05/10/2022
YANG LEBIH RAJIN DIA YANG SUKSES? SALAH!
Suatu hari di dalam ruangan kantor anda sedang mengetik depan laptop. Mata anda kosong dan jari anda mengetik secara otomatis tanpa disuruh otak. Anda tahu tugas anda masih menumpuk semisal anda adalah karyawan. Atau bisa juga anda duduk di depan laptop yang sama, tapi bedanya yang anda lakukan adalah diam dan menunggu. Yang anda tunggu adalah notifikasi pesanan masuk. Anda menghela napas menunggu barang yang tak kunjung laku dipesan oleh seseorang di luar sana. Anda mungkin pernah mengalami keadaan demikian. Pernahkah anda membayangkan “Sampai kapan harus terus begini? Masih banyak yang harus dilakukan, tapi saya capek. Bisa nggak ya kalau yang saya kerjakan berkurang, tapi tugas saya bisa tambah banyak yang selesai?” Jawabannya bisa. Bisa banget. Yuk kenalan dengan teori yang telah teruji oleh banyak ahli ekonomi, Teori Pareto.
Teori Pareto atau 80:20 principle atau ada juga yang menyebutnya 80 rule adalah hasil penemuan dari 100% hasil pekerjaan, 80% di antaranya dipengaruhi hanya dengan 20% pekerjaan yang dilakukan. Misalkan begini: dari 100% pendapatan toko roti anda, ternyata 80% pendapatan tersebut didapatkan dari 20% menu yang ada. Jadi kalau anda buka toko roti dengan menu 10 macam roti di dalamnya dan anda hari itu dapat omset 100.000, ternyata 80.000 pendapatan anda adalah hasil penjualan dari 2 macam roti saja (20% dari 100% menu). Jadi kalau anda masih berpikir kerja sekeras-kerasnya supaya dapet hasil yang gede, itu salah! Kenyataannya lebih banyak anda bekerja, belum tentu hasilnya lebih banyak.
Cara menggunakan Pareto dalam kegiatan sehari-hari terutama pekerjaan ternyata cukup mudah.
Pertama, tentukan tujuan anda. “Saya pengen dapet duit banyak hasil jualan” misalnya. Atau bisa juga “Saya pengen 1.000 dokumen yang saya periksa cepat rampung”
Kedua, amati faktor apa saja yang berpengaruh dan perhatikan hasil yang muncul dari tiap faktor. Misalkan roti A terjual sekian, roti B terjual sekian. Atau bisa juga kalau anda periksa dokumen secara fisik permenit bisa berapa dokumen, sedangkan kalau dokumennya anda masukkan ke komputer bisa berapa yang dicek permenit.
Ketiga, urutkan faktor kerja tadi mulai dari yang paling banyak berpengaruh. Misal roti A dan B yang terlaris dibanginkan roti C,D,E. Atau diperiksa langsung ternyata lebih cepat karena tidak perlu gonta-ganti file.
Keempat, Berikan fokus penuh ke 20% faktor teratas tadi dan bersiap nikmati 80% hasilnya. Misal, akhirnya anda putuskan promosi hanya roti A dan B atau minta bantuan teman untuk memeriksa dokumen secara fisik.
Yang perlu digaris bawahi adalah Teori Pareto bukanlah tentang “kerja dikit, hasil banyak”, tapi Pareto tentang bagaimana anda memfokuskan diri ke pekerjaan yang berdampak besar sehingga aksi anda bisa lebih efisien.
Semoga sedikit postingan ini bermanfaat. Silakan tinggalkan like kalau anda s**a, tekan share kalau anda ingin berbagi manfaat, dan tulis di komentar pengalaman anda setelah menerapkan Teori Pareto di atas. Terima kasih.