Pariwisata Berkelanjutan

Pariwisata Berkelanjutan Kami berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendesain dan merencanakan konsep pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Tidak dapat dipungkiri, performa pariwisata di suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal yang berasal dari l...
20/04/2023

Tidak dapat dipungkiri, performa pariwisata di suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal yang berasal dari luar industri pariwisata itu sendiri. Dalam menghadapi faktor-faktor eksternal yang memengaruhi performa pariwisata, pemerintah bersama stakeholder pendukungnya harus melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas destinasi wisata. Salah satunya adalah dengan menghitung risiko dan mempersiapkan bentuk mitigasinya.

Dengan manajemen risiko di destinasi wisata, pariwisata dapat berkelanjutan, sehingga memberik dampak positif bagi masyarakat setempat.

Kebijakan pembudayaan K3 di perusahaan ataupun lingkungan kerja telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970. Sem...
06/02/2023

Kebijakan pembudayaan K3 di perusahaan ataupun lingkungan kerja telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970. Sementara itu, sistem pelaksanaannya diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Nah, berikut akan kami jelaskan bagaimana upaya pelaksanaan atau pembudayaan K3 agar terwujudnya tempat kerja yang aman, sehat, dan menjamin keselamatan pekerja secara berkelanjutan.

Kebijakan pembudayaan K3 di perusahaan ataupun lingkungan kerja telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja.

Sinergi antara Sertifikat Laik Fungsi, Sertifikasi Bangunan Hijau, dan Greenship sangatlah strategis dan penting. Di sis...
01/02/2021

Sinergi antara Sertifikat Laik Fungsi, Sertifikasi Bangunan Hijau, dan Greenship sangatlah strategis dan penting. Di sisi lain, Sertifikasi Bangunan Hijau harus menjadi mandatory (kewajiban) bagi setiap bangunan gedung. Jika tidak, akan sulit mengharapkan Sertifikasi Bangunan Hijau diindahkan oleh pelaku usaha maupun masyarakat.

Bangunan Gedung Hijau perlu mendapat porsi besar pada pembangunan berkelanjutan karena bangunan gedung menyumbang dampak negatif besar terhadap lingkungan

Perencanaan yang tidak menempatkan keberlanjutan sebagai tujuan jangka panjang pada akhirnya mungkin akan menjadi ancama...
28/01/2021

Perencanaan yang tidak menempatkan keberlanjutan sebagai tujuan jangka panjang pada akhirnya mungkin akan menjadi ancaman. Pengendalian pembangunan merupakan tantangan lain yang dihadapi oleh masyarakat lokal selaku tuan rumah. Untuk itu, di antara aspek yang paling penting yang perlu dipastikan adalah daya dukung destinasi dan ketaatan terhadap regulasi yang ada.

https://eticon.co.id/daya-dukung-destinasi-wisata/

Pendekatan sustainable tourism mengedepankan prinsip-prinsip sosial di mana masyarakat di sekitar destinasi wisata dapat...
07/01/2021

Pendekatan sustainable tourism mengedepankan prinsip-prinsip sosial di mana masyarakat di sekitar destinasi wisata dapat terlibat dan ikut serta dalam menghidupkan potensi-potensi lokal yang ada. Tanpa partisipasi langsung dari masyarakat di destinasi wisata, mustahil pariwisata dapat berjalan secara berkelanjutan. Konsep inilah yang dikenal dengan pariwisata berbasis masyarakat.

https://eticon.co.id/pembangunan-pariwisata-berbasis-masyarakat/

Tren atau demand dari quality tourism akan bertambah seiring dengan meningkatnya kepedulian wisatawan terhadap isu-isu k...
28/12/2020

Tren atau demand dari quality tourism akan bertambah seiring dengan meningkatnya kepedulian wisatawan terhadap isu-isu kesehatan, keselamatan, maupun keberlanjutan lingkungan. Dengan begitu, mau tidak mau, dalam waktu yang sangat cepat dan penuh tantangan, destinasi wisata harus menangkap momentum ini.

Berikut ini adalah pedoman protokol CHSE bagi destinasi wisata!

https://eticon.co.id/protokol-chse-destinasi-wisata/

Global Sustainable Tourism Council (GSTC) telah merilis kriteria GSTC v2.0 bagi destinasi wisata. Adapun kriteria pengel...
10/12/2020

Global Sustainable Tourism Council (GSTC) telah merilis kriteria GSTC v2.0 bagi destinasi wisata. Adapun kriteria pengelolaan pariwisata berkelanjutan terbagi menjadi empat bagian, di antaranya adalah manajemen berkelanjutan (sustainable management), keberlanjutan sosial ekonomi (socio-economic sustainability), keberlanjutan budaya (cultural sustainability), dan keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability).

Bagaimana manajemen pengelolaan yang berkelanjutan dapat diterapkan di destinasi wisata?

Dengan diterapkannya pedoman manajemen berkelanjutan, diharapkan destinasi wisata dapat memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat

Inti dari penerapan protokol CHSE bagi destinasi wisata ini bukan saja untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19 saja....
03/12/2020

Inti dari penerapan protokol CHSE bagi destinasi wisata ini bukan saja untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19 saja. Melainkan juga untuk menata ulang destinasi wisata agar dapat bertransformasi menuju detinasi yang lebih baik lagi dengan mengutamakan aspek keberlanjutannya.

Bagaimana arahan dan pedoman protokol CHSE bagi destinasi wisata? Berikut penjelasannya!

https://eticon.co.id/protokol-chse-destinasi-wisata/

Mengapa brand pada destinasi wisata sangat penting? Merek yang kuat dan unik akan memberikan efek positif terhadap keber...
01/12/2020

Mengapa brand pada destinasi wisata sangat penting? Merek yang kuat dan unik akan memberikan efek positif terhadap keberlanjutan destinasi wisata. Sementara destinasi wisata tanpa brand atau merek yang kuat akan mudah dilupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat.

Lantas, bagaimana strategi branding untuk destinasi wisata?

Secara langsung destination branding di destinasi pariwisata memberikan pengaruh yang luar biasa kepada calon wisatawan sebelum mengambil keputusan

Pembangunan sektor pariwisata yang berhasil bukan saja dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kontribusi t...
20/10/2020

Pembangunan sektor pariwisata yang berhasil bukan saja dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). Jika dapat dikelola secara baik dan bertanggung jawab, kehadiran sektor pariwisata dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, serta penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan. Untuk itu, pembangunan kepariwisataan daerah perlu diatur dalam sebuah regulasi yang diarahkan untuk peningkatan kualitas lingkungan (environment), sosial budaya (community), serta ekonomi (economy). Lantas, bagaimana caranya?

Langkah utama yang harus dilakukan dalam kerangka pengembangan sektor kepariwisataan daerah adalah menyusun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah yang selanjutnya digunakan sebagai bahan arahan/panduan dalam mengembangkan program pembangunan kepariwisataan secara menyeluruh, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Mengapa Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah penting untuk disusun? Berikut ini akan kami jelaskan pengertian dan manfaat RIPPARDA untuk daerah.

Address

Malangbong

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pariwisata Berkelanjutan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share