01/02/2013
Demi memajukan teknologi pertanian dan mewujudkan Indonesia layak pangan. Cipcup tea
hadir ditengah-tengah masyarakat. Melalui produk local, kekayaan alam agraris yang
tersembunyi. Disini C family mengolahnya menjadi produk yang berkhasiat tinggi bagi
kesehatan. C family. Lahirlah C family :
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada
Jl.flora No.1 Bulaksumur
Yogyakarta
C FAMILY
Berdiri pada 22 januari 2012, C family merupakan perusahaan
yang dibangun dari sebuah komitmen 4 mahasiswa Universitas
Gadjah Mada untuk menjadi bagian dalam kemajuan teknologi
pertanian di Indonesia. Adalah Denok Kumalasari, Rahmi
Wijayanti, Intin Nurwati dan Ridho Andika Putra. Berkomitmen
untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan memiliki
manfaat. Salah satu produk yang menjadi produk awal kami
adalah CIPCUP TEA.
FILOSOFI
Berinovasi
Berkhasiat
Berkualitas tinggi
PRODUK C FAMILY
Cipcup tea menggunakan bahan baku :
daun ciplukan, batang ciplukan dan the
hijau yang dikomposisi dengan daun
stevia (dikenal dengan daun manis).
Bahan baku cipcup tea disuplai dari
Kelompok Tani Bina Agro Mandiri
Bantul. Kesegaran, rasa serta higinitas
dari produk menjadi salah satu
konsentrasi C family dalam menghasilkan
produk-produk yang berkualitas.
Produk teh celup ciplukan “Cip Cup Tea” merupakan inovasi minuman bagi penderita
diabetes militus yang berbahan baku daun dan batang ciplukan, stevia, dan teh hijau yang di
campur dengan komposisi dan proses tertentu sehingga menjadi teh yang berkhasiat
menurunkan kadar gula dalam darah serta memiliki cita rasa dan aroma khas ciplukan.
Dengan kandungan masing- masing bahan baku yang bermanfaat bagi tubuh terutama bagi
penderita diabetes minuman ini merupakan minuman yang cocok dikonsumsi untuk penderita
diabetes .
Teh Celup Ciplukan “Cip Cup Tea” ini di kemas
dalam kemasan teh celup sehingga sangat praktis
dalam penyajian. Satu kemasan Teh Celup Ciplukan
berisikan 10 celup kantong teh yang tiap kantong
memiliki berat bersih kurang lebih 1,2 gr. Dengan
adanya Teh Celup Ciplukan diharapkan khasiat
tanaman ciplukan dapat dengan mudah dirasakan oleh
semua kalangan masyarakan dengan kemudahan
dalam memperolehnya.
Cara penyajian teh ini hampir sama dengan teh celup pada umumnya akan tetapi tidak perlu
lagi di tambahkan gula ( gula tebu) karena tidak
disarankan untuk penderita diabetes. Namun apabila
ingin mengkonsumsi dengan citarasa yang lebih
manis dapat ditambahkan gula jagung atau pemanis
non kalori lainnya yang aman bagi penderita
diabetes millitus.
Teh Celup Ciplukan kini telah memiliki sertifikasi
halal MUI yang bernomorkan 12120000690412,
sehingga sudah tidak perlu diragukan lagi
kehalalannya. Kemudian Teh Celup Ciplukan telah
melalui uji kandungan pada daun dan batang ciplukan kering untuk memastikan kandungan
flavonoid yang menjadi zat penurun kadar gula dan didapatkan hasilnya sebesar 4%. Selain
itu Teh Celup Ciplukan telah mendaftarkan perijinan ke departemen kesehatan untuk
mendapatkan sertifikasi PIRT.
TANAMAN CIPLUKAN
Tanaman ciplukan ini khususnya dapat mengobati penyakit diabetes militus.
Kandungan flavonoid dan alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan ciplukan berfungsi
menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Penyakit diabetes militus disebabkan
karena tidak bekerjanya sel beta pancreas yang mana sel tersebut bertanggung jawab
mengenai kerja sekresi insulin. Insulin merupakan suatu hormon yang dapat mengubah
glukosa menjadi energi. Pada orang penderita penyakit diabetes militus, hormon insulin ini
tidak berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi energi, maka glukosa tersebut akan
meningkat kadarnya dalam tubuh Dengan tidak bekerjanya sel beta pancreas dapat
mengakibatkan peningkatan kadar gula darah pada tubuh. Flavonoid ini akan memperbaiki
kinerja insulin sehingga dapat bekerja dengan baik dan dapat mengubah glukosa menjadi
energi sehingga kadar gula dalam tubuh tidak tinggi.
Secara lengkap kandungan kimia di dalam tumbuhan ciplukan antara lain : saponin,
flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain:
herba (Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A), biji (12-25% protein, 15-40%
minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat), akar (alkaloid),
daun glikosida (flavonoid/luteolin), tunas (flavonoid dan saponin).
Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain saponin,
flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain:
Herba : Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A
Biji : 12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan
asam stearat.
Akar : alkaloid
Daun : glikosida flavonoid (luteolin)
Tunas : flavonoid dan saponin
Selain itu flavonoid merupakan antioksidan yang cukup tinggi yang dapat mencegah radikal
bebas. Kandungan flavonoid di dalam daun dan batang ciplukan kering sebesar 4%. Hal ini
telah dilakukan uji kandungan ciplukan kering yang dilakukan di LPPT UGM. Kandungan
Flavonoid didalam ciplukan ini dapat di katangan cukup tinggi .
DAUN STEVIA
Di dalam stevia terdapat zat steviosida. Zat steviosida merupakan pemanis alami nonkariogenik
yang dapat ditemukan pada tanaman Stevia rebaudiana. Steviosida memiliki rasa
manis 300-400 kali dari sukrosa (Mousumi, 2008:46). Bagian tanaman stevia yang digunakan
untuk pemanis adalah daunnya. Daun stevia mengandung senyawa golongan glikosida steviol
selain itu juga terdapat senyawa lain seperti saponin, sterol, tanin, dan karotenoid. Selain itu
stevia mengandung protein, serat, besi, kalsium, kalium, senyawa flavonoid (fenolik) vitamin
C, dan vitamin A.Glikosida steviol merupakan suatu glikosida yang terdiri dari 2 bagian,
yakni gula dan aglikon berupa diterpen. Glikosida ini termasuk O-glikosida karena gula
terikat pada aglikon melalui ikatan C-O. Glikosida steviol yang menyebabkan rasa manis dari
daun stevia adalah steviosida. Pada daun stevia terkandung steviosida sebanyak 3-10% dari
bobot keringnya, yang memiliki tingkat kemanisan 300 kali dari larutan 0,4% sukrosa.
TEH HIJAU
Teh hijau sendiri sebenarnya berasal dari pohon yang sama dengan teh biasa (Camellia
sinensis), namun mengalami proses pemanasan atau fermentasi terlebih dahulu untuk
mencegah oksidasi. Manfaat the hijau antara lain;
Katekin dari teh dapat menahan proses pembentukan plak gigi. Tidak hanya menghalangi tapi
justru membunuh bateri tersebut sehingga mencegah timbulnya pembengkakan gusi.
senyawa polifenol yang sangat banyak dalam teh hijau berperan sebagai pelindung terhadap
kanker. Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan
radikal bebas yang menjadi penyebab kanker payudara
Teh hijau dapat membantu mempercepat tingkat metabolisme karena pengaruh antioksidannya
yang membantu liver berfungsi lebih efektif
Teh hijau merupakan inhibitor ACE alami dan beberapa penelitian menunjukkan tekanan darah
tinggi menurun setelah diberi ekstrak teh hijau
Polyphenol dari teh hijau menghalangi amylase sehingga membantu menurunkan tingkat gula
darah.
SEDIKIT MEMBUKA MATA MENGENAI DIABETES MILLITUS
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia (meningkatanya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,
kerja insulin atau keduanya.
Gejala Umum dari Diabetes Melitus (DM)
1. Banyak kencing (poliuria).
2. Haus dan banyak minum (polidipsia), lapar (polifagia).
3. Letih, lesu.
4. Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan
5. kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulvae pada wanita
Pada tahun 2011 WHO (World Health Organization) menyatakan Indonesia menempati
urutan ke 4 penderita diabetes terbanyak di dunia. Gejala awal penderita diabetes adalah
meningkatnya kadar gula darah yang tinggi. Hingga diatas 160-180 mg/dL. Peningkatan
kadar gula darah yang tinggi akan memacu ginjal membuang air tambahan untuk
mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang akibat banyaknya glukosa yang
dikeluarkan melalui air kemih.
Banyaknya glukosa yang ke luar juga menyebabkan penderita seringkali merasakan lapar
yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh
selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih
peka terhadap infeksi.