12/08/2014
Berikut ada 14 kiat sukses bagi usaha kecil yang bisa kita pelajari:
1. Mulailah dari Kesenangan Pribadi
Carilah usaha yang memang dekat dengan kesenangan atau
kemampuan pribadi. Kemampuan itu adalah modal kita yang
pertama. Kita bisa merenungkan, apa saja yang kita kuasai dan
mampu kita kerjakan dengan baik. Kemampuan ini akan
berkembang terus, dan kita yang tahu seluk-beluknya. Setiap
usaha punya kerumitan dan masalahnya sendiri.
2. Pelajari Dengan Seksama Bidang Usaha yang Akan Kita
Geluti
Banyak orang jahat di dunia ini. Namun, kita jangan khawatir
karena orang baik pun tidak sedikit jumlahnya. Kita hanya perlu
mengenali siapa mereka. Oleh karena itu, sebelum menerjuni
sebuah usaha, kita perlu memahami karakteristik usaha tersebut
agar tidak menjadi korban orang jahat yang memanfaatkan
ketidaktahuan kita.
Hal-hal yang harus kita pelajari dan mengerti di antaranya sebagai
berikut:
a. Bagaimana proses produksinya? Carilah informasi sebanyak-
banyaknya untuk bisa kita pertimbangkan efisiensi biayanya.
b. Siapa saja konsumennya? Carilah informasi mengenai
segmentasi konsumen yang hendak kita bidik dan bagaimana
menyampaikan informasi tentang usaha kita kepada mereka.
c. Seberapa besar peluangnya? Buatlah perhitungan sederhana
hingga detail mengenai peluang usaha tersebut. Dengan begitu,
kita bisa cermat memperhitungkan struktur permodalan, regulasi
keuangan, dan omset yang mungkin kita capai.
3. Susunlah Rencana Usaha
Perencanaan usaha meliputi bagaimana kita mengkonsep detail
usaha kita, struktur permodalan, aspek-aspek teknis, dan
manajemen pengelolaan usaha. Buatlah rencana tersebut dalam
buku khusus. Susunlah langkah-langkahnya dengan sistematis.
Buatlah target yang realistis, tidak terlalu mudah dan tidak p**a
muluk-muluk. Perencanaan yang baik akan menjadi panduan kita
untuk mengelola suatu usaha.
4. Mengukur Peluang dari Usaha Baru
Kita dapat mengukur peluang dari usaha baru yang akan kita buat.
Semua usaha baru dimulai karena ada kebutuhan. Setelah kita
mengidentifikasi adanya kebutuhan, barulah ada pasar yang
potensial.
5. Lakukan Uji Coba
Jika memungkinkan, lakukan uji coba terhadap produk yang akan
kita kembangkan. Uji coba berfungsi untuk mengetahui minat
konsumen, hal-hal non-teknis yang kadang tidak terpikirkan, dan
berbagai hal lain yang akan semakin menajamkan rencana usaha
yang telah kita susun. Uji coba juga memungkinkan kita
menghimpun kritik dan saran, mengetahui kekurangan produk
untuk kita perbaiki, dan mengetahui kelebihannya untuk bisa kita
maksimalkan.
6. Ciptakan Keunikan untuk Menarik Perhatian
Image yang baik tentu saja berpengaruh terhadap respon
konsumen. Seringkali citra baik suatu produk baru didapat setelah
proses bertahun-tahun. Oleh karena itu, di awal usaha, setiap
produk harus mampu mencuri perhatian konsumen. Kita harus
menciptakan keunikan untuk mencuri perhatian. Namun, keunikan
tersebut tetap harus bercitra positif. Keunikan itu bisa diaplikasikan
dalam bentuk merek, cara pengemasan, cara penyajian, servis
purna layanan, dan sebagainya.
7. Jangan Menunda-nunda dan Jangan Terburu-buru
Penyakit yang sering dialami masyarakat kita adalah menunda-
nunda tindakan saat kesempatan terbuka. Tentu saja, ini tidak baik
sebab kesempatan tidak datang dua kali. Oleh karena itu, bangkit
dari kemalasan dan memutus rantai penundaan adalah langkah
yang harus dilakukan untuk meraih sukses. Namun, bukan berarti
kita boleh terburu-buru. Semua harus dilakukan dengan cermat,
dimulai pada saat yang tepat, direncanakan dengan baik dan
maksimal.
8. Siapkan Diri untuk Berkompetisi
Kompetisi adalah sesuatu yang mutlak kita hadapi dalam proses
usaha. Oleh sebab itu, kita harus siap dengan kompetisi tersebut.
Mulailah dari rancangan produk yang mampu bersaing, mental
enterpreneur yang kuat dan tahan banting, serta kemampuan
memperbarui ide dengan hal-hal baru yang lebih baik. Jika
memungkinkan, ubahlah lawan menjadi kawan. Ubahlah persaingan
menjadi mitra, minimal bangunlah iklim persaingan yang sehat.
9. Bersaing dalam Kualitas , bukan Harga
Banyak usaha gulung tikar karena menyikapi persaingan dengan
cara menurunkan harga. Jangan terprovokasi dengan iklim
tersebut. Bersainglah dengan meningkatkan kualitas, bukan
menurunkan harga. Memang, pada akhirnya, harga memiliki
pengaruh sangat kuat dalam persaingan. Namun, jika harga
menjadi bagian utama persaingan, itu tidak tepat. Menurunkan
harga membuat kita harus menurunkan kualitas. Kualitas yang
buruk membuat konsumen menjauh. Sementara kualitas yang baik,
membuat konsumen ikhlas jika harganya sedikit mahal.
10. Jadikan Konsumen Sebagai Mitra, Bahkan Konsultan
Mungkin kita sering mendengar istilah “Pembeli adalah raja.”
Mereka harus kita layani sebaik-baiknya. Akan lebih baik jika bisa
kita jadikan mitra. Bahkan, konsultan. Jangan segan-segan
meminta pendapat mereka mengenai produk. Selain mendapat
masukan berharga, cara semacam ini berfungsi membangun
keterikatan. Mereka akan “merasa memiliki” produk tersebut.
11. Pertimbangkan Lokasi dan Tata Letak dengan baik
Untuk usaha kecil dalam bidang penjualan, promosi terbaik adalah
lokasinya. Tata letak pabrik dan toko yang baik akan
mempermudah kemampuan produksi.
12. Kemaslah Promosi Dengan Baik, Elegan, dan Tidak Norak
Promosi yang dikemas baik akan menaikkan citra produk.
Bicara masalah promosi, sama sekali tidak bicara masalah kuantitas,
tetapi kualitas. Promosi yang baik adalah tepat sasaran. Jangan
sampai, promosi justru membuat konsumen terganggu. Promosi
bisa dilakukan dengan membuat pamflet kecil yang disebarkan ke
masyarakat, kartu nama yang disisipi informasi produk,
keikutsertaan dalam event yang melibatkan massa sesuai pangsa
pasar yang dibidik. Sesuaikan bahasa, desain, dan cara
penyampaiannya dengan target tersebut.
13. Internet Marketing
Saat ini, internet telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar
masyarakat Indonesia. Kita bisa memasarkan produk melalui
internet dengan membuat blog , web, dan banner iklan.
Keikutsertaan dalam jejaring sosial juga sangat membantu
penyebaran informasi. Bahkan, citra suatu produk bisa dibangun
dengan cara tersebut. Jadi, kesertaan kita dalam jaringan internet
marketing dan bisnis online adalah sebuah terobosan.
14. Mencari modal atau partner
Jika tidak punya modal sendiri, maka kita perlu mencari kerjasama
dengan orang lain.
Disarankan kita harus berhati-hati dalam
masalah administrasi keuangannya, karena banyak kasus
penipuan. Banyak partner yang curang atau nakal. Jika kita hanya
punya kemampuan, misalnya, ada kemungkinan partner kita akan
“menendang” kita keluar begitu dia dan anak buahnya menguasai
keahlian yang diperlukan tersebut. Kita perlu menempatkan orang
yang kita percaya untuk mengawasi keuangan, kalau bisa kita
tangani sendiri soal uang ini. Selalu berhati-hati agar tidak ditipu
orang.