BMH NTT

BMH NTT Baitul Maal Hidayatullah merupakan lembaga amil zakat yang bergerak dalam penghimpunan dana Zakat, infaq, sedekah, kemanusiaan, dan CSR perusahaan.

Baitul Maal Hidayatullah merupakan lembaga amil zakat yang bergerak dalam penghimpunan dana Zakat, infaq, sedekah, kemanusiaan, dan CSR perusahaan, dan melakukan distribusi melalui program pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi secara nasional. Pada tahun 2001 Menteri Agama menerbitkan SK Legalitas yang mengukuhkan BMH sebagai lembaga amil zakat nasional (LAZNAS). Namun, kiprahnya telah lebih dahu

lu berjalan ketika awal berdirinya pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan. Kini dengan hadirnya jaringan 54 kantor cabang di seluruh Indonesia, Laznas BMH kian mengukuhkan langkah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan serta mengoptimalkan dana ZIS yang terhimpun melalui program yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Melalui program pendidikan, dakwah, ekonomi dan sosial merupakan upaya mengurai masalah sosial dan membangun insan yang lebih bermartabat. Kini kiprahnya tersebar di 33 provinsi, dari perkotaan hingga desa terpencil dan pedalaman. Aktifitas pemberdayaan dibangun melalui 238 pesantren yang mayoritas di daerah terpencil, ratusan sekolah serta ribuan dai yang berkiprah dan komunitas masyarakat merupakan energi untuk menjadi penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih berdaya, religius dan mulia.

12/05/2019

YANG TERHORMAT
Pemburu Pahala Ramadhan

Bismillaahirrahmanirrahiim
☪ _Assalamualaikum Wr. Wb._ ☪
_________________________
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
_________________________

```Dalam rangka menyambung silaturahmi dan mempererat ukhuwah islamiyah, melatih mental serta jiwa sosial Para Anak didik kami yaitu santri Penghapal Quran kami berniat ingin mengadakan :```

BUKBER SANTRI PENGHAPAL QURAN - BAGI TAJIL - BAGI AIR MINUM ON THE ROAD

1⃣ BUKBER SANTRI PENGHAPAL QURAN
```Saat ini kami memiliki 6 Pesantren Penghapal Quran yang disebut PESMADAI ( Pesantren Mahasiswa Dai ) dan 20 Rumah Quran binaan kami yang tersebar di Jabodebek. Jumlah santri dan anak binaan kami sekitar 500 orang. Kami mengajak para donatur untuk ambil pahala dengan menu buka puasa untuk para santri yang setiap harinya mereka berbuka bersama.```

2⃣ PROGRAM BAGI TAJIL
```Untuk Para Musafir, Pengendara, Ojek Online, Kenek, Supir, Anak Jalanan, Penjaga Warung, Anak Yatim dan Dhuafa dan Masyarakat Umum.

Target Jumlah Tajil setiap 1 Hari 200 Paket dengan isi : Air minum, kue, dan kurma dengan harga 1 Paket Rp. 10.000 dan Total Anggaran perharinya dibutuhkan Rp. 2.000.000,- untuk 200 orang.```

Jadwal Pembagian Tajil
1. Kamis 9 Mei 2019
2. Jumat 10 Mei 2019
3. Sabtu 11 Mei 2019
4. Minggu 12 Mei 2019
5. Selasa 14 mei 2019
6. Rabu 15 Mei 2019
7. Jumat 17 Mei 2019
8. Sabtu 18 Mei 2019
9. Rabu 22 Mei 2019
10. Ahad 26 Mei 2019

3⃣ PROGRAM BAGI AIR MINERAL
```Pesmadai Legoso lokasi di pinggir jalan dan banyak musafir, pengendara dan ojek online yang lewat setiap waktunya. Dari tempat yang strategis ini para santri penghapal Quran akan berbagi air minum setiap sorenya untuk kaum muslimin yang berpuasa. Anggaran yang dibutuhkan untuk perharinya Rp. 1.000.000,- dengan total 1 bulan Rp. 30.000.000,-```

```Dengan Program mulia ini kami mengajak kerjasama kepada kaum muslimin mensukseskan 3 Program selama Ramadhan ini```

*TRANSFER DONASI KE
Bank BSM = 7118608849
Bank BNI Syariah = 7887997117
a/n Yayasan Dai Muda Indonesia
SK Kemenkumham No. AHU-0004236.AH.01.12.Tahun 2018
Akta Notaris No. 1 /IK/SK/I/2018, NPWP 84.679.430.3-002.000
Konfirmasi Donasi
Silahkan inbox di Fanpage ini
Web : www.pesmadai.com
IG :
FB :
FP :

 MBAH JUMBegitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogya...
31/01/2019



MBAH JUM

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat kutanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.
“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS UNTUK KEBAIKAN DAN KEBAJIKAN...

Kisah diatas bukan lah kisah seorang Ulama ataupun Waliyullah. Hanya kisah seorang perempuan biasa yg mampu membuat iri seluruh penghuni Alam.
😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Oleh : Irene Radjiman

“Saya ingin jadi Hafidz supaya bisa jadi mahkota surga untuk orang tua, khususnya Almarhum Ayah.” Jaliha Ibrahim (17th),...
28/12/2018

“Saya ingin jadi Hafidz supaya bisa jadi mahkota surga untuk orang tua, khususnya Almarhum Ayah.” Jaliha Ibrahim (17th), Anak Asrama Yatim dan Dhuafa Tahfidz.

“Saya ingin jadi Hafidz supaya bisa jadi mahkota surga untuk orang tua, khususnya Almarhum Ayah.” Jaliha Ibrahim (17th), Anak Asrama Yatim dan Dhuafa Tahfidz.

 "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-oran...
20/12/2018



"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dg bermacam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (Al Baqarah 214).

Ingat dan yaqinlah kekuatan dahsyatnya Doa, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Do’a adalah senjata orang mu’min, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi” (HR Abu Ya’laa).

Etnis minoritas Uighur rata-rata beragama Islam. Dunia mengenal sebagai muslim Uighur. Warga Uighur punya nasib mirip dengan etnis Rohingya. Mereka mengalami diskriminasi di negara tempat mereka tinggal yaitu China Provinsi Xinjiang. Penahanan, pemaksaan meninggalkan keyakinan iman, dilarang puasa ramadhan dll

“Saya ingin jadi Hafidz supaya bisa jadi mahkota surga untuk orang tua, khususnya Almarhum Ayah.” Jaliha Ibrahim (17th),...
18/12/2018

“Saya ingin jadi Hafidz supaya bisa jadi mahkota surga untuk orang tua, khususnya Almarhum Ayah.” Jaliha Ibrahim (17th), Anak Asrama Yatim dan Dhuafa Tahfidz.

|| Bangun Asrama Hafidz Yatim dan Dhuafa ||Jaliha adalah santri yatim dhuafa asrama Tahfidz yang berada di Kel. Batakte,...
04/12/2018

|| Bangun Asrama Hafidz Yatim dan Dhuafa ||

Jaliha adalah santri yatim dhuafa asrama Tahfidz yang berada di Kel. Batakte, Kec. Kupang Barat, 14Km dari Kota Kupang.

Ia seorang yatim sejak masih di bangku SD. Sang ibu hanya seorang petani dan tak memiliki biaya untuk menyekolahkan Jaliha ke jenjang berikutnya.

Kondisi ini membuat Jaliha yang baru lulus SD, memutuskan merantau ke Kupang untuk meneruskan sekolahnya di pesantren.

Sejak SMP, ia di bina di pondok pesantren Hidayatullah dan sekarang menjadi santri asrama Tahfidz untuk mendalami Al-quran.

Asrama Tahfidz adalah satu-satunya wadah khusus mengahfal Al-quran di Kupang Barat, yang dibangun pemerintah di atas tanah wakaf.

Kini, kondisi asrama sudah tak layak dan tak lagi mampu menampung puluhan santri. Mereka tinggal dalam kondisi berdesakkan dan pengap. Ditambah lagi tidak adanya ruang untuk belajar, sehingga mereka belajar di kebun.

"Sejauh ini, kami hanya mengandalkan usaha sendiri untuk perbaiki atap yang rusak. Tapi biayanya tidak cukup karena harus juga menanggung makan anak-anak di sini.”-Ust Daroni, pengajar Asrama Tahfidz.

Tidak menyerah, tim asrama hafidz pun juga terus berusaha mencari sponsor ke banyak pihak dibantu oleh BMH NTT. Namun hingga kini belum juga terpenuhi.

Melihat kondisi ini, BMH NTT tergerak menggalang dana untuk membangun fasilitas belajar yang layak bagi para santri di Asrama Tahfidz mendalami Al-quran.

Donasi akan digunakan untuk membangun asrama yang lebih besar untuk menampung para santri, serta membangun ruang kelas untuk kegiatan belajar Al-quran.

Donasi langsung via

Bank Syariah Mandiri (BSM)

7107159554 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah

Wajib Konfirmasi WA : 6282-126-936-793

22/10/2018
MANDAILING NATAL - SUMATERA UTARA BERDUKATingginya curah hujan di beberapa wilayah di Sumatera Utara menyebabkan terjadi...
18/10/2018

MANDAILING NATAL - SUMATERA UTARA BERDUKA

Tingginya curah hujan di beberapa wilayah di Sumatera Utara menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di berbagai daerah.

Salah satu yang terparah terjadi di Kabupaten Madina, seperti yang dialami oleh masyarakat Desa Muara Saladi Kec. Ulu Pungkut, Kab. Madina, Prov. Sumut (13/10). Tampak beberapa rumah dan bangunan mengalami rusak parah akibat banjir dan longsor.

Gerak Cepat, tim Relawan BMH turun langsung membantu evakuasi dilokasi bencana banjir dan longsor.

Tercatat, dampak dari bencana ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia yaitu 12 orang pelajar madrasah yang belajar di SD 235, di Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Ungku. Dua orang di Desa Lumban Pasir Kecamatan Kotanopan dan tiga orang di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Sementara itu, diketahui banjir dan longsor telah melanda wilayah Kab. Madina di Kec. Ulu Pungkut, Panyabungan, Panyabungan Utara, Batang Natal dan Natal. Dimana jalan trans penghubung di Kec. Natal terputus akibat longsor dan listrik dalam keadaan padam selama sehari pada 12 Oktober 2018 di Kab. Madina akibat terjatuhnya beberapa tiang listrik di Kec. Sayur Matinggi, Kab. Tapsel, Sumatera Utara.

Mari Berdoa dengan Doa Terbaik Untuk Saudara-Saudara Kita yang sekarang sedang Berduka

Semoga Allah Memberikan mereka Kesabaran dan kekuatan untuk tetap maju dan bangkit kembali, Aamiin.

Address

Jln. Badak. No. 17 Bakunase, Kota Raja
Kupang
85228

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00

Telephone

+62380823634

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BMH NTT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to BMH NTT:

Share