18/02/2018
BACA N SHARE YA?
7 JURUS CLOSING PAYTREN DAN APAPUN
7 Trik Follow Up
Setelah Anda berusaha keras membuat pembaca status promosi Anda tertarik dgn Paytren, sayangnya tidak semua orang langsung closing dalam waktu seketika. Terkadang, kita membutuhkan tindak lanjut (follow up) untuk memastikan mereka sudah melakukan transaksi. Karena kenyataannya di lapangan, tidak semua yang registrasi, bener-benar transfer. Ah, PHP (Pemberi Harapan Palsu)
Masalahnya, saat kita melakukan follow up, banyak dari prospek justru malah tidak jadi daftar. Dan sadarkah Anda, teknik closing dan teknik follow up adalah dua hal yg berbeda. Serupa tapi tak sama. Ibarat adik kakak..
Karenanya, kita perlu melakukan yg namanya follow up. Bahkan, ada sebuah fakta menarik dari riset Hubspot, yakni:
"80% Pembelian membutuhkan 5 kali follow up, tapi 44% pebisnis online berhenti saat penawaran pertama..." (Hubspot)
Artinya, ada 44% pebisnis online yang akan mengalami kegagalan dalam 80% penjualan yang mereka lakukan.
Bayangkan, sebanyak itu. Apakah Anda ingin membiarkannya hilang begitu saja? Tentu tidak bukan?
Oleh karena itu, diperlukan skill follow up agar mereka benar-benar beli dan transfer uangnya ke kita.
Caranya?
Anda bisa lakukan 7 trik berikut ini:
1. Ajukan Pertanyaan Pilihan
Teknik double binding dam asumsi use of or.
Banyak orang gagal memfollow up, karena mereka salah bertanya, misalkan:
๏ฟผโ
"Mba, jadi daftar Paytren paket basic nya nggak?". Jawab : enggak
๏ฟผโ
"Mas, jadi daftar Paytren paket Titaniumnya enggak?". Jawab : enggak
Itupun mending kalau dijawab, kebanyakan malah nggak dibalas sama sekali. Pernah ngalamin?
Makanya, anda perlu mengajukan pertanyaan pilihan yang jawaban nya pasti "YA". Misalkan:
๏ฟผโ
Mba, registrasi kemarin, mau dilanjutkan sore atau malam ini ya?
๏ฟผโ
Mas, pendaftaran Paytren kemarin, mau diselesaikan hari ini atau besok ya?
๏ฟผโ
Bu, pendaftaran Paytren kemarin, mau ditransfer ke BNI atau BRI saya?
Pola ini memiliki rumus:
"Mas/Mba, pendaftaran Paytren kemarin, mau (sugesti (x) atau ๏ฟผ(y)?"
2. Asumsikan Pasti Beli
Ini yang sering terjadi pada para penjual Paytren online. Mereka mengasumsikan calon pembelinya tidak jadi beli. Maksudnya?
Asumsinya pun dinyatakan secara terang-terangan, persis seperti kasus sebelumnya: "Mba, jadi daftar enggak?", "Mas, jadi daftarnya enggak?".
Ya jelas, pertanyaan tersebut diasumsikan bahwa si camit boleh batal atau tidak.
Terus, gimana caranya?
Ya gunakan asumsi terselubung seperti yang saya jelaskan di atas. Misalkan:
๏ฟผโ
Oh ya mbak, sebelum transfer, masih ada yang ingin ditanyakan mengenai Paytren? Asumsikan dia bakalan transfer
๏ฟผโ
Oh ya mas, kira2 mas rencana mau transfer kapan ya?", Asumsinya dia bakalan transfer. Cuma kapan?
๏ฟผโ
Oh ya mas, karena kemarin mas sudah tertarik ikut training onlinenya, saya penasaran, kira2 mas mau selesaikan pembayarannya siang ini atau sore?. Asumsinya, dia bakalan bayar. Cuma, mau bayar siang atau sore?
๏ฟผโ
Oh ya mas, karena sebelumnya mas udah tertarik ikut trainingnya, sebelum transfer, saya kepingin tahu, apakah mas udah tahu seberapa besar manfaat yang mas dapatkan setelah join trainingnya? Wow, asumsinya ditumpuk-tumpuk. Silahkan analisa sendiri. Hehe
3. Tanyakan Alasan Daftar
Cara ini memanfaatkan asumsi pasti daftar. Karena ketika kita tanya kenapa mereka mau daftar di kita, maka mereka cenderung menjawab, "karena... bla bla bla", seperti yang sudah saya jelaskan di bab sebelumnya.
Saat mereka mengungkapkan alasannya, artinya mereka sudah benar-benar setuju untuk membeli lisensi PayTren kita. Paham?
Misalnya:
๏ฟผโ
Mba, kalau boleh tahu, kenapa ya pengen daftar Paytren dari saya, bukan dari yang lain?
๏ฟผโ
Mas, kalau boleh tahu, kenapa mas tertarik daftar Paytren?
Kebayang?
4. Tunjukkan Testimoni
Dengan Anda memberikan testimoni, entah itu screenshot gambar atau cerita dari pendaftaran Paytren anda sebelumnya, akan membuat camit semakin yakin dengan daftar Paytren melalui kita. Terkadang, mereka menunda daftar atau transfer, bukan karena apa-apa, melainkan kurang yakin dan banyak pertimbangan. Tapi ketika Anda tunjukkan testimoni testimoninya, pastinya mereka akan semakin yakin daftar Paytren melalui kita.
5. Tawarkan Bantuan
Ini adalah cara yang paling sering saya gunakan khususnya saat memfollow up camit lewat japri/messenger. Alhasil, gara gara cara ini camit yang tadinya cuma bertanya, jadi ingin transfer.
Caranya, anda bisa bertanya kepada camit, misalnya:
๏ฟผโ
Mas, apakah mas butuh bantuan?
๏ฟผโ
Mba, ada yang ingin ditanyakan terkait fitur2 Paytren?
Kebayang?
6. Bayang-Bayangi Terus
Sebenarnya, cara ini cukup efektif untuk membuat orang lain ingat dengan orderan. Caranya? Kita hanya sekedar membuat orang aware bahwa mereka sudah pernah janji untuk mau transaksi dengan kita. Misalnya, anda bisa berikan like di statusnya, mengomentari statusnya, dan share statusnya. Ingat, Anda nggak harus mengingatkan ia untuk transfer, cukup bangun interaksi seperti biasa saja. Orang yang punya otak, ketika melihat nama Anda pun, akan langsung sadar bahwa mereka telah berjanji untuk melakukan pembelian. Kebayang?
Nanti, ketika Anda gunakan FB Ads, tepatnya retargeting, anda bisa bayang-bayangi mereka dengan cara ini. Okey?
7. Telepon Langsung
Ini adalah solusi terakhir dalam melakukan follow up camit. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki nomor telepon mereka, maka cobalah follow up dengan cara telepon langsung. Cara ini terbukti cukup ampuh untuk menentukan apakah mereka mau daftar atau tidak. Karenanya, goal dari cara ini adalah satu, yakni mendapatkan kepastian apakah dia mau daftar atau tidak. Setidaknya, ketika Anda sudah mendapatkan jawaban dan kepastian, Anda bisa lanjut memfollow up camit lainnya. Sip?
Itulah 7 trik follow up yang bisa anda gunakan saat memfollow up camit yang sempat menunda untuk bertransaksi dengan anda.
Silahkan coba! Semoga sukses..
PENDAFTARAN WA 088210863015
WEB www.kampungpaytren.com/prakarsi