Rumah Kebun Pujiatiningsih

Rumah Kebun Pujiatiningsih Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rumah Kebun Pujiatiningsih, Business service, Lamongan.

20/05/2025
31/10/2023
31/12/2022
Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) dan Penyakit Busuk Akar pada Tanaman Jeruk.Oleh : Agro Tani Tani.C...
09/12/2018

Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) dan Penyakit Busuk Akar pada Tanaman Jeruk.
Oleh : Agro Tani Tani.

Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang dan Busuk Akar Jeruk dengan Kultur Teknis
a). Karantina, pembibitan dan pengelolaan kebun yang sehat. Kondisi ini diperlukan untuk memproteksi terhadap infeksi awal pada media untuk pembibitan. Proteksi dilakukan dengan cara disterilkan dengan pemanasan media.
b). Menanam jeruk diatas gundukan-gundukan (tinggi 20-25 cm), tetapi tidak dibumbun untuk menghindari terjadinya kontak batang atas dengan tanah,
c). Pemberian mulsa dan pupuk organik (pukan) terutama diperlukan pada tanah yang kurang air, atau pada musim kemarau. Selain itu meningkatkan aktivitas mikroba tanah untuk menginduksi jamur antagonis.
d). Penggunaan bibit dengan mata tempel setinggi 30-35 cm dari permukaan tanah untuk mencegah batang atas terinfeksi penyakit,
e). Mengatur drainase, jarak tanam, pemangkasan dan sanitasi untuk mengurangi kelembaban kebun,
f). Menghindari terjadinya luka pada batang dan akar pada saat melakukan pemeliharaan tanaman jeruk,
g). Monitoring atau pengamatan pangkal batang tanaman secara teliti,
h). Pengapuran untuk menaikkan pH tanah, usahakan pH tanah antara 6,5 hingga 7,0.

2. Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang dan Busuk Akar Jeruk Secara Mekanis
a). Membongkar dan memusnahkan tanaman jeruk yang terinfeksi berat,
b). Memotong atau membuang bagian tanaman sakit, termasuk 1-3 cm bagian kulit sekitarnya yang sehat, kemudian dibakar atau dimusnahkan.

3. Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang dan Busuk Akar Jeruk Secara Biologis
Pengendalian penyakit busuk pangkal batang dan busuk akar pada tanaman jeruk secara biologis dilakukan dengan menggunakan agens antagonis cendawan Trichoderma sp. atau Gliocladium sp. yang dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

4. Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang dan Busuk Akar Jeruk Secara Genetika
Pengendalian penyakit busuk pangkal batang dan busuk akar pada tanaman jeruk secara genetika yaitu penggunaan bibit varietas tahan terhadap phytophthora spp. Misalnya poncirus trifoliate dan Cleopatra mandarin; varietas tahan terhadap phytophthora dan salinitas, yaitu taiwanica dan citromello 4475.

Baca juga Mengendalikan Penyakit Tanaman Anggur (Page 2)
5. Cara Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang dan Busuk Akar Jeruk Secara Kimiawi (Menggunakan Fungisida)
a). Mengolesi pangkal batang dan akar-akar yang tampak dari luar dengan ter (Carbolineum plantarum 50%) sampai setinggi 50 cm.
b). Perlakuan tersebut dimulai tahun ketiga setelah penanaman dan setiap awal musim hujan.
c). Agar batang yang berwarna hitam tidak banyak menyerap panas sehingga kulitnya rusak. Maka bagian yang diberi ter ditutup dengan larutan kapur yang ditambah dengan garam dapur,
d). Mengolesi luka dengan bubur kalifornia, bubur bordeux, carbolineum:paraffin (8:92), mankozeb, atau tembaga oksiklorida, kemudian luka ditutup dengan obat penutup luka, seperti ter, setelah kulit mengalami regenerasi.
e). Mengolesi fungisidsa 6.2 % karbendazim ditambah dengan 73.8% mankozeb atau tembaga oksiklorida pada luka.
f). Taburkan belerang (60-70%) pada tanaman yang terserang busuk akar sebanyak 1,5 – 3 kg per batang (tergantung besar pohon).

Fast Respons : 082336289722"Bicara Fakta atau Diam"Oleh : Koran TaniKelengkeng berbunga setelah 2 minggu disiram POC yak...
27/11/2018

Fast Respons : 082336289722
"Bicara Fakta atau Diam"
Oleh : Koran Tani
Kelengkeng berbunga setelah 2 minggu disiram POC yakul+telur+pocari+micin.
Beberapa bulan yang lalu saya pernah posting tentang pupuk POC dari yakult dan telor dan hasilnya saya siramkan ke tanaman. Dan Alhamdulillah tanaman jambu tumbuh subur dan berbuah.namun waktu itu masih gabung dengan pupuk lain jadi saya tidak bisa simpulkan kalau itu karna POC yakult.
Tiga minggu lalu saya buat lagi pupuk POC roti dan juga POC Yakult.
Kebetulan di rumah ada 2 pot kelengkeng yang belum berbunga. Jadi khusus untuk kelengkeng saya jadikan percobaan.
Pot 1 : saya hanya kasih pupuk NPK.
Pot 2 : saya hanya kasih POC Yakult.
Perlakuan penyiraman sama.
Hasilnya setelah 2 minggu di terapkan...
Pot 1 pupuk NPK belum menunjukkan tanda tanda mulai berbunga
Pot 2 pupuk POC yakult sudah berbunga lebat bahkan setiap ujung dahan ada bunganya.
Pemberian pupuk sama sekali seminggu.

Kesimpulan saya :
Pot 1 hanya berdaun lebat di banding pot 2 tapi tidak mengeluarkan bunga.
Pot 2 daun tidak lebat tapi memacu pertumbuhan bunga.
Silahkan disimpulkan sendiri.
Cara pembuatan :
~ Telor 1 atau 2 butir pisahkan dari putihnya (diambil kuningnya saja).
~ Yakult 1 botol.
~ Pocari 500 ml.
~ Micin 2 sendok teh.
A. Campur semua bahan dibotol dan dikocok sampai merata. Dan simpan di ruangan selama 3-6 hari.
B. pada Hari ke 3... Buka penutup botol dengan Hati hati terjadi muncrat karena pasti ada gas hasil fermentasi.
Ini dikenali dari aromanya yang sudah berbau tape.
C. Pada hari ke 3-6 itu sudah bisa diaplikasikan.
Cara penggunaannya :
> Ambil 5-10 ml campur 1 liter air.
> Siramkan atau semprotkan ke daun di waktu pagi minimal 1 kali seminggu.
> Untuk hasil yang Lebih baik bila 2 kali seminggu.
Selamat Mencoba dan Semoga sukses.
Fast Respons : 082336289722

Fast Respons :  082336289722
23/10/2018

Fast Respons : 082336289722

Fast Respons : 082336289722Ingin tahu Rahasia Pohon Berbuah Lebat Sepanjang Tahun?   Ternyata Sederhana Banget...S**a ke...
12/10/2018

Fast Respons : 082336289722
Ingin tahu Rahasia Pohon Berbuah Lebat Sepanjang Tahun? Ternyata Sederhana Banget...
S**a kesel memang ketika menanam pohon sepertinya tidak mau berbuah, bahkan hingga tahunan. Ujung-ujungnya di tebang karena tidak ada hasilnya.

Tapi tunggu dulu, ternyata ini rahasia agar pohon berbuah bahkan hasilnya juga melimpah.

Banyak diantara kita yang belum tahu, ternyata dalam proses penanaman dan pertumbuhan pohon ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Contohnya saja dalam pemberian perangsang dan pemupukan, kalian akan mendapatkan hasil yang maksimal dengan menggunakan cara injeksi atau suntikan.

Hal ini disebabkan nutrisi akan langsung meresap pada jaringan pembuluh dan tak hilang begitu saja.

Terbongkar! Ini Rahasia Pohon Berbuah Lebat Sepanjang Tahun, Ternyata Sederhana Banget

Jika kalian mempunyai beberapa pohon buah-buahan atau yang lainnya disekitaran rumah yang nggak mau berbuah, kalian dapat mempraktekkan teknik berikut ini.

1. Cobalah untuk melubangi pohon dengan bor atau alat lainnya dengan berdiameter 1cm dengan posisi miring 45° sedalam 7 cm.
2. Lakukan injeksi dengan 10 cc larutan campuran dari pupuk NPK dan hormon yang telah mengandung giberelin.
3. Selanjutnya sumbat lubang menggunakan styrofoam atau alat lainnya.
4. Setelah menunggu sekitar sebulan kemudian, saat pohon tersebut telah berbunga berikanlah pupuk kandang secukupnya sesuai dengan ukuran pohon tersebut.
5. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakanlah cara tadi seperti infus setiap hari selama pohon tersebut berbunga.

Jika kalian masih bingung untuk cara infusnya tersebut, perhatikan penjelasan berikut ini.

Persiapkan drum yang berisi 200 L air dan masukan sekitar sekarung pupuk kandang, 33 gram NPK lalu 17 gram bahan KNO3.

Langkah selanjutnya yaitu melubangi drum dengan paku dan larutan biasanya akan habis dalam 2-3 hari. Ulangi terus pemupukan hingga panen.

Nah, mudah bukan? Semoga artikel ini bermanfaat untuk pohon buah kalian, dan jangan lupa untuk share artikel ini agar dapat bermanfaat bagi orang lain.

KEMBALINYA SIKLUS RANTAI MAKANANDokumentasi di lahan kubis metode hayati, 100% bebas pestisida kimia. Terlihat aktivitas...
09/08/2018

KEMBALINYA SIKLUS RANTAI MAKANAN
Dokumentasi di lahan kubis metode hayati, 100% bebas pestisida kimia. Terlihat aktivitas predator mulai muncul dan aktif. Semoga kelestarian ini bisa kami jaga seterusnya... Karena baik buruknya bumi, tergantung pada manusianya.
17 Juli 2018
oleh : METODE HAYATI

CARA UNIK BUDIDAYA JAMBU AIR.Diambil dari KORAN TANI.Sebagai referensi,monggo dicoba & Share.
09/08/2018

CARA UNIK BUDIDAYA JAMBU AIR.

Diambil dari KORAN TANI.
Sebagai referensi,monggo dicoba & Share.

Diambil dari kiriman : INSPIRASI KEHIDUPAN.Terbaru... Manfaat Temu-Temuan Untuk Obat Tradisional Yang sangat bermanfaat ...
09/08/2018

Diambil dari kiriman : INSPIRASI KEHIDUPAN.
Terbaru... Manfaat Temu-Temuan Untuk Obat Tradisional
Yang sangat bermanfaat untuk kita semua, mulai untuk pengobatan haid, kencing manis, radang sendi, dll, dari sumber yang terpercaya.
silahkan disave & share..

Trik Aplikasi Fungisida (bisa sbg Bakterisida) Tembaga Sulfat dan Oksida.Desember 22, 2015 Postingan ini muncul karena b...
03/08/2018

Trik Aplikasi Fungisida (bisa sbg Bakterisida) Tembaga Sulfat dan Oksida.

Desember 22, 2015

Postingan ini muncul karena banyak yang minta dan masih bingung tentang cara aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga sulfat. Apa dampaknya pada jamur, lingkungan dan manusia. Mari kita bahas bersama,

Dalam budidaya tanaman padi tidaklah luput dari serangan penyakit, salah satunya penyakit patah leher. Patah leher disebabkan oleh Jamur/cendawan Pyricularia oryzae. Penyakit ini sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani akan menurunkan produktivitas padi atau malah gagal panen.

Gejala awalnya biasanya berupa bercak kecoklatan di area daun, jika lama dibiarkan akan mengakibatkan infeksi pada batang dan membuat batang padi menjadi busuk hingga patah, sehingga disebut patah leher atau potong leher. Parahnya jika penyakit ini menyerang padi yang mulai berisi bisa menyebabkan bulir padi tidak berisi atau gabug.

Penyakit patah leher disebabkan oleh kelembaban udara, jarak tanam yang terlalu rapat, dan pemupukan unsur nitrogen yang overdosis.

Untuk Sayuran buah seperti cabai, tomat, terong, kentang (yang ini umbi jek..), dari keluarga solanaceae sepertinya selalu menjadi sayuran utama baik untuk yang berprofesi sebagai pak tani, ataupun yang sekedar hobi menanam di pekarangan. Seperti saya yang hanya menanam 10 biji tomat di pekarangan untuk sekedar hobi atau tepatnya objek percobaan. Walhasil masak apapun pake tomat, entah itu tumis, goreng, acar, nasgor, mie instan, sampai-sampai tomat-setomat-tomatnya aja dimakan jika tak ada lauk yang available.
Berbicara tentang grup solanaceae tadi, sayuran-sayuran ini sebenarnya sangat rentan terhadap bermacam-macam serangan hama, bakteri maupun jamur yang bisa mengakibatkan hasil panen menurun atau bahkan hancur jika tidak segera ditangani.

Salah satu fungisida yang beredar di pasaran adalah tembaga sulfat yang sudah memiliki fungsi sebagai fungisida merangkap bakterisida salah satunya bisa dengan menggunakan nama dagang Kuproxat 345SC dan Sultricob 93WP.

Kerja tembaga sulfat adalah mencegah perkembangan penyakit jamur untuk stadia kerusakan yang lebih lanjut pada sayuran. Ketika dicampur dengan air, tembaga sulfat akan melepaskan ion yang beracun bagi jamur, tetapi ia relatif aman terhadap tanaman.
Oleh karena itu jika anda tertarik untuk menggunakan fungisida yang berbahan tembaga sulfat, lebih baik dilakukan sejak dini setelah pindah tanam.
Hal ini dikarenakan organisme penyakit seperti jamur dan bakteri telah ada dan siap berkembang pada tanaman sayuran kita.
Jika tahap perkembangan penyakit sudah memasuki tahap kerusakan, biasanya tembaga sulfat tak akan banyak membantu.
Kabar baiknya, menurut Departemen Patologi Tanaman Universitas Cornell New York bahan tembaga sulfat hanyalah sebatas fungisida kontak saja, artinya ia hanya berdampak pada lapisan luar daun dan buah. Tembaga sulfat tidak terserap ke dalam jaringan tanaman, memang ia akan meninggalkan warna kebiru-biruan pada daun, tetapi akan mudah tercuci dengan hujan maupun pencucian.

Tembaga sulfat dapat membantu kita dalam mencegah dan mengendalikan penyakit-penyakit seperti :
hawar daun-batang, karat daun, bercak bakteri, bercak daun, dan antraknosa (patek). Tomato-gray-leaf-spot (bercak bakteri tomat).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk aplikasi fungisida tembaga sulfat adalah : Penyemprotan hendaknya dilakukan pada saat cuaca cerah, tidak berangin, dan tidak hujan, sebaiknya pada sore hari,
Gunakan peralatan standar seperti apron, pelindung muka, dan lain-lain yang biasa disebut PPE, lihat disini kelengkapan standarnya,
Gunakan takaran 0,5 – 1 ml/liter air, sesuaikan dengan kondisi cuaca dan kondisi tanaman,
Gunakan nozel sprayer berlubang satu (Gb. dibawah) dengan tipe semburan kerucut embun, ukuran droplet kira-kira 0,01 ml sehingga merata menutupi seluruh tanaman (yah dikira-kira ajalah ya…asal embun halus ya sudah),
Semprotkan tembaga sulfat pada tanaman sayuran buah anda 2 minggu setelah transplanting atau pindah tanam di lapangan untuk petani, dan di polybag besar untuk yang nanem hobi di pekarangan,
Ulangi aplikasi tembaga sulfat dalam rentang 7 hari sekali terutama pada musim lembab atau hujan,

padi anda udah kena blas leher, atau kresek (hawar bakteri)? fungisida sistemik udah ga mempan gan, hentikan penyebarannya dengan sultricob 93WP
Untuk pemanenan buah-buahan kita yang disemprot dengan fungisida tembaga sulfat, anda bisa langsung memanennya tanpa ada periode waktu tertentu, karena residu dari tembaga sulfat akan hilang pada saat sayuran dicuci. Jadi dengan tingkat toksisitas yang rendah pada manusia, anda tidak memerlukan waktu tunggu, sekarang anda semprot, besok bisa langsung dipanen.
20160224_161120~2
Fungisida – Bakterisida tembaga sulfat tersedia dalam kemasan 400gram dengan nama dagang Sultricob 93WP, dan kuproxat 345SC. Anda tertarik menggunakan untuk usaha tani ataupun hobi di pekarangan?
cek stok/beli lewat SMS/Telpon 0821 5209 9938

Address

Lamongan
62215

Telephone

+6282336289722

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Kebun Pujiatiningsih posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rumah Kebun Pujiatiningsih:

Share