10/10/2019
Bismillaah
Mungkin ini yang akan mereka kenang nanti....✨
Bun, kalo kamu rasa letih, lalu kamu pikir tak apa kali ini melewatkan membacakan cerita bagi anak-anakmu, pikir lagi sejenak....
mungkin momen ini yang sangat berharga bagi mereka, dan akan mereka kenang sampai nanti...
Bun, misal kamu mulai bosan mengulang-ngulang ajaran yang sama, perintah Allah yang itu-itu juga, seolah mereka ga dengerin nasehatmu, pikir lagi sejenak....
mungkin nasehat ini yang kelak akan terus tertanam dalam hati menjadi arahan untuk selalu berbuat taat, dan akan mereka kenang nanti...
Bun, kalo kamu rasa capek, dengan rutinitas yang cuma seputar membersihkan kotoran anak, membersihkan ceceran makanan anak, membersihkan lantai bekas tumpahan ini dan itu anak, membersihkan rumah yang berantakan bekas mereka melakukan aneka aktivitas bermain sambil belajar, pikir lagi sejenak....
mungkin dari hal-hal yang seperti sepele inilah kelak tertanam dalam hati ingin berbakti di hari tua kita, dan akan mereka kenang nanti...
Bun, kamu merasa dikontrak menyusui sekian waktu, sehingga ga bisa meninggalkan mereka untuk sekedar bersenang-senang seperti dulu, rasa hari-hari menjemukan, kapankah aku bisa bersantai... pikir lagi sejenak....
mungkin karena momen inilah hati kalian senantiasa terpaut saat dewasa dan akan mereka kenang sampai nanti....
Bun, kamu berat dengan banyak urusan ini dan itu, harus membalas pesan ini dan itu, ada rasa anggap cerita anak tak begitu penting, tapi...letakkan gadgetmu, pikir lagi sejenak...
mungkin karena merasa dihargai inilah kelak mereka akan bisa menghargai kita dan juga orang lain, dan kebaikan ini yang akan mereka kenang sampai nanti....
Bun, aneka kesabaran, aneka keletihan, aneka ketidakidealan, aneka keinginan yang terpendam, yang terkadang membuat sesak di dada dan ingin menyerah.....
Lalu terbersit ingin memilih jalur santai, jalur abai...
mohon pikir sejenak ...😔😔😔
Anak-anak ini kelak akan bersaksi sejujur-jujurnya....
Dengan cara bagaimana kita mendidik mereka....
😩😩😩
Dan Allah sungguh Maha Tau...
Saat kita mengabaikan mereka di waktu kecil, jangan harap mereka akan ikhlas berbakti pada kita di kemudian hari...
Saat kita mendewakan pekerjaan, merasa sibuk sekali sampai tak punya waktu untuk anak, kemudian berdalih melakukan ini untuk anak, jangan harap mereka akan ikhlas meninggalkan pekerjaan untuk sekedar datang menengok kita di kemudian hari...
Saat kita malas mengajarkan agama pada mereka di waktu kecil, jangan harap mereka akan ikhlas mendoakan kebaikan bagi kita di kemudian hari...
Saat kita cuek dengan cerita dari mulut-mulut kecil mereka, jangan harap kelak mereka ikhlas mendengarkan cerita kita di kemudian hari...
Saat kita kerap meninggalkan mereka untuk bersenang-senang, pergi tanpa ada suatu kedaruratan, jangan harap mereka kelak ikhlas datang mengunjungi kita di kemudian hari....
Saat kita anggap mereka tidak lebih penting dari teman-teman kita, yang dengan hadirnya teman terasa happy, hadirnya anak terasa mengganggu, jangan harap kelak mereka akan ikhlas mendahulukan kita dibanding teman-temannya di kemudian hari...
Semua adalah AKIBAT.
Apa yang kita tanam akan kita tuai.
Kita berharap kelak anak menjadi anak soleh berbakti dan aneka kebaikan lainnya,
Pahamkah siapa yang harus lebih dulu menjadi teladan dalam hal itu?
Bun, mereka akan ingat dengan jelas, terekam dalam ingatan, wajah siapa yang mereka lihat saat bangun tidur, siapa yang menyapa mereka dengan sapaan riang...
"assalamu'alaikum, udah bangun yaa.... ayo baca doa bangun tidurnya gimana...."dengan penuh kesabaran sambil mengecup mereka dengan perasaan hangat penuh kasih sayang...
Terekam jelas juga, momen-momen yang menemani mereka di detik-detik terakhir sebelum terlelap, membacakan cerita dari buku kesukaan mereka, dan akhirnya terlelap dalam kenyamanan diusap-usap sambil dibacakan ayat-ayat dari Al Quran...
Mereka akan ingat, siapa yang menemani mereka menghadapi momen ini dan itu...
Ketahuilah, keburukan akhlak tidak pernah bisa disembunyikan di hadapan pasangan dan anak-anak.
Sedemikian kita ingin membangun image baik hati, soleh solehah, dan lain-lain, anak dan pasangan yang paling dulu mampu bersaksi apakah kita memang seperti itu atau sebaliknya....
Jangan kira anak tidak tau keburukan akhlak kita,
Jangan kira juga mereka setelah besar, apa-apa yang kita perbuat sewaktu mendidik mereka kecil tidak akan berbalik pada kita...
Pikir lagi yang panjang, renungkan....
Jika ada hal tidak sesuai yang kita inginkan di kemudian hari, mungkin saat itu bukan waktu yang tepat untuk menuntut hak kita..
Karena di masa lalu kita telah abai akan hak mereka dan abai akan kewajiban kita....😔
Amanah diberikan oleh Allah tidak untuk disia-siakan...
Allah akan menuntut, mereka diberikan dalam keadaan fitrah,
wajib dikembalikan dalam keadaan fitrah...
Kita didik mereka berat hati, di kemudian hari mereka dengan berat hati berbakti pada kita.
Kita didik mereka setengah hati, di kemudian hari mereka dengan setengah hati juga berbakti pada kita.
Kita didik mereka sepenuh hati, di kemudian hari mereka dengan sepenuh hati juga berbakti pada kita.
Insyaallah lakukan semua dengan hati, dengan ikhlas karena Allah, maka semua kebaikan tak akan ada yang luput dariNya...
Ingat sebuat doa,
Ya Allah, sayangilah mereka, SEBAGAIMANA mereka menyayangiku sewaktu kecil....
suatu ucapan yang mengandung timbal balik...masyaallah...
semoga Allah beri kita kekuatan untuk bisa mendidik anak-anak sebaik-baiknya sesuai yang Allah ridhai....
tidak ada yang sulit jika Allah mudahkan...
Jika Allah beri kemudahan, ingat lagi bukan kita yang hebat, tapi Allah yang dengan kasih sayangnya telah mudahkan urusan kita....💞
Dibalik smua kesusahan kita, bersamanya ada kemudahan ☺
barakallahu fiik
bunda kaska