26/04/2019
KEKAYAAN SEJATI.
Seorang siswa miskin bertanya kepada sang Guru yang bijak,
"Mengapa aku menjadi orang yang miskin dan selalu mengalami kesulitan dalam hidup ini?
Sang Guru menjawab,
"Karena kamu tidak pernah berupaya untuk memberi kepada orang lain."
"Tapi saya tidak punya apapun untuk diberikan kepada orang lain, jawab siswa miskin tersebut.
Sang Guru berkata :
"Sebenarnya kamu memiliki banyak hal yang dapat kamu berikan kepada orang lain."
"Apakah itu, Guru?"
Sang guru mejawab :
Dengan Mulut yang kamu miliki, kamu bisa memberikan senyuman dan pujian.
Dengan Mata yang kamu miliki, kamu bisa memberikan tatapan yang lembut.
Dengan Telinga yang kamu miliki, kamu bisa mendengarkan keluh kesah orang di sekitarmu.
Dengan Wajah yang kamu miliki, kamu bisa memberikan keramahan.
Dengan Tangan yang kamu miliki, kamu bisa memberikan bantuan kepada yang membutuhkan dan masih banyak lagi.
Jadi, sesungguhnya kamu bukanlah anak yang miskin, hanya saja kamu tidak pernah mau berbagi dengan orang lain.
Itulah sebabnya mengapa TUHAN tidak pernah memberikan apapun kepada dirimu.
Kamu akan terus seperti ini jika kamu tidak mau memberi dan berbagi dengan orang lain.
Sekarang, pulanglah dan mulai berbagi dengan orang lain dari apa yang kamu miliki. Memberi tidak ditentukan oleh seberapa besar atau kecilnya yang kamu berikan, melainkan berdasarkan seberapa ikhlas kamu memberikannya.
Apa yang kita TANAM saat ini akan kita MENUAI di kemudian hari.
Ketika kita menanam PADI mungkin rumput ikut tumbuh, namun ketika kita menanam Rumput tidak mungkin Padi akan ikut tumbuh.
Ketika kita melakukan KEBAIKAN, hal buruk dapat terjadi, namun ketika kita melakukan KEBURUKAN tidak mungkin muncul KEBAIKAN.
"MARI KITA SELALU BERBUAT KEBAIKAN SEKECIL APAPUN YANG DAPAT KITA LAKUKAN", walaupun hanya berupa doa, senyuman dan sapaan yang ramah.