05/09/2019
Alkisah di sebuah sawah, terjadi percakapan dua ekor burung.
A: Itu manusia apa orang-orangan sawah?
B: Sepertinya manusia. 🙂🙂🙂
A: Tau dari mana?
B: Ya tau aja. 😏😏😏
A: Taunya dari mana?
B: Kalau manusia, punya impian. Selain manusia, nggak punya impian. Gitu ☺☺☺
Sedemikian uniknya manusia. Dia bisa memiliki impian, bahkan bisa memperjuangkan impiannya. Maaf, yang lain nggak bisa. Malaikat saja tidak bisa memiliki impian. Unik tho?
Meraih impian memang tidak mudah. Kadang kita gagal, ditolak, dan ditertawakan.
Pesan saya, "Saat impianmu ditertawakan atau diremehkan orang, sebenarnya itu adalah isyarat. Ya, isyarat bahwa impianmu layak diperjuangkan. Bayangkan kalau nanti impianmu terwujud, pastinya semua orang akan terinspirasi, termasuk mereka yang pernah mentertawakan dan meremehkan."
Sekali lagi, meraih impian memang tidak mudah. Dalam prosesnya, nanti akan tersaring dan terbedakan. Mana manusia yang bertipe berlian, mana manusia yang bertipe kerikil. Yang lemah, mudah lelah, dan mudah menyerah akan tersingkir dengan sendirinya. Inilah manusia tipe kerikil.
Apapun impian teman-teman, selagi itu kebaikan, saya turut mendoakan. Semoga berkah berlimpah. Aamiin.