23/05/2021
SALAM DEVISA
Prihatin jika kita melihat para pekerja buruh kita,entah dalam atau pun luar negri.
Yang paling prihatin pekerja luar negri,mereka rela mengorbankan rasa dan perasaan mereka,mengorbankan waktu dan tenaga mereka demi kecukupan hidup keluarga mereka,kadang rasa ketidak nyamanan pun mereka rasakan,takut dan waswas.
Apalagi jika mendengar berita tentang kejadian diantara mereka yang di aniaya boss nya,entah itu pemaksaan penyiksaan bahkan pemerkosaan,sungguh sangat pilu namun geram mendengarnya.
Lepas dari itu kita tidak bisa apa apa,entah siapa yang salah,Pemerintah sudah memberikan batasan batasan para pekerja bahkan di bentengi oleh undang undang ketenaga kerjaan dan ke imigrasian,masyarakatpun mematuhi dengan kemampuan mereka,tapi penyelewengan tetap ada,mau salah kan oknum pun sulit walau secara hukum tetap salah,karna kadang masyarakat sendirilah yg memohon agar bisa di berangkatkan secara ilegal karna masalah langgaran ke imigrasian karna pernah bekerja secara resmi dan kabur hingga meninggalkan dokumen yang di butuhkan ketika pergi ke luar negri atau backlist,hingga terpaksa memaksa penyalur untuk cari jalan belakang,bahkan sampai rela keluarkan uang yang banyak,yg penting bisa keluar negri
Maka akhirnya banyak penyalur ilegal berdiri,kadang mereka mengarahkan jalan yg benar tapi lagi lagi masyarakat meminta jalan belakang,dengan alasan dokumen atau kelayakan kerja (usia)
Dulu pt resmi pun memalsukan dokumen pekerja yang dari usia 15-16-17thn dia palsukan menjadi 18-21thn itu pt resmi yang buat dan itu di ketahui oleh penyalur dan akhirnya banyak main belakang hingga saat ini
Secara kronologi kita bingung
Tapi buat hukum apa pun alasannya ketemu ya di hukum