16/05/2016
: : GUNUNG KENDALISODO, Dari Pertapa Menjadi Wisata : :
Petungkriyono, mungkin banyak dari Agan-Agan yg masih asing didengar, tetapi bagi masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, nama Petungkriyono sudah tak asing lagi di telinga. Karena tempat ini sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Pekalongan.
Menurut informasi dari data Pemerintah, Petungkriyono merupakan daerah pegunungan dimana sebagian wilayah merupakan daerah dataran tinggi kawasan Dieng bagian utara. Hutan Petungkriyono juga termasuk daerah kawasan lindung terbaik di Jawa Tengah, hutannya luas banget Gan, bayangin aja untuk melintasi sepanjang jalur hutan, butuh waktu gak kurang dari 3 jam, fiuhhh...disini juga terdapat hutan yg bener-bener masih perawan (baca : alami). Di sepanjang jalur hutan jg banyak pemandangan air terjun yg asik banget. Nah, asiknya lagi, ada puncak gunung dg jalur pendakian yg bersahabat banget Gan, namanya Puncak Kendalisodo.
Puncak Kendalisodo merupakan puncak tertinggi di pegunungan Petungkriyono, juga termasuk puncak tertinggi di Pekalongan. Konon gunung tersebut dipercaya sebagai tempat pertapaan Hanoman, kera putih sakti yg sering digunakan dalam tokoh pewayangan. Makanya banyak tuh masyarakat setempat yg juga melakukan pertapaan di puncak, katanya mau cari wangsit.
Untuk mencapai puncak tersebut kita membutuhkan waktu kurang lebih 30 - 60 menit, kecepatan pendakian tergantung tingkat kemanjaan kita Gan, hehehee...
Meski bukan salah satu puncak gunung tinggi di Jawa Tengah, yg memiliki ketinggian 1.695 mdpl, tapi sajian alamnya cukup mempesona, dg jalur pendakian yg masih alami (bahkan sejak dalam perjalanan menuju basecamp pendakian) dan kebersihan area gunung yg masih terjaga, menjadikan Gunung Kendalisodo layak untuk dimasukkan dalam daftar pendakian wisata dikala hati merana. Upss...dikala hati dan isi dompet bahagia maksudnya, ajiiiibbbb...
Sudah bahagiakah isi dompetnya? Let's walk, fun, and happy :)