Jepara kota ukir

Jepara kota ukir belajar untuk kebaikan

10/04/2021
08/05/2020
01/05/2020

Kaligrafi sumber barokah
Jl. Sunan Mantingan, RT.22/RW.09, Mantingan, Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59421

www.kaligrafidesign.wordpress.com089686734343Menerima pesanan segala jenis kaligrafi, bahan dari kayu jati tua, pilihan,...
27/04/2020

www.kaligrafidesign.wordpress.com
089686734343
Menerima pesanan segala jenis kaligrafi, bahan dari kayu jati tua, pilihan, full merah, bisa reques ukuran, gambar, dan juga finising sesuai dengan keinginan anda,,
Gogle map
Kaligrafi sumber barokah
https://bit.ly/2Heq1Zd

Angin terbangkan debu dalam gelak senyumGejolak Matahari titip ambisisaat sayap singkat terbang amat jauhSenja kala tiad...
25/10/2018

Angin terbangkan debu dalam gelak senyum
Gejolak Matahari titip ambisi
saat sayap singkat terbang amat jauh
Senja kala tiada ruang empuk untuk bertumpu
Gobar hati menyelimuti dalam dekapan mimpi indah
Di bawah jembatan menjadi wadah pengaduanku
Miris, perut mulas di tengah kotoran yang bersahabat akan jasad
Segelas air beriring bacaan Al-Fatihah pengobat lara
Tertegun kala barisan semut riuh Berbagi rezeki
Belati tajam menusuk hati
Menikmati kesendirian penuh pilu
Akankah kuasa berdasi itu menoleh
Penghuni istana mengulurkan tangan
Atau malaikat tiba memberi setitik ilmu
Agar Nasib memilukan tak diratapi
dan jalan yang berkelok bisa terlewati
hingga kutemui cahaya gemilang itu
Sekali lagi aku yang tak berdaya
Berpetualang bersama lalat-lalat yang bertengger, baju kusam penghangatku,
Sepatu usang penghindar dari beling-beling jahat..
Merekalah saksinya Aku bersama Doa yang ku panjatkan dan
Harapan yang selalu ku gantungkan.

Kisah derita hidupku memangbukanlah sebuah karanganBukan juga hanya suatu bualanHidupku yang tak sendiri selalubertemank...
06/10/2018

Kisah derita hidupku memang
bukanlah sebuah karangan
Bukan juga hanya suatu bualan
Hidupku yang tak sendiri selalu
bertemankan dengan kesendirian
Namun tak juga pernah membuatku putus harapan
Ku 'kan terus berdiri tegak
menantang kerasnya jaman Liku hidupku yang penuh pilu dan
tak menentu
Merupakan sebuah kenyataan yang terlalu mengharu biru
Sebuah perjuangan yang 'kan ku
kenang selalu Inilah hidupku yang tak berAyah
dan tak berIbu
Yang mereka sebut Anak Yatim
Piatu Sungguh kenyataan yang teramat pahit
Sungguh keadaan yang begitu sulit Rintihan batinku yang menjerit
sakit menjangkit
Di saat mereka bilang masa depanku sempit
Namun, di hati kecilku slalu terbesit kata semangat untuk terus bangkit Sepi, sunyi, senyap adalah kata yang selalu akrab menemani
Tiada lagi canda tawa riang
gembira bernyanyi
Kebahagian semakin jauh pergi,
dan kini kesedihan datang menghampiri
Terkadang dibenak hati ingin sekali
mengakhiri hidup yang tak berarti ini
Ayah dan Ibu, aku bertanya-tanya
mengapa petaka ini harus terjadi ? Di kala mereka semua bahagia
Di tengah kehangatan sang Ayah
dan Ibundanya
Mataku menatap penuh rasa iri,hati meratapi dan rasa merana
Tiada hentinya kelopak ini menitikkan peluh air mata penuh
rasa terluka
Tak ada lagi yang kan
menghiburku di kala duka Sedih kurasa, tawa dulu saat kita
bersama, kini tinggal suara
tangisku lirih
Meski dalam kepedihan tapi ku
tetap melangkah walau tertatih
Hatiku semakin perih di kala mereka menatapku seolah risih
Tak tahukah mereka, perlakuannya
membuat nuraniku semakin
merintih ?
Hanya kepada-Mu lah aku bisa
pasrah dan berdalih Kebahagiaan mereka semua seolah
hilir mudik menyindir
Kapankah sosok penuh kasih
sayang kalian itu kembali hadir
Ayah dan Ibu, namamu kini bagiku hanya mengalir seperti sebuah lantunan syair
Kepergian kalian seakan menjadi
hal yang masih tertutup tabir
Mengapa ? Kini aku bertanya-tanya penuh sesal mengapa harus
terlahir ? Mereka selalu bilang, aku adalah anak yang berlawanan dari kata beruntung
Hidup bagaikan di dalam sangkar
terkurung
Ku hanya bisa duduk termenung merenung
Selalu ku rindukan kalian di
belakangku membimbing dan
mendukung
Dan meyakinkanku dari rasa
bimbang serta bingung Ku sangat merindukan sikap
ketegasan dan kepemimpinan
darimu Ayah
Kini, tanpamu hidupku terasa tiada arah
Jiwaku selalu mendesah penuh rasa resah gelisah
Bila amarah mengambil alih sudah Aku pun tak tau kemana harus berserah Ku sangat merindukan kasih dan
sayangmu, Ibu
Selalu ku teringat raut wajahmu
yang sayu
Sifatmu yang ramah, anggun serta lugu Semua itu kini seolah musnah hilang tak berbau
Tiap malam ku hanya bisa
menangis tersedu-sedu teringat
olehmu Aku selalu berharap ini semua hanyalah sebuah mimpi
Mimpi buruk yang kan segera
hilang menepi
Tapi, tak kusangka sekarang
kenyataan ini hanya bisa kuratapi Ku jalani hidupku kini sendiri disini dalam sepi
Aku terus berpikir dan mencoba
berhenti menyesal dan mengusap
tiap air mata di p**i Ayah dan Ibu, kini kalian telah
pergi jauh
Sebuah keluarga yang kudamba
rasanya kini seakan tidak lagi utuh
Walaupun nanti aku telah
tersungkur jatuh Sekarang aku hanya bisa berjanji
tak 'kan lagi mengeluh
Untuk menggenggam masa depan secara penuh
Yatim Piatu, bagi kalian mungkin
kata yang seram
Tapi janganlah kau anggap kami ini anak haram
Yang masa depannya tervonis
suram Aku tak 'kan mau hanya terdiam dalam pekatnya malam
'Ku kan berdiri dan terus berlari
menuju temaram
Wahai Tuhan yang Maha Pengasih
lagi Penyayang
Bebaskanlah hidupku dari
penyesalan yang membayang
Mudahkanlah aku menjalani hidup
yang kian menantang Kini ku ikhlaskan sudah orang
tuaku berpulang
Semoga mereka berdua
beristirahat dengan tenang
Mungkin kami tanpa ayah, tanpa
ibu, atau bahkan tanpa orang tua
Tapi kami juga manusia, yang ingin dihargai serta hidup merdeka
Ayo kawanku, Yatim Piatu bukalah
akhir segalanya, tetap jaga solidaritas dan jalin satu rasa
Kepedulian, Kebersamaan kita
adalah awal menuju akhir yang
bahagia

Bias lampu jalan menemanimuBersama kehangatan dan dekapan yang kau punyaHanya emperan toko dalah hotel mewah Engkau berj...
24/09/2018

Bias lampu jalan menemanimu
Bersama kehangatan dan dekapan yang kau punya
Hanya emperan toko dalah hotel mewah
Engkau berjuang sendiri melawan hari
Berlari melawan terik mentari
Bersama senyuman kecil engkau bernyanyi
Dengan memakau alat seadanya engkau bermandi peluh
Mengharap rupiah yang tak kunjung engkau rengkuh
Di bawah lampu merah, hingga dalm bus engkau menyambung nyawa
Kecil,kurus dan kumuh...
Bukan kehidupan seperti ini yang kau mau
Tapi bukan kehinaan yang kau tempuh
Karena keras kehidupan itu telah ada di nadimu
Bahkan kelaparan tak membunuhmu
Sendiri...
Lengan kecilmu menyibak mentari
Dengan nyanyian sumbangmu kau mengharap belas kasih
Dari manusia...
Manusia yang berjalan atas nama modernisasi
Yang melupakan apa itu hak asasi
Manusia yang merasa derajatnya lebih tinggi dari gedung tinggi
Apa mereka mendengar jerit tangismu
Apa mereka mendengar keluh kesahmu
Apa mereka mendengar kesakitanmu...
bahkan mereka tidak ada waktu
Walau hanya untuk sekedar mendengar nyanyianmu
Tapi di sana masih ada senyuman
Keriangan bocah yang mungkin telah melupakan impian
Dan mungkin berfikir seperti inilah kehidupan
Keras dan kejam seolah tiada harapan

Address

Jalan Sunan Mantingan, RT. 22/RW. 09, Mantingan, Tahunan, Kabupaten Jepara
Jepara
59421

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jepara kota ukir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share