15/08/2026
IRAN SEJAK LAMA JADI PENJAHAT PERANG.
Narasi yang dibangun selama ini bahwa Israel adalah penjahat perang dan telah menyerang lebih dahulu ke Iran terbukti secara fakta sebagai narasi sesat, penuh hoax dan tendesius yang menyudutkan Israel.
Jika kembali ke tahun 1994, peristiwa tragis AMIA, adalah luka lama yang ingin dibalaskan Israel terhadap Iran dibawah kepemimpinan otoriter Ayatollah Ali Khamenei.
Bayangkan ironi ini: Mayor Jenderal Ahmad Vahidi nama yang selama bertahun-tahun dikaitkan Argentina dengan tragedi AMIA yang menewaskan 85 orang, kini berada di puncak salah satu mesin militer paling berpengaruh di Iran.
Ahmad Vahidi bukan figur sembarangan. Ia pernah memimpin Pasukan Quds dan namanya masuk dalam daftar pencarian Argentina terkait dugaan keterlibatan dalam perencanaan pengeboman AMIA. Pada 2007, Interpol menerbitkan Red Notice atas permintaan Argentina—meski Red Notice bukan vonis bersalah ataupun surat perintah penangkapan internasional.
Kontroversinya tidak berhenti di Buenos Aires.
Selama bertahun-tahun, Teheran membangun jaringan kekuatan regional melalui dukungan finansial, militer, pelatihan, dan persenjataan kepada kelompok seperti Hizbullah dan Hamas. Hamas sendiri bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang disandera.
Iran membantah terlibat langsung dalam operasi tersebut dan menyebut dukungannya sebagai bagian dari “poros perlawanan”. Tetapi bagi Israel dan banyak pengamat keamanan, dukungan Iran terhadap jaringan tersebut adalah bagian penting dari ekosistem konflik yang terus membakar Timur Tengah.
Dan di sinilah bagian paling menohoknya:
Ketika dunia melihat jaringan proksi, senjata, pendanaan, dan operasi lintas negara, orang yang pernah berada di jantung Pasukan Quds kini justru berdiri semakin dekat dengan pusat kekuasaan IRGC.
Dari AMIA, Pasukan Quds, Hamas, Hizbullah hingga perang regional—nama Vahidi berada di persimpangan sejarah panjang konflik Iran dan Israel.
Namun satu hal harus tetap dibedakan: tuduhan bukan vonis. Keterlibatan Vahidi dalam AMIA merupakan tuduhan dari otoritas Argentina yang dibantah Iran, bukan fakta yang telah diputus bersalah oleh pengadilan internasional.
Argentina menyatakan Vahidi merupakan salah satu tokoh yang dicari dalam kasus itu. Pada 2007, Interpol menerbitkan Red Notice atas permintaan otoritas Argentina berdasarkan dugaan keterlibatannya dalam pengeboman AMIA. Namun ada satu detail penting: Red Notice bukan surat perintah penangkapan internasional. Interpol menjelaskannya sebagai pemberitahuan kepada negara-negara anggota bahwa seseorang sedang dicari berdasarkan keputusan hukum dari suatu negara.
Selain itu Iran paling bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap Israel didasarkan pada dukungan finansial, logistik, dan militer Teheran terhadap jaringan proksi regional seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Jalur Gaza. Serangan 7 Oktober 2023 merupakan serangan paling krusial bagi Israel karena pihak Hamaz yang di dukung Iran membunuh 1200 orang yahudi dan menawan.
Sebaliknya, Iran secara konsisten membantah keterlibatan langsung dalam komando operasional taktis tertentu, sementara pihak Iran justru menuding kebijakan Israel dan sekutunya sebagai akar penyebab eskalasi di kawasan.
Argumen Keterlibatan dan Tanggung Jawab Iran. Dukungan Jaringan Proksi: Iran menyediakan dana, pelatihan, dan pasokan persenjataan bagi kelompok-kelompok seperti Hizbullah dan Hamas yang berkonfrontasi langsung dengan Israel.
Pola Serangan Balasan: Beberapa aksi militer langsung oleh Iran (seperti peluncuran rudal balistik) dilakukan secara terbuka sebagai bentuk pembalasan atas pembunuhan tokoh militer atau sekutu mereka.
Doktrin Pertahanan Regional: Teheran memandang dukungannya sebagai bagian dari poros perlawanan sah terhadap kehadiran dan tindakan Israel di Timur Tengah. Keterlibatan Iran ini sulit dibantah, logistik perang Hamas dan Hizbullah memang berasal dari Iran.
Pihak Badan intelijen Israel, Mossad, telah melakukan operasi infiltrasi mendalam di Iran selama bertahun-tahun untuk memantau, menyabotase, dan memutus rantai pasokan senjata ke Hamas dan Hizbullah.
Jaringan spionase ini berfokus pada pelacakan rute penyelundupan, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, yang digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengirim dana dan persenjataan presisi tinggi ke proksinya di Timur Tengah.
Teheran telah menjadi sponsor utama Hamas selama bertahun-tahun, menyokong kelompok milisi itu dengan dukungan finansial dan persenjataan , termasuk roket, dalam jumlah besar.
Selama bertahun-tahun Israel telah mencoba menghalau pasokan Iran ke Gaza, yang melintasi Sudan, Yaman, kapal di Laut Merah dan penyelundup Bedouin di Semenanjung Sinai.
Sebagai salah satu musuh bebuyutan Israel, Iran terang-terangan berminat melihat Israel menderita.
“Menurut saya, tidak berlebihan jika berasumsi bahwa Iran terlibat,” kata Haim Tomer, mantan perwira senior di badan intelijen luar negeri Israel, Mossad, kepada BBC.
Sumber Rangkuman : BBC, NBC News, Al-Jazeera, GIS Reports