Glorabungeka02

Glorabungeka02 Jika ada cerbung,di mohon untuk like+coment.

Ada yang sama ga si , sering ngerasa kebantu banget dengan adanya e-commerce ini ,serasa dapet BLT online,mulai dari voc...
11/02/2026

Ada yang sama ga si , sering ngerasa kebantu banget dengan adanya e-commerce ini ,serasa dapet BLT online,mulai dari vocer" yang bikin blnja jadi lebih hemat, sampe pernah beberapa x dapet barang receh gratis yang kepake banget buat sehari hari

Gabung ke saluran wa yuk guys aku baru aja bikin karna ga mau untung sndirian hehe ,mau shereing" biar kita hemat bareng"
Ikuti saluran Pemburu Discon di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb7PtawId7nNhdKhlD3q

Yang di Poto hanya beberapa aja

21/08/2025

12/11/2016

Es Krim

Iqbaal :
1. Ganteng
2. Manja
3. Jail
4. Nakal
6. Pinter
7. Pecinta es krim strawberry

(Namakamu) :
1. Cantik
2. Baik
3. Mandiri
4. Ngegemesin
5. Pinter
6. Gak s**a es krim
7. Gak jaim

COMING SOON GUYS!!!

ADMIN FEBBY

11/11/2016

Love (15+)
Part 1

Created : Deby Noverialni (On Facebook)

L+C
No Dark Readers!

Maaf bahasanya kasar dan frontal. Kan badgirl jadi gue cuma ikutin karakternya biar ada feelnya. Jadi jangan bully gue oke.

Happy Reading :*

"(Namakamu) di sekolah kita katanya ada anak baru. Cogan," ujar 2 gadis cantik bersamaan.

"Bodo amat Bell Sha. Otak lu berdua cogan mulu," ujar (Namakamu) dengan malas. Ya 2 gadis cantik itu adalah Salshabilla Adriani dan Bella Graceva. Sahabat (Namakamu).

"Issss (Namakamu) lo kenapa sih. Mana tau lo bisa jatuh cinta gitu liat mukanya yang ganteng," ujar Bella dengan antusias.

"Gue males ngurus cinta cintaan Bell. Bikin mumet kepala gue aja," ujar (Namakamu) datar.

"Lo harus berubah d**g (Namakamu). Masa gara gara cowok di masalalu lo, lo jadi gamau tau soal cinta. Setiap cowok itu berbeda beda (Namakamuuuu)," sambung Salsha dengan gemas.

"Semua cowok itu sama Salshabilla Adriani. Ahh tau. Gue pusing kalo udah bahas ginian. Bye," ujar (Namakamu) meninggalkan 2 sahabatnya di koridor sekolah.

"(Namakamuuuuuu) kita belum selesai," pekik Salsha dan Bella bersamaan.

*********

"Heran gue liat Bella sama Salsha. Yang di omongin sama gue cinta cinta cinta dan cinta mulu. Gada yang lain apa," ujar (Namakamu) mendengus sebal.

Bruk. (Namakamu) menabrak seseorang karena dia tak fokus. Alhasil (Namakamu) terjatuh.

"Aduh. Ini hari gue emang sial banget," pekik (Namakamu) dengan kesal.

"Sini gue bantu," ujar seorang pria sambil mengulurkan tangannya.

(Namakamu) mend**gak. "Gausah gue bisa sendiri," ujar (Namakamu) datar. Lalu dia pun berdiri.

Bruk. (Namakamu) terjatuh lagi. Mungkin saja kakinya keseleo. Maybe.

"Aww sakit," ringis (Namakamu). Pria itu pun terkekeh.

"Makanya gausah ngeyel deh jadi cewek," ujar pria tersebut menunduk lalu menggend**g (Namakamu) tanpa seizin gadis itu.

"Woi woi lo mau ngapain? Turunin gue kamvret," ujar (Namakamu) meronta di gend**gan pria itu.

"Udah gausah bawel. Kalo bawel gue cium. Kaki lo kayanya keseleo makanya gue gend**g. Dari pada lu duduk di sana kayak orang gila mending gue bantu. Mending sekarang lingkarin lengan lo di leher gue ntar lo jatoh," ujar pria itu terkekeh.

"Ih mesum lo anjing," sinis (Namakamu).

"Wes mulutnya neng. Mau gue cium hmm?" tanya Pria itu dengan senyum mesumnya.

"Heh bilang cium sekali lagi gue bun---

Cup. Omongan (Namakamu) terpotong karena pria itu mencium bibir (Namakamu) sekilas.

(Namakamu) melototkan matanya.

"Firts kiss gue," pekik (Namakamu) lalu melirik pria itu dengan tatapan tajam.

"Heh lo gila ya hah?! Maen cium cium aja lo. Gue aja gak kenal sama lo. Emang anj---

"Ngomong lagi gue bakal lakuin yang lebih parah," ancam pria itu memotong omongan (Namakamu).

"Issss nyebelin banget sih lo. Lo siapa sih hah?! Baru ketemu udah berani nyium nyium aja. Oh atau asal ketemu cewek pasti lo cium ya!" sentak (Namakamu) melirik sinis pria itu.

"Perkiraan lo salah Nona. Gue baru kali ini ngelakuin itu... Sama lo. Btw nama gue Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan," ujar pria tersebut yang ternyata bernama Iqbaal.

"Baru pertama? Haha mana mungkin cowok mesum kaya lo baru pertama ngelakuin itu," ujar (Namakamu) tertawa remeh.

"Terserah lo mau percaya atau engga. Mending lo lingkarin lengan lo di leher gue. Entar lo jatoh," ujar Iqbaal.

(Namakamu) mendengus ia pun melingkarkan lengannya di leher Iqbaal.

Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di UKS.

Iqbaal menduduki (Namakamu) di ranjang UKS. Lalu dia mengambil minyak urut untuk mengurut kaki (Namakamu).

"Lurusin kaki lo," ujar Iqbaal. (Namakamu) meluruskan kakinya, lalu Iqbaal pun mengurut kaki (Namakamu) dengan pelan.

"Aww pelan pelan bego. Sakit," ujar (Namakamu) mencubit lengan Iqbaal.

Iqbaal meringis. "Ini udah pelan pelan...." ujar Iqbaal menggantung lalu melirik ke arah badge namenya (Namakamu).

"(Namakamu) Natasya," lanjut Iqbaal.

(Namakamu) memasang muka cengonya. "Darimana lo tau nama gue?" tanya (Namakamu) polos.

Iqbaal terkekeh lalu menunjuk bagian dada sebelah kanan (Namakamu).

(Namakamu) menunduk untuk melihatnya. Lantas ia pun menepuk jidatnya. "Oh iya ya. Kok gue jadi bego gini sih di depan cowok omes ini," gumam (Namakamu). Lalu mend**gakkan wajahnya.

"Btw double girl lo besar ya," ujar Iqbaal dengan mesum.

(Namakamu) melototkan matanya lalu menyilangkan ke dua lengannya di tubuhnya.

"Iqbaal dasar mesum lo! Pergi lo sana!" bentak (Namakamu) melirik sinis Iqbaal.

"Gue mau di sini nem----

"(Namakamuuuuuuu)!" pekik 2 orang gadis memasuki UKS dan memotong omongan Iqbaal.

"Lo kenapa? Ada yang luka gak? Mana yang luka? Kok lo bisa sampe masuk UKS?" tanya ke 2 gadis cantik itu bertubi tubi dengan wajah khawatir.

"Gue gpp Sha Bell. Cuma tadi kaki gue keseleo," balas (Namakamu) kepada 2 gadis cantik itu yang ternyata Bella dan Salsha.

"Serius lo gpp?" tanya Bella dan Salsha 'lagi.

"Iya gpp Bella sayang Salsha sayang," ujar (Namakamu) dengan gemas.

"Bagus deh. Lo bikin kita khawatir tau gak," ujar Salsha yang di ikuti anggukan dari Bella. Lalu 2 gadis cantik itu melirik Iqbaal.

"Wah ada cogan!" pekik Salsha dan Bella bersamaan.

"(Namakamu) kok lo gak bilang sih kalo lo berduan sama cogan di sini," lanjut Salsha dan Bella.

(Namakamu) memutar bolamata malas. "Gausah bikin gue malu lu berdua," ujar (Namakamu) datar.

Bella dan Salsha tidak memperdulikan omongan sahabatnya. 2 gadis cantik itu mendekati Iqbaal.

"Hai lo anak baru ya? Kenalin nama gue Bella Graceva Amanda Putri," ujar Bella tersenyum manis sambil menjulurkan tangannya.

Iqbaal membalas uluran tangan Bella. "Iya gue anak baru. Nama gue Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. Btw nama lo cantik kayak orangnya," ujar Iqbaal dengan senyum manisnya.

"Whuaaaa. Lo denger kan (Nam) Sha. Gue di bilang cantik sama Iqbaal," ujar Bella histeris.

"Alay lo Bell," ujar Salsha dan (Namakamu) dengan wajah datarnya.

"Yeee sirik aja lo berdua," ujar Bella menjulurkan lidahnya.

Salsha melirik sinis Bella sedangkan (Namakamu) hanya memutar bolamata malas.

"Hai Iqbaal. Kenalin nama gue Salshabilla Adriani," ujar Salsha menjulurkan tangannya dan tersenyum manis.

"Hai juga Salsha. Lo cantik ya. Manis lagi," ujar Iqbaal membalas uluran tangan Salsha sambil mengedipkan matanya.

Salsha melepas uluran tangannya. "Wkwk bisa ae lo Baal. Tapi makasih loh," ujar Salsha terkekeh.

(Namakamu) yang menyaksikan itu memasang wajah datarnya. "Dasar pl***oy ewh. Udah gue bilang semua cowok itu sama," gumam (Namakamu) pelan.

"Sha gue laper. Tolong beliin roti di kantin d**g," ujar (Namakamu).

"Yaudah entar ya," ujar Salsha lalu beranjak.

"Sha gue ikut," teriak Bella menyusul Salsha.

"Bellaaaaaaa lo di sini aja jangan tinggalin gue sama cowok omes ini," teriak (Namakamu) kesal.

"Lo bilang apa tadi hmmm? Omes?" tanya Iqbaal mendekati ranjang (Namakamu) dengan senyum mesumnya.

(Namakamu) yang melihat itu pun memasang wajah paniknya. "Baal baal. Lo.. Lo mau ngapain?" tanya (Namakamu) takut.

"Mau ngapain? Menurut lo?" tanya Iqbaal balik dengan senyum miringnya.

"Aaaaaa Salsha Bella tolongin gue," pekik (Namakamu) menuruni ranjang ingin keluar dari UKS yang menurutnya tempat terkutuk ini. Tapi Iqbaal lebih dulu menguncinya dan meletakkan kunci itu di saku bajunya.

(Namakamu) membelalakkan matanya. 'Habislah gue' batin (Namakamu) berteriak.

"Sekarang lo gabisa kemana mana lagi nona Natasya," ujar Iqbaal mendekati (Namakamu).

(Namakamu) mundur.

Mundur

Mundur

Mundur

Mundur

Mundur

bersambung :v

like dan coment nya gaes :*

hargain gue ngetik ini buat ngehibur kalian ;)

maaf kalo gak ngefeel :v

30/05/2016

"My Sister"
Chap 7

Elkafla Eagle's story 2016♪

***

Iqbaal menghela nafasnya kesal, tangannya sudah sangat pegal menenteng berbagai kertas belanja berwarna pelangi milik (Namakamu), ia juga lelah karena seharian ini terus mengikuti kakaknya. Ditambah cuaca panas juga (Namakamu) dan Bastian yang bermesraan tepat didepannya membuat pemuda itu semakin merasa penat.

Eh Bastian? Ya, Iqbaal saat ini sedang menemani kakaknya berkencan —atau lebih tepat jadi pembantu mungkin?— setelah dipaksa selama satu jam penuh oleh (Namakamu).

"Iqbaal? Lo bisa pulang duluan, gue mau makan siang bareng sama Bastian," (Namakamu) berbalik dan mengambil kertas belanja dari tangan adiknya.

Dengan wajah cengo —oke ini hanya kebohongan semata— ekhemm maksudku wajah datar seperti biasanya, Iqbaal segera mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan kakaknya dan calon coretkakakiparcoret nya.

"Tau gini tadi gue gak ikut," Iqbaal menggerutu pelan dengan wajah kesal yang membuat semua perhatian gadis-gadis beraksesoris norak yang sedang berbelanja disalah satu departement store itu teralih padanya.

"Yo Iqbaal!"

Suara teriakkan seseorang yang memanggil namanya membuat Iqbaal sontak membalikkan tubuhnya. Kedua mata tajam Iqbaal menatap bosan kearah sosok pemuda berwajah cool yang berjalan menghampirinya dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku hoddie-nya, El.

"Akhirnya, gue ketemu lo disini! Handphone lo mati?" El menepuk bahu Iqbaal pelan setelah ia berhenti tepat didepan pemuda itu.

"Yeah, lowbatt," Iqbaal menjawab dengan nada malas yang entah kenapa membuat El terkikik lucu.

"Yaudahlah, come on waktunya pergi baal!" Iqbaal segera menepis tangan El yang menarik tangan kanannya.

Berdecak pelan, Iqbaal sedikit mengerutkan alisnya tak s**a menatap El yang tanpa permisi menarik tangannya, "mau kemana El."

"Aldi, biasa pesta penolakkan!" El tertawa pelan sambil menutupi mulutnya.

Hembusan nafas meluncur dari bibir kissable Iqbaal, pemuda itu mengangguk singkat sebelum melangkah pergi mendahului El.

El mengangkat sebelah alisnya dan memajukan bibirnya mengejek, "lucu, gue yang ngajak gue yang ditinggalin."

Tangan kirinya yang sedari tadi menganggur kini ia masukkan kedalam saku celananya. Setelah membenarkan poninya yang sedikit berantakkan, El melangkahkan kakinya berjalan mengikuti Iqbaal.

"Bocah," El mendengus pelan dan kembali tertawa yang sontak membuat perhatian seluruh gadis kini teralih padanya. Banyak diantara gadis-gadis —yang sialannya— norak itu menatapnya dengan tatapan kagum dan mendambakan.

Drrtt.. Drrtt..

Getaran disakunya yang berasal dari handphone bercasing hitam miliknya segera mendapat respon baik dari El yang langsung mengambil benda itu. Dengan satu sentuhan lembut, El membuka pesan masuk tersebut.

From: Margareth
Subject: Pulang
Isi:
Pulang sayang, ini sudah sore. Kamu tidak mau membuat ibumu ini cemas kan?
6 second ago

Decihan pelan terdengar dari bibir El, ia kemudian memainkan jari-jarinya mengetik pesan balasan untuk ibunya.

To: Margareth
Subject: -
Isi:
Kau tidak perlu mencemaskanku, lagipula ini hidupku. Tidak ada urusannya denganmu, lebih baik kau urus anak sialanmu itu.
Ps. Jangan biarkan anakmu menyentuh pintu kamarku.
3 second ago

Baru saja El akan memasukkan handphone-nya kedalam saku celana, sebuah pesan baru kembali membuat handphone-nya bergetar yang dibalas dengusan kesal El.

From: Margareth
Subject: -
Isi:
Sopanlah! Aku ini ibumu!
3 second ago

El memutar matanya bosan dan memasukkan handphone-nya kedalam saku celana jeansnya. Tak ada niatan sedikitpun untuk membalas pesan dari ibu tirinya itu.

***

"Yo Bang, Di, maaf gue telat."
Iqbaal yang saat itu baru saja datang bersama El mendudukkan dirinya disamping Aldi sedangkan pemuda satunya lagi duduk disamping Kiki.

"Dia baru aja nemenin kakaknya kencan," El terkekeh pelan.

Iqbaal mendelikkan matanya ke arah El, sungguh ia tak s**a pernyataan jujur El.

"Makanya baal, punya pacar. Biar lo gak cuma nemenin kakak lo!" Kiki tertawa kencang yang ditimpali oleh Aldi.

"Iya baal, lo kan udah 17 tahun, masa iya mau jomblo terus?" Aldi menunjuk-nunjuk Iqbaal sambil tak henti tertawa.

Mendengar ejekan teman-temannya, Iqbaal menggerutu tak s**a. Tunggu, 17 tahun? Oh yeah, aku lupa memberitahukannya. Iqbaal kini sudah berusia 17 tahun, secara rinci ini sudah 3 tahun berlalu dari part sebelumnya. Terlalu cepat? Biarlah, aku kehabisan alur.

"Udahlah, party-nya kapan mulai?" Iqbaal menatap tajam Aldi dan Kiki yang membuat kedua pemuda itu menghentikan tawanya seketika. Imintidasi yang bagus.

"Yah, silahkan memesan!" Aldi tersenyum lebar dan melambaikan tangannya memanggil pelayan.

El tersenyum tipis, "eh Al? Ini keberapa kalinya lo ditolak Kak Sals?"

Aldi yang sedang berbicara dengan pelayan mengalihkan perhatiannya kepada El, "48."

Sebelah alis El naik mendengar jawaban Aldi. Begitu setianya kah sahabatnya ini sehingga bertahan untuk yang ke ekhemm, 48 kalinya?

"Al, lo gak ada niatan lagi buat nembak Kak Sals kan?" El kembali bertanya membuat Aldi yang baru saja akan berbicara kepada pelayan tadi mengurungkan niatnya dan memberi isyarat kepada pelayan untuk menunggu sebentar.

Hembusan nafas lelah meluncur dari bibir Aldi, pemuda manis itu tersenyum tipis dan menatap El, "mungkin, gue bakal berhenti kalau hitungannya udah sampai 50. Ingetin gue ya!"

Iqbaal yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Aldi dan El mendengus mendengar pernyataan sahabat manisnya itu, sedangkan Kiki lebih memilih memakan camilan yang sudah tersaji daripada mendengarkan pembicaraan yang menurutnya tidak penting itu.

"Oke, maaf sedikit ganggu waktu lo," Aldi mulai berbicara kembali pada pelayan tadi, "kita pesen dua coffe late, dua black coffe, chocho and banana crepes, black licorice, wagashi, terakhir-"

Aldi berdehem pelan dan melanjutkan pesanannya, "tiga botol wine."

Iqbaal mengernyitkan alisnya mendengar pesanan Aldi yang sebenarnya tidak pantas untuk diucapkan oleh pemuda yang baru berusia 16 tahun itu.

"Ah, maaf tuan. Bisa kau tunjukkan kartu identitasmu?" pelayan itu menggaruk belakang kepalanya ragu.

Mendengar ucapan pelayan itu, Aldi segera mengeluarkan jurus pamungkasnya. Kedua bola matanya yang tertutup kacamata membulat dan berkaca-kaca, p**inya sedikit ia kembungkan, bibir bawahnya ia majukan, ditambah dengan hidung yang memerah membuat wajah memelas Aldi terlihat sempurna.

"Aku ingin wine," Aldi mengerjapkan matanya imut sambil memiringkan kepalanya.

Dengan semburat merah dikedua p**inya, pelayan itu menganggukkan kepalanya cepat dan beranjak pergi dari meja keempat pemuda itu.

Aldi menolehkan kepalanya dan tersenyum lebar yang dibalas dengan tatapan malas dari Iqbaal, "padahal lo bisa nunjukkin kartu identitas gue, El, atau Bang Kiki."

El menepuk pelan kepala Aldi yang sepertinya masih sulit mencerna ucapan Iqbaal, sedangkan Kiki kini malah sibuk mengarungi alam mimpinya.

Beberapa saat kemudian, barulah Aldi menyadari kebo— kelemotannya. Pemuda manis itu menepuk pelan dahinya dan menampilkan wajah merengek terbaiknya, "gue lupa, kenapa lo gak langsung kasih sih Baal? Ahh sia-sia deh puppy eyes berharga gue!"

El tertawa pelan mendengar gerutuan Aldi, "haha, tapi tadi lo manis banget sumpah!"

"Apa lo bilang?! Jangan-jangan lo gay¹ El?" Aldi menatap horror El yang dibalas tawa kencang pemuda itu.

Iqbaal mendengus melihat kelakuan kedua sahabatnya, "dia jadi gay gara-gara lo Al, dia juga putus sama Mikey karna lo."

Suara tawa El tiba-tiba berhenti, digantikan oleh kesunyian yang membuat udara disekitar keempat pemuda itu seakan membeku.

"Lo kayaknya salah ngomong Baal," Aldi menatap ngeri El yang kini sedang memainkan hoddienya dengan tatapan kosong yang menakutkan.

Iqbaal melirik El dengan ekor matanya dan mengangkat bahunya acuh, tipe orang yang tidak bisa merasa bersalah.

"Ekhemm.. Ahh pesanannya datang, come on boys kita makan!" Aldi tersenyum lebar dan berbicara dengan nada yang sedikit ragu.

Semua makanan kini tersaji diatas meja, Iqbaal langsung menuangkan wine kedalam gelas dan meminumnya, Kiki yang entah sejak kapan terbangun dari tidurnya memilih untuk meminum coffe late-nya terlebih dahulu, sedangkan Aldi dan El hanya terdiam.

"Baal? Gue mau ngomong berdua bisa?" El berkata dengan nada datar.

"Ahhh! Bisa kok El bisa, ayo Bang anter gue beli permen kapas!" Aldi langsung menarik tangan Kiki yang langsung protes karena hal itu.

Suasana hening sesaat setelah kepergian Aldi dan Kiki. Iqbaal masih sibuk dengan wine-nya sedangkan El mulai memakan black licorice sambil menatap Iqbaal dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

"Lo tau kan, gue putus sama Mikey bukan karena Aldi, tapi karena lo!" El mendecih pelan.

Iqbaal mengangkat sebelah alisnya, "gue? Kenapa gue?"

El mendengus kesal dan menatap tajam Iqbaal, pemuda cool itu berdiri dan mencod**gkan tubuhnya kearah Iqbaal dan berbisik tepat ditelinga Iqbaal.

"Karena gue s**a lo. Lo gak peka ya baal?" El tersenyum miring dan meniup telinga Iqbaal di akhir kalimatnya membuat sang empu telinga bergidik geli dibuatnya.

Tatapan horror yang sungguh bukan Iqbaalist terlempar kearah El, segelas wine yang sedari tadi ia pegang segera ia minum habis.

"Maksud lo apa El?! Jangan bilang lo ini gay, dan gue calon uke² buat lo," Iqbaal menunjuk El dengan jari telunjuknya, "Oh My God, mimpi apa gue semalam punya seme³ kayak lo!"

Tawa kencang meluncur dari belahan bibir El, jari telunjuk Iqbaal yang terarah kepadanya ia tangkap dan ia masukkan kedalam mulutnya. Setelah itu ia mulai mengemut dengan gerakkan seduktif.

"Shall we dance, master?⁴" El mengedipkan sebelah matanya yang entah kenapa sangat menjijikkan dimata Iqbaal.

Jari telunjuknya yang berada dimulut El segera Iqbaal tarik dan ia lapkan kecelana jeansnya. Melihat perubahan raut wajah Iqbaal membuat El kembali tertawa kencang dan langsung menjadi perhatian semua pengunjung caffe yang menatapnya dengan tatapan 'Pasangan-Gay-yang-bahagia'.

"Hahaha, lo percaya Baal? Gue kan cuma becanda," El berusaha meredakan tawanya, "lagian gue putus sama Mikey itu karena dianya mau dijodohin."

Iqbaal mendelik tak s**a menatap El, ia membuka mulutnya untuk membalas perkataan El, namun suara gebrakkan meja membuat ia mengurungkan niatnya itu.

"Baal, lo harus pulang! Sekarang!"

Kerutan bingung terlihat kentara didahi Iqbaal saat ia melihat Aldi dan Kiki yang kembali dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.

*To Be Continued*

¹Gay→ Pasangan sejenis. BoyXBoy.
²Uke→ Posisi bottom, submissive, atau lebih mudahnya posisi seperti perempuan di percintaan sejenis.
³Seme→ Posisi top, dominan, atau lebih mudahnya posisi laki-laki sebenarnya di percintaan sejenis.
⁴Shall we dance, master?→ Biasanya diucapkan seorang massokis sebagai ajakkan untuk melakukan You-know-that.

Yang gak tau makanan apa aja yang dipesen keempat cowok ganteng itu, sini gue jelasin :v

1. Crepes→ Pada udah tau pan inimah?
2. Black Licorice→ Permen yang rasanya pahit dan pedas (ini kes**aan El^^).
3. Wagashi→ Kue beras.

27/05/2016

"Cinta Semestinya part 1"
Typo bertebaran😂

Cekidoooootttt

(Pagi hari dirumah Iqbaal)
~Adzan shubuh
Bunda : Baal banguuun, baal bangun udah shubuh

Iqbaal : *mengucek mata*Iya

Bunda : cepet ambil air wudhu terus shalat

Iqbaal : he'em *bangun

Iqbaal berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian shalat shubuh. Setelah shalat iqbaal malah tidur lagi😑Ya mungkin iqbaal belum bisa move on dari tempat tidur entahlaaahh....

Sementara iqbaal tidur mari kita intip rumah nk
(Rumah nk)
Mama : Nk bangun, shalat shubuh

Nk : enggaa

Mama : kok enggak? Bangun kamu anak cewe susah bgt bangun nya. Shalat shubuh cepet

Nk : aku lg gak shalat ma*setengah tidur

Mama : Ya lagi gak shalat juga bangun kamu kan sekolah nanti kesiangan, kamu tuh mandinya lama. Ayoo bangun

Nk : iya*tetep tidur

Mama : heuhh ini anak*pergi

| Yaaa begitulah nk dan iqbaal mereka memang memiliki kesamaan yaitu malas |

Krrrrriiiingggggg kriinnggggg kriiinggggg kriinngggg
Suara alarm iqbaal berbunyi tepat pukul 06.00 iqbaal terbangun karena suara alarm itu dan langsung kaget ketika menyadari bahwa ia ketiduran setelah shalat

Iqbaal : aaaaahhhhhh gua kesiangan lagi, arrghh gimana sih pake acara ketiduran lagi, duhh mau sekolah ngapain dulu ya? Ohh iyah mandi. Handuk handuk mana handuk *buru-buru😩

Iqbaal cepat-cepat mandi dan besiap-siap menuju sekolah.
Selesai mandi iqbaal segera ke ruang makan untuk sarapan

Bunda : hah kesiangan kan? Pasti ketiduran lagi

Iqbaal : iya bun nih

Ayah : makanya kalau tidur jangan s**a malem-malem jadi aja kesiangan

Iqbaal : Iya yah

Bunda : Nih makan nya cepetan ya

Iqbaal baru saja mau menyuapkan makanan temannya sudah datang

Ifan (teman iqbaal) : baaaaaaal baaaaaal *teriak

Iqbaal : ahh tuh anak udah datang aja tau gua baru aja mau sarapan, iyaaaa bentaaar *teriak

Bunda : kamu berangkat sekolah nebeng lagi?

Iqbaal : hehe iya bun kan irit, kasian sama ayah bunda kalau aku harus naik umum atau dianterin sama ayah terus

Bersambung
Maf pendek
MinF

27/05/2016

Cerbung baru 'Cinta semestinya'
Prolog..

Iqbaal sekolah di SMA GIS menyukai teman sekelasnya (read iqbaal kelas XI) Tapi iqbaal tidak berani mengungkapkan perasaanya. Akhirnya iqbaal memutuskan untuk memendam perasaannya selama akhir semester pada akhirnya Iqbaal berani mengungkapkan perasaannya saat telah naik kelas XII. Dan nk cewek yg belum pernah pacaran ini tidak tau bagaimana menyikapi iqbaal saat iqbaal menembaknya, saat mereka pacaran entah iqbaal terkena bisikan apa dia selingkuh bersama org yg tidak ia kenal, nk yang masih polos dalam hal berpacaran tidak tau kalau iqbaal selingkuh. Lalu sekian lama nk tiba2 saja diputuskan oleh iqbaal tanpa alasan. Lalu apakah nk dan iqbaal akan kembali bersama? Next or no??

Min_fi

19/05/2016

Sorry kayaknya part ini makin gaje, ngaret, pendek, dan ahhh sudahlah...

"My Sister"
Chap 6 - (But I can't)

Elkafla Eagle's Story 2016♪

***

Iqbaal menatap sendu langit biru diatasnya, waktu seakan melambat disekitar pemuda itu. Ia bisa merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya, yang mungkin akan menjadi hal tetakhir yang ia rasakan.

Perlahan, mata pemuda itu tertutup mengisyaratkan bahwa ia telah pasrah diambang kematiannya. Satu hal yang pasti terngiang dalam hatinya ialah rasa menyesalnya karena tidak menyatakan cinta terhadap kakaknya, (Namakamu).

BRUGHHH...

Sekujur tubuh Iqbaal terasa ngilu karena benturan yang keras, namun ia tidak merasakan patah ditulang rusuknya. Apa mungkin karena dia sudah mati?

"Hoshh.. Gi-gimana hhh, ra-rasanya menuju kematian hahh? Hhh."

Suara El yang berbicara dengan nafas yang tersengal membuat Iqbaal sadar bahwa ia belum mati. Spontan pemuda itu membuka matanya dan mendapati tubuhnya tertahan oleh matras berukuran lebar.

"Tenang aja, gue gak mungkin bunuh lo baal," El kembali berucap saat nafasnya telah kembali teratur, "yang gue mau, lo itu sadar akan perasaan lo sendiri. Takutnya lo keburu mati ntar nyesel. Kerasa kan tadi?"

Dengusan kesal meluncur dari Iqbaal, ia segera berdiri dan merapihkan kembali baju seragamnya yang sedikit acak-acakkan.

"Bangsat lo El," Iqbaal mengumpat pelan yang dibalas dengan kekehan El.

El menepuk pelan kepala Iqbaal yang lebih pendek beberapa centimeter darinya, "harusnya lo berterimakasih ke gue. Hn, jadi sekarang apa yang bakal lo lakuin?"

Iqbaal mendelik tajam kearah El dan menepis tangan sahabatnya itu, "kakak gue baru aja jadian sama pacarnya, belum waktunya buat gue ngungkapin perasaan, Elkafla Eagle."

El mengangkat sebelah alisnya, setelahnya pemuda berwajah cool itu mengacak kasar rambut Iqbaal sedang tangannya yang lain menepuk pelan bahu Iqbaal menenangkan.

"Sabar, lagian lo yang salah, gak dari awal ngungkapin perasaan lo, dasar pengecut," El tersenyum miring menatap Iqbaal.

Mendengar ucapan El, Iqbaal spontan menepis tangan pemuda itu. Sungguh, sahabatnya tidak tahu waktu yang tepat untuk berbicara.

"Terserah," ucap Iqbaal singkat sambil beranjak meninggalkan El yang tertawa pelan. "Yahh yahh, jangan ngambekkan d**g Baal, canda doang-canda doang."

***

Iqbaal menghempaskan tubuh lelahnya diranjang, tas hitam-merahnya entah berada dimana karena tadi ia melemparkan secara sembarang.

Bahu tegapnya masih terasa ngilu akibat benturan yang keras dengan matras akibat perbuatan El tadi di sekolah, beruntung ia tak harus mengalami patah tulang.

Suara pintu yang dibuka perlahan membuat Iqbaal menolehkan kepalanya dan mendapati (Namakamu) yang menangis di ambang pintu.

"Kakak? Kenapa?" Iqbaal mengernyitkan alisnya.

(Namakamu) segera berlari menghampiri adiknya dan memeluk pemuda itu dengan sangat erat, seakan tak ada lagi hari esok untuknya berpelukkan dengan adik tersayangnya ini.

"Ehh? Ada apa nih?" Iqbaal sedikit khawatir saat ia merasakan bahunya basah oleh air mata (Namakamu).

Suara isakkan (Namakamu) menggema di kamar Iqbaal, gadis itu semakin melesakkan wajahnya dibahu tegap Iqbaal mencoba meredam tangisannya. Tangan kanan Iqbaal mengelus rambut (Namakamu) menenangkan, sedangkan tangan yang lainnya balas memeluk (Namakamu).

"Lo gak ba-bakalan pe-pergi kan? Huaaaa.." (Namakamu) semakin mengeratkan pelukannya pada Iqbaal membuat pemuda itu sedikit sesak tidak bisa bernafas.

Iqbaal menghela nafasnya, "emangnya ada apa kak? Jelasin pelan-pelan, kalau gini Iqbaal gak ngerti, beneran."

(Namakamu) segera melepaskan pelukannya dan menatap Iqbaal dengan tatapan kucing yang hampir kehilangan ibunya. Bibir tipis (Namakamu) sedikit maju, sedangkan kedua matanya berkaca-kaca membuat ia semakin imut.

"Lo da-dapet tawaran bu-buat program pertukaran pe-pelajar," (Namakamu) menghapus air matanya, "lo gak ba-bakal pergi ka-kan?"

Mendengus pelan, Iqbaal mengacak rambut (Namakamu) dan menarik kakaknya itu kembali masuk kedalam pelukan hangatnya.

"Gue gak bakalan pergi," -kecuali gue udah gak kuat disini; Iqbaal tersenyum miris kala kalimat akhir dari ucapannya harus ia ucapkan dalam hati.

"Ja-janji?" (Namakamu) mengacungkan jari kelingkingnya yang langsung disambut oleh jari kelingking Iqbaal.

"Apapun buat kakak gue yang kayaknya lagi bahagia karena udah punya pacar!" Iqbaal terkekeh pelan saat rona merah terlihat kentara dikedua p**i putih (Namakamu).

(Namakamu) merengek karena rasa malunya, ia segera berdiri dan pergi dengan kaki yang dihentak-hentakkan dari kamar Iqbaal, meninggalkan adiknya yang menatapnya dengan tatapan sendu.

"Andai lo tau kak, gue s**a sama lo," Iqbaal menghembuskan nafasnya dan memilih untuk kembali berbaring.

Tatapan sendu Iqbaal terlempar begitu saja meneliti atap-atap kamarnya, ia masih bingung harus bagaimana. Apakah ia harus mengungkapkan perasaannya atau hanya diam walau hatinya merasa sakit?

"Apa gue harus terima aja penawaran pertukaran pelajarnya? Mungkin besok gue bisa temuin jawabannya," Iqbaal memejamkan matanya, mencoba untuk tidur dan mengabaikan perutnya yang terasa sakit karena ia belum makan dari pagi.

Beberapa menit kemudian Iqbaal telah berada di alam mimpinya, mengabaikan sepasang mata yang menatapnya dengan pandangan yang tak dapat diartikan. Dia, (Namakamu).

Gadis yang sedari tadi mendengarkan monolog adiknya itu segera berbalik dan beranjak meninggalkan kamar Iqbaal. Tadinya ia akan mengajak Iqbaal untuk makan malam, tapi setelah mendengar ucapan Iqbaal ia mengurungkan niatnya.

"Jadi gitu baal?" (Namakamu) berucap lirih.

***

(Namakamu) berulang kali melihat cermin untuk memastikan penampilannya, ia tidak ingin terlihat buruk di kencan pertamanya dengan Bastian.

Baju belang berwarna hitam putih yang dipadu dengan rok mini berwarna merah dan higheels berwarna senada menjadi pilihannya. Ditambah dengan tas kecil berwarna hitam dan pita pink membuat penampilannya terlihat sangat manis.

"Huaaa gue deg-degan!" (Namakamu) menepuk p**inya pelan berusaha menetralisir rasa gugupnya.

Suara pintu terbuka membuat (Namakamu) sontak menolehkan kepalanya, ia mendengus pelan saat mendapati Iqbaal yang sedang berdiri di ambang pintu dengan tampang datar.

"Apa hah?!" (Namakamu) bertanya dengan nada sinis.

Iqbaal mengernyitkan dahinya bingung, ia segera menghampiri (Namakamu) dan berdiri tepat disamping kakaknya itu, "mau kemana?"

"Kencan," (Namakamu) menjawab pertanyaan Iqbaal dengan sangat singkat membuat Iqbaal sedikit merasa tidak nyaman.

"Lo kenapa sih kak? Ini bukan lo banget lho," Iqbaal menghela nafasnya.

Mendengar ucapan Iqbaal, (Namakamu) merengut tak s**a. Ia membalikkan tubuhnya kearah Iqbaal dan menatap pemuda itu dengan tatapan tajam.

"Lo gak peka banget ya baal!" (Namakamu) menunjuk-nunjuk Iqbaal dengan jari telunjuknya.

Mengangkat sebelah alisnya tak mengerti, Iqbaal menangkap jari telunjuk (Namakamu) dengan tangan kanannya.

"Gimana gue mau ngerti hah? Lo dari pagi gini ke gue, mau lo apa sih kak? Ngomong d**g!" Iqbaal mengacak rambutnya dengan tangannya yang bebas.

(Namakamu) menepiskan tangan Iqbaal dan menunduk menatap lantai yang menurutnya lebih menarik daripada pemuda tampan dihadapannya.

"Gue cuma mau lo ngerti, gue gak mau kehilangan lo baal," (Namakamu) menarik nafasnya dalam-dalam.

Tatapan bingung dilayangkan Iqbaal, menggantikan raut wajah kesalnya tadi. Ia mengangkat dagu (Namakamu) dengan jari kelingkingnya.

"Gue juga gak mau kehilangan lo, sampai kapanpun kak," Iqbaal menatap (Namakamu) dalam, "tapi gue sama sekali gak ngerti apa arti perlakuan lo ke gue kayak gini."

Iqbaal menghela nafasnya kasar dan sekali lagi mengacak rambutnya membuat wajah kesalnya terlihat sangat tampan.

"Tadi pagi lo bahkan gak nyapa gue kayak biasanya, udah gitu lo bersikap seakan gue gak ada, mau lo apa kak?!" Iqbaal menghentakkan kakinya kesal, "kalau lo emang gak s**a gue ada di rumah ini lagi, oke gue out!"

(Namakamu) menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Iqbaal, ia segera memeluk adik satu-satunya itu.

"Gue cuma gak mau lo pergi baal," (Namakamu) menggigit bibir bawahnya, "kemarin gue ngedenger lo ber-monolog kalau lo masih ragu mau pergi atau nggak."

(Namakamu) menengadahkan kepalanya menatap adiknya yang memang lebih tinggi daripada ukuran tubuhnya itu, "gue gak mau nanti lo lebih pergi ketimbang bertahan."

Iqbaal tercekat mendengarnya. Jadi kakaknya mendengar monolognya? Sebanyak apa? Tidak saat ia mengucapkan bahwa ia menyukai kakaknya itu kan?

"Baal? Lo gak bakal pergi kan, gue sayang lo lebih dari apapun, gue gak mau kehilangan lo," (Namakamu) melepas pelukannya dan mengelus lembut p**i Iqbaal.

Tangan Iqbaal terangkat menggenggam tangan (Namakamu) yang berada dip**inya. Ia menatap (Namakamu) dalam, seakan meluapkan semua perasaannya selama ini.

"Gue janji kak, karena gue juga sayang banget sama lo," Iqbaal tersenyum tipis.

Melihat senyuman adiknya, (Namakamu) segera membalasnya dengan senyuman yang lebih lebar.

"Kalau bisa sih, gue lebih milih nikah sama lo baal, biar gue selalu ada disamping lo," (Namakamu) memajukan bibirnya antusias.

Tatapan Iqbaal menyendu mendengar ucapan antusias kakaknya, entah kenapa ia merasa jika pengharapan itu hanya akan menghadirkan kekacauan dan rasa sakit dihatinya.

"Gue juga, karena gue sayang sama lo," Iqbaal tersenyum kembali dan mengecup lembut p**i (Namakamu), "ralat gue cin-"

TINN.. TINN..

Iqbaal menolehkan kepalanya kesal kearah jendela karena suara klakson mobil itu membuat ucapannya terpotong. Oh Iqbaal? Bukannya seharusnya kau bersyukur hum?

"Siapa sih?" Iqbaal kembali memasang wajahnya datar sambil berjalan mendekati jendela.

(Namakamu) mengangkat bahunya dan mengikuti langkah Iqbaal. Kakak beradik itu sama-sama melongok melihat keluar jendela untuk mengetahui siapa yang menyalakan klakson sekencang itu.

"KYAAA.. ITU BASTIAN!" (Namakamu) berteriak histeris dan berlari dengan cepat keluar dari kamarnya.

Suara langkah kaki yang menuruni tangga menjadi hal terakhir yang Iqbaal dengar sebelum semuanya hening.

"Tau gak kak? Perlahan lo sendiri yang bikin gue menghilang dari kehidupan lo," Iqbaal menunduk dan tertawa pelan, menyuarakan suara hatinya yang entah kenapa terasa sangat sakit.

"Gue cinta lo kak, kapan lo nganggep ucapan sayang gue sebagai lelaki, bukan adik ke kakaknya?" Iqbaal berjalan dengan langkah gontai keluar dari kamar kakaknya.

Yah setidaknya kakaknya tak marah lagi seperti tadi pagi bukan?

°To Be Continued°

Address

Karawang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Glorabungeka02 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share