26/11/2015
BELAJARLAH DARI PERJUANGAN SEEKOR ULAT
Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki
hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang
menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar,
menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis
dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita
perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna hijau,
sehijau dedaunan untuk kamuflase, binatang tersebut
adalah ulat.
Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus
dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita
sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai
tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya,
bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan
marah rasanya karena usaha kita terasa terampas begitu
saja karena ulah sang ulat.
Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita
mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun
mengernyitkan dahi atas ulah sang ulat tersebut atau
sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan
kekesalan hati, setega itukah?
Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat memang
sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat
yang lemah dan lunak tubuhnya. Melihat dari akibat
yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter
ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan
tanaman kita, seakan-akan mereka seperti dikejar
deadline dan harus buru-buru untuk
menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat
kita, yaitu tanaman yang gundul dalam waktu yang
relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.
Dalam menjalani misinya sang ulat tak membiarkan
sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika
sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus
berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa
yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa
minum sama sekali, dalam lingkupan kepompong yang
sempit dan gelap.
Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang
sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi
dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu
yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang
kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk
baru yang mempunyai perwujudan dan perilaku yang baru
dan sama sekali berubah.
Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa
yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak.
Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat ulat
yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu
yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang
tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi ulat
untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju
sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar
yaitu masa kepompong, seakan dikejar-kejar oleh
deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat
sejenakpun untuk terus melahap dedaunan.
Berpacunya sang ulat dengan waktu, ternyata disebabkan
sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat
jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua potensi yang
ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis
yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong
tersebut dibutuhkan persiapan yang prima. Datangnya
masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang
ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk
menghadapinya.
Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan
juga pada
hewan-hewan yang mengalami musim dingin. Dimana untuk
menghadapi masa sulit di musim dingin, banyak hewan
yang melakukan hibernasi selama musim dingin di
gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya
musim dingin. Agar tubuh tetap hangat dan tersedianya
energi maka sebelum menjelang musim dingin,
hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak
sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, untuk dipakai
sebagai bekal dalam tidur panjangnya.
Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah
semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah
menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa depan dan
tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul
dan
tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering s**a
bermain-main, selayaknya tertipu oleh permainan yang
sangat melenakan.
Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau
kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang
menyenangkan dan kemudian digantikan masa-masa yang
sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti
bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau
yang memayahkan.
Di dalam masa-masa senang satu saat akan berganti
menjadi masa yang sulit dan bahkan menjadi sebuah
musibah karena mengintai sebuah keterlenaan. Sungguh
benar hadist nabi untuk mengambil kesempatan lima
sebelum lima: muda sebelum tua, sehat sebelum sakit,
kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati dan senggang
sebelum sibuk (HR. Al Hakim
dan Al Baihaqi). Dan bukankah kita telah diwanti-wanti
untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan apa saja
yang kita mampu, untuk menggentarkan hati musuh-musuh
kita.
Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang
bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan
memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang meniti
masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa
depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan
datang dan menghampiri kita, maka persiapan yang
matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan
bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan. Wallahu
a'lam bishshowab
yang ingin pesan tiket atau ingin jadi pekerja keras dibidang tour and travel silahkan hubungi kami :
CS : 081261879615, 085274767745
Alamat : Jln. Adam Malik No 110B Lubuk Sikaping-Pasaman