Konsorsium Bioteknologi Indonesia

Konsorsium Bioteknologi Indonesia Wadah kolaborasi resmi institusi bioteknologi Indonesia. Keanggotaan berbasis lembaga, bukan perorangan.

KBI menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi riset serta mendorong bioekonomi nasional.

Selama puluhan tahun, biopirasi identik dengan penyelundupan fisik sampel tanaman dan mikroba ke luar negeri. Namun di e...
17/09/2026

Selama puluhan tahun, biopirasi identik dengan penyelundupan fisik sampel tanaman dan mikroba ke luar negeri. Namun di era bioteknologi modern, bentuk ancaman telah bergeser ke ranah siber dan tata kelola data.

Kasus DuPont Pioneer menjadi salah satu bukti nyata spionase industri agritech berskala internasional. Pelaku memetakan petak riset dan mengambil galur murni langsung dari tanah demi merekayasa balik (reverse-engineering) fondasi komersial perusahaan tanpa izin.

Investasi biologis sangat rentan terhadap replikasi cepat. Sekali plasma nutfah atau galur induk berpindah tangan, nilai valuasi dan keunggulan kompetitif riset bertahun-tahun dapat hilang seketika di pasar komersial.

Biologi kini telah bertransformasi menjadi baris kode (Digital Sequence Information / DSI). Tanpa menyentuh ladang fisik, data sekuens dapat diunduh, dimanipulasi dengan alat komputasi, dan didaftarkan kembali sebagai hak kekayaan intelektual baru oleh pihak ketiga.

Kasus pemetaan sekuens terung asli Indonesia dan plasma nutfah endemik Maluku-Papua di masa lalu membuktikan kerentanan biodiversitas nasional. Kini, ancaman terbesar beralih ke server laboratorium dan basis data genomik tanpa tata kelola Access and Benefit Sharing (ABS) yang kuat.

Kemitraan internasional adalah motor kemajuan riset, namun keterlibatan yang tidak dilaporkan (undisclosed conflicts) atau program talenta luar negeri tanpa izin dapat membuka jalur eksfiltrasi data sebelum paten nasional sempat didaftarkan.

Prinsip Know-Your-Collaborator (KYC) memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak. Kerja sama ilmiah yang sehat berakar pada transparansi pendanaan, verifikasi afiliasi, dan perlindungan hak kekayaan intelektual yang mengikat.

Keamanan data biologis bukan sekadar urusan departemen IT, melainkan pilar kelangsungan bisnis. Kegagalan tata kelola data dapat membatalkan investasi modal ventura, melanggar regulasi ekspor, dan membekukan izin edar produk hayati.

Membangun ekosistem bioteknologi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global mensyaratkan kolaborasi terbuka yang diimbangi dengan proteksi siber terukur. Lindungi riset, amankan keanekaragaman hayati bangsa.

KB = Keluarga Berencana ❌KB = Keluarga Biotek ✅Share ke teman kamu yang namanya Hend...eh maksudnya yang sering ceroboh ...
12/09/2026

KB = Keluarga Berencana ❌
KB = Keluarga Biotek ✅

Share ke teman kamu yang namanya Hend...eh maksudnya yang sering ceroboh dan pelupa 

Siapa yang pernah ketinggalan seminar/webinar/conference gara-gara salah tanggal? 

Coba ceritain ke teman-teman lain 





Isu ini pertama kali meletup awal 1990-an dan terus dijadikan senjata kampanye anti-GMO lintas benuaPengujian di pot tan...
07/09/2026

Isu ini pertama kali meletup awal 1990-an dan terus dijadikan senjata kampanye anti-GMO lintas benua

Pengujian di pot tanah berpasir laboratorium menunjukkan tanaman herba hias Coleus mati layu. Tanpa replikasi di ekosistem riil, Ingham menarik ekstrapolasi liar bahwa galur ini mematikan bagi vegetasi darat.

Gagasannya adalah ekonomi sirkular: menyisipkan enzim pengurai dari bakteri lain (Zymomonas mobilis) agar limbah biomassa terolah. Belakangan, bakteri ini direklasifikasi jadi Raoultella planticola.

Lobi politik bergerak cepat lewat panggung European Parliament dan Green Party di Selandia Baru, mendesak pembekuan riset rekayasa genetik tanpa menunggu verifikasi data.

Akar tanaman pangan darat secara alami terbiasa memproses jejak etanol tanah anaerobik. Efek racun jaringan baru terjadi jika etanol mencapai konsentrasi ekstrem 10 mg/mL.

Saat catatan resmi dibuka, pengembang bahkan tidak pernah mendaftarkan izin pelepasan komersial ke EPA. Sidang resmi New Zealand Royal Commission akhirnya menutup polemik ini.

Fenomena ini disebut bias otoritas: gelar guru besar kerap dianggap kebenaran mutlak oleh publik, padahal metodologinya belum melalui telaah sejawat (peer-review) yang sah. Sounds familiar, right?

Landasan hukum Indonesia tertuang di PP No. 21 Tahun 2005. Tiap permohonan dinilai oleh tim ahli multidisiplin independen sebelum izin varietas diterbitkan kementerian teknis.

Ketiga pilar wajib lolos tanpa kecuali: dampak ekosistem, potensi alergenisitas & toksisitas pangan, serta kecernaan pakan ternak untuk menjamin keamanan penuh konsumen.

Punya rekomendasi mitos atau isu rekayasa genetika lain untuk dibedah KBI? Coba share di komentar, kita bahas bareng-bareng

Program Studi Bioteknologi Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mengundang mahasiswa, peneliti, akademisi, dan p...
04/09/2026

Program Studi Bioteknologi Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mengundang mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berpartisipasi dalam 𝐒𝐞𝐦𝐢𝐧𝐚𝐫 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐨𝐭𝐞𝐤𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢 𝐗𝐈𝐈 𝟐𝟎𝟐𝟔 dengan tema:
“𝐅𝐫𝐨𝐦 𝐂𝐨𝐧𝐜𝐞𝐩𝐭 𝐭𝐨 𝐈𝐦𝐩𝐚𝐜𝐭: 𝐁𝐢𝐨𝐭𝐞𝐜𝐡𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐲 𝐟𝐨𝐫 𝐇𝐞𝐚𝐥𝐭𝐡, 𝐅𝐨𝐨𝐝, 𝐈𝐧𝐝𝐮𝐬𝐭𝐫𝐲, 𝐚𝐧𝐝 𝐄𝐧𝐯𝐢𝐫𝐨𝐧𝐦𝐞𝐧𝐭”

Seminar ini menjadi wadah untuk berbagi hasil penelitian, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendiskusikan inovasi dan penerapan bioteknologi di bidang kesehatan, pangan, industri, dan lingkungan.
📆𝟐𝟒 𝐎𝐤𝐭𝐨𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟔
📍𝐀𝐮𝐝𝐢𝐭𝐨𝐫𝐢𝐮𝐦 𝐒𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐏𝐚𝐬𝐜𝐚𝐬𝐚𝐫𝐣𝐚𝐧𝐚 𝐔𝐆𝐌, 𝐘𝐨𝐠𝐲𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚
📝𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐑𝐄𝐆𝐔𝐋𝐄𝐑 𝐈𝐈: 𝟐–𝟐𝟓 𝐒𝐞𝐩𝐭𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟔
📢𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐦𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐋𝐨𝐥𝐨𝐬 𝐀𝐛𝐬𝐭𝐫𝐚𝐤: 𝟗 𝐎𝐤𝐭𝐨𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟔

Bagi yang belum sempat mendaftar pada gelombang sebelumnya, REGULER II adalah kesempatanmu!
Jangan lewatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah dan
menjadi bagian dari pengembangan bioteknologi Indonesia.

𝐍𝐚𝐫𝐚𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠:
Fitriani — 0896-8683-2589
Aulia — 0821-8904-0116
website: semnas.biotech.ugm.ac.id

Keluarga besar Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) semakin solid dan bangga mengumumkan bergabungnya PT Saraswanti I...
03/09/2026

Keluarga besar Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) semakin solid dan bangga mengumumkan bergabungnya PT Saraswanti Indo Genetech (SIG Laboratory) sebagai anggota baru KBI! 

Sebagai salah satu laboratorium pengujian terkemuka dan terakreditasi di Indonesia, SIG Laboratory berfokus pada layanan analisis dan pengujian laboratorium yang komprehensif. Mulai dari keamanan pangan, pakan ternak, produk farmasi, kosmetik, hingga lingkungan hidup. Kehadiran SIG Laboratory memperkuat komitmen kita bersama dalam mendorong riset, standardisasi, dan kemajuan ekosistem bioteknologi nasional. 

Selamat bergabung dan mari melangkah bersama untuk inovasi sains Indonesia yang lebih maju! 🚀 

Yuk, kenali kapabilitas dan layanan lengkap mereka: 
🌐 Kunjungi website resmi: siglaboratory.com 
📲 Follow akun Instagram resmi: SIG Laboratory 




Revolusi energi hijau memasuki babak baru lewat pertemuan biologi dan desain material. Ketergantungan kita pada baterai ...
01/09/2026

Revolusi energi hijau memasuki babak baru lewat pertemuan biologi dan desain material. Ketergantungan kita pada baterai sekali pakai menyisakan timbunan limbah beracun. Teknologi biophotovoltaics hadir sebagai solusi bersih dengan memanen aliran listrik langsung dari proses fotosintesis mikroorganisme hidup.

Banyak perangkat harian seperti remote kontrol dan sensor cerdas hanya memerlukan daya listrik kecil. Namun baterai kimia yang dipakai tetap membutuhkan tambang mineral yang merusak bumi. Riset di University of Cambridge menunjukkan bahwa alga mampu mengisi kebutuhan daya perangkat rendah energi secara berkelanjutan. Gimana kalau sumber listrik perangkat harianmu justru berasal dari mikroba yang cuma butuh cahaya dan air?

Rahasia sistem ini ada pada cyanobacteria atau alga hijau biru. Ketika menyerap cahaya dan karbondioksida, alga melepaskan elektron selama fotosintesis. Peneliti menambahkan elektroda bertekstur serat agar mikroba menempel sempurna, memungkinkan transfer elektron biologis berjalan efisien ke sirkuit perangkat.

Tantangan desain dipecahkan oleh Lucia Giron dengan membuat cangkang transparan dan membran semi permeabel. Gas tetap bisa keluar masuk tanpa membuat cairan menguap. Menariknya, mikroba di dalam sel tidak mengalami cedera sama sekali dan tercatat terus menyuplai listrik selama lebih dari enam tahun di laboratorium.

Prototipe ini telah sukses menghidupkan jam radio dan sensor suhu ruangan. Melalui unit rintisan e-Pho, tim riset sedang menyempurnakan kepadatan energi agar bentuknya semakin ringkas. Desain transparan ini sengaja memperlihatkan alga hijau agar masyarakat terhubung langsung dengan proses produksi energi bersih.

Pemanfaatan biophotovoltaics membuktikan potensi bioteknologi dalam mempercepat transisi energi ramah lingkungan. Punya ide lain untuk memanfaatkan cyanobacteria? Tulis di komen ya

𝐒𝐔𝐌𝐁𝐄𝐑 & 𝐀𝐓𝐑𝐈𝐁𝐔𝐒𝐈 𝐆𝐀𝐌𝐁𝐀𝐑
Artikel & Foto Asli: Dezeen / Rima Sabina Aouf (Riset: University of Cambridge & e-Pho)
Ilustrasi & Modifikasi: Tim KBI (menggunakan elemen Nano Banana / Canva)
Tautan: www.dezeen.com/2026/07/22/photosynthesis-powered-algae-biocells-e-pho/

Padahal nggak semua anak biotek itu orang have, walopun mostly termasuk orang berada...  ..pagi berada di lab ..siang be...
30/08/2026

Padahal nggak semua anak biotek itu orang have, walopun mostly termasuk orang berada... 
 ..pagi berada di lab ..siang berada di lab ..malam berada di lab sampai diusir satpam 

Tag teman kamu yang termasuk orang have juga 
Kamu sendiri apakah merasa sebagai orang have?


Ada perdebatan di balik negosiasi pandemi dunia yang jarang dibahas: siapa yang berhak atas data urutan genetiknya?  Sej...
26/08/2026

Ada perdebatan di balik negosiasi pandemi dunia yang jarang dibahas: siapa yang berhak atas data urutan genetiknya? 

Sejak WHO Pandemic Agreement disahkan Mei 2025, ada satu bagian tersisa yang menentukan apakah perjanjian ini bisa berlaku: annex PABS (Pathogen Access and Benefit Sharing).  

Annex ini awalnya dirancang mengikuti pola PIP Framework 2011, kerangka yang mengatur perpindahan sampel fisik virus flu lewat kontrak Standard Material Transfer Agreement dan sistem pelacakan real-time. 

Tapi dunia riset sudah berubah sejak 2011. Hari ini, begitu sebuah virus disekuensing, datanya bisa diunggah ke database publik seperti GISAID atau GenBank dalam hitungan jam, tanpa perlu mengirim sampel fisik ke mana pun. 

Muncul pertanyaan yang belum punya jawaban jelas dalam hukum internasional: apakah digital sequence information, data urutan genetik yang tidak berbentuk fisik itu, juga harus tunduk pada aturan bagi hasil yang sama seperti sampel biologis? 

Perdebatan ini bukan cuma soal Indonesia. Konsep yang sama sedang diperdebatkan di Nagoya Protocol untuk sumber daya genetik secara umum. Jika data genetik diwajibkan kena aturan bagi hasil yang ketat, sebagian peneliti khawatir ini memperlambat akses ilmiah yang selama ini mengandalkan keterbukaan data untuk mempercepat riset vaksin dan diagnostik.  

Tapi tanpa aturan ini, negara yang menyediakan data justru berisiko tidak pernah kebagian manfaat dari data yang mereka sediakan sendiri. 

Pertemuan kedelapan Intergovernmental Working Group (IGWG) berlangsung 14-18 September 2026 di Jenewa, dan definisi digital sequence information ini masih menjadi salah satu titik buntu paling teknis dan paling sulit disepakati dalam negosiasi PABS. 

Sebagai anak biotek, menurut kamu apa jalan tengah paling ideal yang bisa diambil agar perjanjian ini bisa disahkan dan disetujui semua pihak? 

Apakah dilihat case per case atau berlaku mutlak untuk semua pihak yang terlibat? Drop your thoughts! 





KETIKA SIANG BERUBAH JADI MALAM DI KALIMANTAN  Di Palangka Raya, siang bolong terasa seperti senja yang tak kunjung bera...
24/08/2026

KETIKA SIANG BERUBAH JADI MALAM DI KALIMANTAN

Di Palangka Raya, siang bolong terasa seperti senja yang tak kunjung berakhir. Wahyu, salah satu warga di sana, menggambarkan kabut asap yang membuat suasana siang menjadi gelap seperti malam, sebagaimana ia sampaikan kepada Liputan6 pekan lalu. Ia bukan satu-satunya yang merasakannya. Di seluruh penjuru kota itu, ribuan warga menjalani hari dengan cara yang sama: jarak pandang menyempit, mata perih, dan napas yang terasa lebih berat dari biasanya.

Ketika Data Bertemu Kenyataan

Apa yang dirasakan warga Palangka Raya bukan kebetulan atau berlebihan. BNPB mencatat 1.487 titik panas tersebar di seluruh Kalimantan per 20-21 Agustus 2026, dengan konsentrasi tertinggi di Kalimantan Tengah, 767 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 560 titik. Di beberapa lokasi seperti Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, jarak pandang bahkan sempat anjlok ke sekitar 400 meter, kondisi yang membuat penerbangan pesawat besar tidak direkomendasikan.

Dampaknya merambat cepat ke sisi kesehatan. Di Kalimantan Tengah, lebih dari 2.000 warga tercatat mengalami ISPA hanya dalam satu minggu. Situasinya cukup serius sampai Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya harus menyiapkan layanan ruang oksigen di 11 puskesmas, bersiap menghadapi lonjakan pasien yang datang dengan keluhan sesak napas dan batuk berkepanjangan.

Bukan Kejadian Baru

Yang membuat krisis ini terasa berbeda dari bencana pada umumnya adalah pola berulangnya. Musim kebakaran separah ini datang hampir di setiap tahun El Nino, dari 1997, 2015, 2019, 2023, hingga sekarang 2026. Setiap kali musim kering datang lebih panjang dari biasanya, lahan gambut yang mengering menjadi bahan bakar yang menunggu untuk terbakar, diperparah oleh praktik membuka lahan dengan cara membakarnya, sesuatu yang terus berulang setiap tahun meski sudah berkali-kali diperingatkan pihak berwenang.

Gambut sendiri bukan tanah biasa. Ia menyimpan karbon dalam jumlah besar selama ribuan tahun, dan begitu kering, berubah menjadi bahan bakar yang sulit dipadamkan secara tuntas. Api gambut bisa terus membara di bawah permukaan tanah, muncul kembali meski bagian atasnya tampak sudah padam. Inilah salah satu alasan mengapa upaya water bombing dan modifikasi cuaca membutuhkan waktu berhari-hari untuk benar-benar meredakan asap yang menyelimuti kota-kota Kalimantan.

Ilmu yang Bekerja di Balik Layar

Di tengah krisis yang membutuhkan respons cepat, ada riset jangka panjang yang berjalan lebih senyap namun sama pentingnya. Yang dibutuhkan warga saat ini adalah pemadam kebakaran, hujan, dan udara yang aman dihirup, bukan solusi laboratorium. Tapi bioteknologi punya peran untuk memastikan musim kering berikutnya tidak seberat ini.

Salah satu pendekatannya adalah pembasahan kembali lahan gambut dengan bantuan mikroba tertentu, yang bisa mempercepat pemulihan kelembapan tanah yang sudah terlanjur kering. Gambut yang lebih basah jauh lebih sulit terbakar. Pendekatan lain datang dari inokulasi mikoriza pada bibit pohon, yang mempercepat pemulihan hutan pasca kebakaran karena akar yang bersimbiosis dengan jamur ini menyerap air dan nutrisi lebih efisien di tanah yang rusak.

Ada juga temuan yang mematahkan asumsi lama: riset menunjukkan menjaga muka air tanah tetap tinggi, bukan mengeringkannya lalu membakar, tidak mengorbankan hasil panen sawit rakyat yang bergantung pada lahan gambut tersebut. Artinya, membakar untuk membuka lahan bukan satu-satunya pilihan yang tersedia, hanya yang paling murah dalam jangka pendek.

Yang Tersisa Setelah Asap Menghilang

Asap ini pada akhirnya akan reda begitu musim hujan datang. Tapi ilmu yang membantu memulihkan gambut tidak berhenti bekerja begitu langit kembali cerah. Ada banyak periset, di dalam dan luar negeri, yang sedang mengusahakan supaya musim kering berikutnya tidak seberat ini bagi warga Kalimantan.

Bagi Wahyu dan warga Palangka Raya lainnya, hari-hari mendatang masih akan diwarnai masker dan jendela tertutup. Sementara itu, di ruang laboratorium dan lahan percobaan, upaya memulihkan gambut terus berjalan, sebagian besar hasilnya dapat ditelusuri lewat peta jalan riset yang dipublikasikan gambutkita.org.

Sebelum BBNJ ada, siapa sebenarnya memegang kendali atas gen-gen di laut lepas?  Sebuah studi dari Stockholm Resilience ...
20/08/2026

Sebelum BBNJ ada, siapa sebenarnya memegang kendali atas gen-gen di laut lepas? 

Sebuah studi dari Stockholm Resilience Centre memetakan hampir 13.000 sekuens gen dari 862 spesies laut yang sudah dipatenkan di seluruh dunia.  

Hasilnya timpang.  

Satu korporasi saja memegang 47% dari seluruh sekuens gen laut yang dipatenkan, jumlahnya melebihi gabungan 220 perusahaan lain. Sekitar 98% dari seluruh paten hanya dipegang oleh institusi dari hanya 10 negara saja. Sementara 165 negara lain, termasuk sebagian besar negara berkembang, sama sekali tidak terwakili. 

Sebelas persen dari sekuens yang dipatenkan berasal dari organisme di laut dalam dan ventilasi hidrotermal. Banyak di antaranya ditemukan di laut lepas, wilayah yang selama ini tidak diatur siapa pun. 

Angka di atas menunjukkan kesenjangan nyata: negara dengan kapasitas riset dan teknologi tinggi mendominasi akses ke kekayaan genetik laut dunia, sementara negara lain nyaris tidak punya suara dalam pemanfaatannya. 

Di sinilah BBNJ coba masuk sebagai koreksi. Keberadaannya bukan jaminan otomatis semua akan adil, tapi setidaknya kerangka hukumnya kini sudah ada. 

Pertanyaannya sekarang: apakah Indonesia bisa membangun kapasitas cukup cepat untuk benar-benar memanfaatkan kerangka ini? Atau cuma jadi sekedar nama yang ikut menandatangani? 



referensi: 

https://bbnj-mgr.fas.harvard.edu/ 
https://kkp.go.id/news/news-detail/indonesia-tegaskan-komitmen-kelola-laut-berkelanjutan-di-unoc-ke-3-WPRE.html 
⚓www.aaas.org/news/one-corporation-holds-most-oceans-genetic-patents 
https://www.pew.org/en/research-and-analysis/issue-briefs/2024/08/inside-the-new-high-seas-treaty

Address

Kabupaten Bogor

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00

Telephone

+6281380566754

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Konsorsium Bioteknologi Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Konsorsium Bioteknologi Indonesia:

Shortcuts

Share