08/04/2017
https://autotekno.sindonews.com/read/1194586/133/ditawar-triliunan-rupiah-yusuf-mansyur-pilih-perkuat-paytren-1491401951
Sumber
Sindonews - Autotekno
Ditawar Triliunan Rupiah, Yusuf Mansyur Pilih Perkuat PayTren
11 jam lalu
Rabu, 5 April 2017 - 23:10 WIB Ditawar Triliunan Rupiah, Yusuf Mansyur Pilih Perkuat PayTren PayTren bekerja sama dengan DIMO dan Gramedia. Foto/SINDOnews/Muh Iqbal Marsyaf JAKARTA - Indonesia harus jadi negara investor, bukan negara tujuan investor. Jargon inilah yang digaungkan President Director PayTren, Ustaz Yusuf Mansur kepada masyarakat, terutama pengguna PayTren.
Ini p**a yang membuat pengusaha sekaligus pendakwah tersebut mengabaikan tawaran menjual perusahaannya. Padahal tawarannya bernilai triliunan rupiah.
“Kita harus lebih ke depan, jadi investor. Bukan jadi negara tujuan investor. Karena itu saya pun menolak tawaran menjual perusahaan kepada investor. Kita maunya beli, bukannya malah dibeli,” kata Yusuf Mansur saat mengenalkan teknologi pembayaran PaybyQR di Gramedia Matraman, Jakarta, Rabu (5/4/2017).
Yusuf mengatakan, sudah saatnya perusahaan atau pengusaha di Indonesia melakukan ekspansi ke luar negeri. Dan inilah yang dilakoni PayTren. “Kami sudah punya kantor cabang di Amerika Serikat dan di London, Inggris. Yang penting ada niat dan usaha,” ujarnya memotivasi.
Dia pun mengingatkan pentingnya arti kegagalan. Hanya digarisbawahi bahwa kegagalan bukan untuk diratapi, melainkan menjadi motivasi, penyemangat agar mampu bangkit dan mencapai kesuksesan.
“Buku saya dulu ditolak Gramedia. Padahal itu buku kopian terakhir karena saya tak mampu lagi mencetak, tak ada uang. Namun itu jadi penyemangat saya untuk bangkit. Saya tempel di kamar surat penolakan tersebut dan memotivasi diri untuk tidak patah semangat,” tandasnya.
Hasilnya, lanjut dia, kini sudah terbit sekitar 230 judul buku. Yusuf Mansyur juga menceritakan usaha pertamanya menjual krupuk di Gramedia Palmerah, Slipi, Jakarta. Ketika itu dirinya mendapatkan “guru” seorang satpam. Dirinya diminta hanya membawa satu atau tiga bungkus sebagai sampel ke kantor Gramedia, sementara sisanya ditaruh di pos jaga. Idenya memang masuk akal karena dapat meringankan bebannya.
“Saya DO (drop out) kuliah dua kali yakni tahun 1997 dan 1999. Akhirnya saya bertekad mau punya kampus sendiri, biar kalau mau wisuda bisa kapan saja,” katanya bercanda.
Tekad itu pun terbayar dengan terbangunnya sejumlah sekolah dan kampus. Bahkan dalam waktu dekat akan dibangun kampus terbesar di dunia karena sistem dan gedungnya yang terintegrasi.
Terkait PayTren, teknologi pembiayaan tersebut selalu menghasilkan kinerja “biru”. Sehingga menguntungkan semua mitra bisnisnya. Nah supaya selalu memberikan manfaat bagi penggunanya, manajemen PayTren terus berinovasi. Terakhir penerapan teknologi pembayaran PaybyQR.
Aplikasi pembayaran itu adalah hasil kerja sama dengan PT DIMO Pay Indonesia (DIMO) sebagai partner terpercaya untuk mengembangkan teknologi pembayaran berbasis cashless melalui fitur QR (Quick Response) Code.
Kerja sama ini merupakan sinergi guna memberikan kemudahan bertransaksi nontunai untuk para mitra PayTren di ribuan jaringan merchant yang dimiliki oleh DIMO. Salah satu merchant unggulan DIMO adalah Gramedia Indonesia yang sudah memiliki banyak gerai di Tanah Air.
”Sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam Gerakan Non Tunai dan Cashless Society, kami akan mendorong lebih dari 1 juta pengguna PayTren untuk selalu menggunakan teknologi cashless di dalam PayTren untuk setiap transaksi yang dilakukan sehari-hari," klaim Yusuf Mansyur.
halaman ke-1 dari 2
Artikel Untuk Kamu
0
Cermati
Dampak Ini yang Terjadi Akibat Melemahnya Kurs Rupiah
0
Tribun Jawa Barat - Bandung
Banyak Beredar Isu Uang Rupiah Baru Palsu di Medos, BI Tegaskan Kabar Itu Hoax
0
Sindonews - Ekbis
BI Imbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Pemalsuan Rupiah TE 2016
1
Metrotvnews - Ekonomi
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung USD4,7 Juta Resmi Diteken
3
Tirto - Bisnis
Sopir Taksi Online Menanggung Tua di Jalan tanpa Jaminan
0
Okezone - Bisnis Ekonomi
Bagaikan Saudara, Proyek Kereta Cepat Diminta Rampung Tepat Waktu
10
Netral News | Ekonomi
Tuduh Indonesia Curang, JK Minta Trump Introspeksi
0
Antaranews - Ekonomi
Emas turun karena investor beralih ke pasar saham
Lainnya Dari Sindonews
0
Sindonews - Autotekno
WhatsApp Siapkan Fitur Transaksi Pembayaran ?
0
Sindonews - Autotekno
Skutik Jumbo Jadi Tren, SYM Klaim Lebih Dahulu Hadir di Indonesia
Topik Terkait
mansyur
mansur