22/12/2024
LAKUKAN YANG TERBAIK, TAPI JANGAN P**A BERLEBIHAN
Sobat, di bawah ini pesan untuk para musafir dari Nabi kita, shallallahu 'alaihi wa sallam...
Yuk, baca sebentar, ya! Cuma 2 menit... 2 menit yang mungkin akan berharga sepanjang hidup kita...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، ولَنْ يُشادَّ الدِّينَ أحَدٌ إلّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وقارِبُوا، وأَبْشِرُوا، واسْتَعِينُوا بالغَدْوَةِ والرَّوْحَةِ وشيءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ
“Sesungguhnya agama Islam itu mudah, dan tidak ada seorang pun yang memberat-beratkan dirinya dalam agama kecuali dia akan dikalahkan olehnya. Maka, lakukanlah dengan benar, mendekatlah (kepada kesempurnaan), berbahagialah, dan mintalah pertolongan (kepada Allah) pada waktu pagi, sore, dan sedikit di waktu malam.” (Shahih Bukhari no. 39)
Penjelasan Hadis:
Di awal hadis, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan prinsip besar ini dengan sabdanya: “Sesungguhnya agama itu mudah.” Maksudnya, ajaran Islam telah dibuat mudah dan praktis, baik dalam akidah, akhlak, maupun amalan yang harus dilakukan atau ditinggalkan.
Oleh karena itu, dalam beribadah:
(1) “Lakukan dengan benar” (tasdid): Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk beribadah dengan tujuan yang benar dan cara yang seimbang: tidak berlebihan dan tidak p**a asal-asalan. Orang beriman hendaknya tidak lalai dalam kewajiban, tetapi juga tidak memaksakan diri melampaui batas kemampuan.
Lakukan ibadah sesuai sunnah dan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, jangan membuat-buat ibadah yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena akan sia-sia dan tertolak.
(2) “Mendekatlah kepada kesempurnaan” (muqarabah): Jika tidak mampu mencapai tingkat kesempurnaan dalam beramal, maka lakukanlah amalan yang MENDEKATI kesempurnaan, yaitu berupaya beribadah sebaik-baiknya, seperti berusaha khusyuk dan tidak lalai hati ketika shalat.
(3) “Berbahagialah” (tabsyir): Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memotivasi umatnya agar tetap optimis dan bahagia, karena setiap amal kebaikan, MESKIPUN KECIL DAN SEDIKIT, tetap akan mendapatkan PAHALA.
Pembagian Waktu untuk Beramal:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan panduan tentang waktu-waktu yang baik untuk beramal dengan sabdanya di atas: “Mintalah pertolongan pada waktu pagi, sore, dan sedikit di waktu malam.”
• Pagi (ghadwah): Waktu awal hari, saat tubuh dan pikiran masih segar. Contohnya, membaca zikir pagi.
• Sore (rawhah): Waktu menjelang akhir siang, ketika aktivitas mulai menurun. Contohnya, membaca zikir petang.
• Malam (duljah): Bagian akhir malam yang penuh ketenangan, meskipun beliau menyebutkan “sedikit waktu malam” sebagai bentuk kemudahan, karena amalan malam cenderung berat bagi banyak orang. Contohnya, Shalat Malam dan beristighafar di waktu sahur (menjelang subuh).
Dalam hadis ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan pesan seolah-olah berbicara kepada seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan menuju tujuan.
Sobat, Anda tahu kan siapa musafirnya? Yap, betul! Kitalah sang musafir...
Dengan demikian, kita diingatkan oleh Nabi bahwa dunia adalah perjalanan menuju akhirat. Beliau mendorong umatnya untuk memanfaatkan waktu dengan bijaksana dan menggunakan masa luang untuk beramal.
Sobat, sebagai renungan buat kita semua:
"Kebaikan apa yang sudah kita lakukan hari ini?"
Baarokallaahu fiikum
*) Penjelasan hadis dari dorar.net, dengan penyesuaian.