14/09/2015
Pembaca tentu sudah sering mendengar ungkapan "seperti menebar garam di laut" bukan? Biasanya pepatah ini diucapkan untuk menggambarkan sebuah tindakan yang sia-sia dilakukan; tidak berarti dan tidak membawa dampak apa-apa.
Namun, dengan kemajuan teknologi, pepatah ini tidak lagi tepat. Hal ini terjadi tatkala pak Jokowi – gubernur DKI Jakarta melakukan apa yang disebut sebagai operasi teknologi modifikasi cuaca, sebuah kerja sama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Operasi ini dilakukan dengan menebarkan 4 ton garam di laut (tepatnya: di atas laut selat Sunda) pada tanggal 26 Januari 2013. Operasi ini berhasil menurunkan hujan di laut selat Sunda, sehingga hujan tidak sempat mencapai kota Jakarta, dan menghindarkan Jakarta dari banjir.
Ternyata saat ini, menebar garam di laut ditambah dengan kemajuan teknologi bukan lagi sebuah tindakan yang sia-sia.
Pelajaran Manajemen:
Sebuah usaha yang tidak berhasil dilakukan pada masa lalu, belum tentu gagal bila dilakukan lagi sekarang. Faktor teknologi bisa saja menjadi faktor penentu. Pada saat kita melakukan sebuah usaha di masa lalu, mungkin faktor teknologi belum memungkinkan sehingga gagal. Namun dengan perkembangan teknologi yang pesat sekali, kemungkinan usaha itu dapat dilakukan lagi dengan proses yang berbeda, sehingga memberikan hasil.
Beberapa orang yang “ahli” di bidangnya pun bisa salah pada saat memperkirakan kemajuan teknologi ini. Berikut beberapa komentar yang mereka berikan:
- “Saya rasa pasar komputer di dunia ini hanya mencapai kira-kira 5 unit saja” – Thomas Watson, pimpinan puncak IBM, pada tahun 1943.
- “Tidak ada alasan bagi individu di mana pun untuk mempunyai komputer di rumahnya” – Ken Olsen presiden Digital Equipment Corporation (DEC) pada tahun 1977.
- “Adalah impian sia-sia, membayangkan mobil akan menggantikan kereta api dalam perjalanan jarak jauh” – American Road Congress pada tahun 1913.
- “Segala yang bisa ditemukan, sudah ditemukan” – Charles Duell, pimpinan Kantor Paten Amerika pada tahun 1899.
Menggelikan? Mungkin. Orang orang pada saat itu mungkin mempercayai komentar mereka karena melihat kondisi saat itu. Tapi bila kita melihat dari perspektif kemajuan teknologi dan kondisi saat ini maka komentar itu akan terdengar menggelikan.
Nah, mari kita melihat lagi usaha kita yang “gagal” pada masa lalu, dan tambahkan kemajuan teknologi, bagaimana bentuknya sekarang? Maka berlakulah rumus:
Keberhasilan masa kini = kegagalan masa lalu + kemajuan teknologi.
Savvy? Selamat menebar garam di laut anda sendiri dan menggapai sukses.
Purnama Setiawan