15/08/2026
ORANG BUTA DISAAT DIA SUDAH DAPAT MELIHAT YANG PERTAMA SEKALI DIA BUANG ADALAH TONGKAT NYA !
Kesan dan Pesan
oleh : Yustinus Solucions, yang terpanggil 7 tahun yang lalu (since 2019) untuk membuka jendela dunia bagi generasi bangsa. Walaupun dunia belum mengakuinya! ππ
KITA belajar terbang di sangkar yang sama. Diberi makan, diberi sayap sampai akhirnya bisa mengepak.
Giliran langit terasa sempit,,,ia terbang pergi dan menertawakan sangkarnya.
Padahal burung yang bijak, akan selalu ingat siapa yang dulu membuka jerujinya.
Ada yang datang karena haus, minum sampai kenyang. Setelah dahaga hilang, ia menendang sumur dan mencari sungai lain hanya karena ingin disebut "penjelajah".
KITA Lupa,,bahwa sungai sebesar apa pun berawal dari mata air yang dulu ia hina.
KITA dipungut seseorang saat layu, disiram, dipupuk, disekolahkan sampai berbunga.
Lalu saat mekar,,,kamu pindah pot, berharap orang menyebutmu "bunga langka".
Padahal semua orang tahu siapa yang dulu menyiram akarmu.
Pansos itu mudah.
Tinggal ganti nama, ganti habitat, ganti wadah & ganti sorotan. Tapi menjaga nama baik di tempat yang dulu menampungmu?
Itu butuh kelas.
Karena orang hebat tidak diukur dari
berapa banyak panggung yang ia injak. Tapi dari berapa banyak tangan yang masih mau bertepuk tangan untuknya, meski ia sudah turun panggung.
Setiap orang berhak mencari langit yang lebih luas. Pindah habitat/wadah, cari panggung baru, tumbuh di tempat lain itu manusiawi. Namun jangan pernah KITA merasa sudah "selesai" dengan orang-orang yang dulu membantu kita "memulai".
Yang kamu miliki saat ini termasuk bantuan yang menunjang pendidikanmu, itu hanya titipan. Nama baik itu warisan.
Keduanya indah kalau dibawa pulang, bukan ditinggal pergi.
Cari eksistensi hal yang mudah. Yang sulit; mempertahankan integritas dan tetap menghargai tangan yang dulu mengangkatmu, membuka jalan bagimu, menjinjingmu dan mengajarimu saat kamu belum memiliki harapan dan belum tahu apa-apa.
Mandiri itu bukan kabur. Mandiri itu keluar dan berdiri di atas kakimu sendiri bukan malah tetap dalam kendali orang lain yang baru kamu temui dan tanpa menginjak tangga yang dulu kamu pakai untuk naik.
Ada yang pergi bukan karena benci.
Ada yang pindah bukan karena cukup.
Kadang,,,hanya karena ingin dilihat lebih.
Gapapa, langit memang milik semua orang.
He Bat itu bukan yang paling cepat meninggalkan. Hebat itu yang tetap menoleh dan mengucap terima kasih, lalu melangkah dengan kepala tegak
tanpa melupakan dari mana ia pernah dipungut untuk memulai.
Karena pada akhirnya,
orang akan ingat bukan seberapa tinggi kamu terbang, tapi seberapa rendah hati kamu saat sudah sampai pada tujuanmu.
Seseorang yang pernah memberikan tangan diatas kepada KITA itu adalah bagian sifat yang mulia dan tanpa pamrih. KITA yang tangan dibawa hanyalah memanjatkan Doa & Ucapannya Syukur.
Salam sehat,,,πππ₯°π₯°
By : Yustinus Solucions
berat Semua Orang The Following Following