12/06/2023
Pernahkah sesama orang pelit bersatu, misal membuat asosiasi atau komunitas? Hehehe, nggak pernah. Ternyata orang pelit saja nggak s**a sama orang pelit lainnya. Betul? Apalagi orang dermawan!
Orang pelit, adakah gunanya?
"Orang dermawan dan orang pelit, semuanya berguna bagimu. Orang dermawan, memberimu pertolongan. Orang pelit, memberimu pelajaran. Siapkan dirimu. Sesederhana itu." Demikianlah pesan guru saya beberapa tahun yang lalu.
Sebelum anda mengikuti pesan-pesan pada tulisan ini, ada baiknya anda memilih posisi duduk yang nyaman. Bukan apa-apa. Agar tulisan berikut bisa anda nikmati dan hayati sepenuh hati. Boleh?
Dan ini pertanyaan pertama saya: anda pilih mana, mentraktir atau ditraktir?
Begini. Kalau kita minta-minta, otak bawah sadar akan merekam, "Aku tidak mampu dan pantas dikasihani." Kemampuan kita akan melemah. Sayangnya, betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap begitu. Jangan-jangan anda juga termasuk, hehehe.
Hm, ngarep-ngarep ditraktir, malu dikit napa? Ayo miliki ! Diberi, yah terima. Nggak diberi, jangan ngarep-ngarep, jangan minta-minta. Nabi Muhammad sering diberi hadiah dan itu diterima oleh Nabi. Tapi, Nabi nggak pernah minta-minta. Harga diri pun terjaga.
Traktir d**g!
Minta d**g!
Gratis d**g!
Oleh-oleh d**g!
Pernah mendengar kalimat-kalimat itu? Sering kayaknya. Awal-awalnya cuma iseng, lama-lama jadi kebiasaan. Berurat-berakar. Ketika kemudian diingatkan, sudah tidak mempan lagi.
Ingat ini. Walaupun kaya, tapi ia masih minta-minta pada sesama dan mempermalukan diri, itulah mental miskin. Kalau mental kaya? Walaupun belum kaya, ia terus berbagi dan menjaga harga diri. Anda pilih mana? Saya menulis ini bukan untuk nyinyir atau nyindir siapapun. Apalagi saya pribadi pernah hidup miskin selama belasan tahun.
Satu hal lagi. Sahabat sejati akan selalu men-support bisnis temannya. Ini juga mental kaya. Bukannya malah murah-murahin. Sekiranya teman ngasih diskon, yah terima. Te-ri-ma. Tapi kita jangan minta-minta apalagi sampai murah-murahin. Kan kasihan teman kita. Wong bisnisnya belum gede-gede amat.
Dulu teman saya buka bisnis ticketing. Saya pun membeli tiket dari dia. Selalu. Padahal, kadang harga tiketnya 5% lebih mahal daripada tempat lainnya. Nggak masalah, saya beli terus. Karena saya bisa memaklumi. Kan dia baru buka usaha, yah wajar kalau harganya belum kompetitif. Sekiranya saya dukung terus insya Allah harganya akan kompetitif. Dan benar, itulah yang terjadi kemudian.
Yakinlah. Bahagia bukan lagi ketika mendapatkan. Melainkan ketika membagi-bagikan. Itulah sejatinya mental kaya. Kalaupun mau minta-minta, cukup kepada Sang Pencipta saja. Ke makhluk, mah jangan. Apalagi ke tuyul, hehehe. Mungkin saat ini anda terpikir untuk men-share tulisan ini. Yah silakan saja.
Kalau minta-minta sama suami? Hehehe. Apabila dulu anda sudah meminta sama Allah untuk diberikan suami yang soleh, insya Allah suami yang soleh sudah memberikan sebelum istrinya meminta. Bukankah ciri pria sejati itu 'Sedikit bicara, banyak transfer'? Hahaha.
Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan agar kita semua memiliki mental kaya. Aamiin. Juga kaya beneran. Aamiin.Insya Allah bisa, ketika masing-masing kita sudah pantas.
Karena tulisan ini sangat penting, jangan biarkan berhenti sampai di sini saja. Demi amal jariyah kita sama-sama, akan lebih baik kalau disebarkan kepada saudara dan sahabat anda.
Ippho Santosa
- Motivator & Mentor bisnis 5 benua
- Penulis buku 7 Keajaiban Rezeki & Percepatan Rezeki
- Owner BP Grup dan Founder kampus bisnis Umar Usman
NB
Mau penghasilan tambahan atau usaha sampingan? chat WA 081311209055 sekarang, Insya Allah dibimbing sampai menghasilkan.
Bantu sebarkan artikel ini ya...
Muslimah Ayo Berbisnis
https://chat.whatsapp.com/I5DBdEqum5x0CcGd25PzyC
Barokallahu fiikum 🤍
WhatsApp Group Invite