15/03/2018
Share ....
Latar Belakang
Saat ini sektor pertanian adalah salah satu sektor kegiatan terpenting bagi Negara Indonesia. Pertanian menyumbang besar bagi ekonomi bangsa Indonesia, selain itu sektor pertanian di Indonesia juga berperan sebagai sumber pangan bangsa Indonesia.
Sebagian besar masyarakat Indonesia menumpuhkan harapan penghasilan dengan berprofesi sebagai petani ( 21 % petani dan 31 % menjadi buruh tani data BPS ) . Salah satu komoditas yang paling banyak dibudidayakan adalah padi, padi menjadi favorit karena pembudidayaannya yang relatif mudah dan padi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Demi menunjang kebutuhan padi bagi Indonesia, maka dibutuhkanlah teknologi yang mampu menunjang peningkatan hasil panen padi.
Beberapa lembaga baik pemerintah maupun swasta terus melakukan penelitian dan pengkajian tentang teknologi terapan budi daya tanaman padi . Dari hasil temuan disimpulkan bahwa masalah utamanya bukan hanya terletak pada SDMnya , lingkungannya , teknik budi dayanya tapi lebih kepada medianya ( C - Organik rendah ) . Akibat eksploitasi lahan secara berlebihan baik dari sisi pengolahan dan pemupukan yang tidak berimbang dan seterusnya .
Tanah sebagai sistem hidup dihuni oleh berbagai organisme yang berperan sebagai pupuk hayati, antar lain : penambat N, pelarut fosfat, penghasil fitohormon (Sharma, 2004). Oleh karena itu, tanah tidak hanya berperan sebagai media tumbuh, tetapi juga merupakan pabrik pupuk alami atau reaktor biologis (bioreaktor) untuk memasok nutrisi tanaman yang diperlukan tanaman. Organisme tanah tersebut umumnya bersifat aerob (memerlukan oksigen untuk respirasi). Penggenangan pada lahan sawah akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroba tersebut (pabrik pupuk alami tidak/kurang berfungsi), akibatnya kebutuhan hara bergantung penuh pada pasokan dari eksternal. Sebaliknya budidaya padi dengan kombinasi teknologi antara TEKNOLOGI KARBONISASI dan INTEGRASI TERNAK TANI dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan biota tanah yang berperan sebagai pupuk hayati. Keberadaan dan kontribusi mikroba tersebut sangat tergantung pada pasokan bahan organik dan tata air dalam ekosistem tanah. Keanekaragaman hayati dari organisme menguntungkan dalam ekosistem tanah merupakan kekuatan biologis untuk meningkatkan ketersediaan hara dan kesehatan ekosistem tanah.
Tanaman padi pada dasarnya bukan tanaman air, tetapi dapat tumbuh dalam kondisi tergenang karena memiliki jaringan aerenchym untuk mensuplai oksigen ke sistem perakaran. Dalam kondisi tergenang, tanaman memanfaatkan energinya untuk mensuplai oksigen ke sistem perakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggenangan menyebabkan kerusakan pada jaringan perakaran karena terbatasnya pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses respirasi akar (Uphoff, 2004). Akibatnya hanya sekitar 30% akar yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, tingkat perolehan hasil padi (produktivitas) yang diperoleh saat ini merupakan kontribusi dari sekitar 30% sistem perakaran.
Untuk proses INKUBASI lahan dalam rangka meningkatkan unsur carbon , terbukanya pori - pori tanah sebagai ruang udara , mampu menyimpan air dan menambat , mengikat dan mengurai beberapa komponen unsur - unsur yang bersifat fisika dan kimiawi dalam tanah yang dibutuhkan tanaman maka dikombinasikan 2 teknologi antara Teknologi Karbonisasi dengan Integrasi ternak tani .
Alhamdulillah hasil uji coba terkhusus wilayah aceh sangat cukup memuaskan mampu meningkatkan hasil produksi 40 s/d 150 %
Tentunya ini harus terus menjadi bahan kajian pemangku kebijakan dengan harapan mampu memberikan solusi bagi para petani di negeri ini . Selain kita semua juga harus fokus membuat , memonitor atau mengawal regulasi tentang :
- Alih fungsi lahan
- Pemanfaatan lahan tidur
- Distribusi lahan
- Dan lain - lain
Full Organik .....