15/03/2017
*MENEMPELKAN PUNDAK DAN KAKI DALAM SHAF*
โโโโโโโโโโโโโ
Al-Bukhaariy rahimahullah membuat bab:
ุจูุงุจ ุฅูููุฒูุงูู ุงููู
ูููููุจู ุจูุงููู
ูููููุจู ููุงููููุฏูู
ู ุจูุงููููุฏูู
ู ููู ุงูุตููููู
ููููุงูู ุงููููุนูู
ูุงูู ุจููู ุจูุดููุฑู ุฑูุฃูููุชู ุงูุฑููุฌููู ู
ููููุง ููููุฒููู ููุนูุจููู ุจูููุนูุจู ุตูุงุญูุจููู
ุญูุฏููุซูููุง ุนูู
ูุฑูู ุจููู ุฎูุงููุฏู ููุงูู ุญูุฏููุซูููุง ุฒูููููุฑู ุนููู ุญูู
ูููุฏู ุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฃููููู
ููุง ุตููููููููู
ู ููุฅููููู ุฃูุฑูุงููู
ู ู
ููู ููุฑูุงุกู ุธูููุฑูู ููููุงูู ุฃูุญูุฏูููุง ููููุฒููู ู
ูููููุจููู ุจูู
ูููููุจู ุตูุงุญูุจููู ููููุฏูู
ููู ุจูููุฏูู
ููู
โBab : Menempelkan pundak dengan pundak, kaki dengan kaki dalam shaff.
An-Nuโmaan bin Basyiir berkata : Aku melihat seorang laki-laki dari kami menempelkan bahunya dengan bahu rekannya.
Telah menceritakan kepada kami โAmru bin Khaalid, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Zuhair, dari Humaid, dari Anas bin Maalik, dari Nabi shallallaahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda : โTegakkanlah shaff-shaff kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungkuโ. Ada seorang diantara kami yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan telapak kakinya dengan telapak kaki temannya [Shahiih Al-Bukhaariy, 1/238].
Hadits An-Nuโman bin Basyiir dibawakan Al-Bukhaariy secara muโallaq dan disambungkan sanadnya oleh Abu Daawud:
ุนููู ุฃูุจูู ุงููููุงุณูู
ู ุงููุฌูุฏููููููุ ููุงูู: ุณูู
ูุนูุชู ุงููููุนูู
ูุงูู ุจููู ุจูุดููุฑุ ููููููู: ุฃูููุจููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนูููู ุงููููุงุณู ุจูููุฌูููููุ ููููุงูู: " ุฃููููู
ููุง ุตููููููููู
ู ุซูููุงุซูุงุ ููุงูููููู ููุชููููู
ูููู ุตููููููููู
ู ุฃููู ููููุฎูุงููููููู ุงูููููู ุจููููู ูููููุจูููู
ู "ุ ููุงูู: ููุฑูุฃูููุชู ุงูุฑููุฌููู ููููุฒููู ู
ูููููุจููู ุจูู
ูููููุจู ุตูุงุญูุจููู ููุฑูููุจูุชููู ุจูุฑูููุจูุฉู ุตูุงุญูุจููู ููููุนูุจููู ุจูููุนูุจููู
Dari Abul-Qaasim Al-Judaliy, ia berkata : Aku mendengar An-Nuโmaan bin Basyiir berkata : Rasulullah shalallaahu โalaihi wa sallam pernah menghadap ke arah jamaโah shalat dan bersabda : โTegakkanlah shaff-shaff kalian, tegakkanlah shaff-shaff kalian, tegakkanlah shaff-shaff kalian. Demi Allah, kalian tegakkan shaff-shaff kalian atau Allah akan mencerai-beraikan hati-hati kalianโ. An-Nuโman berkata : โMaka aku menyaksikan seorang laki-laki menempelkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannyaโ [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 662; shahih].
Perkataan Al-Bukhaariy rahimahullah di atas menunjukkan fiqh (pemahaman) beliau terhadap hadits tersebut, yaitu cara menegakkan shaff adalah dengan menempelkan bahu dengan bahu dan kaki dengan kaki. Sama seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar rahimahullah:
ูููู : ( ุจุงุจ ุฅูุฒุงู ุงูู
ููุจ ุจุงูู
ููุจ ูุงููุฏู
ุจุงููุฏู
ูู ุงูุตู ) ุงูู
ุฑุงุฏ ุจุฐูู ุงูู
ุจุงูุบุฉ ูู ุชุนุฏูู ุงูุตู ูุณุฏ ุฎููู
โDan perkataan Al-Bukhaariy : Bab Menempelkan Pundak dengan Pundak dan Kaki dengan Kaki dalam Shaff; maksudnya adalah berlebih-lebihan dalam meluruskan shaff dan menutup celahโ [Fathul-Baariy, 2/211].
Yaitu : cara berlebih-lebihan dalam meluruskan dan menutup celah dalam shaff adalah dengan menempelkan pundak dengan pundak dan kaki dengan kaki. Jika tidak menempel, tentu akan ada celah sebagaimana hal itu telah maโruuf.
Dalam riwayat Abu Yaโlaa ada tambahan dari perkataan Anas:
ูููููู ุฐูููุจูุชู ุชูููุนููู ุฐููููู ุงููููููู
ู ููุชูุฑูู ุฃูุญูุฏูููู
ู ููุฃูููููู ุจูุบููู ุดูู
ููุณู
โDan seandainya engkau melakukan yang demikian itu pada hari ini, sungguh engkau akan melihat salah satu dari mereka seperti bighal yang melawanโ [Musnad Abi Yaโlaa no. 3720].
Perkataan Anas radliyallaahu โanhu ini merupakan pembenaran terhadap apa yang dilakukan oleh salah seorang shahabat yang menempelkan pundaknya dengan pundak temannya dan kakinya dengan kaki temannya. Selain itu juga perkataan Anas tersebut menunjukkan perbuatan tersebut adalah sesuatu yang lazim dilakukan di jaman Nabi shallallaahu โalaihi wa sallam dan kemudian banyak ditinggalkan oleh orang-orang sepeninggal beliaushallallaahu โalaihi wa sallam.
ุนููู ุจูุดูููุฑู ุจููู ููุณูุงุฑู ุงููุฃูููุตูุงุฑููููุ ุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ุฃูููููู ููุฏูู
ู ุงููู
ูุฏููููุฉูุ ููููููู ูููู: ู
ูุง ุฃูููููุฑูุชู ู
ููููุง ู
ูููุฐู ููููู
ู ุนูููุฏูุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู: ู
ูุง ุฃูููููุฑูุชู ุดูููุฆูุงุ ุฅููููุง ุฃููููููู
ู ููุง ุชููููู
ูููู ุงูุตููููููู
Dari Busyair bin Yasaar Al-Anshaariy, dari Anas bin Maalik, bahwasannya ia datang ke Madinah, lalu dikatakan kepadanya : "Apakah ada sesuatu yang engkau ingkari dari kami sejak engkau hidup bersama Rasulullahshallallaahu โalaihi wa sallam?". Anas bin Maalik menjawab : "Tidak ada sesuatu yang aku ingkari, kecuali kalian tidak meluruskan shaff-shaffโ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 724].
Ibnu Hajar rahimahullah mengomentari lebih lanjut hadits Anas yang awal dengan perkataannya:
ููุฃูููุงุฏู ููุฐูุง ุงูุชููุตูุฑููุญู ุฃูููู ุงููููุนููู ุงููู
ูุฐููููุฑู ููุงูู ููู ุฒูู
ููู ุงูููููุจูููู - ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู - ุ ููุจูููุฐูุง ููุชูู
ูู ุงููุงุญูุชูุฌูุงุฌู ุจููู ุนูููู ุจูููุงู ุงููู
ูุฑูุงุฏ ุจูุฅูููุงู
ูุฉู ุงูุตููููู ููุชูุณูููููุชููู ุ ููุฒูุงุฏู ู
ูุนูู
ูุฑู ููู ุฑูููุงููุชููู " ูููููู ููุนูููุช ุฐููููู ุจูุฃูุญูุฏูููู
ู ุงููููููู
ู ููููููุฑู ููุฃูููููู ุจูุบูู ุดูู
ููุณ "
โHadits ini memberikan faidah bahwa perbuatan yang disebutkan dalam hadits (yaitu perbuatan shahabat yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan kakinya dengan kaki temannya) berlangsung di jaman Nabi shallallaahu โalaihi wa sallam. Dan dengan hadits tersebut sempurnalah hujjah untuk menjelaskan maksud meluruskan dan merapatkan shaff. Maโmar menambahkan dalam riwayatnya : โDan seandainya engkau melakukannya dengan salah seorang diantara mereka pada hari ini, niscaya ia akan lari seperti bighal yang melawanโ [Fathul-Baariy, 2/211].
Syamsul-Haqq Al-โAadhiim Aabaadiy rahimahullah berkata:
ููุงูู ููู ุงูุชููุนููููู ุงููู
ูุบูููู : ููููุฐููู ุงููุฃูุญูุงุฏููุซ ูููููุง ุฏูููุงููุฉ ููุงุถูุญูุฉ ุนูููู ุงูููุชูู
ูุงู
ุชูุณูููููุฉ ุงูุตูููููู ููุฃููููููุง ู
ููู ุฅูุชูู
ูุงู
ุงูุตููููุงุฉ ุ ููุนูููู ุฃูููููู ููุง ููุชูุฃูุฎููุฑ ุจูุนูุถ ุนูููู ุจูุนูุถ ููููุง ููุชูููุฏููู
ุจูุนูุถู ุนูููู ุจูุนูุถ ุ ููุนูููู ุฃูููููู ููููุฒูู ู
ูููููุจู ุจูู
ูููููุจู ุตูุงุญูุจู ููููุฏูู
ู ุจูููุฏูู
ููู ููุฑูููุจูุชู ุจูุฑูููุจูุชููู ุ ูููููู ุงููููููู
ุชูุฑูููุชู ููุฐููู ุงูุณูููููุฉ ุ ูููููู ููุนูููุชู ุงููููููู
ููููููุฑู ุงููููุงุณ ููุงููุญูู
ูุฑู ุงููููุญูุดููููุฉ . ููุฅููููุง ููููููู ููุฅููููุง ุฅููููููู ุฑูุงุฌูุนูููู
โAl-Haafidh berkata dalam At-Taโliiq Al-Mughniy : Hadits-hadits ini terdapat petunjuk yang jelas untuk memperhatikan kelurusan shaff, dan ia merupakan kesempurnaan shalat. Tidak boleh sebagian makmum mundur atau maju dari yang lain. Dan hendaknya menempelkan pundaknya ke pundak temannya dan kakinya ke kaki temannya. Akan tetapi pada hari ini sunnah ini telah ditinggalkan. Apabila sunnah ini dilakukan pada hari ini, niscaya orang-orang akan lari seperti keledai liar. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiโuunโ [โAunul-Maโbuud, 2/256].
Tentu saja, sunnah ini diamalkan tanpa berlebihan dengan berdesak-desakan sehingga membuat sulit bergerak dalam shalat. Mudah dilakukan bagi yang mau dan terbiasa.
Selengkapnya
http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2015/06/menempelkan-pundak-dan-kaki-dalam-shaff.html?m=1
Dikatakan, ini adalah sunnah yang dibuat-buat oleh Al-Albaaniy rahimahullah yang baru hidup di abad 14 H. Ini jelas tidak benar. Insya Al...