10/07/2020
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Tiada kata yang pantas kami ucapkan selain Ungkapan Rasa Syukur ALHAMDULILLAH yang tiada terhingga karena kini dengan berbagai kreasi dan sentuhan innovasi dahsyat luar biasa, menjadikan mesin TUSUK SATE DAN SANGKAR BURUNG SEMAKIN SEMPURNA, SEMAKIN, MEMPESONA, SEMAKIN ISTIMEWA dengan 3 fungsi sekaligus ( IRAT, SERUT, dan BELAH )
Ketersediaan jumlah bambu di berbagai daerah yang sangat melimpah menjadikan sebuah peluang untuk dikembangkan menjadi sebuah sumber daya yang bisa dimanfaatkan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga didukung dengan adanya realita bahwa pemanfaatan bambu masih belum optimal, terlebih yang diterapkan untuk pembuatan produk yang berdaya saing dan memiliki nilai ekonomi. Pada kenyataannya, saat ini hasil karya dari produk bambu di pasaran nusantara mengalami permintaan yang cukup banyak sedangkan ketersediaan barang masih sangat sedikit. Hal ini menjadikan sebuah peluang sekaligus tantangan untuk memenuhi permintaan tersebut. Hasil dari bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis produk yang memiliki nilai jual yang menjadikan usaha di bidang ini memiliki prospek yang sangat cerah. Sebagai contoh sederhana bambu bisa dimanfaatkan untuk pembuatan tusuk sate, sangkar burung, tusuk gigi, sumpit dan masih banyak aneka produk yang lainnya. Dari relaita tersebut, sudah sangat layak jika industri bambu dikembangkan menjadi sebuah usaha dalam rangka peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat terkhusus di wilayah local pedesaan.
Tidak dipungkiri lagi bahwa saat ini ketersediaan akan hasil produksi tusuk sate sangat tidak seimbang bila dibandingkan dengan kebutuhan yang ada untuk saat ini. Para pengrajin dan pemain dalam industri bambu, khususnya yang berkompeten dalam menekuni pembuatan tusuk sate masih sangat dihantui oleh efektifitas kinerja mesin yang belum bisa memenuhi target. Para pemain dan para produsen tusuk sate, banyak diantara mereka yang masih mengandalkan proses manual untuk pembuatan tusuknya. Proses pembuatan tusuk memang harus melalui beberapa tahapan, diantaranya :
1. Proses pemotongan dan pembelahan bambu
2. Proses Irat ( menipiskan )
3. Proses Cacah ( pembelah )
4. Proses Serut ( Pembulatan )
5. Proses Pemolesan
6. Proses Peruncingan
Dari serangkaian proses tersebut, banyak diantara para pengrajin masih mengalami kesulitan untuk menyelesaikan tahapan demi tahapannya. Dikarenakan para pengrajin kebanyakan adalah mereka penduduk lokal yang masih minim kemampuan ekonomi dan juah dari sentuhan pemberdayaan dari pemerintah setempat. Selain itu, kendala lain yang muncul yakni masih sangat kurangnya mesin penunjang untuk menyelesaikan pemrosesan tusuk hingga proses finishing dalam waktu yang singkat dan berkapasitas besar.
Hal itu dikarenakan salah satunya adalah keberadaan mesin yang belum tersentuh teknologi sehingga banyak diantara mesin produksinya masih mengandalkan manual yang akhirnya memakan waktu yang cukup lama untuk proses penyelesaiannya.
Diantara mesin yang mempunyai fungsi yang sangat vital adalah mesin serut untuk membulatkan, dimana fungsi ini harus diupayakan menggunakan standar lingkar yang baku dan tidak melewati ruas. Namun yang terjadi saat ini adalah fungsi serut dalam mesin yang dimiliki oleh para pengrajin lokal hanya bisa 1 fungsi dan itupun harus dibantu dengan tangan untuk menarik agar mendapatkan ketebalan sesuai dengan yang diinginkan. Mesin yang dimiliki para pengrajin lokal bisa dikatakan adalah mesin semi manual yang membutuhkan waktu yang cukup lama dan hasil yang kurang maksimal.
Seiring berkembangnya teknologi di bidang industri kerajinan bambu yang mengalami peningkatan yang begitu pesat didukung permintaan akan hasil produksi dari industri dan kerajinan bambu saat ini yang sangat banyak menjadikan usaha ini layak dikembangkan. Berdasarkan fakta yang ada di lapangan, bahwa jumlah produsen dengan permintaan pasar masih belum seimbang, dimana permintaan hasil produksi masih jauh lebih banyak daripada jumlah produsen yang menggeluti dan memproduksi hasil dari bambu yang berupa tusuk sate dan hasil olahan lain.
Disamping itu, faktor lain yang mempengaruhi lambatnya produksi tusuk sate dan aneka kerajinan bambu lainnya yang ada di nusantara saat ini adalah kendala mesin yang digunakan oleh beberapa produsen yang masih menggunakan mesin manual sehingga hasilnya belum sesuai dengan harapan dan belum bisa memenuhi permintaan pasar. Tantangan ini di sisi lain juga menghasilkan peluang yang sangat menjanjikan untuk bisa dikembangkan sebagai unit usaha yang bisa mensejahterakan masayarakat.
Oleh karena itu melalui proposal ini kami berupaya untuk menuntaskan permasalahan tersebut dengan menelurkan ide-ide kami dalam pembuatan mesin tusuk sate multifungsi yang sudah kami kembangkan dan kami kreasikan dengan inovasi yang sebaik mungkin dengan hasil yang sudah teruji. Hasilnya bisa dibuktikan dan sudah kami rasakan dengan semakin banyakanya antusias para pengrajin lama maupun pemula yang meminta sekaligus memesan untuk pembuatan mesin Produksi Tusuk Sate