22/10/2018
_Kutipan pesan dari KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor._
"Manja itu yang akan menghambat masa depan anakmu karena nanti mereka gak bisa mandiri, gak paham agama, gak ngerti Qur'an, gak punya akhlaq, ujung²nya gak bisa jadi amal jariyahmu kalau kamu mati.
Anak mau masuk pondok apalagi menghafal Qur'an gak usah ditangisi. Itu rezeki, kamu harus bersyukur.
Bayangkan kalau anakmu hidup di luar sekarang, apa iya kamu tega setiap sepertiga malam maksa mereka untuk tahajud?, Apa iya setiap hari kamu ada waktu menyimak setoran hafalan mereka?, Coba kamu lihat dirimu sekarang sudah yakinkah kira² sholatmu, puasamu, ibadahmu, bisa buat bekal nanti di Akhirat ??
Kalo kamu yakin amalmu bisa menjamin kamu masuk surga yo sak karepmu....!! Urusen anakmu dengan budaya bubrah yang sekarang lagi trend di luar sana.
Anak² kecil wes podo pinter dolanan HP buka situs apa saja bisa, bangga punya ini itu.. baju sepatu tas ber merk, lha pas di suruh ngaji blekak blekuk. Di tanya tentang agama prengas prenges…arep dadi opo...??
Kamu hanya dititipi mereka, nanti kamu akan di mintai pertanggungjawaban atas mereka. Kiro² kalo anakmu lebih bangga kenal artis artis, lebih bangga dengan benda² ber merk, lebih seneng menghafal lagu ora genah, tapi gak kenal Gusti ALLAH, gak kenal kanjeng Nabi, gak bisa baca dan paham Qur'an gak ngerti budi pekerti.. Lha kamu mati mau jawab apa di hadapan Gusti ALLAH ?
*Apa hakmu menghalangi anak²mu lebih dekat dengan pemilik-NYA dengan jalan tholabul ilmi di lingkungan yang mendukung mereka menjadi lebih arif dan berbudi? Kamu hanya perantara, dipinjami, dititipi, diamanahi dan kelak kamu akan diminta pertanggung jawaban atas semua itu.”* 🙏🏻
SELAMAT HARI SANTRI _22 Oktober 2018_