03/08/2018
Trik Aplikasi Fungisida (bisa sbg Bakterisida) Tembaga Sulfat dan Oksida.
Desember 22, 2015
Postingan ini muncul karena banyak yang minta dan masih bingung tentang cara aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga sulfat. Apa dampaknya pada jamur, lingkungan dan manusia. Mari kita bahas bersama,
Dalam budidaya tanaman padi tidaklah luput dari serangan penyakit, salah satunya penyakit patah leher. Patah leher disebabkan oleh Jamur/cendawan Pyricularia oryzae. Penyakit ini sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani akan menurunkan produktivitas padi atau malah gagal panen.
Gejala awalnya biasanya berupa bercak kecoklatan di area daun, jika lama dibiarkan akan mengakibatkan infeksi pada batang dan membuat batang padi menjadi busuk hingga patah, sehingga disebut patah leher atau potong leher. Parahnya jika penyakit ini menyerang padi yang mulai berisi bisa menyebabkan bulir padi tidak berisi atau gabug.
Penyakit patah leher disebabkan oleh kelembaban udara, jarak tanam yang terlalu rapat, dan pemupukan unsur nitrogen yang overdosis.
Untuk Sayuran buah seperti cabai, tomat, terong, kentang (yang ini umbi jek..), dari keluarga solanaceae sepertinya selalu menjadi sayuran utama baik untuk yang berprofesi sebagai pak tani, ataupun yang sekedar hobi menanam di pekarangan. Seperti saya yang hanya menanam 10 biji tomat di pekarangan untuk sekedar hobi atau tepatnya objek percobaan. Walhasil masak apapun pake tomat, entah itu tumis, goreng, acar, nasgor, mie instan, sampai-sampai tomat-setomat-tomatnya aja dimakan jika tak ada lauk yang available.
Berbicara tentang grup solanaceae tadi, sayuran-sayuran ini sebenarnya sangat rentan terhadap bermacam-macam serangan hama, bakteri maupun jamur yang bisa mengakibatkan hasil panen menurun atau bahkan hancur jika tidak segera ditangani.
Salah satu fungisida yang beredar di pasaran adalah tembaga sulfat yang sudah memiliki fungsi sebagai fungisida merangkap bakterisida salah satunya bisa dengan menggunakan nama dagang Kuproxat 345SC dan Sultricob 93WP.
Kerja tembaga sulfat adalah mencegah perkembangan penyakit jamur untuk stadia kerusakan yang lebih lanjut pada sayuran. Ketika dicampur dengan air, tembaga sulfat akan melepaskan ion yang beracun bagi jamur, tetapi ia relatif aman terhadap tanaman.
Oleh karena itu jika anda tertarik untuk menggunakan fungisida yang berbahan tembaga sulfat, lebih baik dilakukan sejak dini setelah pindah tanam.
Hal ini dikarenakan organisme penyakit seperti jamur dan bakteri telah ada dan siap berkembang pada tanaman sayuran kita.
Jika tahap perkembangan penyakit sudah memasuki tahap kerusakan, biasanya tembaga sulfat tak akan banyak membantu.
Kabar baiknya, menurut Departemen Patologi Tanaman Universitas Cornell New York bahan tembaga sulfat hanyalah sebatas fungisida kontak saja, artinya ia hanya berdampak pada lapisan luar daun dan buah. Tembaga sulfat tidak terserap ke dalam jaringan tanaman, memang ia akan meninggalkan warna kebiru-biruan pada daun, tetapi akan mudah tercuci dengan hujan maupun pencucian.
Tembaga sulfat dapat membantu kita dalam mencegah dan mengendalikan penyakit-penyakit seperti :
hawar daun-batang, karat daun, bercak bakteri, bercak daun, dan antraknosa (patek). Tomato-gray-leaf-spot (bercak bakteri tomat).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk aplikasi fungisida tembaga sulfat adalah : Penyemprotan hendaknya dilakukan pada saat cuaca cerah, tidak berangin, dan tidak hujan, sebaiknya pada sore hari,
Gunakan peralatan standar seperti apron, pelindung muka, dan lain-lain yang biasa disebut PPE, lihat disini kelengkapan standarnya,
Gunakan takaran 0,5 – 1 ml/liter air, sesuaikan dengan kondisi cuaca dan kondisi tanaman,
Gunakan nozel sprayer berlubang satu (Gb. dibawah) dengan tipe semburan kerucut embun, ukuran droplet kira-kira 0,01 ml sehingga merata menutupi seluruh tanaman (yah dikira-kira ajalah ya…asal embun halus ya sudah),
Semprotkan tembaga sulfat pada tanaman sayuran buah anda 2 minggu setelah transplanting atau pindah tanam di lapangan untuk petani, dan di polybag besar untuk yang nanem hobi di pekarangan,
Ulangi aplikasi tembaga sulfat dalam rentang 7 hari sekali terutama pada musim lembab atau hujan,
padi anda udah kena blas leher, atau kresek (hawar bakteri)? fungisida sistemik udah ga mempan gan, hentikan penyebarannya dengan sultricob 93WP
Untuk pemanenan buah-buahan kita yang disemprot dengan fungisida tembaga sulfat, anda bisa langsung memanennya tanpa ada periode waktu tertentu, karena residu dari tembaga sulfat akan hilang pada saat sayuran dicuci. Jadi dengan tingkat toksisitas yang rendah pada manusia, anda tidak memerlukan waktu tunggu, sekarang anda semprot, besok bisa langsung dipanen.
20160224_161120~2
Fungisida – Bakterisida tembaga sulfat tersedia dalam kemasan 400gram dengan nama dagang Sultricob 93WP, dan kuproxat 345SC. Anda tertarik menggunakan untuk usaha tani ataupun hobi di pekarangan?
cek stok/beli lewat SMS/Telpon 0821 5209 9938