23/11/2022
News Update, Rabu 23 November 2022
Selokan Meluap, Dulu Tuntas lewat Gotong Royong
Lintas Jember™ ~ Genangan air kerap terjadi di sejumlah ruas jalan. Tak hanya di kota, di beberapa lokasi juga sempat terjadi.
Bahkan, di pertigaan Jalan Hayam Wuruk, Jalan Gajah Mada, hingga di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota kerap tergenang air. Seperti di Jenggawah dan Sumberbaru.
Di kawasan Desa/Kecamatan Rambipuji, belum lama ini ada sebuah selokan yang mampet hingga dua pekan.
Hal itu kontan membuat aktivitas terganggu. Tapi, dulu selokan yang tersumbat karena kotoran bisa diselesaikan dengan cara bergotong royong.
Namun saat ini, orang-orang banyak yang mengandalkan petugas, khususnya yang memiliki kewenangan dalam urusan selokan.
Dari balik etalase obat-obatan, Satrio Adi, warga Rambipuji, menyebut bahwa genangan banjir di dekat apoteknya sudah cukup lama.
Hampir dua minggu. Menurutnya, genangan air hujan yang membuat resah akibat selokan di sekitar mampet.
Selama hampir dua minggu itu p**a belum ada penanganan apa pun dari pemerintah.
Baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun dinas terkait.
Sehingga membuat warga resah tiap kali turun hujan. Saat hujan turun dengan intensitas rendah dan waktu yang sebentar saja, terkadang sudah langsung membuat air selokan meluap.
“Jadi, tidak perlu hujan besar. Gerimis kecil dan waktunya tidak lama itu sudah meluap airnya,” ujarnya.
Satrio menyampaikan, sudah berulang kali dirinya melakukan pembersihan sampah-sampah yang ada di selokan tersebut.
Namun, tidak sedikit juga kejadian selokan mampet itu kembali. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kondisi selokan tersebut belum maksimal keberadaannya.
Selokan di samping serta di bawah trotoar terlihat mengalami pendangkalan.
Meski begitu, dia mengaku, kondisi selokan sangat membantu ketika turun hujan deras.
Daerah pertokoan di tempatnya itu memang menjadi langganan air meluap ketika turun hujan deras dan dalam waktu lama.
Namun, apabila selokan tidak mampet, aliran genangan air secara bertahap akan surut.
Satrio berharap ada perhatian dari pemerintah maupun dinas terkait agar selokan bisa berfungsi optimal.
Banjir luapan selokan beberapa kali juga menggenangi Jalan Jawa, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.
Banjir itu biasanya terjadi di daerah sekitar SMP 03 Jember sampai Jalan Jawa gang 4.
Saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, selokan tak kuasa menampung air hujan, sehingga debit air naik.
Pedagang setempat, Ismiyati, mengungkapkan, banjir genangan beberapa kali terjadi.
Meski jalan dan selokan telah diperbaiki, namun kondisi selokan terlalu sempit dan kurang dalam.
Akibatnya, tidak mampu menampung debit air hujan.
“Selokannya kecil. Jadi, kalau hujannya deras pasti banjir,” ungkapnya.
Wanita itu berharap ada perbaikan pada saluran air tersebut, sehingga tak terjadi banjir lagi saat turun hujan.
Dirinya juga mengatakan, luapan air yang paling parah terjadi di sekitar Jalan Jawa 2.
“Bagian selatan dekat sungai jarang meluap. Airnya cepat mengalir, sehingga masih aman,” katanya.
Selokan yang berada di Jalan Jawa dialirkan ke sungai yang berada di timur gang 6.
Daerah sekitar sungai memang jarang terjadi banjir luapan. Sebab, air dapat dialirkan dengan deras.
Namun, di wilayah Jalan Jawa bagian barat memiliki selokan yang kecil dan tak mampu menampung air hujan.
Ismiyati juga bercerita, saat hujan deras, air terkadang meluap hingga trotoar.
Dirinya yang berada di lokasi kadang hanya berteduh. Menunggu pembeli.
Dampaknya, pengguna jalan kesulitan melewati tingginya genangan air.
“Biasanya macet kalau seperti itu,” ujarnya.
Namun, dirinya masih bersyukur banjir akibat derasnya aliran air tersebut hanya sampai pada trotoar dan tidak masuk ke toko-toko.
“Alhamdulillah, selama ini tidak pernah ada kerugian. Ada air yang meluap tapi nggak berlangsung lama,” tuturnya.
Sumber: Radar Jember