25/06/2022
Tes Asesemen Model E3P digunakan untuk berbagai keperluan manajemen SDM (sumberdaya manusia) secara terpadu dan menyeluruh seperti:
• rekrutmen dan seleksi calon karyawan,
• penempatan (placement), promosi karyawan (employees promotion),
• self-improvement, coaching, succession planning, performance apraissals, dan
• job-description development and job-design/assignment enrichment.
Tes asesemen ini lebih efektif dan prediktif dibanding tes asesemen sejenis lainnya, karena pola atau tingkat kecocokan (Job Match Patterns) antara hasil tes dan kebutuhan spesifik masing-masing jenis pekerjaan sangat sesuai. Sehingga, pelaksanaan dan hasil tes dapat dicocokkan untuk kebutuhan perusahaan/organisasi secara keseluruhan atau disesuaikan untuk masing-masing kebutuhan departemen, kebutuhan posisi jabatan tertentu, kebutuhan wilayah kerja, atau kombinasi dari itu semua. Oleh karenanya, Tes Asesemen Model E3P ini disebut juga sebagai Job Match Assessment Test (JMAT).
Keunikan Job Match Assessment Test atau E3P Model
Model Tes E3P sebagai suatu Job Match Assessment Test sangat efektif karena mampu membandingkan kualitas calon karyawan atau kandidat promosi jabatan menurut gambaran karyawan paling produktif (yang telah berjasa di perusahaan). Hasil tes memberikan gambaran kecocokan antara kandidat/calon karyawan dan top performers yang ada di posisi jabatan sama. Tingkat prediktif Tes E3P cukup tinggi, bahkan melebihi gambaran pencapaian sukses kinerja yang diramalkan oleh jenis tes lain yang menggunakan ukuran faktor-faktor pendidikan, pengalaman, dan faktor pelatihan yang dimiliki oleh kandidat (Harvard Bussiness Review). Pencocokan hasil tes kandidat (job match) tersebut dengan suatu pekerjaan dapat diandalkan, karena dari situ perusahaan/organisasi dapat memacu produktivitas dan kepuasan kerja, dan mengurangi secara signifikan berbagai faktor negatif seperti stres pekerjaan, ketegangan, konflik, miskomunikasi, dan berbagai gejala negatif ketidakpuasan kerja lain-lain.