Rumah 'Teman Anak'

Rumah 'Teman Anak' sebuah rumah yang disediakan sebagai teman anak
dalam bermain, belajar, berpetualang, dan bergembira...

30/09/2025

Welcome my friends..

31/07/2020

12/07/2020
Fun Outbound & Family Gathering Rumah TeA...
01/05/2017

Fun Outbound & Family Gathering Rumah TeA...

20/03/2017

Apa yang dapat orangtua lakukan? MENCEGAH terjadinya kekerasan seksual pada anak. Caranya? Menumbuhkan anak yang BERDAYA.

Simak 8 poin penting dari Najelaa Shihab pada poster.

...ayah.......
07/03/2017

...ayah.......

Terbukti bahwa Anak yang DEKAT dengan Ayah cenderung memiliki emosi yang stabil.. Berikut 15 tips agar Anak dekat dengan Ayah..

01/03/2017
..another step to homeschooling program...
14/02/2017

..another step to homeschooling program...

14/02/2017

Awalnya, seni melipat kertas berasal dari China. Seni melipat kertas ini sudah dikenal sejak ditemukannya kertas. Abad ketujuh belas, origami dibawa ke Jepang. Di Jepang, origami digunakan untuk berbagai fungsi, diantaranya untuk simbol keagamaan, dekorasi kuil atau tempat ibadah, sebagai ucapan selamat dan juga dapat digunakan sebagai hiasan di ruangan atau mobil. (Sumber: Ensiklopedi Bocah Muslim "Tokoh, Sejarah dan Seni")

Kita ajak si kecil belajar origami di rumah yuk...
Semoga bermanfaat😊
Jangan lupa LIKE dan SHARE ya...

Sumber foto: google.com

09/02/2017

TIPS MEMILIH TK DAN PAUD

Sebentar lagi kita akan menghadapi Tahun ajaran baru untuk sekolah. Bagi Mommy yang punya anak usia 3,4, dan 5 tahun pasti sedang galau mau menyekolahkan anak dimana tahun ini.

Ada beberapa tips nih yang mau saya bagikan seputar pemilihan sekolah PAUD atau TK untuk anak usia 3 sampai 5 tahun.

Simak yuk!

1. Perhatikan Kesiapan Anak

Apabila Mommy berencana menyekolahkan anak tahun ini, jangan lupa perhatikan kesiapan anak ya. Jangan sampai, niat untuk menyekolahkan anak adalah obsesi orang tua semata.

Coba lihat dan amati. Apakah anak sudah s**a belajar? apakah anak masih senang bermain dengan bebas?

Kenapa kita harus amati dengan jelas, karena saat sekolah nanti, akan ada aturan yang harus ditaati oleh anak. Apabila anak masih senang bermain dengan bebas, belum bisa fokus atau konsentrasi dengan satu hal. Seperti belajar menggambar, mewarnai, membuat bentuk, lebih baik anak bermain dulu di rumah. Karena mogok sekolah akan membuat orang tua cenderung lebih stres di kemudian hari.

2. Ajak Anak Melihat Beberapa Sekolah

Ketika memutuskan untuk mencari sekolah PAUD atau TK, libatkan juga anak dalam memilih sekolah. Biasanya sih anak lebih s**a melihat sekolah yang luas, rapi, berwarna warni, dan memiliki banyak permainan.

Libatkan anak dalam memilih sekolah, jangan sampai semua keputusan hanya ada di tangan orang tua saja.

Ada loh kejadian anak yang memilih sekolah yang kurang dis**ai oleh orang tuanya. Anaknya ingin sekolah di TK A tapi orang tua lebih s**a dengan TK B karena faktor lain.

Biasanya kalau dipaksakan mengikuti kehendak orang tua, nantinya anak juga akan mogok ke sekolah.
Sebagai orang tua, ada baiknya kita memberikan pilihan kepada anak dan memberikan alasan yang "logis" kelebihan yang akan anak terima jika belajar di sekolah A, B, atau C.

3. Tanyakan Kurikulum dan Program Sekolah

Setiap sekolah pasti punya banyak program, selain program yang memang diwajibkan oleh pemerintah. Jangan malas bertanya ketika kita sedang survey ke beberapa sekolah ya Mommy.

Pengalaman saya kemarin, ketika menanyakan kurikulum dan program sekolah ada beberapa program yang kurang saya setujui.

Misalnya, program membaca sebelum belajar.
Anak diminta datang lebih pagi untuk "privat membaca" sebelum pembelajaran yang sebenarnya dimulai. Jujur saja saya kurang setuju.

Pertama, anak akan merasa terbebani. Kedua, anak usia dini jangan diajarkan membaca secara intens, perkenalan huruf saja sudah cukup. Walaupun sekolah berdalih program ini adalah tuntutan orang tua murid yang lain karena nanti ketika masuk sekolah dasar diwajibkan bisa membaca dengan lancar.

Tapi, tetap d**g saya kurang setuju. Dan akhirnya ada tawar menawar dengan pihak sekolah.

Saya meminta agar anak saya dikenalkan huruf/membaca jika ia mau saja. Jika ia menolak, jangan pernah dipaksa. Jika tidak muncul minat membaca, biarkan saja. Dan jangan ada perbandingan dengan murid yang lain.

Hingga akhirnya pihak sekolah sepakat untuk tidak mewajibkan program privat membaca ini kepada anak saya.

4. Pertimbangkan Biaya

Sebenarnya ini kembali kepada kebutuhan orang tua akan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh anak. Biasanya sih, semakin mahal biaya pendidikan di PAUD atau TK, maka semakin banyak pengalaman belajar dan program sekolah yang diberikan. Kita tidak bisa menafikkan bahwa biaya belajar diperlukan oleh sebuah sekolah. Semakin banyak program, ya berarti biaya yang dikeluarkan semakin tinggi. Dan semua dibebankan kepada orang tua murid.

Caranya, analisis program apa saja yang sekiranya diperlukan oleh anak. Biasanya program sekolah terdapat pada brosur atau leaflet yang diberikan oleh sekolah. Atau wawancara langsung dengan pihak sekolah ketika survey.

Apabila program sekolah cukup relevan, maka kita bisa memberikan persetujuan untuk membayar uang sekolah yang ditawarkan, tapi jika tidak ya jangan ambil pusing. Kita bisa menskip sekolah tersebut.

Misalnya, setiap bulan ada program outing. Atau ada biaya untuk ekstrakulikuler di luar jam sekolah. Kalau memang dirasa baik dan logis, kita bisa menyetujuinya. JIka tidak, ya lebih baik dipikirkan lagi.

Selain itu, kita sebagai orang tua juga harus bersikap bijaksana untuk menghindari sifat israf atau berlebih lebihan dalam membelanjakan harta, termasuk untuk urusan pendidikan.

5. Jarak dari Rumah ke Sekolah

Ini juga hal yang penting untuk dipertimbangkan. Jika orang tua menemukan sekolah yang bagus untuk anak tapi jaraknya jauh dari rumah lebih baik dipikir ulang.

Saran saya sih lebih baik cari sekolah yang dekat atau terjangkau maksimal setengah jam dari rumah.
Kenapa?

Pertama, memudahkan antar jemput sekolah.

Karena anak PAUD atau TK pasti masih harus diantar dan dijemput oleh orang tua, jarang sekali anak PAUD atau TK yang berani pergi dan pulang sekolah sendiri. Walaupun ada beberapa anak yang memang sudah berani dan orang tuanya yang membiasakan. Dan mungkin memang jarak antara rumah dan sekolah sangat dekat.

Kedua, menghindari anak bangun tidur dan berangkat sekolah terlalu pagi.

Jika anak masuk sekolah jam 7 pagi, bisa dibayangkan ia harus berangkat ke sekolah pagi pagi sekali jika jarak sekolahnya jauh. Anak usia dini kadang sulit untuk dibangunkan pagi, dan biasanya ada drama ngambek sebelum berangkat sekolah.

Mulai dari susah bangun, malas mandi, malas sarapan, dan lain lain.

Kalau setiap hari anak harus bangun terlalu pagi, maka kemungkinan besar anak akan mogok ke sekolah. Jadi menurut saya sih, lebih baik orang tua menyekolahkan anak ke sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah.

Selain menghindari anak yang mogok sekolah. Hal ini juga menghindari orang tua khususnya ibu mengalami stres di pagi hari.

Stres kenapa?

Ya stres karena anaknya mogok sekolah.
.......

Nah, itu dia tips singkat dari saya. Mommy punya tips tambahan? Share yuk!

--Tetty Tanoyo

sumber:
http://www.tettytanoyo.com/2016/05/mommy-diary-tips-memilih-sekolah-tk.html

Address

Jalan Sunan Kalijaga IX No. 15 Perumahan Karet
Magelang

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00

Telephone

08562865632

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah 'Teman Anak' posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share