Akademi mikrokontroler dan elektronika

Akademi mikrokontroler dan elektronika Rumah bagi teman- teman yang memiliki minat belajar mikrokontroler, sistem kendali dan robotika

MAU MULAI BELAJAR IoT DARI NOL?September ini kita akan bermain dengan ESP32 & IoT.Bukan sekadar melihat teori. Kita akan...
02/09/2026

MAU MULAI BELAJAR IoT DARI NOL?

September ini kita akan bermain dengan ESP32 & IoT.
Bukan sekadar melihat teori. Kita akan langsung praktek bagaimana membuat perangkat yang bisa:
→ Terhubung ke WiFi
→ Terhubung ke internet
→ Membaca data sensor
→ Menampilkan data di HP
→ Mengontrol perangkat dari jarak jauh
→ Membuat mini project IoT

Bayangkan bisa membuat perangkat yang kamu rakit sendiri kemudian dipantau dan dikendalikan dari HP.

Menarik, kan?

Belum pernah belajar Arduino atau ESP32? Santai. Bisa ikut.

Materi dibuat bertahap dari dasar dan akan dipandu sampai bisa praktek.

Setiap Sabtu | 15.00 WIB
Online — belajar dan praktek bersama.

Kalau selama ini cuma penasaran dengan IoT, mungkin September adalah waktunya mulai mencoba.

Ketik “INFO” di komentar atau hubungi kami untuk pendaftaran.

TIPS CODING - TOGGLE DENGAN TOMBOLSatu tombol nggak harus punya satu fungsi saja!. Dengan konsep Toggle, kita bisa membu...
30/08/2026

TIPS CODING - TOGGLE DENGAN TOMBOL
Satu tombol nggak harus punya satu fungsi saja!.

Dengan konsep Toggle, kita bisa membuat:
👆 Tekan sekali → ON
👆 Tekan lagi → OFF
👆 Tekan lagi → ON lagi

Kuncinya sederhana:
status = !status;

Satu baris kode ini akan membalik kondisi sebelumnya. Kalau awalnya OFF, menjadi ON. Kalau sudah ON, kembali menjadi OFF.
Konsep Toggle cocok digunakan untuk:
🔹 Lampu ON/OFF
🔹 Ganti mode robot
🔹 Alarm
🔹 Monitoring
🔹 Mengaktifkan atau menonaktifkan fitur
Basic, simpel, tapi sangat sering dipakai dalam project Arduino dan ESP32!

Belajar coding sedikit demi sedikit, project jadi semakin pintar.

TIPS CODING  #20 — Double PressSatu tombol, ternyata bisa melakukan lebih dari satu fungsi. Dengan teknik Double Press, ...
29/08/2026

TIPS CODING #20 — Double Press

Satu tombol, ternyata bisa melakukan lebih dari satu fungsi.

Dengan teknik Double Press, kita bisa membedakan:
👆 1 kali tekan → Fungsi pertama
👆👆 2 kali tekan cepat → Fungsi kedua
⏱️ Tahan lama → Fungsi lainnya

Kuncinya adalah menghitung interval waktu antara dua kali tekanan tombol menggunakan millis().

Jika tombol kedua ditekan dalam waktu yang ditentukan, program akan mendeteksinya sebagai Double Press.

Teknik ini cocok digunakan untuk:
🔹 Ganti mode
🔹 Kontrol LED
🔹 Navigasi menu
🔹 Masuk pengaturan
🔹 Kontrol robot dan project lainnya

Jangan lupa gabungkan dengan Debounce agar pembacaan tombol lebih stabil!

Satu tombol, banyak fungsi.

BESOK KITA MULAI!BUAT APLIKASI ANDROID SENDIRI!Yuk belajar membuat aplikasi Android sesuai kreasi sendiri dengan cara ya...
28/08/2026

BESOK KITA MULAI!

BUAT APLIKASI ANDROID SENDIRI!
Yuk belajar membuat aplikasi Android sesuai kreasi sendiri dengan cara yang mudah dan menyenangkan..

Di kelas ini kamu akan belajar:
Membuat aplikasi Android
Membuat Running Text
Membuat tombol interaktif
Coding dengan metode blok, cocok untuk pemula
Belajar komunikasi Bluetooth
Mengendalikan LED/Relay menggunakan Arduino

👨‍🏫 Praktik langsung bersama tutor
💻 Online via Zoom
📅 Setiap Sabtu
🕞 15.30 WIB
📚 4 Pertemuan

Dari membuat aplikasi sendiri sampai bisa mengendalikan perangkat elektronik melalui Bluetooth!

📲 Info & pendaftaran:
WA: 085230230346
📸 𝙰𝚕𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚌𝚑𝚗𝚘𝚕𝚘𝚐𝚢

TIPS CODING  #19 — Single PressPernah mengalami tombol yang saat ditekan malah menjalankan perintah berulang-ulang?Padah...
27/08/2026

TIPS CODING #19 — Single Press

Pernah mengalami tombol yang saat ditekan malah menjalankan perintah berulang-ulang?

Padahal yang kita inginkan cukup:
Tekan sekali → jalankan 1 kali
Tahan tombol → tidak mengulang perintah
Lepas → siap untuk tekan berikutnya

Kuncinya bukan hanya membaca kondisi tombol LOW, tetapi mendeteksi perubahan kondisi dari HIGH → LOW.

Dengan konsep Single Press, satu kali tekan bisa menghasilkan satu perintah yang lebih tepat dan terkontrol.

Tips tambahan:
Gabungkan dengan Debounce (Tips Coding #18) agar pembacaan tombol semakin stabil.

Basic, tapi penting banget untuk project Arduino & ESP32!

TIPS CODING  #18 — DEBOUNCE TOMBOLPernah nggak, tombol ditekan sekali, tapi Arduino malah membaca berkali-kali?Nah, ini ...
26/08/2026

TIPS CODING #18 — DEBOUNCE TOMBOL

Pernah nggak, tombol ditekan sekali, tapi Arduino malah membaca berkali-kali?

Nah, ini bisa terjadi karena bouncing pada tombol mekanik.

Solusinya adalah debounce — teknik untuk memastikan satu kali tekan benar-benar terbaca sebagai satu perintah.

Salah satu cara sederhananya: millis() + jeda sekitar 50 ms

Dengan begitu:
Pembacaan tombol lebih stabil
Menghindari perintah ganda
Program tetap responsif tanpa delay()

Kelihatannya basic, tapi wajib tahu kalau mulai serius bikin project Arduino/ESP32.

Tips Coding #18
Tekan sekali → terbaca sekali. 😉

TIPS CODING  #17 — LONG PRESSSatu tombol ternyata bisa punya lebih dari satu fungsi!Tekan sebentar → Fungsi ATahan beber...
25/08/2026

TIPS CODING #17 — LONG PRESS

Satu tombol ternyata bisa punya lebih dari satu fungsi!
Tekan sebentar → Fungsi A
Tahan beberapa detik → Fungsi B

Pada Arduino/ESP32, kita bisa mendeteksi berapa lama tombol ditekan menggunakan millis().

Teknik sederhana ini bisa digunakan untuk:
🔹 ON/OFF perangkat
🔹 Membuka menu
🔹 Mengubah mode
🔹 Masuk pengaturan
🔹 Reset sistem

Yang menarik, semua ini bisa dilakukan tanpa delay(), sehingga program tetap bisa menjalankan proses lainnya.

Kelihatannya sederhana, tapi sangat berguna dalam project nyata.

Sedikit trik coding, banyak kemungkinan project!

TIPS CODING  #16 — GUNAKAN switch...case UNTUK BANYAK PILIHANKalau satu variabel memiliki banyak kemungkinan pilihan, pe...
24/08/2026

TIPS CODING #16 — GUNAKAN switch...case UNTUK BANYAK PILIHAN

Kalau satu variabel memiliki banyak kemungkinan pilihan, penggunaan if...else if bisa membuat kode semakin panjang.

Contoh:
if (menu == 1) {
Serial.println("LED");
} else if (menu == 2) {
Serial.println("Motor");
} else if (menu == 3) {
Serial.println("Relay");
}

Bisa dibuat lebih terstruktur dengan:
switch (menu) {
case 1:
Serial.println("LED");
break;
case 2:
Serial.println("Motor");
break;
case 3:
Serial.println("Relay");
break;
default:
Serial.println("Pilihan tidak tersedia");
break;
}

Yang perlu diingat:
switch → menentukan pilihan
case → pilihan yang tersedia
break → menghentikan eksekusi case
default → jika tidak ada pilihan yang cocok

Cocok untuk:
• Menu LCD
• Keypad
• Mode manual/otomatis
• Kontrol perangkat
• Status sistem
• Pengaturan project

Prinsipnya:
Kalau satu variabel punya banyak pilihan, gunakan struktur kode yang membuat logikanya mudah dibaca.

Coding yang rapi akan semakin terasa manfaatnya ketika project mulai berkembang.

📱 WA: 085230230346
📷 IG: 𝙰𝚕𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚌𝚑𝚗𝚘𝚕𝚘𝚐𝚢

TIPS CODING  #15 — JANGAN LANGSUNG PERCAYA PEMBACAAN PUSH BUTTON!Pernah menekan tombol sekali, tapi counter malah bertam...
20/08/2026

TIPS CODING #15 — JANGAN LANGSUNG PERCAYA PEMBACAAN PUSH BUTTON!

Pernah menekan tombol sekali, tapi counter malah bertambah beberapa kali?

Bisa jadi masalahnya adalah button bouncing.

Saat tombol ditekan, kontak mekanis di dalamnya tidak langsung stabil. Dalam beberapa milidetik, sinyal bisa berubah-ubah:

HIGH → LOW → HIGH → LOW → LOW

Akibatnya, Arduino bisa mengira tombol ditekan berkali-kali.

Cara sederhana yang rawan:

if (digitalRead(buttonPin) == LOW) {
counter++;
}

Program bisa membaca tombol berkali-kali selama kondisi tombol masih terbaca LOW.

Gunakan DEBOUNCE

Untuk project sederhana, kita bisa memberi waktu agar tombol stabil:

if (digitalRead(buttonPin) == LOW) {
delay(30);
if (digitalRead(buttonPin) == LOW) {
counter++;
}
}

Namun untuk project yang lebih kompleks, lebih baik menggunakan debounce berbasis millis() agar program tetap responsif tanpa delay().

Debouncing penting untuk:
• Push button
• Keypad
• Limit switch
• Tombol kontrol
• Menu LCD
• Sistem counter

Prinsip hari ini:
Jangan hanya membaca perubahan tombol. Pastikan perubahan tersebut benar-benar valid dan stabil.

Setelah memahami millis(), sekarang kita mulai bisa menggunakannya untuk membuat input tombol yang lebih responsif.

📱 WA: 085230230346
📷 IG: 𝙰𝚕𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚌𝚑𝚗𝚘𝚕𝚘𝚐𝚢

TIPS CODING  #14JANGAN HARDCODE JUMLAH DATA ARRAY!Masih sering menulis angka jumlah data secara manual di for?Contohnya:...
19/08/2026

TIPS CODING #14
JANGAN HARDCODE JUMLAH DATA ARRAY!

Masih sering menulis angka jumlah data secara manual di for?

Contohnya:
int sensor[] = {120, 350, 500, 720};
for (int i = 0; i < 4; i++) {
Serial.println(sensor[i]);
}

Kelihatannya aman… tapi kalau data ditambah, kita harus ingat mengubah angka 4.

Biar program yang menghitung!

Gunakan sizeof():
int sensor[] = {120, 350, 500, 720};
int jumlahData = sizeof(sensor) / sizeof(sensor[0]);
for (int i = 0; i < jumlahData; i++) {
Serial.println(sensor[i]);
}

Sekarang kalau array berubah:
int sensor[] = { 120, 350, 500, 720, 850, 900 };

Kita tidak perlu mengubah angka jumlah data secara manual.

Prinsip hari ini:
Jangan menyimpan informasi yang sebenarnya bisa dihitung oleh program.

Cocok banget untuk project dengan:
🔹 Banyak sensor
🔹 Banyak LED
🔹 Banyak tombol
🔹 Banyak pin
🔹 Banyak channel

Semakin besar project, semakin penting membuat kode yang fleksibel dan mudah dikembangkan.

Address

Malang
65136

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Akademi mikrokontroler dan elektronika posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Akademi mikrokontroler dan elektronika:

Shortcuts

Share