aldi menarik nafas lalu mengangguk pelan,Tante Laura tersenyum lembut kemudian memeluk anak lelakinya.
HOLAA!! GYUSS! I'm comeback *peluk satu-satu readersnya* gimana cerbungnya udah panjang kan? Hehehe sumpeh nih yak buat nih cerbung capek fix maksimal,mesti cari kata2 yang sesuai,ampeh kagak nonton bola semalam demi nyelesaiin nih cerbung *malah curcol-_-* ,so? Can you give away me,more like and comment,please:) kalau perlu kasih krik dan saran yah,thxyou xoxo