Motivasi, Usaha Dan Bisnis

Motivasi, Usaha Dan Bisnis “Menurut hukum Fisika : tekanan berbanding lurus dengan gaya. Kalo hidupmu penuh tekanan, berarti kamu kebanyakan gaya.”

Meyakinkan orang lain bukan soal siapa yang paling keras bicara. Tapi siapa yang paling halus menyentuh logikanya tanpa ...
05/07/2025

Meyakinkan orang lain bukan soal siapa yang paling keras bicara. Tapi siapa yang paling halus menyentuh logikanya tanpa bikin dia sadar sedang dibujuk.

Kita semua pernah ada di posisi ini:
Punya ide bagus, niat tulus, atau ajakan yang logis banget tapi orang yang kita ajak justru makin defensif.

Padahal, menurut Robert B. Cialdini dalam buku Influence: The Psychology of Persuasion, saat seseorang merasa “dipaksa” bahkan untuk hal yang baik otaknya otomatis aktifkan resistensi.
Itu artinya: semakin kita terlihat ingin meyakinkan, semakin besar kemungkinan ditolak.

Jadi, kuncinya bukan di kalimat yang rumit, tapi di cara menyampaikannya.

Berikut ini 5 strategi halus tapi ampuh, biar kamu bisa membujuk orang tanpa harus maksa, ngegas, atau debat kusir:

1. Ajukan Pertanyaan, Bukan Pernyataan

Alih-alih bilang:
“Menurutku kamu harus lebih disiplin.”
Coba:
“Kamu sendiri ngerasa gak sih akhir-akhir ini waktumu kebuang ke mana-mana?”

Dalam buku Never Split The Difference karya Chris Voss (mantan negosiator FBI), teknik ini disebut calibrated question yaitu pertanyaan yang bikin lawan bicara mikir dari sudut pandangnya sendiri, bukan dari sudut pandang kita.

Orang lebih terbuka saat solusi terasa datang dari mereka sendiri, bukan disodorkan mentah-mentah.

2. Gunakan Cerita, Bukan Instruksi

Kata Simon Sinek di Start With Why, orang gak akan peduli apa yang kamu tawarkan, sampai mereka ngerti kenapa kamu menawarkan itu.
Dan cara paling ampuh membangun “kenapa” adalah lewat cerita pribadi.

Contoh:
Daripada bilang, “Kamu harus rutin olahraga.”
Coba cerita, “Gue tuh dulu gampang stres, tapi sejak jogging 15 menit tiap pagi kok kepala jadi lebih enteng ya.”

Cerita itu membujuk tanpa menggurui. Dan otak manusia jauh lebih responsif terhadap cerita dibandingkan perintah.

3. Tawarkan Pilihan, Jangan Paksa Satu Jawaban

Kalimat kayak, “Kamu harus pilih yang ini.” akan terasa mengancam ruang kendali seseorang.
Sebaliknya, beri pilihan yang tetap mengarahkan, misalnya:
“Mau mulai dari yang ringan dulu atau langsung ke yang kamu pengen coba banget?”

Menurut buku Nudge karya Richard Thaler & Cass Sunstein, memberi ilusi pilihan membuat orang lebih nyaman mengambil keputusan meskipun kamu tetap yang arahkan jalannya.

4. Gunakan Bahasa “Kita”, Bukan “Kamu”

Contoh kecil:
“Kamu sih gak disiplin.”
vs
“Kayaknya kita sama-sama sering ke-distract akhir-akhir ini ya?”

Penggunaan kata “kita” menurunkan jarak emosional. Menurut Dale Carnegie dalam How to Win Friends and Influence People, pendekatan kolaboratif jauh lebih efektif ketimbang konfrontatif.

Karena saat orang merasa tidak sedang disalahkan, mereka jadi lebih terbuka pada saran.

5. Beri Ruang Mundur dengan Elegan

Kadang niat baik kita gagal karena lawan bicara merasa “dipojokkan”.
Padahal, Cialdini menyarankan: selalu beri ruang bagi orang lain untuk menjaga harga dirinya.

Contoh:
“Kalau kamu belum siap sekarang juga gak apa-apa, yang penting kamu tahu aku dukung kalau nanti kamu butuh.”

Ini bukan tentang ngalah, tapi biar keputusan terasa bebas, bukan tekanan.

Membujuk bukan soal menang argumen, tapi soal membangun rasa aman.
Karena manusia lebih mudah diyakinkan saat mereka tidak merasa diserang.

Dari kelima cara ini, mana yang paling kamu sering gunakan (atau malah belum pernah coba)?
Tulis di komentar, dan bagikan postingan ini ke teman-temanmu yang s**a “niatnya bagus tapi cara nyampainya bikin orang ilfeel.”
Karena cara bicara yang baik seringkali lebih didengar daripada isi bicaranya.

Sumber

Selamat tinggal es teh manis gocenganDi kota saya, Purbalingga, lagi menjamur es teh manis, cuma 3000an. Bahkan klo beli...
18/07/2023

Selamat tinggal es teh manis gocengan
Di kota saya, Purbalingga, lagi menjamur es teh manis, cuma 3000an. Bahkan klo beli 2 cuma goceng. Artinya per gelas cuma 2500 perak
Masih inget gak, zaman zaman ketika es teh manis itu di banderol dengan harga 5000. Bahkan di beberapa cafe, ada yg ngejual es teh manis harga 8000an bahkan 15ribuan. Mungkin pun ada yg lebih dari itu, tapi sy belum pernah
Di banyak rumah makan, yang menerapkan harga middle up tanpa adanya value, sudah mulai sepi.
Value yg bisa diberikan, seperti warung makan legend, view gunung, view sungai, view instagramable dll
Tapi tanpa adanya view ini itu, yg cuma menyediakan makan tanpa ada value apapun, ya udah gak lagi relevan hari ini. Kenapa? Bukan kah mereka tidak berbuat kesalahan apapun?
Naro makanan di meja pelanggan, ga pernah salah. Pesenan pelanggan ga pernah salah kasih garam ketika butuh gula. Gak pernah ngecewain pelanggan? Inilah kira kira yg dikatakan oleh CEO Nokia ketika itu, "kami tidak melakukan kesalahan apapun, tapi tiba tiba kami bangkrut"
Tidak melakukan kesalahan sudah bagus. Tapi kabar buruknya adalah diluar hal hal yg kita lihat, ternyata banyak anak anak muda baru, yg kreativitas nya mengalahkan kita
Mereka yg terbiasa lahir tanpa pakem yg dibuat oleh para leluhur, mengaduk aduk banyak hal menjadi sebuah hal baru yg sangat menarik
Jaman dulu, mana ada jembatan kaca diantara dua gunung. Jaman dulu yg namanya perosotan ya gitu gitu aja, skrg perosotan dibikin warna warni pake ban di tengah lereng. Jaman skrg minum kopi, dicampur latte, karamel, coklat, alpukat dll
Kreativitas menyentuh banyak sisi. Bahkan dari sisi harga pun, kurang lebih begitu. Bikin unik mas, kualitas tinggi, biar harga nya bisa tinggi. Mungkin cara ini pernah berhasil. Tapi zaman skrg, saking banyak nya yg punya kualitas tinggi dan berharga murah, membuat kualitas tinggi berharga tinggi ga dilirik konsumen
Beberapa waktu yg lalu, sy pernah ngobrol sama salah satu konveksi besar.
"Lagi ada jahitan mba?"
"Kalo dari brand brand besar lagi kosong mas. Skrg ngerjain tanah abangan aja. Walau untungnya kecil tapi penjahit saya gak kabur, karena sepi orderan"
Ya begitulah. Termasuk platform baru, yg setiap hari, lewat live, kita bisa menghemat sekian puluh persen. Dan itu kita temukan setiap malam
Di toko online marketplace, jaket 500rb. Sabar dikit aja, nonton live, pilih etalase, harga jadi 250rb
Di toko offline, gamis set 700rb, malem malem mantengin live, tap tap layar, pilih etalase harga jadi 500rb dan free ongkir
Kalo ga ngikutin cara itu, ya kompetitor yg menang. Skrg semuanya gitu koq. Mau bertahan sendiri ya sepi sendiri. Karena arusnya lagi kesana. Kita gak manjain konsumen, ya konsumen dimanjain banyak pedagang lain
Dulu kita bisa jual mahal ketika kita aja yg jualan. Lha sekarang? Kita jual mahal, ya pindah. Wong kompetitor jual murah koq. Realistis aja.
Pilihan nya cuma ikutin, atau ditinggalin.
Sumber: Aditya Nugroho

Waktunya Asah HidupPisau kalau diasah biar tajam, digesek terus menerus sama batu asahan yang kasar, makin tumpul makin ...
26/07/2022

Waktunya Asah Hidup

Pisau kalau diasah biar tajam, digesek terus menerus sama batu asahan yang kasar, makin tumpul makin kasar asahannya, nanti kalau sudah agak tajam, ganti asahan yang lebih halus

Persis Hidup, kalau masih tumpul, kurang ilmu, kurang keahlian, kurang tau mindset yang benar, maka makin kasar (sulit) asahannya (ujiannya), kudu kerja keras, banyak belajar, sedikit istirahatnya

Nanti kalaupun sudah ada keahlian, banyak pengetahuan, mindset sudah tepat, asahannya makin halus (lebih mudah) karena sudah tajam

Jadi pisau tumpul jangan dipakai terus, capek, jangan lupa diasah tiap hari atau minimal tiap minggu,

yuk asah pisau Anda sekarang, agar setajam silet 😎

Sumber: Mister Izzy

08/03/2022

- BOLU PISANG DAN ES KRIM -
😢😢😢😢

"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.

"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.

Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.

Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.

Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.

Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.

Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.

Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.

Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.

(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.

Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.

(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)

(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)

(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.

(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)

(Siap, Mbak. Otw dibuat.)

(Berapa harganya?)

(50.000 Mbak.)

(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)

Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.

(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)

(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)

(Oke siap.)

Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.

Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.

Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.

Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugend**g saja.

Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.

Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.

Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.

Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.

Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.

Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.

Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.

(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)

Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.

Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.

Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?

Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.

Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.

"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.

"Kita pulang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.

Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.

Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.

Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.

Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.

"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang."

"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.

"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.

Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.

"Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "

Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.

"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.

Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.

"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.

"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.

"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "

"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."

"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.

"Iya, berapa harganya?"

"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."

"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.

"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.

"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.

Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.

***

Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.

Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.

Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.

Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.

"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.

"Bagus d**g, les dimana dia?"

"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."

"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.

"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia s**a mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.

Bu Tia terdiam.

Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.

"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.

"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."

"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."

"Lagi pengen aja."

Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.

Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.

***

Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.

Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.

Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.

Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.

Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.

Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana..

Ini sebagai pengingat diri agar lebih peka 😭😭😭

Sumber: Sutan Mangkuto

"APA YANG KITA CARI DARI HIDUP INI"*Kita hidup di gunung merindukan pantai..*Kita hidup di pantai merindukan gunung..*Ka...
20/12/2021

"APA YANG KITA CARI DARI HIDUP INI"

*Kita hidup di gunung merindukan pantai..
*Kita hidup di pantai merindukan gunung..
*Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
*Dimusim hujan kita tanya kapan kemarau?
*Diam di rumah, ingin pergi..
*Setelah pergi.. ingin pulang kerumah
*Waktu tenang.. cari keramaian
*Waktu ramai... cari ketenangan
*Ketika masih bujang ngeluh pingin nikah.
*Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak.
*Setelah punya anak, punya anak beratnya biaya hidup dan pendidikan.
Ternyata SESUATU itu tampak indah karena belum kita miliki.
Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki..
Jadilah pribadi yang selalu BERSYUKUR..
Dengan rahmat yang sudah kita miliki..
Bersyukurlah atas nafas yang sedang kita miliki..
Bersyukurlah atas keluarga yang masih kita miliki..
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki..
Bersyukurlah dan selalu bersyukur di dalam segala hal..
PengingatDiri PerbanyakBersyukur 😇

26/11/2021

Teman...

Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama.

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.

Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.

Teman..

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi, walaupun kekayaan bisa memudahkan kita untuk banyak berbagi.

Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama...

Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi s**a dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :

1. Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia, sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.

2. "Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sebagai
makanan." Dalam artian belajarlah memilih makanan dan secukupnya aja biar ga jadi penyakit!

3. Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.

4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia" Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.

5. Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.

6. Ada 6 dokter terbaik:

1. Keluarga
2. Istirahat
3. Olah raga
4. Makan yg sehat
5. Teman
6. Tertawa

Mari pelihara semua itu dalam semua tingkatan kehidupan & menikmatinya~

TEKNIK MARKETING PRANK?Pernah lihat penjual buah naga pake mobil pick up, dengan papan bertuliskan 10.000.Waaah, dengan ...
19/11/2021

TEKNIK MARKETING PRANK?

Pernah lihat penjual buah naga pake mobil pick up, dengan papan bertuliskan 10.000.

Waaah, dengan tatanan buah yang rapi serta tampilan buah yang merah menggoda, akhirnya saya melipir mendekati mobil buah tersebut.

"Mas, ini 10.000?" Sambil nunjuk buah naga.

"Yang itu 20.000 mbak," sambil ngelap timbangan.

"Terus yg 10.000 yang mana?"

"Itu yang ada dikeranjang bawah mbak" sambil nunjuk buah yang tampilannya udah jelek hampir busuk.

"Yaelah mas, terus ngapain papan harga 10.000 tapi dipajang dibawah buah yang harga 20.000!"

Penjualnya cuma senyum-senyum, bikin gedek.

Masih berusaha berfikir positif, di lain waktu ada penjual rambutan, kebetulan saya s**a sekali dengan rambutan, terlihat warna merah dan ukuran buahnya besar-besar, diikat dengan cantik lengkap dengan papan kardus besar bertuliskan harga 5000.

"Mas, rambutannya 2 kilo ya"

Lalu penjual mengambil wadah timbangan langsung serok rambutan dari keranjang bawah.

"Lho mas kok yang itu, aku mau yang di iket itu yang harga 5000" sambil nunjuk rambutan yang ditata diatas.

"Yang itu 15.000 mbak" kata penjualnya.

Ya Tuhan kena prank lagi.

Oke, cukup 2 kali saya tertipu, jangan sampai nambah lagi.

Scrolling beranda FB,

"Mie ayam rakyat, harga merakyat, porsi nikmat, hanya 4000"

Ada fotonya juga, yang menampilkan semangkok penuh mie ayam lengkap dengan ceker dan pangsit gorengnya. Sungguh menggugah selera.

Apa bener harganya 4000?

Jiwa yang penasaran ini ingin membuktikan segera, lalu meluncurlah saya ke TKP.

"Buk, mie ayam 1 ya"

Tak lama pesanan saya jadi, dan..taaraaaa...
Mangkok putih gambar ayam jago itu, hanya berisikan seperempat bagian saja. Tidak seperti foto saat postingan iklan.

"Buk, tadi aku lihat gambarnya di iklan kok mie nya penuh ya dimangkok" nekat bertanya.

"Ooo yang itu harga 8000 mbak" dia jawab tanpa rasa bersalah.

"Mbaknya mau yang harga 8000 ta?" Tawarnya.

"Ndak usah buk ini aja" jawab dengan muka bete.

"Udah gak mood makan abis kena prank, percuma nawarin!" Gerutuku dalam hati.

Pernah juga ada penjual salak dipinggir jalan. Dagangan salaknya bagus-bagus ditata rapi diatas mobil pick up terbuka. Disitu tertulis harga Rp5000.

Dari kejauhan bikin penasaran dan berhentilah untuk membeli.

"Pak, beli salaknya dua kilo aja," sambil saya kasih uang Rp10.000.

Ternyata salak yang diambil, bukan salak yang indah menawan tadi. Tapi salak yang ukurannya kecil-kecil dan banyak yang kurang layak untuk dimakan (hampir busuk).

"Lho kok salaknya bukan yang ini pak?" tanya saya sambil menunjuk salak yang bagus-bagus tadi.

"Oh kalo yang itu sekilo 18 ribu.."

Ehmmmm, lagi-lagi kena ngeprank marketing..!

Marilah sama-sama kita jadi penjual yang jujur, karena saya sendiri juga penjual online.
Jangan memberikan ekspektasi terlalu tinggi padahal tidak sesuai dengan realita.

Jelaskan harga dan kualitas barang daganganmu, tanpa menjebak pembeli dengan label harga murah tapi ditulis pada barang yang berharga mahal.

Jika memang harga bervariasi tuliskan saja range harganya. Jangan ngeprank pembeli, sakit tau rasanya diprank.

Ayolah.. Jadilah penjual yang cerdas, masih banyak tehnik marketing yang bisa menarik pembeli.

Mungkin sebagai pembeli merasa tidak enak, jadi dia tetap membeli daganganmu, tapi sebenarnya hatinya tidak ridho karena merasa dibohongi, dan itu bisa membuat rezekimu tidak berkah.

Sekian.

Sumber tulisan Chytra Nur Afida (dengan sedikit editan)

Shared : Komunitas Pengusaha Muda Banten (KPMB)

21/09/2021

Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu...?"

Kura-kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”

Ikan berkata :
“Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah!"

Kura-kura berkata :
"Komentar orang lain apakah penting...?
Aku tidak menghindar,
Aku tidak lari dari kenyataan,
Aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku."

Ikan bertanya lagi :
"Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan?"

Kura-kura menjawab :
"Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian.
Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian,
Kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian."

"Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan,
berbuat-lah yang terbaik dan biarkan-lah orang lain mau berkomentar apapun".
"Orang yang menyukaimu tetap akan membenarkan-mu sekalipun kamu keliru,"
Sebaliknya
"Orang yang membencimu selalu akan menyalahkanmu sekalipun kamu benar."
"Berapa banyak waktumu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga ...

kamu lupa pada dirimu sendiri kapan harus makan dan istirahat"
"Sayangi dirimu dengan lebih peduli pada urusanmu sendiri sebab,

Engkau akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kamu selalu ingin tau urusan orang lain".

Semoga kita jangan terkecoh dengan apa yang orang katakan, Jadilah diri kita sendiri,
Jadi-lah pribadi yang baik....
Dan terus meneruslah berbuat baik 🙏🙏🙏

Sumber : group wa

Modal utang? Pikirkan lagi.. 🔴Bisnis memang identik dengan modal, sebagian orang yang merasa ngga punya modal, maka hal ...
20/09/2021

Modal utang? Pikirkan lagi.. 🔴

Bisnis memang identik dengan modal, sebagian orang yang merasa ngga punya modal, maka hal pertama yg dicari adalah UtANG

Setiap kali sy menulis atau menyampaikan “jangan utang untuk modal” terjadi kontroversi.

Yaa.. terutama teman2 yang mewajarkan utang akan melawan idealisme ini.

Dalam kesempatan ini saya coba untuk membahas kondisi kebanyakan orang yang berfikir “pengen banget bisnis tapi ngga punya modal”.

Naa..

Seandainya orang yg pengen bisnis trus ngga punya modal, dapat pinjaman modal misal 100juta.

Pertanyaan berikutnya:

Dipakai apa uang itu?
(Saya banyak sekali ketemu orang yg pinjam uang bank, ketika cair yang diprioritaskan adalah membayar utang sebelum nya)

Pertanyaan berikutnya:
Uang utangan itu berapa lama bertahan?

Sebulan, setahun, dia tahun atau berapa lama.. sedangkan tujuan bisnis bukan menghabiskan uang modal, tetapi melipatkan nya.

Naa..

Seringkali orang mengambil keputusan keuangan melebihi kemampuan nya sesungguhnya.

Kalau bisnis kita hari ini omsetnya 100rb perhari, ketika kita dapat pinjaman 100juta.. bisakah kita menyusun rencana yang matang dan realistis?

Ingat kemampuan kita cuman menghasilkan omset 100rb / hari.. ketika ada pinjaman 100jt maka kemampuan kita dipaksa menghasilkan omset yg lebih besar.

Gimana angsuran nya, gimana pelunasan nya?

Saya ngga ngomong riba dulu kali ini, itung2an aja jujur..

Yuk jujur anda jawab.. pernah ngga anda bayar angsuran pakai uang modal (padahal modal itu utang).

Jadi mau kita debat seperti apa, jujur aja bahwa sebenarnya bisnis anda belum cukup profit, sehingga kita bergikir perlu pinjaman dan itu hanyalah jebakan pikiran.

Saya kasih kunci yang sekali lagi mesti anda catat. Bahwa “modal anda ngga ada hubungan nya dengan keuntungan”.

Misal penjual cilok di depan sekolah, pakai gerobak dikasih pinjaman 1Milyar.. apa yang akan terjadi?

Jika anda berfikir pinjaman adalah bantuan, waaah itu luar biasa..

Tapi ingat bahwa pinjaman modal bukan bantuan, ada angsuran setelah itu, dan harus lunas serta harus menguntungkan.

Pemberi modal pun berfikir keluar uang 1Milyar balik berapa lama, untung berapa banyak.

Seringkali orang latah.. pinjamin saya modal lah. Dia lupa, kalau seharusnya dia belajar cari keuntungan dari nominal kecil dulu.

Jangan pernah berfikir bahwa menghasilkan keuntungan itu mesti punya modal.

Kalau orang ngga mahir menghasilkan keuntungan yaa ngga bisa aja, bukan berarti karena dia ngga punya modal.

Dikasih modal bagaimanapun, ngga punya dia skill untuk menghasilkan keuntungan.

Bisnis yang bagus, adalah bisnis yang keuntungan nya bisa diputar kembali menjadi modal.

Kalau belum bisa seperti itu, berarti belum bagus.

Naa.. kalau bisnisnya margin tipis bagaimana?

Semakin tipis margin keuntungan, maka bisnis tersebut tidak ditujukan untuk orang yang ngga punya modal, sekarang coba kita hitung kalau margin tipis dipaksakan pakai modal bank atau investor, maka keuntungan tipis tersebut harus juga dibagi lagi untuk investor atau untuk bayar bunga.

Sy sering ketemu banyak suplier / grosir yang pada akhirnya modalnya terkikis.

Sebenernya banyak orang yg modalnya terkikis gara2 harus bayar angsuran, cuman seringkali ngga dibicarakan (malu).

Pada prinsipnya begini:

Bisnis yang bagus keuntungan nya bisa diputar kembali menjadi modal.. kalau belum yaa berarti belum bagus.

Dan..

Bagi anda yg merasa ngga punya modal, pilihlah bisnis2 yang margin nya tebal, supaya leluasa memutar keuntungan nya untuk memperbesar skala bisnis.

Salam Lunas

Sumber : Arli kurnia

MAU DIPERLAKUKAN APA KELAK? Saat Lebaran kemarin, ada yang bikin hati ini bergidik ketika menemui seorang mbah putri yan...
03/06/2021

MAU DIPERLAKUKAN APA KELAK?

Saat Lebaran kemarin, ada yang bikin hati ini bergidik ketika menemui seorang mbah putri yang aktivitasnya lebih banyak di tempat tidur, tetapi tak dirawat sebagaimana mestinya oleh anak-anaknya.

Si mbah putri itu alami stroke. Berjalan harus gunakan kruk, semacam tongkat penyangga yang harus diangkat begitu berjalan. Sudah tak mampu mandiri, walau ke kamar mandi. Jadinya, aktivitas kamar mandi dilakukan di kamarnya yang tak terang dan kurang cahaya.

Rumahnya pun sederhana. Perabotan pun seadanya. Tak ada kursi. hanya ada tempat tidur, lemari baju yang isinya tak banyak. Bahkan alat masak pun tak jelas.

Begitu masuk rumah, sudah tercium aroma tak sedap. Saya sudah diwanti-wanti, kalau masuk rumahnya harus siap dengan aromanya dan jangan kaget dengan kondisi di dalam.

Suami si mbah ini sudah tiada dan dikaruniai 3 orang anak. Si sulung ada di kota metropolitan. Sedangkan si tengah dan bungsu hidup serumah dengan Mbah ini.

Tetapi mereka tak mampu merawat si mbah maupun rumah dengan baik. Mereka seperti tak tahu harus berbuat apa, seolah tak mandiri, meski usia mereka sudah kepala 3. Maklum si bungsu ada sedikit gangguan kejiwaan dan si tengah diduga pernah terjerumus ke dunia anak nakal.

Usut punya usut setelah tanya beberapa orang yang kenal baik dengan si mbah, saya berkesimpulan si mbah tak mengajarkan tanggung jawab dan kemandirian kepada anak-anaknya saat kecil.

Bahkan, setiap keinginan anaknya selalu dituruti, meski dia sendiri gak punya uang atau kemampuan.

"Nanti juga sadar sendiri," begitu terus alasan yang diucapkan si mbah yang ditirukan narasumber saya. Akibatnya, sebagian anak-anaknya tak dewasa dan mandiri. Kini, malah alasan itu yang menyusahkan si mbah di hari tuanya.

Dari pengalaman ini saya jadi ingat pesan pakde saya. Beliau bilang...

"Pokoknya usahain deket sama anak, Mas Eko. Nanti kalau sudah gede, yang enak juga Mas Eko. Gak susah kalau kita sudah gak bisa apa-apa."

Begitu pesan pakde saat kami sowan kemarin ke rumahnya. Pesan itu keluar di sela kami ngobrol ngalor-ngidul saat suasana Lebaran.

Saya juga pernah baca tulisan begini...

"Perlakukan anakmu dengan baik sebagaimana engkau mau diperlakukan oleh mereka kelak."

Kayaknya pesan ini masih nyambung dengan pesan pakde saya di atas.

Jadi intinya...

Sebagai orang tua, kita harus ajarkan kepada anak-anak tentang tanggung jawab dan kemandirian, karena itu yang mereka butuhkan begitu kita tiada.

Semoga kita bisa mendidik anak-anak menjadi anak yang soleh/soleha, hafiz Qur'an, dan menjadi penolong kita dinakhirat kelak. Aamiin.

Sumber : eko adityo nugroho

Address

Desa Parakan
Kuningan
45575

Telephone

+62859117397718

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Motivasi, Usaha Dan Bisnis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Motivasi, Usaha Dan Bisnis:

Share