Family Photography

Family Photography Family photography mengerjakan foto bayi, foto keluarga, foto ulang tahun, foto aqiqah,pemotretan di

# satu alasan kami mengunjungi anda dan melakukan pemotretan sang buah hati dan keluarga di rumah anda, adalah lebih kepada kenyamanan si buah hati dan keluarga. Masing-masing bayi/anak memiliki karakter masing-masing yang unik. Sehingga tidak semua bayi/anak nyaman dengan tempat/suasana baru, dan yang lebih di tekankan pada pemotretan bayi/anak adalah faktor kenyaman bagi mereka, bila si bu

ah hati nyaman maka untuk mendapatkan momen yang unik sangatlah mudah.

# kedua adalah membuat anda dan keluarga tidak perlu repot untuk bepergian keluar rumah.

12/02/2021

Bismillah..
Kemasan cwiemie instant Malang sekarang dibuat kemasan 1 pack= 1 porsi (sdh bumbu, abon ayam, bw goreng).
Buat stok dirumah buat keluarga tercinta cocok bgt loh bu.. malam2 lapar tinggal buka kulkas, dimasak sebentar udah jadiii..

Monggo japri wa 081231660571

Seandainya mereka tahu seperti apa rasanya terkena Covid19 itu saya yakin mereka semua akan melakukan 3 M dengan benar t...
20/01/2021

Seandainya mereka tahu seperti apa rasanya terkena Covid19 itu saya yakin mereka semua akan melakukan 3 M dengan benar tanpa disuruh-suruh.

Kalau sudah pernah terkena Covid di level 2 atau menengah, bukan OTG, maka dalam 3 - 9 hari pertama badan terasa ditusuk-tusuk besi panas. Kulit seperti melepuh dan sakit kalau disentuh.
Pandangan mata semua serba kelabu.....
Jangan cerita Covid19 level 3 lah.
Ngeriiii..

Kalau semua sudah pernah kena Covid19, tidak akan ada lagi yg berani jalan-jalan, tidak ada yg mau makan-makan bersama, mau kumpul atau kerumunan, mau jalan-jalan.
Dan tidak akan ada yg akan berani bilang :
"Saya bosan di rumah....."

Silahkan share kepada keluarga tercinta dan para sahabat sebelum terlambat.


Penyintas Covid 19






https://www.instagram.com/p/CKN699BFPr_/?igshid=5iv5cst1m7th

Open order, pengiriman dari kota Malang
17/06/2020

Open order, pengiriman dari kota Malang

24/05/2020

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kami Sekeluarga mengucapkan:

*TAQOBBALALLAAHU MINNA WA MINKUM*
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1441 H

Semoga kita semua
dipertemukan dengan
Ramadhan tahun depan dalam keadaan *"Iman"* yg lebih baik dan dalam keadaan sehat wal afiat.
آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْن

10/10/2019

Bismillaah

Mungkin ini yang akan mereka kenang nanti....✨

Bun, kalo kamu rasa letih, lalu kamu pikir tak apa kali ini melewatkan membacakan cerita bagi anak-anakmu, pikir lagi sejenak....
mungkin momen ini yang sangat berharga bagi mereka, dan akan mereka kenang sampai nanti...

Bun, misal kamu mulai bosan mengulang-ngulang ajaran yang sama, perintah Allah yang itu-itu juga, seolah mereka ga dengerin nasehatmu, pikir lagi sejenak....
mungkin nasehat ini yang kelak akan terus tertanam dalam hati menjadi arahan untuk selalu berbuat taat, dan akan mereka kenang nanti...

Bun, kalo kamu rasa capek, dengan rutinitas yang cuma seputar membersihkan kotoran anak, membersihkan ceceran makanan anak, membersihkan lantai bekas tumpahan ini dan itu anak, membersihkan rumah yang berantakan bekas mereka melakukan aneka aktivitas bermain sambil belajar, pikir lagi sejenak....
mungkin dari hal-hal yang seperti sepele inilah kelak tertanam dalam hati ingin berbakti di hari tua kita, dan akan mereka kenang nanti...

Bun, kamu merasa dikontrak menyusui sekian waktu, sehingga ga bisa meninggalkan mereka untuk sekedar bersenang-senang seperti dulu, rasa hari-hari menjemukan, kapankah aku bisa bersantai... pikir lagi sejenak....
mungkin karena momen inilah hati kalian senantiasa terpaut saat dewasa dan akan mereka kenang sampai nanti....

Bun, kamu berat dengan banyak urusan ini dan itu, harus membalas pesan ini dan itu, ada rasa anggap cerita anak tak begitu penting, tapi...letakkan gadgetmu, pikir lagi sejenak...
mungkin karena merasa dihargai inilah kelak mereka akan bisa menghargai kita dan juga orang lain, dan kebaikan ini yang akan mereka kenang sampai nanti....

Bun, aneka kesabaran, aneka keletihan, aneka ketidakidealan, aneka keinginan yang terpendam, yang terkadang membuat sesak di dada dan ingin menyerah.....
Lalu terbersit ingin memilih jalur santai, jalur abai...
mohon pikir sejenak ...😔😔😔

Anak-anak ini kelak akan bersaksi sejujur-jujurnya....
Dengan cara bagaimana kita mendidik mereka....
😩😩😩

Dan Allah sungguh Maha Tau...

Saat kita mengabaikan mereka di waktu kecil, jangan harap mereka akan ikhlas berbakti pada kita di kemudian hari...
Saat kita mendewakan pekerjaan, merasa sibuk sekali sampai tak punya waktu untuk anak, kemudian berdalih melakukan ini untuk anak, jangan harap mereka akan ikhlas meninggalkan pekerjaan untuk sekedar datang menengok kita di kemudian hari...
Saat kita malas mengajarkan agama pada mereka di waktu kecil, jangan harap mereka akan ikhlas mendoakan kebaikan bagi kita di kemudian hari...
Saat kita cuek dengan cerita dari mulut-mulut kecil mereka, jangan harap kelak mereka ikhlas mendengarkan cerita kita di kemudian hari...
Saat kita kerap meninggalkan mereka untuk bersenang-senang, pergi tanpa ada suatu kedaruratan, jangan harap mereka kelak ikhlas datang mengunjungi kita di kemudian hari....
Saat kita anggap mereka tidak lebih penting dari teman-teman kita, yang dengan hadirnya teman terasa happy, hadirnya anak terasa mengganggu, jangan harap kelak mereka akan ikhlas mendahulukan kita dibanding teman-temannya di kemudian hari...

Semua adalah AKIBAT.

Apa yang kita tanam akan kita tuai.

Kita berharap kelak anak menjadi anak soleh berbakti dan aneka kebaikan lainnya,
Pahamkah siapa yang harus lebih dulu menjadi teladan dalam hal itu?

Bun, mereka akan ingat dengan jelas, terekam dalam ingatan, wajah siapa yang mereka lihat saat bangun tidur, siapa yang menyapa mereka dengan sapaan riang...
"assalamu'alaikum, udah bangun yaa.... ayo baca doa bangun tidurnya gimana...."dengan penuh kesabaran sambil mengecup mereka dengan perasaan hangat penuh kasih sayang...
Terekam jelas juga, momen-momen yang menemani mereka di detik-detik terakhir sebelum terlelap, membacakan cerita dari buku kesukaan mereka, dan akhirnya terlelap dalam kenyamanan diusap-usap sambil dibacakan ayat-ayat dari Al Quran...
Mereka akan ingat, siapa yang menemani mereka menghadapi momen ini dan itu...

Ketahuilah, keburukan akhlak tidak pernah bisa disembunyikan di hadapan pasangan dan anak-anak.
Sedemikian kita ingin membangun image baik hati, soleh solehah, dan lain-lain, anak dan pasangan yang paling dulu mampu bersaksi apakah kita memang seperti itu atau sebaliknya....

Jangan kira anak tidak tau keburukan akhlak kita,
Jangan kira juga mereka setelah besar, apa-apa yang kita perbuat sewaktu mendidik mereka kecil tidak akan berbalik pada kita...

Pikir lagi yang panjang, renungkan....
Jika ada hal tidak sesuai yang kita inginkan di kemudian hari, mungkin saat itu bukan waktu yang tepat untuk menuntut hak kita..
Karena di masa lalu kita telah abai akan hak mereka dan abai akan kewajiban kita....😔

Amanah diberikan oleh Allah tidak untuk disia-siakan...
Allah akan menuntut, mereka diberikan dalam keadaan fitrah,
wajib dikembalikan dalam keadaan fitrah...

Kita didik mereka berat hati, di kemudian hari mereka dengan berat hati berbakti pada kita.
Kita didik mereka setengah hati, di kemudian hari mereka dengan setengah hati juga berbakti pada kita.
Kita didik mereka sepenuh hati, di kemudian hari mereka dengan sepenuh hati juga berbakti pada kita.

Insyaallah lakukan semua dengan hati, dengan ikhlas karena Allah, maka semua kebaikan tak akan ada yang luput dariNya...

Ingat sebuat doa,
Ya Allah, sayangilah mereka, SEBAGAIMANA mereka menyayangiku sewaktu kecil....
suatu ucapan yang mengandung timbal balik...masyaallah...

semoga Allah beri kita kekuatan untuk bisa mendidik anak-anak sebaik-baiknya sesuai yang Allah ridhai....
tidak ada yang sulit jika Allah mudahkan...
Jika Allah beri kemudahan, ingat lagi bukan kita yang hebat, tapi Allah yang dengan kasih sayangnya telah mudahkan urusan kita....💞

Dibalik smua kesusahan kita, bersamanya ada kemudahan ☺

barakallahu fiik
bunda kaska

03/09/2019

Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh

YA ALLOH,
AKU LELAH
JADI IBU

Duhai para ibu...

Ada yang pernah merasa seperti itu?

"Ini kerjaan kok ga beres2... " #&*

"Tiap hari kok kaya gini terus...' #&$"

"Butuh libur,
butuh piknik,
butuh me-time,
butuh rehat...

sejenaaak saja..."

"Kalo boleh lari pengen
lari aja deh rasanya..."

"Seandainya ada tombol PAUSE untuk semua ini..."

Pekerjaan rutinitas
seorang Ibu nampak
seakan sia-sia dan berulang.

Begitu terus setiap hari.

Tidak ada habisnya.

Masih ingatkah kisah Siti Hajar?

Ibunda Nabi Ismail 'alayhi salam ini
berlari bolak balik dari Shofa ke Marwah
sampai 7 kali.

Berharap di padang gurun yang gersang itu barangkali ada air untuk bayinya yang sedang haus

Ketemukah airnya?
T I D A K...!!!

Tetapi
lari-larinya
Siti Hajar yang "sia-sia" itu ternyata menjadi asbab
ridhoNya Allah sehingga memancarlah air zamzam yang sampai sekarang tak pernah surut justru dari jejakan kaki bayi Ismail.

Sia-siakah yang dilakukan para Ibu?
T I D A K... !!!

Tidak sama sekali ternyata.

Pekerjaan
ke-IBU-an:
menyusui, memandikan,
ganti popok,
menyuapi,
and so on..
memasak,
menyapu,
mengepel,
mencuci,
and so on
buat yang ga ada ART..

Apalagi yg masih harus lembur pekerjaan kantor buat yang bekerja.

Semua tetek bengek itu
seakan terlihat
tidak gemerlap,
tidak keren,
tidak ngeksis... seakan sia2,
ga ada hasil.

Tapi yang berlelah2 itu,
bisa jadi asbab ridho Allah...

Bisa jadi yg mengantarkan ke Jannah...

Aamiin Yaa Alloh...

Tidak terlihat mulia
dihadapan penduduk bumi
akan tetapi
bisa jadi membahana
di seantero "penduduk langit'.

Bukankah itu yang lebih penting?

Bukankah doa ibunda mustajab, tanpa penghalang ke Alloh?

Maka
setiap pekerjaan keIBUan itu
bisa jadi
dzikrullah & doa:

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga setiap tetes susu yang mengalir ke bayi ini mengalir p**a kesholihan..

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga yang memakai baju2 yg kucuci ini selalu menjaga kehormatannya...

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga yang memakan hidangan ini diberiNya kesehatan...

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga setiap suapan nasi ini menjadikannya anak yang kuat...

Maka..
Marilah ...
biarkan
malaikat Raqib
sibuk luar biasa mencatat kebaikan2 yang diupayakan & dikerjakan..

Jangan sampai malaikat Atid bahkan membuka bukunya.

Allah
sebaik2nya pemberi balasan.

Wallahu'alam.

Semoga menjadi pengingat dan penyemangat
buat para ibu...

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Source : semangatsubuh

16/08/2019
16/08/2019

Makna Adab bagi Anak Usia Dini

Oleh: Ustadz Harry Santosa

Balita atau usia dini itu memang belum saatnya harus beradab dalam arti tertib dan disiplin. Adab di usia dini itu gairah melakukan kebaikan, bukan sempurna melakukan kebaikan. Banyak orangtua atau guru, ingin anak anaknya segera beradab sejak dini, tanpa tahu makna adab, walhasil kelak menjumpai anaknya malah tak beradab ketika besar.

Misalnya Adab pada Ilmu di usia dini berbeda dengan adab pada ilmu di usia setelahnya. Di usia dini, adab pada ilmu bukanlah duduk diam tertib santun mendengarkan guru, tetapi adalah gairah dan cinta pada buku, gairah pada kisah kisah tokoh ilmuwan, gairah keseruan bermain di alam terbuka dengan menyentuh, meraba, berlarian bereksplorasi dstnya.

Sholat adalah adab kpd Allah, bahkan baru diperintah ketika usia 7 tahun, bukan sejak dini. Apakah Allah lalai mengadabkan anak usia dini? Subhanallah, Allah Maha Tahu bahwa fitrah anak usia dini belum saatnya diperintah dengan formal. Adab pada usia dini bukan tertib dan disiplin, tetapi gairah kecintaan untuk melakukan kebaikan walau tak sempurna.

Begitup**a dengan Berpuasa atau shaum, bagi anak usia dini, shoum itu bukan harus puasa sehari penuh, tetapi jadikan keseruan Ramadhan dalam aktifitas keseharian, misalnya gairah ketika bangun sahur bersama dengan makanan kesukaan di tenda di halaman rumah, antusias ketika jalan bersama ayah ke masjid sambil bernasyid walau sampai masjid ia main atau tertidur, semangat ketika masak bareng bunda menu berbuka puasa yg unik, keseruan ketika berbuka bersama dan bertarawih dstnya.

Begitup**a "Berzakat" apakah kita mewajibkan anak usia dini tertib berzakat? Tentu tidak bukan, tetapi gairah berkunjung ke panti asuhan dan berbagi hadiah pada anak yatim, membagikan ta'jil kepada orang lewat, mengantarkan makanan ke tetangga, dstnya.

Jadi ayah bunda, turunkan ekspektasi, jangan artikan adab sebagai disiplin formal dan etika untuk anak usia dini, jangan tergesa mengadabkan shg harus sempurna dan tertib, jangan gunakan ukuran orang dewasa, nanti anak malah membenci adab sepanjang hidupnya.

Sabar saja utk membuatnya cinta pd kebaikan, teladankan saja adab itu pada ananda usia dini hingga berbinar matanya, hingga asik bahagia gesturnya.... kelak kau kan menyaksikan betapa ananda akan bergairah untuk beradab sepanjang hidupnya

Salam Pendidikan Peradaban


Address

Jalan Selat Sunda D4 56, Sawojajar Malang
Malang
65138

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Family Photography posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Family Photography:

Share