OK OCE Pademangan

OK OCE Pademangan Ok Oce Mart, Ok Oce Adalah, Ok Oce Meme, Ok Oce Daftar, Ok Oce Trip, Ok Oce Smart, Ok Oce Program, O Layanan Bisnis

Yuk Segera Merapat dan Daftarkan diri
20/01/2022

Yuk Segera Merapat dan Daftarkan diri

t.me/okeoceclub
12/12/2019

t.me/okeoceclub

Kegiatan Silaturahmi PKT Pademangan
10/02/2019

Kegiatan Silaturahmi PKT Pademangan

Jangan Batasi Rezekimu dgn mengatakan:* Gak Ada Uang,,,* Gak Bisa,,,* Gak Mampu.Tiap Perkataan adalah Doa.Yakin Saja, Al...
10/02/2019

Jangan Batasi Rezekimu dgn mengatakan:

* Gak Ada Uang,,,
* Gak Bisa,,,
* Gak Mampu.

Tiap Perkataan adalah Doa.
Yakin Saja, Allah pasti bantu, insyaAllah..





Rumus perjalanan hidup :

Setelah kesulitan ada kemudahan

Setelah kesulitan ada kemudahan

Jika sekarang hidup terasa sulit terus, bisa jadi saat kemudahan datang anda menolaknya, akhirnya datang kesulitan lagi.
Saat datang kemudahan datang lagi, anda gak mau nerima lagi, akhirnya kesulitan nongol lagi.

Ingat !!! Allah selalu menepati janji..

Tidak pernah terlambat, juga tdk pernah terlalu cepat.
Selalu tepat, pas dan akurat.

Hidup itu mudah
Hidup itu Indah

Sukses itu tak serumit dengan yang kita fikirkan tapi Sukses ialah bagi mereka yang berani dan cepat ambil keputusan.

Salam Hidup Berkah Berkecukupan

16/11/2018

*KEMANA SEMUA PELANGGANKU PERGI?*

Mungkin sebagian dari Anda mulai mengalaminya. Seolah-olah baru kemarin menikmati masa-masa indah di bisnis Anda. Pelanggan banyak. Jualan mudah. Keuntungan melimpah. Lalu kini semuanya berubah. Pelanggan Anda hilang entah kemana. Penjualan turun drastis. Keuntungan.. eeemm nggak usah dibahas deh, terlalu menyakitkan.

Saya pun pernah mengalaminya.

Dulu 'jualan' motivasi itu gampang. Cukup buat judul yang menarik, pasang pembicara yang populer, terus promosi di media sosial. Peserta datang sendiri deh. Klien ngantri. Uang mengaliiiiir, seperti banjir Jakarta di ujung tahun.

Dulu jualan busana muslimah itu gampang. Produksi aja gamis bagaimana pun modelnya, langsung laku. Kalau malas produksi, ya beli aja yang sudah jadi di pasar Tanah Abang. Terus jual deh di booth pameran di mall-mall. Kalau cuma ngejar omset sepuluh sampai dua puluh juta rupiah per booth per hari sih nggak susah.

*Sekarang?*

Jangan harap. Not even close.

*Kenapa?*

_Apakah karena pesaing makin banyak?_ Iya juga. Sekarang ini semua orang yang bisa ngomong menyebut dirinya motivator. Sekarang ini rasanya semua orang berbisnis busana muslimah, dari artis beken sampai emak-emak. *Makin banyak pesaing. Lautan semakin memerah. Persaingan jadi berdarah-darah.*

Tapi saya yakin itu bukan satu-satunya alasan. Bahkan itu bukan jadi penyebab utama.

*Penyebab utamanya adalah karena kebutuhan dan kebiasaan pelanggan hari ini sudah berubah dibandingkan sebelumnya.*

Sekarang ini orang tidak lagi butuh motivasi. Bahkan mereka sudah 'jengah' dengan banyaknya 'motivator' yang membombardir mereka dengan kata-kata indah di layar televisi dan smartphone mereka. Kebiasaan mereka pun berubah. Dulu orang bicara perjuangan. Hasil jangka panjang. *Sekarang orang ingin yang gampang. Hasil yang instan.*

Beberapa tahun lalu muncul tren positif berupa kesadaran para muslimah untuk berpakaian menutup aurat. Maka saat itu, industri baju muslimah meledak. Apapun produk busana muslimah yang dilempar ke pasar, akan terserap habis oleh pelanggan.

Tapi kini tidak lagi. Karena baju muslimah sudah jadi standar pakaian sehari-hari. Kebutuhan mereka sudah bukan itu lagi. Dari sisi kebiasaan, mereka juga sudah bergeser dari harus memegang barang sebelum membeli, ke arah pembelian secara online. Pilihannya banyak, praktis p**a.

Maka, jika saat ini Anda bertanya-tanya, "Kemana semua pelangganku pergi?". Jangan buru-buru salahkan pesaing. Karena peluangnya besar, mereka pun sedang kehilangan pelanggan mereka. Terdakwanya disini adalah si pelanggan itu sendiri. Atau lebih tepatnya, diri Anda sendiri yang tidak bisa mengantisipasi pergeseran kebutuhan dan kebiasaan pelanggan Anda.

*Jadi Apa yang bisa Anda lakukan saat ini?*

Yang jelas Anda harus bisa mengidentifikasi arah pergeseran kebutuhan dan kebiasaan dari pelanggan Anda, seperti yang saya contohkan diatas. Setelah itu lakukan salah satu dari tiga strategi berikut ini:

*Pertama, temukan segmen pelanggan baru yang berpeluang membutuhkan produk Anda.* Lakukan ini jika Anda tidak mau melakukan apa-apa terhadap produk Anda sementara jumlah pelanggan yang Anda layani saat ini sudah semakin menyusut.

Contohnya adalah Mohawks Fine Papers, sebuah perusahaan pemasok kertas untuk berbagai perusahaan-perusahaan besar dunia sejak tahun 1931. Dengan adanya perkembangan teknologi digital saat ini dimana semua perusahaan sekarang Go Paperless, maka otomatis permintaan kertas berkurang secara drastis. Mohawks terancam bangkrut.

*Apa yang mereka lakukan?*

Mereka menemukan pelanggan baru, yaitu perusahaan-perusahaan online yang memberikan jasa cetak kartu nama, kop surat dan amplop, juga pembuatan notebook. Mereka ini jumlahnya banyak sekali, dan mereka semua membutuhkan kertas mewah berkualitas seperti yang dimiliki Mohawks. Dengan menyasar kelompok pelanggan baru ini, kondisi bisnis Mohawks kembali membaik.

*Strategi kedua, berikan value yang baru kepada pelanggan Anda saat ini.*

Contohnya adalah _Ensiklopedia Britannica._ Bayangkan saja setelah mencetak ensiklopedia sejak 200 tahun yang lalu, tiba-tiba hadir teknologi digital yang membuat produk mereka tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan dan kebiasaan pelanggan. Penjualan terjun bebas.

*Apa yang mereka lakukan?*

Pada awalnya mereka berupaya mengadopsi teknologi digital dengan cara mendigitalisasi semua konten ensiklopedia dan memasukkannya ke dalam satu keping CD-ROM yang dijual ke kelompok pelanggan mereka. Ternyata tidak laku. Mereka kalah bersaing harga dengan Microsoft Encarta yang dijual murah. Apalagi dengan hadirnya Wikipedia yang gratis.

Mereka kemudian ubah strategi. Mereka membuat ensiklopedia Britannica versi online yang siapapun bisa mengaksesnya secara gratis. Mereka berharap bisa mendapatkan pemas**an dari penjualan iklan di websitenya. Ternyata gagal juga. Pemas**an dari iklan tidak signifikan.

Akhirnya mereka memutuskan kembali pada pelanggan awal mereka, yaitu pembeli rumahan yang bersedia membayar untuk mengakses konten online premium dan kelompok pelanggan terbesar mereka, yaitu sekolah dan universitas.

Untuk pelanggan rumahan, mereka ciptakan konten-konten khusus yang bernilai tinggi dan tidak tersedia untuk mereka yang mengakses Britannica Online secara gratisan. Untuk pelanggan institusi pendidikan, mereka mengembangkan berbagai educational tools dengan konten interaktif untuk beragam jenjang pendidikan, dari sekolah dasar hingga universitas.

Mereka berkomitmen untuk menjadikan Britannica sebagai sumber ilmu yang lengkap, relevan dan menyenangkan bagi semua siswa. Mereka bahkan membuat sistem assessment dan grading tools untuk para guru atau dosen berbasis konten yang ada di Britannica. Hasilnya? Britannica bukan hanya selamat dari jurang kematian, mereka kini menikmati keuntungan berlipat ganda.

*Strategi ketiga adalah mengkombinasikan kedua strategi sebelumnya. Layani pelanggan baru dengan penawaran nilai (value) yang baru.*

Contohnya adalah _Marvel Comics._ Selama puluhan tahun mereka mendulang keuntungan dari membuat dan menjual komik. Namun kebutuhan dan kebiasaan pelanggan kini sudah berubah. Orang lebih s**a main games dari pada membaca komik. Bahkan ketika komik sudah disajikan dalam bentuk digital, tetap saja tidak banyak orang yang membacanya.

Marvel sadar bahwa cerita dan karakter-karakter komik yang mereka miliki masih mempunyai nilai yang tinggi. Hanya saja jumlah pembaca komik sudah semakin menyusut. Maka mereka harus mencari kelompok pelanggan baru dan menawarkan nilai yang baru pada mereka.

Apa yang membuat bisnis Marvel masih bertahan saat itu adalah pemas**an dari lisence fee yang diperoleh dari studio film yang memproduksi film menggunakan karakter Marvel. Dari situlah Marvel menyadari sebuah peluang besar yang bisa ia mainkan.

Marvel kemudian memutuskan untuk membuat studio filmnya sendiri bernama Marvel Studio yang fokus memproduksi film-film superhero dari karakter komiknya sendiri. Ternyata keputusan tersebut membuahkan hasil yang sangat manis.

Marvel berhasil menjual cerita dari karakter-karakternya dalam jumlah besar pada pelanggan baru (bukan pembaca komik) menggunakan medium baru (film bioskop dan DVD, bukan komik) yang menyajikan pengalaman berbeda dari sebelumnya (nilai yang baru).

Nah, itulah *ketiga strategi yang bisa Anda gunakan untuk tetap bertahan dan menang ketika jumlah pelanggan Anda semakin menyusut.* Sekarang mana diantara ketiga strategi tersebut yang Anda akan gunakan untuk bisnis Anda?

*Jangan terlalu lama berpikirnya. Segera ambil keputusan dan lakukan aksi nyata.* Anda tidak perlu harus langsung benar di awal. Mungkin saja di perjalanan nanti Anda lakukan beberapa penyesuaian. *Intinya adalah lebih baik salah kemudian mengoreksinya daripada diam saja dan membiarkan bisnis Anda tenggelam.*

Lima tahun lalu saya memutuskan untuk menghentikan semua produk pelatihan motivasi. *Karena saya tahu apa yang pelanggan saya butuhkan adalah solusi.* Dan saya tidak mau hanya memberi solusi. Kubik (perusahaan saya) harus bisa memberikan *solusi praktis yang bisa langsung diaplikasikan dan menunjukkan dampak yang nyata.*
Hasilnya? Ditengah industri yang cenderung stagnan bahkan menurun menurut beberapa kalangan, Kubik justru terus bertumbuh semakin kuat baik dari sisi jumlah klien, pemas**an maupun keuntungan usaha.

Setelah tujuh tahun istri saya menjalankan bisnis busana muslimah dengan tingkat penjualan yang terus menurun, akhirnya saya bersama istri memutuskan untuk mengubah haluan. Kami memilih kelompok pelanggan yang spesifik yang kami yakini kebutuhannya belum terpuaskan dengan baik.

Kemudian kami keluarkan merek baru dengan value proposition yang berbeda dari pemain busana muslimah lainnya. Metode penjualannya pun kami ubah. Hasilnya, dalam waktu kurang dari satu tahun, jumlah pelanggan NINA NUGROHO meningkat hampir 100 kali lipat.

Segala puji bagi Allah.

*Sekarang giliran Anda.*

Indrawan Nugroho
_Business Innovation Consultant_
Corporate Innovation Asia
www.cias.co

Kurasi kopi 372 d**o
04/11/2018

Kurasi kopi 372 d**o

DOA DULU ATAU IKHTIAR DULU ?Kalau mata ditutup, Jalan dulu atau bertanya dulu?Kalau kita sedang lemah, Minta dibantu dul...
23/10/2018

DOA DULU ATAU IKHTIAR DULU ?

Kalau mata ditutup,
Jalan dulu atau bertanya dulu?

Kalau kita sedang lemah,
Minta dibantu dulu atau langsung bergerak?


Jadi yang tau segalanya hanya Allah
Hanya Allah yang tau rejeki kita
Hanya Allah yang menciptakan rejeki kita
Hanya Allah yang kuasa memudahkan rejeki kita

“Doa dulu atau ikhtiar dulu?” adalah “DOA dulu”

Doa, minta ke Allah, supaya ditunjukan rejeki kita jatahnya yang mana, halal yang mana, kemudian kita ikhtiar.

Ikhtiar yang dituntun oleh Allah pasti tepat.
Tapi ikhtiar tanpa dituntun Allah, pasti stress…


Doa adalah saripati ibadah

Firman Allah :
“Tidak sekali kali Aku ciptakan jin dan manusia untuk Ibadah.” (Adz Dzaariyaat: 56)


Dan Doa adalah senjatanya mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi.

Anjuran Berdoa Banyak diriwayatkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

Doa yang paling bagus adalah doa yang husnudzon kepada Allah, kalau kita yakin Allah akan menolong, maka pasti akan ditolong Allah, tapi yakin harus dengan amal.



Cara Memulai Digital Marketing ?Mungkin teman2 disini sudah pernah mendengan Digital Marketing atau ada yang belum mende...
23/10/2018

Cara Memulai Digital Marketing ?

Mungkin teman2 disini sudah pernah mendengan Digital Marketing
atau ada yang belum mendengar istilah ini ?

Apa Itu Digital Marketing ?

Digital marketing adalah suatu usaha untuk melakukan pemasaran sebuah brand atau produk melalui dunia digital atau internet.
Tujuannya adalah untuk menjangkau konsumen maupun calon konsumen secara cepat dan tepat waktu.

Secara mudahnya ialah, Digital marketing adalah suatu cara untuk mempromosikan produk / brand tertentu melalui media internet.
Bisa melalui iklan di internet, facebook, youtube, ataupun media sosial lainnya.

Lalu bagaimana cara memulai Digital Marketing ?

Sabar dulu ya, heee... sebelum masuk ke caranya, saya akan sharing apa saja Digital Marketing itu ?

1. Ada Tehnik Email Marketing
==> Search Marketing
==> Keywords
==> Backlink
==> Relevance

2. Ada Tehnik Social Media Marketing
==> Facebook
==> Twitter
==> Youtube
==> Instagram

Saya tidak membahas mengenai Tehnik Email Marketing, karena penjelasannya kompleks. Saya akan sharing pada tehnik social media marketing

Pagi ini saya akan bahas Cara Memulai Digital Marketing dengan meng-optimalkan Facebook

Tanpa konten yang menarik, apa yang dilakukan di Facebook akan percuma

Ada 3 hal penting untuk membuat postingan yang baik di Facebook :

➡ Kualitas konten
➡ Waktu posting yang tepat
➡ Frekuensi posting

Udah bikin konten yang bagus, tapi salah waktu posting, hasilnya gak bakal maksimal

Kita sudah kenal macam-macam konten, bisa berupa text saja, gambar, dan video

Tapi dari tipe konten bakal beda-beda tingkat engagementnya (like,comment,share)

Berdasarkan data, jenis konten yang paling banyak dapat interaksi itu adalah postingan bergambar

Kawan-kawan bisa posting dengan tema inspirasi, motivasi, joke, softselling, lebih bervariasi lebih bagus, biar gak monoton

“Terus kalo mau posting baiknya jam berapa aja Bung?”

Yang pasti jangan posting dini hari, lha siapa yang mau baca?

Kecuali kalo bahas pertandingan bola, yang emang banyak yang jadi ‘kalong’ kalo nonton pertandingan liga-liga eropa

Ada jam jam paling efektif untuk posting status

⏰ Pagi : jam 6 – 8 (Waktu orang-orang sarapan dan masih santai)

⏰ Siang : jam 11 – 2 (Waktu orang-orang makan siang, istirahat siang)

⏰ Malam : jam 7 – 9 (Jam segini orang-orang sudah santai, banyak stalking timeline)

Untuk frekuensi postingan, kawan-kawan bisa testing

Kalau Saya biasanya di status pribadi 2x-3x sehari, di grup 1x sehari

Permasalahannya sekarang,

Sudah tau waktu yang tepat buat posting, sudah paham frekuensi postingannya, tapi mentok mau bahas apa,ujung-ujungnya posting gak jelas

Coba ikuti saran Saya deh

🔰 Pertama, TENTUKAN GOAL

Tujuan postingannya mau apa? Buat awareness? Edukasi? Langsung jualan?

Kalo goalnya sudah jelas, lebih mudah untuk menentukan topik bahasan

🔰Kedua, TENTUKAN TOPIK

Mau apa dulu topiknya? Ini berkaitan dengan angle promo, sangat fleksibel untuk menentukan topik, tapi juga sangat menentukan orang bakal interest atau enggak

🔰Ketiga, BREAKDOWN

Buat copywriting yang menarik, tentu style copywriting tiap orang beda-beda, tapi pastikan interaktif, tidak monoton, orang penasaran untuk terus baca sampai selesai

Sering-sering lah untuk melatih kemampuan membuat konten yang menarik, banyak cari referensi dan belajar

Saya awal-awal dulu postingannya gak jelas dan sangat minim interaksi

Oh ya,
Gak kalah penting, setelah kawan-kawan bikin konten, ada PR selanjutnya yang harus dikonsistenkan

Mulai dari berinterkasi, balas komen, mention, dan inbox yang masuk

Dan coba analisa dari hasil engagement, konten seperti apa yang paling banyak interaksinya dan paling diminati, itu yang bakal jadi kekuatan konten kawan-kawan

Sharing dari :
Kang Deden
Digitalpreneur

Address

Jalan Budi Mulia Raya No 7
Jakarta
14420

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OK OCE Pademangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share