08/04/2016
DIALOG MAHASISWA LIBERAL DENGAN KIAYI
KAMPUNG
Liberal: Ki, ada orang baik banget, anti korupsi,
bangun masjid, rajin sedekah sampai hidupnya
sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak,
terus meninggal dan dia bukan Muslim, Dia masuk
surga atau neraka?
Kyai: Neraka.
Liberal: Lah? Kan dia orang baik. Kenapa masuk
neraka?
Kyai: Karena dia bukan Muslim.
Liberal: Tapi dia orang baik Ki. Banyak orang yang
kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga.
Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener
dah Tuhan kalau orang sebaik dia dimasukin
neraka juga.
Kyai: Allah tidak jahat, hanya adil.
Liberal: Adil dari mane?
Kyai: Kamu sekolahnya sampai tingkatan apa?
Liberal: Ane mah Master Sains lulusan US Ki,
kenape?
Kyai: Kenapa bisa kamu dapat titel Master Sains
dari US?
Liberal: Yaa karena kemaren ane kuliah disana,
diwisuda disana.
Kyai: Namamu terdaftar disana? Kamu
mendaftar?
Liberal: Ya jelas d**g Ki, ini ijazah juga masih
basah.
Kyai: Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar,
tapi kamu tetap datang kesana, hadir di
perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu
dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan
dapat ijazah?
Liberal: Jelas enggak Ki, itu namanya mahasiswa
ilegal, sekalipun dia pintar, dia nggak terdaftar
sebagai mahasiswa, kampus ane mah ketat soal
aturan gituan.
Kyai: Berarti kampusmu jahat d**g, ada orang
sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak
mendaftar?
Liberal: *terdiam*
Kyai: Gimana?
Liberal: Ya nggak jahat sih Ki, itu kan aturan,
salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar,
konsekuensinya ya nggak dapat ijazah dan titel
resmi dari kampus.
Kyai: Nah, kalau kampusmu saja ada aturan,
apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan
ijazah, dunia adalah bangku kuliah, maka
syahadat adalah pendaftaran awalnya. Tanpa
pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat
ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu
melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan,
menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan
keadilan.