Hasan Paytren Treni

Hasan Paytren Treni Mempermudah di bidang transaksi rutin kita bagi yg tergabung dgn PayTren

Apa sih sebenarnya Paytren itu??? Paytren itu... JALAN MUDAH untuk melakukan pembayaran berbagai macam tagihan yang ruti...
31/07/2018

Apa sih sebenarnya Paytren itu??? Paytren itu... JALAN MUDAH untuk melakukan pembayaran berbagai macam tagihan yang rutin dilakukan setiap bulan tanpa perlu ke loket² pembayaran, cukup dari HP.

Paytren itu... JALAN RIZKI karena ada cashback yang di dapat dari tiap-tiap pembayaran yang dilakukan.

Paytren itu... JALAN untuk membangun PASIF INCOME karena cashback juga di dapatkan dari pembayaran yang dilakukan oleh komunitas/jaringan dengan cara merekomendasikan kepada orang lain.

Paytren itu... JALAN ILMU karena ada tausiah, inspirasi dan motivasi dari Ust Yusuf Mansur langsung ke HP semua mitra.

Paytren itu... JALAN AMAL karena ada sedekah otomatis dari tiap-tiap pembayaran yang dilakukan.

Paytren itu... JALAN DAKWAH karena di dalamnya ada nilai-nilai ibadah dalam upaya untuk membangun komunitas/jaringan.

Paytren itu... JALAN untuk AMAL JARIYAH karena "cashback" pahala juga akan terus mengalir melalui sedekah otomatis dari tiap-tiap pembayaran yang dilakukan oleh komunitas/jaringan yang tercipta.

Paytren itu... POSITIF karena di sana berkumpul orang-orang positif dan menularkan hal-hal positif.

Paytren itu... KOMPLIT karena masih banyak manfaat lain di dalamnya dan masih terus di kembangkan.

Paytren itu... KEREN karena semuanya ada dalam satu aplikasi yang bisa di pasang di HP Anda.

Paytren itu... RUGI kalau belum ada di dalamnya.

Paytren itu... MAU??? Info selengkapnya tentang cara aktivasi Paytren silakan 👇

http://bit.ly/MudahnyDenganPayTrenGratis

Http://tn0067243.paytren.net

WhatsApp Messenger: More than 1 billion people in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and family, anytime and anywhere. WhatsApp is free and offers simple, secure, reliable messaging and calling, available on phones all over the world.

Lewat aplikasi PayTren eMoney pengguna bisa melakukan pembayaran untuk dirimu sendiri ataupun lingkungan sekitarmu, kelu...
29/07/2018

Lewat aplikasi PayTren eMoney pengguna bisa melakukan pembayaran untuk dirimu sendiri ataupun lingkungan sekitarmu, keluarga dan tetangga. Mulai dari Beli pulsa, paket data, tiket kereta, tiket pesawat, voucher games, pembayaran PLN, TV berbayar, tagihan telepon pascabayar, Telkom, Speedy, PDAM dan BPJS.

Daftar gratiiis Klik :
https://bit.ly/MudahPayTrenGratis

Https://tn0067243.paytren.net


26/07/2018

Ana Khoirum Minhum
===

Jawaban dari Ustadz Abdul Somad ketika ditanya oleh Aa Gym di Eco Pesantren Darut Tauhid tempo lalu cukup membuatku paham, betapa sulit perjuangan para Dai dalam menyampaikan dakwah.

"Kesulitan apa yang paling Ustadz Abdul Somad rasakan selama berdakwah?"

Ustadz Abdul Somad mengambil mic, "Paling berat adalah menyadarkan umat ini yang sering sekali menghabiskan waktu, pikiran dan tenaga untuk membahas masalah khilafiyah. Tentang qunut atau tidak qunut. Tentang pakai usholli atau tidak saat berniat sholat. Kita sering ribut di wilayah itu terus. Berabad-abad kita mengurusi hal itu, bahkan jamaah ustadz satu mengolok-olok jamaah ustadz lain, sampai lupa orang di luar kita sudah melaju cepat, menguasai seluruh aspek kehidupan dunia. Mulai dari politik, ekonomi. Umat islam tertinggal jauh."

"Lalu apa solusinya, Tadz?"

"Untuk menjinakkan buaya, maka para pawang harus berkumpul."

Aa Gym nampak bingung, "Maksudnya gimana, Tadz? Kok pakai ada buaya sama pawang segala?"

Ucapan itu disambut gelak tawa jamaah.

"Begini, itu hanya perumpamaan. Buaya ibarat jamaah, sedangkan Ustadz adalah pawangnya. Jika ingin jamaah akur satu sama lain, maka para asatidz harus kumpul. Bisa buat kajian bareng satu panggung. Memperlihatkan pada masyarakat bahwa mereka tak ada masalah antara satu dengan yang lain. Dengan begitu jamaah akan melihat, oh itu ustadz kita aja kumpul. Kenapa kita jamaahnya pada ribut?"

Aa Gym mengangguk. Tanda paham.

***

Miris melihat jamaah di sosmed begitu kasar terhadap Ustadz yang dianggap tidak sejalan dengan golongannya. Padahal Allah-lah nya sama, Nabinya sama, syahadatnya sama, tapi tak segan mereka akan menuduh, "Ustadz Ahli Syubhat."

Padahal Ustadz yang diolok-olok, merupakan lulusan Al-Azhar Kairo, mendapat beasiswa master di Maroko untuk bidang studi ilmu hadits.

Sedangkan aku yakin, para pengolok ini, sekolah agama pun cuma ala kadar. Metode dakwah juga tidak pernah belajar. Hanya berbekal nonton video ceramah di Youtube. Langsung merasa paling 'sunnah'. Celakanya, di saat yang sama mereka menyebut muslimin di luar jamaahnya dengan sebutan "Ahlus Syubhat."

Bahkan, andaikan ada orang yang mengikuti kajian 'Ustadz Sunnah', namun juga masih berguru kepada Ustadz di luar golongannya, mereka tak ragu-ragu menjuluki, "Orang bermanhaj lalat. S**a nemplok-nemplok."

Apakah seperti ini ulama salaf mengajarkan sopan santun? Hey, mereka yang kalian olok-olok itu masih muslim, loh. Bukankah muslim dengan muslim yang lain adalah saudara?

Hebatnya, orang-orang ini juga tak canggung mencibir ustadz, karena cara penyampaian tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Mereka tidak tahu, betapa Ustadz Abdul Somad harus menyiapkan materi-materi lucu sebagai selipan kajian agar pendengar tidak merasa jenuh.

Mungkin mereka juga takkan mau mengerti, betapa Ustadz Hannan Attaki harus belajar memahami karakter anak-anak muda, mengamati kebiasaan-kebiasaan pemuda zaman now, lalu menyesuaikan tema dan cara tutur agar dakwah dapat diterima.

Atau Ustadz Adi Hidayat yang berkali-kali berpesan, agar kita berhenti mencari perbedaan, dan fokus pada persamaan. Agar umat ini bersatu. Agar tak ada lagi saling olok sesama muslim. Mau sampai kapan? Mau sampai kapan kita tercerai berai menyikapi perbedaan mazhab? Padahal para pendiri madzhab itu pun saling menghormati, saling memuliakan.

Para asatidz melakukan itu supaya siraman hidayah bisa tercurah bagi semua orang. Bukan cuma untuk beberapa kalangan. Sukses dunia bersama, masuk surga bareng-bareng.

Jadi mengapa kita harus membatasi diri dari ilmu? Silakan ambil ilmu dari Ustadz Firanda, atau Ustadz Abdul Somad, atau Ustadz Hannan Attaki, atau Ustadz Adi Hidayat, atau Ustadz Khalid Basalamah, atau Ustadz Felix Siauw, dan lain-lain. Kita bisa ambil isi ceramah yang baik, dan mengabaikan yang buruk, tanpa perlu menghina Ustadz tersebut. Sebab mereka juga manusia. Lidah mereka bisa terpeleset. Walaupun begitu, jangan sampai satu kesalahan menutup jutaan sumbangsih mereka terhadap dakwah ini.

Akan aku akhiri tulisan ini dengan mengutip nasehat dari Ustadz Salim A. Fillah,

"Mungkin kita bisa berhenti sejenak dari kesibukan, lalu bertanya pada diri masing-masing, apakah setelah mengaji kita mulai merasa, "Ana Khoirum Minhum", "Aku lebih baik darimu". Jika iya, maka atur ulang niat mengaji Anda. Pasti ada yang salah pada niat itu. Sebab kata-kata "Ana Khoirum Minhum" adalah ucapan yang membuat Iblis terusir dari Surga. Namun berbahagialah bagi Anda yang setelah mengaji, kemudian membuat Anda tersungkur sambil berucap, "Robbana dzolamna anfusaha wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin". "Ya Allah, selama ini ternyata kami dzolim pada diri sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, pasti kami akan jadi orang yang merugi." Berbahagialah, karena doa itu adalah sebuah kesadaran yang membuat Nabi Adam mendapatkan kembali kenikmatan yang sebelumnya dicabut oleh Allah di Surga."

Semoga kita mau merenungi nasehat ini...

***

Malang, 22 Juli 2018
Fitrah Ilhami

23/07/2018

Seorang lelaki terdiam di depan sebuah toko lukisan. Ia begitu larut memandangi keindahan lukisan yang terpajang paling depan di toko itu. Sang pemilik toko kemudian mendekatinya,

"Kenapa Bapak setiap hari hanya memandangi lukisan ini? Saya tahu meskipun ini lukisan mahal, sepertinya Bapak sanggup membelinya?"

"Aku toh sering lewat jalan ini, jadi buat apa aku membelinya. Cukup melihatnya saja aku sudah bahagia. Orang-orang kaya yang membeli lukisan mahal juga hanya dilihat saja bukan?"

Inilah dia sebuah prinsip hidup yang bijaksana. Jika kita bisa bahagia dengan cara yang sederhana, mengapa harus mempersulit diri sendiri?

Terkadang manusia menyangka jika ia sudah membeli sebuah barang, maka ia akan bahagia. Kenyataannya, yang didapat hanya kebahagiaan semu. Karena beberapa waktu kemudian ia menginginkan lagi barang lain untuk bisa bahagia. Kapan puasnya?

Itulah akibat dari menggantungkan kebahagiaan kepada sebuah barang. Tidakkah ini terlihat menyusahkan? Sebagai seorang muslim, kebahagiaan sejati adalah saat mampu meneladani Rasulullah.

كُلْ وَاشْرَبْ وَالْبَسْ وَتَصَدَّقْ فِى غَيْرِ سَرَفٍ وَلاَ مَخِيْلَةٍ

"Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan menyombongkan diri.”

(Hadist Riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Saya jadi teringat cerita ketika Einstein sedang menginap pada sebuah hotel di Jepang, sekitar tahun 1922. Ketika itu si petugas hotel menolak untuk diberi uang tip, maka sebagai gantinya Einstein memberinya sebuah kertas dan menuliskan nasihat luar biasa dalam bahasa Jerman,

"Hidup yang tenang dan sederhana akan memberi lebih banyak kebahagiaan dibandingkan hidup yang mewah tapi gelisah."

Siapa sangka, selembar kertas ini masih tersimpan dengan rapi secara turun temurun, kemudian dilelang pada bulan Oktober 2017 dan terjual senilai 21 milyar oleh seorang penggemar Einstein!

Nah betul kan? Oleh karena itu jika kita ingin lebih bahagia, cobalah hidup dengan sederhana. Bahagiakanlah Rasulullah dengan akhlak kita. Karena dalam kebahagiaan Rasulullah tersimpan kebahagiaan kita.

Salam Hijrah, Insya Allah ⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

06/12/2017

Mempermudah di bidang transaksi rutin kita bagi yg tergabung dgn PayTren

18/06/2017

Jual Daarul Quran - Sedekah Pembangunan Pesantren (rp 100,000) dengan Harga Rp 100.000 dari Toko Online Pppa Darul Quran - Donasi, . Beli Aneka Produk E Coupon Elevenia Terbaru di elevenia Sekarang!

09/06/2017

'sVaganza2017
Salam Ramadhan
PayTren menembus batas
Ini bukti bahwa teman-teman tunanetra pun bisa menggunakan aplikasi PayTren



04/06/2017

Yang Punya Dunia dayang, ke langit dunia-Nya, mendekati para pencari dunia, lalu menawarkan dunia, juga ampunan dan rahmat-Nya, tapi kita ngga mau menyambut-Nya.

14/05/2017

REKAMAN EKSKLUSIF
RAMADHAN ON TV, bersama Ust.Yusuf Mansur.

Kegiatan rekaman ini, insyaaAllah selain kegiatan ngaji bareng, yang akan ditayangkan di TV Swasta Nasional, juga sebagai ajang PROMO kawan-kawan Paytren.

InsyaaAllah, kegiatan ini akan berlangsung dengan pilihan tanggal sebagai berikut:

17 Mei, 22 Mei, 24 Mei, 25 Mei, dan 29 Mei 2017

Tiket Peserta Rp.1.500.000 / sesi
Termasuk, coffee break, makan siang, foto eksklusif, dengan ustadz Yusuf Mansur

Peserta dipersilahkan memakai atribut Paytrennya masing-masing, dengan tetap menjaga kesopanan, dan elegan.

Pendaftaran / pembelian tiket melalui virtual office 👇
https://office.paytren.co.id/

EKSLUSIF & Peserta TERBATAS!

14/05/2017

Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun)

Alquran mengisahkan tentang dua orang lelaki di zaman dulu. Keduanya bersahabat. Yang satu beriman. Dan temannya ingkar.
Orang yang beriman dalam kisah ini, Allah uji dengan kesempitan hidup. Sedikit rezeki, harta, dan barang yang ia miliki. Tapi Allah memberinya nikmat terbesar, yaitu nikmat iman, yakin, dan ridha dengan takdir Allah. Serta berharap surga yang ada di sisi-Nya. Nikmat ini lebih utama dari harta dan materi yang fana.
Temannya yang ingkar, Allah uji dengan kelapangan rezeki. Kemudahan duniawi. Dan Allah beri untuknya harta dan materi yang melimpah. Allah uji dia, apakah bersyukur atau malah kufur.

Apakah rendah hati atau malah menyombongkan diri.
Si kafir memiliki dua buah kebun anggur. Pohon-pohon kurma mengelilingi kebunnya sebagai pagar. Di antara dua kebun itu, ada ladang. Allah alirkan air ke kebun itu. Saat panen, ia merasakan limpahan anggur, kurma, dan hasil ladang. Ia kaya, menikmati hasil panennya.
Tak hanya itu, kenikmatan harta dan pengikut telah membuatnya lupa. Ia sangka miliknya itu kekal. Padahal bagaimana bisa sesuatu yang fana menjadi abadi, Harta dan materi yang ia miliki benar-benar membuatnya tenggelam.
(kisahnya ini terdapat di surat Surat Al-Kahfi 32-43)
Pendaftaran guru Quran masih dibuka di http://bit.ly/fbguruonequran
Buat yang mau belajar Quran daftar di sini http://bit.ly/fbsantrionequran

Address

Jember
68156

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hasan Paytren Treni posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hasan Paytren Treni:

Share