29/08/2021
Assalaamu 'alaikum Wr. Wb
Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu pada Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doanya tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.
Dia melihat temannya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia harap semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran.
Akhirnya, dia mendatangi seorang ustadz dan menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi.
Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.
Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini "Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana?"
Orang sholeh tadi menjawab "Segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi p**a. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu s**a, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela.
Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz"
Pak ustadz pun tersenyum "Begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah mendengar doamu. Melihat kamu. Dan Allah selalu ingin sering bertemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, memberi apa yang kamu mau itu begitu mudah. Tapi Dia menahan kamu biar senantiasa khusyuk, biar selalu datang pada Dia. Cobalah bayangkan, kalo doamu cepat dikabulkan, apa kamu bakal menjaga hubunganmu yang sudah sedekat itu? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda dengan temanmu itu. Allah menjauhinya dan membiarkan dia bergelimang dosa.Makanya Allah lekas memberi apa yang dia. Sebatas yang dia minta saja. Tiada tambah lagi.
Dan yakinlah, kalaupun apa yang kamu minta ternyata tak segera Allah beri sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat.
Karena sebaik-baiknya pembalasan Allah adalah jatah surga buat kita. Tempat di mana kita hidup abadi tanpa merasa kekurangan.
Tersadarlah orang tadi.
Ia pun beristighfar, menyadari dirinya telah berputus asa dan berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua.
Bahwa kombinasi keyakinan dan penyerahan diri kepada
Allah adalah obat mujarab
dari putus asa. Karena tidaklah
mungkin, orang yang yakin
dan tawakal akan putus asa dan berburuksangka padaNya yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang.
Selamat malam para sahabat dan saudaraku
Selamat tidur dan bermimpi indah dalam lindungan rahmat serta anugerahNya