01/02/2018
POSITIVE THINKING
Konon ada seorang Raja memiliki hoby berburu di hutan, dari sekian banyak orang disekitarnya hanya satu orang yang raja sukai yaitu sang Patih. Suatu hari mereka berdua berangkat menuju hutan belantaraya, beberapa saat keluardari istana, sang Raja kesandung kakinya terkena batu di depan istananya. Mendengar Raja Waduh karena kaget kakinya tersangkut dengan batu, dengan spontan sang Patih merespon dengan kalimat yang baik dan positive, Sang Patih (SP ): “ Alhamdulillah pertanda baik insyaAllah”. Mendengar ucapan yang demikian Sang Raja ( SR ) : “ Kurang ajar kamu, sudah jelas aku kesandung begini, kamu malah bilang Alhamdulillah. Orang macam apa kamu ini”.
SP : “ maaf Tuanku, hamba tidak bermaksud mensyukuri penderitaan tuan, maafkan tuanku.”
SR: “ baik, ayo kita lanjutkan perjalanan kita !”
SP : “ baik Tuanku, mari mari “ sambil membawa semua perlengkapan memanah lengkap beserta perbekalan untuk satu hari di hutan.
Di tengah perjalanan, Sang raja melihat ada objek bergerak di balik dedaunan, segera sang raja focus mengambil peralatan memanahnya. Dengan sangat hati hati, mengambil anak panahnya, memasang di samping busurnya menarik talinya dengan kuat, dan kuat serta melepaskan anak panahnya dengan sangat cepat, namun apa yang terjadi, sang anak panah melesat jauh ke depan sang raja baru menyadari kalau panahnya menyenggol jari tengah tangan kirinya.
SR : “ Waduh, sakiiiit, sakitnya jariku sakiiiit.”
SP : “ Alhamdulillah pertanda baik insyaAllah”
SR : “ Kurang ajar kamu, aku ini kesakitan begini, kamu bilang Alhamdulillah, dasar kamu gagal paham, sekarang kamu kupenjarakan di tahanan !”
SP : “ Alhamdulillah pertanda baik insyaAllah. Maaf tuanku, hamba selalu melihat di balik sesuatu ada
hikmahnya tuanku,jadi hamba selalu berpikir positive terus tuanku “
SR : “ pulang pulang, kita pulang “
SP : “ baik, baik, mari tuanku. “
Sesampainya di istana sang Raja langsung memenjarakan sang patih, dan sang patih tetap berpikir positif, tidak gusar sedikitpun, dalam hatinya ia mengatakan Alhamdulillah pertanda baik insyaAllah, terima kasih ya Allah, terima kasih Ya Allah. Sang patih tetap memuji Allah dengan mensyukuri apapun yang terjadi menimpa dirinya.
Waktu demi waktu silih berganti, hari berganti hari, demikian seterusnya pekan berganti pekan, sang Raja Rindu untuk menyalurnkan hobinya, nekat tanpa sang pengawal, sang raja berangkat dengan perbekaln yang cukup menuju hutan yang tidak pernak dilalui sebelumnya. Berjalan terus menyusuri jalan jalan setapak yang akhirnya sang raja masuk di wilayah perbatasan suku pedalaman yang menganut paham atheism menyembah dewa dewa yang ada di hutan. Sang raja tertangkap oleh segerombolan orang dengan perlengkapan panah dan tombaknya, mereka menggiring raja untuk dibawa ke ketua sukunya. Sang Raja dikurung di dalam sel tahanan suku pedalaman itu untuk di persiapkan jadi korban persembahan terhadap roh roh di hutan tersebut sebagai tebusan untuk meminta kemakmuran kepada roh roh tersebut. Sang Raja pasrah tiada berdaya melawan kelompok itu.
Seminggu kemudian persiapan untuk acara persembahan sudah siap dan akan segera dieksekusi untuk mengorbankan tawanan sebagai tebusan terhadap kemakmuran warga pedalaman, Untungnya, sebelum prosesi dilakukan, sang ketua suku mengumumkan kepada warganya bahwa jika calon korban sempurna, maka acara pengorbanan dilakukan saat itu, namun jika si korban cacat, maka acara pengorbanan akan dibatalkan.
Sang ketua suku memeriksa korban dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya, diperiksalah sang tawanan mulai dari ujung rambut ke bawah sampai ujung kaki, utuh sehat tiada cacat suatu apa, giliran pemeriksaan dari tangan kanan menuju kekiri , didapati jari tengah tangan kiri sang raja ternyata putus yang artinya korban adalah cacat, tidak sempurna.
Sang ketua suku mengumumkan kepada warganya bahwa acara persembahan di batalkan karena si calon korban ternyata seorang yang cacat- tidak bisa sebagai persembahan. Mendengar keputusan sang ketua suku, sang raja bersyukur atas apa yang terjadi, bahwa ternyata dibalik cacatnya ternyata ada kebaikan yang luar biasa.
Setelah diantar hingga ke perbatasan, sang raja disuruh pulang dan diarahkan menuju arah tempat tinggal raja. Sang raja merenungi arti dari setiap kalimat sang patih yang selalu optimis dan berbaik sangka kepada siapapun dan kepada apapun. Raja berniat untuk meminta maaf kepada sang patih. Sesampainya di Istana Raja langsung menuju ruang tahanan dan langsung membebaskan sang patih bisa keluar dari tahanan.
SR: “ Maafkan aku patih, aku telah berbuat tidak baik kepadamu, selama ini aku yang salah, aku telah meremehkanmu”
SP : “Alhamdulillah pertanda baik insyaAllah, raja tidak salah, hamba yang salah, mungkin seharusnya hamba mengungkapkan kalimat ini dalam hati, namun saking semangatnya hamba keluarkan kalimat itu tanpa hamba sadari telah melukai hati tuanku.”
Drama ini diakhiri dengan saling berpelukan antara sang Patih dan sang raja, mereka berdua merasakan kebahagian yang sangat dalam, dan sang patih juga merasakannya, seandainya dirinya tidak dipenjarakan di dalam sel tahanan, boleh jadi dirinya yang mungkin jadi korban persembahan kepada dewa dewa seandainya sang patih menemani raja ke hutan saat itu.
Positive Thinking itu menganggap baik semua yang terjadi, karena di balik sesuatu peristiwa atau kejadian, sudah pasti Allah memberikan suatu hikmah yang baik untuk yang mengalaminya. Kita hidup didunia ini harus selalu berpikir positive, maka semua peristia yang sudah dan yang akan terjadi terhadap diri kita, maka itu semua baik.
Yuk kita berpikir positif
Follow this link to join